Review

Review Film The Creator

Review Film The Creator – Salah satu film yang menurut saya layak diletakkan dalam deretan film yang wajib ditonton tahun ini. Meksi awalnya sempet pesimis karena ratingnya hanya betah di angka tujuh. Tau ngga, menurut saya lagi nih, The Creator jauh lebih oke dibanding The Expandables. Sorry to say! Padahal saya sudah sempet bikin judul untuk ngereview The Expandables. Ntar dulu lah. Yang ini lebih seru, hehe.

Sinopsis Film The Creator

Judul Film: The Creator

Sutradara: Gareth James Edwards

Writer: Gareth James Edwards

Cast: Jhon David Washington, Gemma Chan, Madeleine Yuna Voyles, Amar Cadha Patel, Ken Watanabe, Allison Janney, dkk

Durasi: 2H 36M

————————————————————————————

The Creator bercerita tentang penggambaran kehidupan masa depan dengan teknologi AI (Artificial Intelligence) yang hidup berdampingan dengan manusia serta konflik yang terjadi kemudian. Sangking canggihnya teknologi ini, membuat manusia merasa terancam.

Separuh jalan nonton ini, saya sempet dibikin merinding, sebab membayangkan andaaaikan saja teknologi AI ini nanti benar-benar terjadi dan mampu meniru kecerdasan manusia, mengkloning manusia sebanyak yang dimau, punya rasa dan bahkan lebih cerdas dari manusia itu sendiri. Anak cucuku nanti mampu bersaing, ngga, ya? Iya kalo AI nya baik, kalau jahat? πŸ™

Padahal pencipta AI itu ya, manusia itu sendiri. Jadi siapa sih yang jahat? Tau dah…

Jadi ceritanya ada seorang mantan agen khusus bernama Joshua (Jhon David Washington) yang direkrut oleh pihak kepolisian untuk turut serta dalam misi memusnahkan Nirmata, the Creator of AI. Padahal saat itu dia sedang dalam keadaan berduka atas kematian istrinya Maya (Gemma Chan) serta calon anaknya yang masih ada dalam kandungan. Tapi ada satu hal yang bikin dia bersedia menjadi bagian dalam misi. Gausah di spoiler lah, ya… hehee

Di pertengahan misi, Joshua bertemu dengan seorang (seorang atau sebuah, sih?) AI dalam wujud anak lelaki bernama Alphie (Madeleine Yuna Voyles). Alphie ini disebut-sebut bakal menjadi AI tercanggih dan layaknya manusia, kecerdasannya itu semakin bertambah seiring bertambahnya usia.

Pertemuan antara Joshua dan Alphie semacam terbentuk bonding yang kuat dan bikin mereka akhirnya jadi bersatu untuk memusnahkan senjata canggih AI yang ada di angkasa. Mereka sama-sama mencari Maya. Jangan-jangan Alphie ini anaknya Joshua dan Maya?

Kejutan dalam Film The Creator

Visual yang Keren

Cinematografi di film ini patut diapresiasi. Ada landscape persawahan pada sebuah desa sederhana, ada pegunungan, padang rumput dengan beberapa ternak sapi sedang merumput dan disitu pula tempat bermukim para AI dengan teknologi canggih hidup damai dengan masyarakat. Kontras, ya?

Makeup artisnya juga ngga terlalu berlebihan, tapi semuanya tetap menawan dan enak dipandang. Pengambilan gambarnya jago banget. Mata banyak dimanjain dengan pemandangan pedesaan yang humanis sekaligus menakjubkan. Jadi meski bukan film berdasar kisah nyata dan film science fiksi dengan banyak adegan perang, tapi ngga melulu menampilkan studio layar biru sebagai tempat syutingnya.

Terutama untuk saya pribadi yang visual dari sebuah film itu harus diutamakan. Minimal kalau ceritanya membosankan, tapi visualnya ciamik kan ga jadi ngantuk. Ah, pokoknya The Creator menurut saya sebuah film dengan visual terbaik tahun ini. Boleh deh tuh jadi kandidat juara kategori visual terbaik Academy Awards nanti.

Related Post: Review Film Avatar The Way Of Water, 3 Jam yang…

Penampakan Beberapa Negara Asia

Namanya juga film dengan cerita masa depan, ya. Jadi ada beberapa negara Asia muncul di film ini. Ngga disebutkan negara mana aja, tapi dari pakaiannya mirip orang-orang di Tibet, dari bahasa para cameo yang samar terdengar seperti di negara Thailand dan juga Vietnam dalam film ini. Jadi semacam beberapa negara di Asia itu jadi satu negara gitu, deh.

Malah saya salfok saat penampakan sebuah padang rumput dengan beberapa ternak sapi yang mengingatkan saya pada sebuah desa di Samosir Danau Toba. Mirip sekali. Malah ada juga kebun jagung segala tempat para AI dan tentara kucing-kucingan.

Related Post: Film Ngeri-Ngeri Sedap

Scoring dengan Lagu Indonesia

Siapa sangka, dalam Film The Creator, ada soundtrack lagu milik grup band jadul Indonesia terselip di beberapa adegan. Lagu yang sama sekali belum pernah saya dengar sebelumnya. Sempet ragu, apakah itu lagu Indonesia atau lagu Malaysia.

Adalah lagu dengan judul Kasih Suci, Hanny dan Hari yang Mulia milik Golden Wing, band asal Palembang. Baik nama band dan juga judul lagunya baru pertama kali saya ketahui saat mencari info ini. Ketiga lagu tersebut punya melodi yang mendayu dan mana penempatannya pas banget lagi di setiap adegannya.

Ngga tau deh, itu komposer bisa kepikiran dan sekreatif itu mencari lagu Indonesia yang jadul banget untuk dijadikan sountrack film yang justru bercerita tentang masa depan.

Dialog Singkat Bahasa Indonesia

Sebagai penonton lokal, ada terselip rasa bangga dengan dimasukkannya beberapa elemen dari negara Indonesia dalam sebuah film besar Hollywood.

Jadi ceritanya dalam film ini, negara Asia Tenggara itu akan jadi satu wilayah bernama Asia Baru. Makanya ada ditampilkan beberapa kebudayaan yang udah familiar untuk orang Asia, khususnya Asia Tenggara.

Selain pemilihan tiga lagu kita sebagai sountrack, ada juga terselip dialog dengan bahasa Indonesia dalam satu adegan. Kita yang nonton terheran-heran ketika tiba-tiba mendengar lagu Indonesia, eh kembali dibikin pandangan-pandangan ketika mendengar percakapan bahasa Indonesia.

Acting Keren dari Seorang Artis Cilik

Menurut saya lagi nih, akting Joshua sebagai bintang utama sedikit kurang paripurna. Ada beberapa scene yang emosinya kurang dapet. Meski begitu, si Alphie sang bintang cilik bisa menutupi kekurangan Joshua. Gila, masih kecil tapi penghayatannya dapet banget. Saya terpukau dengan si Voyles yang ternyata di dunia aslinya adalah seorang gadis kecil. Wajah lugu khas anak-anak tapi cukup menggemaskan dan disaat yang tepat dia mampu menampilkan wajah tegang, tertawa juga mampu berderai air mata.

Kesmitri antara Joshua dan Alphie pun dapet banget dan terus meningkat sampai akhir cerita sampe bisa bikin saya ikut terhanyut. Apalagi dalam adegan yang mereka terpisah karena salah satu harus rela berkorban.

Kehadiran Maya (Gemma Chan) meski sebentar juga cukup menambah emosi penonton. Wajahnya yang sedikit oriental melengkapi kemajemukan cerita. Layaknya seorang istri dan ibu, Maya menjadi sosok yang paling dirindukan dalam film ini. Dicari meski hanya ketemu jasadnya saja. Seperti kata Teh Okti, si Blogger Cianjur, dengan kehadiran ibu mampu menyulap dunia jadi ceria. Saya baru ingat kalau Maya juga jadi pemeran utama di film Eternals.

Ending Kurang Greget

Mungkin sebagian orang lebih suka ending yang nanggung dan bikin penasaran, ya. Tapi kalau saya maunya endingnya itu jelas. Bersatu lagi kah? Bahagia kah? Hidup semua kah? Atau terpisah?.

Di akhir cerita, Joshua dan Alphie terpaksa berpisah karena salah satu harus rela mengorbankan diri. Siapakah yang berkorban itu? Tonton deh, ah…

Related Pos: Nostalgia Bersama Shah Rukh Khan Lewat Film Jawan

Score Film The Creator

Selain menegangkan, film ini juga terasa hangat dengan beberapa adegan antara Joshua dan Alphie yang menyentuh. Setiap cerita disisipkan secara padat, jadi saya ngga sempet ngantuk. Film ini sarat akan kritik sosial dan penolakan atas segala jenis perang.

Atas itu semua, saya kasih nilai 9/10. Sisanya, karena visualnya keren bagi saya durasinya jadi kurang panjang (avatar aja 3 jam) udah gitu endingnya meski happy tapi kurang lengkap karena mereka akhirnya ada yang terpisah. Bagi saya kurang perfect happy endingnya. Hehee

Btw, kalian yang udah nonton kasih score berapa nih?

32 tanggapan untuk “Review Film The Creator

  1. Kalau udah per-AI-an memang bikin sesuatu. Jadi gambaran yang bisa diwaspadai juga sih ya.

    Daku belum pernah nonton filmnya. Jadi belum bisa kasih macam rating hehe.

    Btw, daku scroll bolak balik, gak ketemu ini film rilis tahun berapa. Film baru atau lama kak?

  2. Woaaahh skor tinggi ini ya (9/10). Saya sesungguhnya hanya menyukai sedikit dari produk cinema yang bertemakan sci-fi atau AI. Saya lebih suka film atau drama yang menyajikan vibes konvensional (aahh ketahuan banget dah umurnya hahaha). Tapi baca ulasan Suci kok kedengarannya menarik ya. Apalagi terselip kisah manusiawi yang menghubungkan orang dewasa dan anak-anak. Aaahh jadi penasaran. Kapan sempat nonton ah.

  3. Karena mbanya ngasih skor 9/10, saya jadi penasaran sama The Creator ini. Tentang kehidupan manusia berdampingan dengan AI ya. Wah ada 2 lagu dari musisi Indonesia yang turut masuk di filmnya ya mbak. Saya penasaran sama lagunya juga jadinya. Otw nyari buat didengerin

  4. Seru juga nih film The Creator. Kayaknya fim sci-fiction gini resikonya bisa banyak bug logika tapi kalau baca ulasan Mbak Tri Suci kayaknya emang harus lihat nich.

  5. Baca ini saya langsung bertekad mau nonton! Hahahaha. Aduh, jadi penasaran banget. Keren pastinya, ya, karena film seperti ini butuh CGI yang memukau. Plus ada Indonesianya di situ.

  6. Agak ngeri-ngeri sedap nih teknologi AI. Khawatir jadi senjata makan tuan. Makanya terus jadi bahasan menarik, termasuk dalam film.

    Asal gak terlalu njlimet, biasanya saya masih bisa menyukai genre science fiction. Karena saya lebih suka jalan cerita yang ringan.

  7. Aku belum nonton jadi belum bisa kasih score, btw nontonnya dimana? Penasaran sama ceritanya, pengen denger musik Indonesia di dalam soundtracknya, seperti apa ya? Aku juga kalau nonton film paling suka latar pemandangannya dan musik pengiringnya

  8. Iyaya, sekarang aja grup Kpop uda ada yang beneran AI.
    Influencer yang sempet viral itu juga AI.
    Jadi sebenernya, kita ini AI juga?
    ((mulai ngayal, hihihi))

    Nonton film dengan detil CGI begini tuh beneran se-asik itu yaa..
    Berasa gak sedang ada di dunia yang saat ini. Dan ini tuh sign gak sii.. buat kita semua agar aware dengan pengembangan skills. Jangan sampai skills ini tuh lama-lama ditempatin ama si AI deh.. huhuhu..

  9. Sudah lama banget nggak nonton film Hollywood. Fokus di drama Korea saja πŸ˜‚

    Kayaknya The Creator bakal cocok jadi pilihan comeback. Apalagi ceritanya tentang AI, penasaran banget cara kerjanya gimana.

  10. wah keren banget kalo nonton film dengan visual yang modern dan buagus. Jadi penasaran mbak. Apalagi ada musik dari band asal Palembang. Ikut bangga. Ah mupeng dah, harus segera nonton.

  11. Kelar nonton Petualangan Sherina 2, eh gak lama film The Creator ini masuk, dan banyak yang nonton. Ulasannya pada bagus, hmm jadi penasaran. Eh tapi pembahasannya AI ya, walau menarik, tapi kadang kurang suka aja film-film bertema AI.

  12. Nonton film dengan visual keren emang bikin betah. Kelihatan niat banget bikin gambaran di masa depan semua serba indah meski intinya justru menyeramkan ya kalau AI benar-benar bakal jadi saingan manusia.

Tinggalkan Balasan