jalan dan wisata · Serba Serbi · Tips

Pasar Unik di Sungai Landak Bukit Lawang

Jangan berharap banyak bisa duduk santai di mobil menuju Sungai Landak. Akses kesini cuma bisa naik motor atau jalan kaki. Kalo ngga ada motor bisa naik ojek dengan tarif 15rb rupiah atau 20ribu kalo tarik tiga, haha. Ya, jalan menuju ke Sungai Landak itu searah dengan Goa Kampret. Dari goa kampret, sekitar 1KM lagi menuju Sungai Landak. Jadi bisa dibayangkan kaki udah gemetar karna abis susur goa, harus dilanjut jalan kaki ke Sungai Landak. Jadi ditotal 1KM goa + 6KM pulang pergi untuk rute hari itu. Belum seberapa ya, dibanding saudara kita di pedalaman yang belum punya akses mendukung. Eh alah ngga usah jauh-jauh lah, saya juga dulu sekolah jalan kaki kok jarak 3KM pulang pergi tiap hari. Makanya urusan jalan kaki atau melewati sungai dan kebun-kebun itu udah pernah saya lalui dimasa kecil.

Baca juga : Goa Kampret

Bayangan mandi di sungai, makan di atas aliran air yang jernih seperti yang kami tonton di yutub malam harinya di penginapan, bikin kaki semangat melangkah meskipun matahari tepat di atas kepala. Walau masih harus melewati perkebunan serta debu-debu terbang dari motor yang lalu lalang baik motor pengunjung maupun motor ojek.

Ada sebuah rumah cantik dengan sedikit nuansa Bali di atas pekarangan luas yang pasti dilewati sebelum memasuki kawasan Sungai Landak. Belakangan saya tau dari tukang ojek ternyata itu rumah dan sekaligus panti asuhan bagi anak-anak korban banjir bandang silam. Katanya rumah ini milik warga Jerman yang menikah dengan penduduk lokal. Sayangnya lokasi ini ngga dibuka untuk umum. Mau permisi juga ngga ada keliatan orangnya.

jalan dan wisata · Tips

Susur Goa Kampret di Bukit Lawang

Ini pengalaman pertama saya caving alias susur goa. Tadinya saya pikir ini sekedar goa kecil pendek yang di dalamnya terdapat beberapa benda-benda peninggalan. Karena dulu sebelum banjir bandang menerjang Bukit Lawang, saya pernah masuk goa yang di dalamnya ada sebuah benda berupa alat musik yang mirip biola berukuran besar. Tapi keknya itu bukan goa tapi cerukan biasa kali, ya, haha. Jadi selain jungle trekking dan tubing, caving atau susur goa merupakan aktifitas utama yang bisa dilakukan bila berkunjung ke Bukit Lawang.

Baca juga : Bukit Lawang

Goa Kampret

Apa pasal dinamakan Goa Kampret? Sederhana saja, karna di dalam goa ini dihuni oleh ribuan kelelawar kecil. Di Sumut, Kelelawar punya nama lain yaitu Kalong dan juga Kampret. Jadi terserah saja mau sebut Goa ini sebagai Goa Kelelawar, Goa Kalong tapi lebih sering dan lebih mantap menyebutnya dengan Goa Kampret. Tapi nyebut kampretnya jangan pas lagi kesel, ya, hehe.

Ada yang bilang goa kampret ini milik pribadi, tapi ada juga yang bilang milik pemerintah karna letaknya di Taman Hutan Gunung Leuser. Kabarnya juga goa ini dijadikan sebagai tempat tinggal warga jama dahulu, hal ini bisa terlihat dari pemisahan ruang-ruang dalam goa.

Untuk yang pertama kali masuk goa, harus dengan bantuan seorang pemandu. Jangan asal masuk kalo belum tau persis kondisi medan. Kami aja pulangnya sempet nyasar, kok. Ngga nyasar sih, cuma abang pemandunya lupa belokannya kiri apa kanan. Tapi sempet masuk ke kanan, padahal harusnya ke kiri. Udah gitu kondisi di dalam itu gelap, jadi bener-bener ngga bole sembarangan masuk kalau belum pernah.

Menengok ke Dalam Goa Kampret

Pagi itu, setelah sarapan dan sesuai janji kami beranjak dari penginapan menuju lokasi Goa Kampret. Matahari belum begitu meninggi saat kami memulai menapaki kebun demi kebun milik warga. Dari Ecolodge, kami kemudian menyebrangi jembatan gantung yang hanya bisa dilewati maksimal 8 orang. Momen ini ngga bisa dihindari karna memang akses utama menuju goa. Bukan apa-apa, bahkan setelah berhasil melewati jembatan yang bergoyang-goyanG itu, keliyengannya ngga ilang-ilang sampe lama. Kan rasanya ngga enak.

Berjarak sekitar 2 KM dari Ecolodge, sepanjang jalan kami berkutat dengan hutan serta perkebunan karet dan sawit disisi kanan dan kiri jalan setapak sampe akhirnya memasuki kawasan hutan dimana Goa Kampret berdiam. Ini bukan pertama kalinya saya ikut kegiatan jelajah hutan. Sebelumnya beberapa tahun lalu kantor saya rajin ngadain hash atau jelajah hutan yang selalu dilakukan dikawasan hutan Sibolangit. Hash lazimnya dimulai dari jam 7 pagi dan selesai sekitar jam 9nan. Mau trek yang mudah hanya telusur pinggiran hutan sampe trek yang sulit. Mendaki, menurun sampe nyebrang-nyebrang sungai bisa aja tinggal request sama pemandunya. Dan trek di Sibolangit masih jauh lebih ekstrim dibanding trek menuju goa kampret.

Baca juga : Hash

jalan dan wisata · Tips

Imlek Ceria di Bukit Lawang

Setelah melewati berbagai pertarungan serta perdebatan tiada henti. Dari mulai nyari penginapan, transportasi dan lain-lainnya terlebih nyaris batal karna satu dan lain hal yang bikin mood jelek seharian, pada akhirnya H-1 rencana terlaksana juga meskipun personil harus berkurang banyak.

Pukul 8 malam kami mulai bergerak dari Medan menuju Bukit Lawang, dimana tempat akhir pekan akan kami habiskan. Segala macem perlengkapan juga tak luput dibawa serta. Ngalah-ngalahin orang kempinglah pokoknya. Panggangan, ikan, ayam, jagung, berbagai cemilan bahkan rujak serta bumbunya juga telah siap sedia. Tak lupa pula majigcom, pemanas air serta 2 galon air ikut diboyong.

3 Jam perjalanan terlewati tanpa ada halangan yang berarti. Ngga ada macet panjang khas weekend, ngga ada nyasar-nyasar serta ngga ada drama aneh-aneh, termasuk jalan juga mulus meski beberapa titik ada bolong-bolongnya. Ditempuh dengan perjalanan santai, akhirnya pukul 11 malam tiba di penginapan dengan selamat aman sentosa. Alhamdulillah liburan di depan mata…

Sampai di penginapan, letakkan barang-barang di kamar kemudian duduk-duduk sebentar di restoran sementara para lelaki mempersiapkan bara api untuk ikan-ikan dan ayam dipanggang segera.

Ngga ada kegiatan lain selain makan-makan,nyanyi dan bercanda karna memang hari udah kelewat malam dan lelah melanda. Sementara besok pagi mau menyusuri goa dan main air di Sungai Landak.

jalan dan wisata · lovely kids...and famz

Main Sore-sore di Taman Hewan Mini USU

Ya, Universitas Sumatera Utara punya taman hewan mini dengan dominasi hewan rusa di dalamnya. Klo di Bogor ada Istana Bogor tempatnya. Kalo di Medan, ya di USU. Ntah sejak kapan saya ngga main ke kampus ini. Terakhir tahun kapan ya, lebaran haji 4 atau 5 tahun lalu kayanya, dimana semua mesjid kota Medan penuh dengan hewan qurban jadinya kami melipir ke USU cuma mau numpang solat Ashar. Ya, itung-itung nostalgia, saya ajak temen ke musolah almamater saya di Fakultas Seni Budaya yang jaman saya namanya Fakultas Sastra. Yang pasti banyak sekali perubahan. Gedung maupun lingkungannya semakin rapih dan cantik. Kampus USU ini letaknya di Jl. Dr. Mansyur, Medan.

Baca juga: Rindu Bogor

Akhir Desember 2019 giliran anak-anak yang saya ajakin jalan-jalan sore ke USU.

“Mau liat kampus mama, ga?”

Ngga ada yang jawab..

“Mau jajan bakso bakar sambil ngasi makan rusa, ga?”

Baru pada jawab… “Mauuuuu!”

Yang kayak di Bogor ya, ma? Nanti ketemu Oma ngga, ma? tanya Cahyo.

Udahlaah ikut aja…

Baca juga: Bogor

Lanjutkan membaca “Main Sore-sore di Taman Hewan Mini USU”
jalan dan wisata · Kuliner · Serba Serbi

3 Makanan Khas Sumut yang Dimasak Menggunakan Bambu

Sumatera Utara (Sumatera Utara) dengan ibukota Medan sungguh surga dunia bagi traveller sejati. Karna selain alamnya yang indah dan memesona, Sumut punya warisan budaya yang sayang untuk dilewatkan.

Berwisata menikmati panorama alam sekaligus menggali ilmu dan pengetahuan baru tentang sejarah dan budaya suku setempat merupakan satu paket yang tak bisa dipisahkan. Tapi, ada satu hal yang semakin menyempurnakan perjalanan ke Sumut. Apalagi kalau bukan kulinernya. Jadi banyak hal yang bikin traveller rindu ingin kembali mengunjungi Sumatera Utara.

Medan sebagai gerbang masuk Sumut, merupakan kota transit apabila treveller ingin berkunjung ke daerah-daerah disepanjang Provinisi ini. Sebagai kota terbesar ke-3 di Indonesia, Medan merupakan titik kumpul berbagai suku yang ada di Sumatera Utara bahkan dari Provinsi dan negara lain. Maka tak heran, kuliner apapun yang mewakili berbagai suku bisa kita temukan disini termasuk para artis yang membuka usaha kulinernya di Kota Medan.

Lanjutkan membaca “3 Makanan Khas Sumut yang Dimasak Menggunakan Bambu”

jalan dan wisata · Serba Serbi

Jalan-jalan di Sentul City

Tiba-tiba keinget Bogor

waktu itu dua hari pokoknya keliling Sentul, deh. Hari pertama ikut pengajian sekalan jalan-jalan di sekitaran Mesjid Azzikra milik Alm. Ust. Arifin Ilham. Hari kedua cari ruko.

Waktu diajak Oma ke Sentul, yang dominan tergambar dalam pikiran saya ya sirkuit tempat balapan. Tapi itu ngga sepenuhnya salah karena memang lokasi ruko yang jadi inceran oma letaknya tepat disebelah kawasan Sircuit Sentul. Jadi walaupun ngga masuk ke dalamnya tapi suara raungan kendaraan balap jelas terdengar.  Waktu itu ngajak oma masuk tapi katanya lain waktu aja ngga keburu.

Mengikuti Oma mencari lokasi usaha sampe ke Sentul itu bagaikan makan kelapa kemudian dapet kentosnya. Setidaknya begitu perasaan saya sebagai orang asli Medan. Kerja sekaligus jalan-jalan itu bagian dari impian saya, haha. Oma tau aja :). 

Saya juga baru tau kalo Sentul itu merupakan nama sebuah daerah di BogorJawa Barat. Tadinya saya pikir nama sirkuitnya itu sendiri. 

Lanjutkan membaca “Jalan-jalan di Sentul City”
jalan dan wisata · Serba Serbi

5 Wisata Edukasi Paling Populer di Kota Medan

Medan mana ada habisnya. Ibukota Sumatera Utara dengan banyak predikat seperti kota terbesar ke-3 di Indonesia, kota majemuk dengan beragam suku dan agama, kota yang rukun tanpa ada isu SARA yang gimana-gimanaa gitu, kota dengan seribu angkot, seribu lobang, eh apa??  iya, dengan predikat kota besar, Medan masih punya banyak menyimpan masalah besar di jalan-jalan kota yang berlubang. Kota dengan banyak aksi begal :(. Dua terakhir masih jadi pe-er untuk Pemerintah dan Kepolisian Medan.

Semua itu ngga bikin geliat wisata di Medan jadi mati. Ya, nggalah. Kulinernya aja coba liat, disetiap sudut kota bermunculan kafe atau sekedar warung sederhana yang menyediakan hidangan beragam. Yang modern, western, kuliner asia aja ada apalagi yang jadi ciri khasnya. Ngga usah takut lapar kalo lagi di Medan. Dari yang murah sampe yang mahal punya, dari yang enak sampe enak banget juga ada!

Tapi kali ini saya ngga mau bahas soal kulinernya Medan, melainkan wisata edukasi yang bukan sekedar bisa menambah pengetahuan tapi juga ramah anak-anak yang ada di kota Medan. Ngga ada perjalanan yang ngga menghasilkan pengalaman, bukan? Sekalipun perjalanan penuh drama, tetep aja itu sebuah pengalaman.

Jadi, apa aja sih wisata edukasi yang bisa didatengin di Medan? Banyak sekali tentunya. Tapi mari kita rangkum aja yang paling populer ya. Yuk mari…

Lanjutkan membaca “5 Wisata Edukasi Paling Populer di Kota Medan”

jalan dan wisata · Serba Serbi

Melihat Buaya Lebih Dekat di Penangkaran Asam Kumbang

Siapa sangka di satu lokasi di kota Medan, ada ribuan buaya yang hidup di tengah-tengah pemukiman. Adalah Kelurahan Asam Kumbang, tepatnya di Jalan Bunga Raya, Medan.

Berawal dari hobi dan kecintaannya pada reptil, peliharaan Tuan Lo Than Muk yang semula hanya beberapa ekor saja, kini sudah berkembang biak jadi 2ribuan ekor. Pengangkaran yang berdiri sejak tahun 1959 ini, kini bahkan jadi yang terbesar di Indonesia bahkan se-Asia Tenggara.

Di kediaman pribadinya seluas 2 HA, dibuat bak-bak yang berisi beberapa buaya sesuai dengan usianya masing-masing. Ada yang baru menetas ada juga yang tertua dengan usia 46 tahun. Yang paling menarik perhatian adalah buaya buntung. Disebut buntung karna tanpa ekor.

Lanjutkan membaca “Melihat Buaya Lebih Dekat di Penangkaran Asam Kumbang”
jalan dan wisata

Serdang Bedagai Rasa Bali

Medan sebagai ibukota Sumatera Utara dikenal sebagai kota yang mejemuk sekaligus kota industri yang padat dan sibuk. Mendapat predikat sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, Medan memang menyediakan banyak hal untuk bisa “dinikmati”. Dari segala sisi mata angin, Medan sangat strategis sebagai kota transit apabila ingin melanjutkan perjalanan ke kota-kota lainnya di Sumatera Utara.

Danau Toba

Selain Danau Toba sebagai wisata andalan, Sumut juga punya banyak pantai nan indah. Salah satunya dimiliki oleh Kabupaten yang berjarak sekitar 1 jam dari Kota Medan, bernama Kabupaten Serdang Bedagai. Sebagai kota yang berbatasan dengan Selat Malaka di sisi Utara, mereka memiliki potensi wisata air yang menjanjikan. Selain Pulau Berhala yang tersohor itu, pantai lain juga tak kalah indahnya. Banyak sekali lokasi yang masing-masing menawarkan aneka wisata yang menarik dan unik. Sebut saja Pantai Cermin baik thempark atau pantainya, Pantai Gudang Garam, Pantai Sri Mersing, Pantai Klang, Pantai Cemara Kembar, Romance Bay, Pantai Sialang Buah dan banyak lagi yang lainnya. Seluruhnya berada disatu garis pantai yang sama.

img_20190412_102745-116707226.jpg
Ini tahun kapan aku ngajak ke pantai di okein. Kirain mau dibawa ke Cemara kembar, rupanya ke pantai cermin yang tak bernama… 🙂

Salah satu yang sedang hits saat ini adalah Pantai Bali Lestari.

img-20190404-wa00502136674277.jpg
“pinggir pantai”

img20190403120438-944199069.jpg
Gapura Bali Lestari

Lanjutkan membaca “Serdang Bedagai Rasa Bali”

jalan dan wisata · Serba Serbi

One Day Touring Tanah Karo

Simpang Selayang tepatnya di swalayan bahagia, menjadi tempat titik kumpul kami pagi itu. Waktu Indonesia bagian kami memang ngga afdol rasanya kalo ngga molor. Janji berangkat jam 7 pagi pada kenyataannya baru jalan jam 8.30. Tapi ini perjalanan luar biasa karna tanpa rencana yang matang, tau-tau yang ikut rame juga. Padahal jam 7 waktu ditelpon masi ada yang tega bobok-bobok cantik. Sungguh terlalu!

Diawali dengan Bismillah dan cuaca cerah, secara beriringan sebanyak 9 motor kami bertolak menuju Berastagi. Sempat pesimis saat bertemu kemacetan pertama dearah Laucih sampe Pancur Batu. Dalam hati ya ampuuun libur kejepit sehari aja kok ya pada mau liburan juga. Tapi Alhamdulillah setelahnya lancar jaya. Eh ngga ding, ada kemacetan lainnya di beberapa titik. Penyebabnya karna ketidaksabaran beberapa pengendara yang nyerobot jalur ditambah jalan yang aduhaai bolong-bolongnya. Jadi jalannya juga musti selow sungguh selow tetap selow… santaiiii santaiiii jodoh tak kan kemana…

Lanjutkan membaca “One Day Touring Tanah Karo”

jalan dan wisata · Serba Serbi

Partner Jalan

Soal jalan-jalan saya  bukan tipe yang penakut. Takut kalo cuma kehabisan uang aja. Pokoknya asal ada uang aja saya berani jalan kemanapun sendirian. Nah, masalahnya karna ngga ada uang jadi ngga jalan kemana-mana, haha. kesian…

Ada orang yang punya uang tapi ngga kemana-mana. Macem-macem alasan, sih. Ada yang karna ngga hobi jalan, atau karna ngga tau mau kemana dan mugkina juga ngga ada yang bisa diajak jalan dan baginya ngga nyaman jalan sendirian atau takut. Ada juga yang sukanya jalan itu sendirian (solo travelling) karna malah rame-rame bikin ribet dan ujung-ujungnya pulang malah berantem karna banyak selisih pendapat.

Saya banyak dengar soal partner jalan yang ngga seru. Ntah kitanya yang ngga seru ntah temen jalannya. Atau keduanya ngga seru karna ngga punya kemistri. Ujung-ujungnya pada saat jalan bukannya bahagia malah bete.

Kalau ada pilihan antara jalan rame-rame atau jalan sendiri, saya lebih milih jalan sendiri 🙂

Lanjutkan membaca “Partner Jalan”

jalan dan wisata · Review

Bah Dam dan Bah Simatahuting Sidamanik

Banyak polisi disimpang iskandar muda. Slesai kompetisi males lagi nulisnya…

Eaaaaa

Pantun apa sih itu? Hahaa

Betul-betul saya harus diikutkan ajang kompetisi dulu baru bisa ngebut nulis.

Tapi saya ngga sepenuhnya nganggur atau malas nulis juga. Selain menghapal quran yang surahnya belum nambah-nambah, saya juga berhasil menamatkan 5 buku yang cuma bisa saya baca malam pulang kantor dan paling lama 2 jam. Disambi nonton, disambi cerita dan disambi main hape plus disambi ketiduran. Sungguh sangat produktif, bukan? Haha. Jadi nulisnya lupa 😬

Lanjutkan membaca “Bah Dam dan Bah Simatahuting Sidamanik”

jalan dan wisata · Kuliner

Santai di Warung Kudeta Jwalk City

Saya ngga tau warung kudeta ini ntah cuma ada di Medan atau ada di luar kota juga. Yang pasti di Medan aja dia udah makin berekepansi.

Yang terbaru ada di Jwalk tepatnya dikomplek Jcity Medan Johor.

Jwalk ini semacam foodcourt di tengah-tengah komplek/perumahan dan disekitarnya ada tempat bermain anak-anak dan ada gowesnya juga.

Lanjutkan membaca “Santai di Warung Kudeta Jwalk City”

Challenge · jalan dan wisata · Serba Serbi

5 Negara dan Kota Impian di Dunia

Ini nih yang seru. Saking banyaknya whislist sampe bingung mau utamakan yang mana. Rasa-rasanya semua mau dijadikan nomor satu. Tapi namanya juga ngayal atau cita-cita dan mumpung gratis ya ngayal aja setinggi-tingginya. Mana tau alam semesta mendukung, yakan. Aamiin…

Lanjutkan membaca “5 Negara dan Kota Impian di Dunia”

about us · jalan dan wisata · Kuliner

Bersantai Malam di Tugu Jogjakarta

Landmark kota Jojga ternyata bukan hanya Nol Kilometer atau plang jalan yang bertuliskan Jl. Malioboro saja. Ternyata ada satu hal lagi yang katanya belum sah kalo belum ada fotonya disana. Yup, Tugu Jogjakarta.

“Tugu Jogjakarta merupkan sebuah monumen yang dipakai sebagai simbol atau lambang dari kota Jogjakarta. Tugu ini dibangun oleh pemerintah Belanda setelah sebelumnya runtuh akibat gempa. Tugu sebelumnya yang bernama Tugu Golong-Gilig dibangun oleh Hamengkubuwono I, pendiri Kraton Jogja. Tugu yang terletak di perempatan Jalan ini mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, kraton Jogja dan Gunung Merapi. Pada saat melakukan meditasi, konon Sultan Yogyakarta pada waktu itu menggunakan tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi”. (wikipedia)

Lanjutkan membaca “Bersantai Malam di Tugu Jogjakarta”

about us · jalan dan wisata · Serba Serbi

Pengalaman Pahit Saat Travelling

Saya mau kasih judul pengalaman sial kok tapi ngga sial-sial amat sih…

Ini pengalaman yang saya inget bener-bener dari saya mulai jalan-jalan sekitar 15 tahun yang lalu jaman kuliahan. Sudah sudah ngga usah langsung ngitungin umur, iya saya udah tua, bye.

Jadi piknik itu ngga melulu dapet seneng-senengnya aja. Tapi ngga jarang juga ketimpa sial itu sih bahasa gampangnya. Biarpun begitu pengalaman pahit ini yang bikin kita senyum senyum saat mengingat walaupun misuh-misuh saat mengalaminya. Iya, ngga?

Lanjutkan membaca “Pengalaman Pahit Saat Travelling”

jalan dan wisata · Kuliner · Serba Serbi

Mi Ayam Mahmud: 30 Tahun Yang Semakin Bersinar

Rasanya ngga ada seorangpun yang belum pernah makan mi ayam, kecuali anak bayi, sih. Dan rasanya lagi hampir semua orang menyukai makanan yang satu ini. Kuliner ini udah ngga asing lagi dan sangat cocok di lidah masyarakat Indonesia. Sangat mudah ditemukan dan harganyapun terjangkau. Hampir disetiap sudut kota dan desa dapat dengan mudah menemukan penjual mi ayam, baik itu menggunakan gerobak maupun berupa gerai.

Mie-AJ-spesial-300x300
Mie AJ Spesial (www.mieayammahmud.com)

jalan dan wisata · Serba Serbi

4 Wisata Alam Menakjubkan di Pulau Samosir Danau Toba

Sumatera Utara dikenal dengan perkebunan tembakau pada masa kolonial Belanda. Berhektar-hektar tembakau tumbuh subur dan menjadi komoditi ekspor paling utama pada masa itu. Selain perkebunan, alamnya juga menjadi rebutan para penjajah untuk bisa dikuasai.

Berbicara tentang alam, Sumatera Utara punya Danau Toba yang menjadi ikonnya. Keindahan dan keajaibannya bahkan sampai ke mancanegara. Bagaimana tidak, Danau kaldera terbesar se Asia ini punya banyak kisah yang menarik untuk disimak. Eksotis dan misteri di dalamnya mampu menghipnotis banyak orang untuk datang. Pulau Samosir yang bertahta tepat di tengah-tengahnya menjadi pusat wisata yang paling banyak diminati.

Lanjutkan membaca “4 Wisata Alam Menakjubkan di Pulau Samosir Danau Toba”

jalan dan wisata · Kuliner

Wajib Coba Burung Goreng Beringin Indah Siantar Sebelum Kuliner Lainnya

Jika berkesempatan melewati kota Pematang Siantar, ada baiknya mencoba makan olahan daging burung khas RM. Beringin Indah. Letaknya tepat disisi jalan besar atau jalan lintas Medan Siantar. Jadi bisa dibilang sangat mudah dijangkau.

RM. Beringin Indah punya dua cabang. Yang pertama di Jl. Medan KM 10,5 Beringin disebut RM. Beringin Indah I dan cabang yang kedua masih di Jl. Medan Km. 4,5 disebut RM. Beringin Indah 2. Kalau RM BI 2, posisinya tepat di sisi Hotel Horison, satu-satunya hotel bintang 5 di Siantar. Jadi bisa dikatakan RM ini cerdas dalam memilih pasar 🙂

 
Lanjutkan membaca “Wajib Coba Burung Goreng Beringin Indah Siantar Sebelum Kuliner Lainnya”

jalan dan wisata · Masjid Cantik

Masjid Raya Siantar, Masjid Tertua di Simalungun

Masjid Raya Pematang Siantar merupakan salah satu dari sekitar 70an mesjid yang ada di kota Pematang Siantar. Didirikan pada tahun 1911, merupakan masjid tertua di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun. Beralamat di Jl. Mesjid No. 6, sekitar 500M dari pusat kota dan Lapangan H.Adam Malik serta sekitar 1KM dari Taman Hewan Pematang Siantar. Pembangunannya diprakarsai oleh tiga orang tokoh setempat pada masa itu yaitu Tuan Syah H. Abdul Jabbar Nasution, dr. M. Hfcnnzah Harahap, dan Penghulu Hamzah Daulay.

Lanjutkan membaca “Masjid Raya Siantar, Masjid Tertua di Simalungun”