Kuliner · Tips

Corona dan Mpon-Mpon

Bukan hanya masker dan hand sanitizer aja yang mendadak harganya melonjak dan menghilang dari peredaran. Ini tuh bikin kaget ya, karna harga masker jadi gila-gilaan tapi jadi rebutan pula. Belum lagi hilang rasa kaget, para ibu se-nusantara harus dihadapkan dengan kepusingan (kepusingaaaan….) karna harga bumbu pun ikut merangkak naik seiring datangnya serangan virus Corona yang diklaim mematikan itu.

Baru kali ini harga masker dan bawang lebih mahal dari harga tas Hermes KW 5, ya, haha. Saya yang memang sehari-hari pake masker ya ngga hawatir dengan hilangnya mereka dari peredaran karna saya punya stok banyak. Tapi masker kain :D. Yang ngga tau kebiasaan saya maskeran tiap hari kalo keluar rumah meski dekat sekalipun kok langsung komen “masker kan ngga perlu kalo kita ngga lagi sakit”. Selain karna memang lagi demam corona, saya sudah mulai membiasakan pake masker itu sejak sembuh dari TB paru dua tahun lalu. Jadi udah berjalan cukup lama. Pake masker bagi saya bukan karna demam corona tapi memang udah jadi kebutuhan saya.

Baca juga: masker

Baca juga: Pengalaman Sakit TB Paru

Kembali ke masalah masker, bumbu dan Corona. Kini trio ini jadi bahan pembicaraan di seluruh dunia. Eh, kalo bumbu keknya cuma di Indonesia, deng. Negara yang terkenal dengan rempah-rempahnya.

Baca juga : Trio Pribumi

Virus Corona dan Gejalanya

Corona atau disebut juga COVID-19 kali ini ditemukan pertama kali di kota Wuhan Cina akhir tahun lalu. Virus ini mampu menular dengan cepat dan menyebar ke hampir seluruh wilayah di Cina dan beberapa negara lainnya. Awal Maret lalu, Presiden Jokowi mengumumkan bahwa 2 orang di Depok sudah positif terinveksi virus Corona. Itu artinya virus ini sudah masuk Indonesia setelah beberapa waktu sebelumnya pada yakin negara ini akan terbebas. Tapi pada akhirnya…

Terjangkitnya oleh virus Corona diantaranya ditandai dengan gejala sbb:

  • Flu yang biasanya disertai dengan sakit tenggorokan, meler, bersin dan batuk
  • demam tinggi
  • sesak nafas

Gejala-gejala tersebut muncul dalam rentang waktu 1 sampe 2 minggu setelah terpapar virusnya. Sekilas agak sepele ya, sama gejalanya karna mirip flu biasa. Tapi kalo udah demam tinggi dan menyerang saluran pernafasan ada baiknya langsung diperiksakan. Oiya, bahkan ada juga mereka yang terlihat baik-baik saja tapi setelah dites ternyata positif. Mirip sekali dengan TB Paru.

Penularan Virus Corona juga bisa terjadi melalui berbagai cara seperti :

  • Terkena percikan ludah yang disebarkan lewat angin atau cairan bersin yang menyebar dari penderita COVID
  • Menyentuh bagian wajah dengan tangan yang terkena percikan ludah dan belum dicuci
  • bersalaman atau bersentuhan secara langsung dengan penderita COVID
  • menyentuh benda-benda bekas pegangan orang yang terpapar COVID. Ini nih bisa banyak sekali contohnya. kayak uang, hp, gagang pintu, teralis tangga ah pokoknya banyak. Dan ini sepertinya paling banyak menyumbang media penularan (ini apa sih bahasanya?). Di kantor saya sekaran udah ngga boleh lagi pinjam meminjam barang semacam pulpen, steples, penggaris apapun itu sebisa mungkin pake punya masing-masing. Makan dan istirahat juga ngga bole ngumpul-ngumpul.

Jadi karna virus ini ngga menularkan melalui udara, melainkan benda, itu sebabnya dikurangin kebiasaan megang-megang yaa…

Tips Pencegahan Penyebaran Corona

  • Anggap seolah-olah sudah terpapar covid jadi sebisa mungkin mengisolasikan diri sendiri. Merasa takut untuk tertular dan menularkan
  • Rajin cuci tangan dengan sabun. Repot memang, tapi demi kebaikan diri dan sekitar ada baiknya setelah menyentuh banda apapun sebisa mungkin langsung cuci tangan pake air mengalir
  • Menunda berkegiatan di luar kalau tak sangat mendesak.
  • Rajin membersihkan rumah, rajin ngepel lantai, lap gagang pintu, pegangan kulkas, lemari dll. Pokoknyabenda yang sering dipegang. Sebisa mungkin gunakan siku tangan misal mau buka pintu.
  • Bawa hand sanitizer bila berpergian, kalo ngga punya, alternatifnya bisa bawa tisu basah
  • Hindari berjabat tangan dan bersentuhan dengan orang lain. Bila sudah terlanjur segera cuci tangan
  • Pake masker bila ada. Atau jangan dulu latah menyentuh bagian wajah. Nih yang kebiasaan mencetin jerawat agak dikondisikan tangannya.
  • Tegur secara sopan mereka yang batuk dan bersin di tempat umum tanpa menutup mulutnya. Perokok juga tuh. Kalo ngeyel ditegur mendingan kita yang ngalah dan menjauh.
  • Kalo sudah ada perintah WFH atau sekolah libur, bukan berarti waktu yang ada dimanfaatkan untuk liburan ke pantai-pantai (Ya Allaah sedih liatnya). Taatlah pada aturan demi kebaikan bersama, pliis…
  • Konsumsi makanan bersih dan sehat. Sertakan dengan tambahan suplemen, vitamin C atau rempah-rempah herbal.

Meskipun belum diterapkan atau mungkin ngga akan diterapkan yang namanya lockdown mengingat kondisi dan karakter yang beragam serta kebiasaan masyarakat kita yang sulit untuk patuh, tapi sebagian instansi udah menerapkan yang namanya social distancing. Ada yang work from home dan daring. Usaha sekecil apapun pasti akan membuahkan hasil, kan. Semoga…

Disela-sela perbincangan virus Corona dan usaha para ilmuan untuk menemukan vaksin penangkalnya, Indonesia tetap setia dengan rempah-rempah alami yang konon mampu menangkal radikal bebas.

Kuliner · lomba · Review

6 Alasan Makan di Warung Mi Ayam Jamur Mahmud

Di tengah persaingan bisnis kuliner, makanan tradisional benar-benar harus pinter mencari celah bila tak ingin dihempas oleh kuliner kekinian. Terlebih setelah diinvansi oleh drama korea berikut jenis-jenis cemilannya yang tak mau kalah menyerbu nusantara.

Medan yang tak asing lagi bila disebut-sebut sebagai kota kuliner terlengkap, mana mungkin tak ikut-ikutan meramaikan makanan dari negeri yang artis dan street foodnya sekarang lagi digemari semua kalangan. Jelas saja tak sulit menemukan kuliner yang identik dengan saus dan rempah merahnya tersebut. Bahkan disudut-sudut gang pun dengan mudahnya kita menemukan makanan yang sengaja dibikin semirip mungkin dengan aslinya. Sebut saja “teokkebi” meskipun versi gang dibuat dari adonan tepung seadanya. Atau “odeng” yang versi gangnya dibuat dari lilitan jeroan ayam dan berbagai jenis lainnya. Semudah menenukan gerobak mi ayam.

Oh iya, berbicara tentang mi ayam, adakah yang tak menyukai kuliner satu ini? Nampaknya tak seorangpun menyangkal bahwa mi ayam tak boleh dilewatkan dalam kondisi cuaca apapun. Mi ayam seolah tak gentar dengan serbuan makanan kekinian tersebut. Seakan tak pernah mati atau terbunuh waktu, membuat mi ayam dimanapun diseluruh penjuru nusantara, kita dengan mudahnya menemukan kuliner ini. Jadi tak ada kata rindu yang terpendam.

Baca juga: Asal-usul mi ayam

Medan punya satu warung mi ayam yang melegenda. Kenapa disebut demikian? Karena warung ini sudah berdiri selama 31 tahun. Selama itu pula warung ini tak pernah kehilangan pelanggannya. Maka bisa dipastikan warung ini tentu punya rahasianya. Ya, Mi Ayam Jamur Haji Mahmud Medan atau orang Medan biasa sebut dengan Mi Ayam Mahmud.

Lanjutkan membaca “6 Alasan Makan di Warung Mi Ayam Jamur Mahmud”
jalan dan wisata · Kuliner · Serba Serbi

3 Makanan Khas Sumut yang Dimasak Menggunakan Bambu

Sumatera Utara (Sumatera Utara) dengan ibukota Medan sungguh surga dunia bagi traveller sejati. Karna selain alamnya yang indah dan memesona, Sumut punya warisan budaya yang sayang untuk dilewatkan.

Berwisata menikmati panorama alam sekaligus menggali ilmu dan pengetahuan baru tentang sejarah dan budaya suku setempat merupakan satu paket yang tak bisa dipisahkan. Tapi, ada satu hal yang semakin menyempurnakan perjalanan ke Sumut. Apalagi kalau bukan kulinernya. Jadi banyak hal yang bikin traveller rindu ingin kembali mengunjungi Sumatera Utara.

Medan sebagai gerbang masuk Sumut, merupakan kota transit apabila treveller ingin berkunjung ke daerah-daerah disepanjang Provinisi ini. Sebagai kota terbesar ke-3 di Indonesia, Medan merupakan titik kumpul berbagai suku yang ada di Sumatera Utara bahkan dari Provinsi dan negara lain. Maka tak heran, kuliner apapun yang mewakili berbagai suku bisa kita temukan disini termasuk para artis yang membuka usaha kulinernya di Kota Medan.

Lanjutkan membaca “3 Makanan Khas Sumut yang Dimasak Menggunakan Bambu”

Kuliner · Review · Serba Serbi

Live Akustik di Jawara Roti & Kue

Udah lama tau Jawara Roti & Kue dari IG tapi baru kemaren kesampean dateng langsung. Bermula dari kebingunan teman mau beli makanan buat berbuka, trus saya saranin coba ke Jawara Roti dan Kue ini.

BerTempat di Jl. Gatot Subroto (Gatsu) Medan, tepatnya disebelah Assa Rent Car. Toko roti ini kalo ngga diperhatiin bener-bener pasti bakalan kelewatan. Apalagi posisinya dekat persimpangan lampu merah, pokoknya titik macet-macetnya lah. Jadi kalo lagi meraba-raba mending pasang lampu dip aja biar ngga diklakson kendaraan di belakang, haha.

Tampilan depan toko ini cakep. Dominan hitam putih dengan jendela dan pintu dari kaca yang lebar. Masuk ke dalam ternyata ngga begitu luas tapi cukup menarik. Lantainya juga ngga dikeramik melainkan lantai semen biasa bahkan ada beberapa yang bekas pecahan. Tapi tampilan dinding dengan hiasan foto serta gambar-gambar dan ornamen lain kayak bunga-bunga malah menjadikan kesan manis interiornya. Keliatan klasik dan nyaman.

Lanjutkan membaca “Live Akustik di Jawara Roti & Kue”
Kuliner · Serba Serbi

Mi Gomak : Spaghetti Khas Medan

Mendengar Spageti tentu tak asing lagi bagi kita. Makanan luar negeri yang kerap kita jumpain kalo makan di restoran internasional. Biasanya banyak di pizza. Tapi kalo mendengar mi gomak, sebagian ada yang familiar tapi banyak juga yang asing ditelinga. Kalo spageti khas Medan? Makin asing dengernya ya…hehe

Spageti Medan itulah dia Mi Gomak.

Spageti Medan adalah perpaduan antara bentuk yang mirip spageti dengan mi gomak. Mi gomak sendiri adalah hasil olahan mi lidi yang udah dilenturkan dengan cara direndam atau direbus pake air panas. Apa pulak lagi mi lidi itu? Jangan-jangan lidi batang kelapa itu ya? haha

mi lidi

Jadi disebut mi lidi karna bentuknya mirip lidi. Tegak berdiri. Dulu waktu kecil saya suka ngemil mi lidi yang masih tegak itu, haha. Ada juga kok cemilan mi lidi yang udah dilumurin serbuk-serbuk bumbu. kekgiini… masi inget?

Lanjutkan membaca “Mi Gomak : Spaghetti Khas Medan”
Kuliner · Serba Serbi

Bakso Betawi 1945 Hadir di Medan

Para pemburu kuliner di Medan bisa berbahagia nih, karna referensi makanan jadi nambah satu lagi. Meskipun bukan makanan jenis yang baru tapi patut dicoba. Adalah bakso. Ya, bakso memang bukan lagi makanan yang asing di Indonesia. Dari kota besar sampe pinggiran dipastikan ada penjual bakso. Mau di restoran ataupun gerobak pinggir jalan, ada. Penggemarnya juga hampir seluruh kalangan masyarakat. Rasanya hanya nol koma dari sekian juta manusia khususnya di Indonesia yang bener-bener ngga suka makanan satu ini.

Belakangan malah bakso dibikin banyak kreasinya. Dibakarlah atau bakso yang isinya macem-macemlah. Nama warungnya juga macem-macem, tapi kebanyakan warung bakso konvensional banyak pake nama Pak Min. Nah, di Medan ada bakso pendatang baru yang sebenarnya namanya sih ngga baru lagi di Indonesia. Selamat datang Bakso Betawi 1945, hehe

Lanjutkan membaca “Bakso Betawi 1945 Hadir di Medan”
jalan dan wisata · Kuliner

Santai di Warung Kudeta Jwalk City

Saya ngga tau warung kudeta ini ntah cuma ada di Medan atau ada di luar kota juga. Yang pasti di Medan aja dia udah makin berekepansi.

Yang terbaru ada di Jwalk tepatnya dikomplek Jcity Medan Johor.

Jwalk ini semacam foodcourt di tengah-tengah komplek/perumahan dan disekitarnya ada tempat bermain anak-anak dan ada gowesnya juga.

Lanjutkan membaca “Santai di Warung Kudeta Jwalk City”

Challenge · Kuliner

Makanan pavorit Beserta Warungnya

Saya ini ngga hobi makan. Kalo jalan-jalan juga ngga hobi kulineran. Misal pergi keluar kota sendirian paling aman nyari restoran cepat saji. Apalagi kalo bukan Ke Ef Ci atau saudara sesamanya. Selain itu palingan nasi goring, sate ayam. Pokoknya yang ngga asing di lidah. Jadi dengan tantangan ini saya bingung mau rekomendasiin warung makan apa dan dimana. Padahal ya di Medan ini surganya kuliner banget.
Dengan begitu saya coba list dari makanan pavorit aja kali ya, biar ngga makin bingung. Tapi karna saya ngga suka juga makanan kebarat-baratan ala kafe gitu-gitu jadi sudah pasti warungnya juga yang Amigos (agak minggir got sedikit) yaa, haha. Nah, berikut 5 daftar makanan pavorit saya beserta warungnya. Lanjutkan membaca “Makanan pavorit Beserta Warungnya”
about us · jalan dan wisata · Kuliner

Bersantai Malam di Tugu Jogjakarta

Landmark kota Jojga ternyata bukan hanya Nol Kilometer atau plang jalan yang bertuliskan Jl. Malioboro saja. Ternyata ada satu hal lagi yang katanya belum sah kalo belum ada fotonya disana. Yup, Tugu Jogjakarta.

“Tugu Jogjakarta merupkan sebuah monumen yang dipakai sebagai simbol atau lambang dari kota Jogjakarta. Tugu ini dibangun oleh pemerintah Belanda setelah sebelumnya runtuh akibat gempa. Tugu sebelumnya yang bernama Tugu Golong-Gilig dibangun oleh Hamengkubuwono I, pendiri Kraton Jogja. Tugu yang terletak di perempatan Jalan ini mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, kraton Jogja dan Gunung Merapi. Pada saat melakukan meditasi, konon Sultan Yogyakarta pada waktu itu menggunakan tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi”. (wikipedia)

Lanjutkan membaca “Bersantai Malam di Tugu Jogjakarta”

jalan dan wisata · Kuliner · Serba Serbi

Mi Ayam Mahmud: 30 Tahun Yang Semakin Bersinar

Rasanya ngga ada seorangpun yang belum pernah makan mi ayam, kecuali anak bayi, sih. Dan rasanya lagi hampir semua orang menyukai makanan yang satu ini. Kuliner ini udah ngga asing lagi dan sangat cocok di lidah masyarakat Indonesia. Sangat mudah ditemukan dan harganyapun terjangkau. Hampir disetiap sudut kota dan desa dapat dengan mudah menemukan penjual mi ayam, baik itu menggunakan gerobak maupun berupa gerai.

Mie-AJ-spesial-300x300
Mie AJ Spesial (www.mieayammahmud.com)

jalan dan wisata · Kuliner

Wajib Coba Burung Goreng Beringin Indah Siantar Sebelum Kuliner Lainnya

Jika berkesempatan melewati kota Pematang Siantar, ada baiknya mencoba makan olahan daging burung khas RM. Beringin Indah. Letaknya tepat disisi jalan besar atau jalan lintas Medan Siantar. Jadi bisa dibilang sangat mudah dijangkau.

RM. Beringin Indah punya dua cabang. Yang pertama di Jl. Medan KM 10,5 Beringin disebut RM. Beringin Indah I dan cabang yang kedua masih di Jl. Medan Km. 4,5 disebut RM. Beringin Indah 2. Kalau RM BI 2, posisinya tepat di sisi Hotel Horison, satu-satunya hotel bintang 5 di Siantar. Jadi bisa dikatakan RM ini cerdas dalam memilih pasar šŸ™‚

Ā 
Lanjutkan membaca “Wajib Coba Burung Goreng Beringin Indah Siantar Sebelum Kuliner Lainnya”

jalan dan wisata · Kuliner

Tauge Goreng, Kuliner Bogor yang Menyihir Lidah

Sekilas, Tauge goreng ini mirip sekali dengan gado-gado kalau di Sumatera Utara. Kenapa Sumut? Karena gado-gado setiap daerah itu punya versi yang berbeda. Jadi saya menyamakan dengan yang ada di daerah sendiri.

Saya pertama sekali mencicipi hidangan ini di daerah asalnya, Bogor. Tepatnya diarea kuliner Botani Square. Kata Oma sebelum pulang ke Medan saya harus nyobain kuliner khasnya dulu setelah sebelumnya makan asinan yang konon paling enak dan saya ngga doyan, haha. Lidah saya memang paling susah menyesuaikan diri dengan kuliner baru. Dari liat penampilannya aja saya udah bisa ngerasa kalo lidah saya ngga bakalan doyan sama hidangannya. Jadi kalo misal pergi keluar kota atau daerah yang punya kuliner khas sendiri, saya lebih pilih cari yang aman. KFC dkk, haha

Lanjutkan membaca “Tauge Goreng, Kuliner Bogor yang Menyihir Lidah”

jalan dan wisata · Kuliner · Serba Serbi

Bogor Permai, Toko Roti Legendaris di Kota Hujan

Kalau dari depan, Toko ini tak nampak istimewa. Tak ada kemegahan, Tak ada plang nama yang berlampu terang atau sosok gedung dengan beberapa tingkatan. Penampilan sangat sederhana dengan ciri khas berwarna hijau apalagi tertutup deretan mobil yang terparkir tepat di depannya biasanya sangat mengecoh pengunjung yang baru pertama kali kesana. Lain hal dengan penduduk setempat atau orang-orang tua angkatan tahun 70an yang pernah berkunjung sebelumnya. Kenapa begitu? Ya, karna toko roti ini sudah ada sejak tahun 1963 yang sangat dikenal oleh para pejabat dan orang-orang kaya pada masa itu.

Tapi ketika memasuki area bagian dalam, kenyamanan langsung terasa. Sejuk dan sangat tenang. Sambutan hangat dari penerima tamu yang berdiri disisi kanan dan kiri sigap membantu kita dengan berbagai pertanyaan.

Lanjutkan membaca “Bogor Permai, Toko Roti Legendaris di Kota Hujan”

Kuliner · Serba Serbi

Kenapa Banyak Tukang Bakso Pakai Nama “MIN”?

Ada yang ngga suka bakso? Jawabannya ya ada, haha

Namanya juga makanan ya ngga semua dipaksa untuk suka.

Saya ngga suka makan daging, tapi kalo udah jadi bakso ya suka. Asal dagingnya ngga berlebihan. Maksudnya ngga banyak meninggalkan bau di kerongkongan. Malah saya lebih suka bakso daging daripada bakso ikan atau ayam.

Bakso merupakan makanan khas orang Tionghoa berupa bulatan kecil campuran tepung tapioka dengan daging. Kalo dari negeri asalnya dagingnya berupa daging babi. Sesuai dengan namanya “Bakso=daging babi giling”. Tapi karena di Indonesia daging babi ngga bole dimakan oleh mayoritas masyarakat, jadi dagingnya diganti pake daging sapi.

Lanjutkan membaca “Kenapa Banyak Tukang Bakso Pakai Nama “MIN”?”

Kuliner · Serba Serbi

4 Makanan Khas Berbuka Puasa

Berhubung lebaran ini ngga ada jalan-jalan, jadi saya mau banyak nulis yang soal puasa puasa aja lah kayaknya. Saya sih puasa dari tahun ke tahun sama aja. apalagi soal berat badan, ya ngga ada nambah dan kurangnya. Selain memangĀ  saya ngga kemaruk makan juga seperti beberapa orang yang laper mata pas buka puasa semua makanan dijajal, dah tu saya juga ngga hobi makan. Makanya berat badan saya ngga kunjung nambah haha

Kebanyakan keluarga, pas ramadhan begini pasti selalu ada aja makanan spesial yang disediakan untuk berbuka puasa. Apalagi ada anak anak usia belajar puasa, tujuannya supaya anaknya semangat puasa karna banyak makanan enak-enak. Makanya ngga jarang kalo pas bulan puasa keuangan justru malah jebol, haha. Gapapa, semoga diganti Allah, aamiin šŸ™‚
Lanjutkan membaca “4 Makanan Khas Berbuka Puasa”

jalan dan wisata · Kuliner · Serba Serbi

3 Oleh-Oleh Khas Kota SiantarĀ 

Meskipun ngga diminta, kadang kita selepas berpergian ke luar daerah ingin rasanya membagi pengalaman dengan orang-orang tersayang yang kita tinggalkan. Pengalaman itu bentuknya macem macem. Bisa berupa cerita, foto, cendramata maupun makanan.Ā 

Tapi sekarang ini sepertinya udah tabu ya kalo kita minta oleh-oleh dari orang yang akan berpergian, apalagi khusus untuk jalan-jalan. Terkecuali mereka itu sendiri yang berinisiatif untuk membawanya tanpa diminta. Saya juga begitu. Paling sebel kalo belum apa-apa udah ditodong oleh-oleh. Alih-alih mendoakan selamat diperjalanan šŸ˜Š
Lanjutkan membaca “3 Oleh-Oleh Khas Kota SiantarĀ “

Kuliner · Serba Serbi

Kolak Ungu AntimainstreamĀ 

Kemaren dirumah ada pisang dan ubi jalar (rambat) ungu. Mau dibikin gorengan, pisangnya belum terlalu mateng. Jadinya kepikiran bikin kolak. Berhubung Medan saat itu dilanda cuaca panas, bayanginnya ini kolak bakalan dimakan pake es batu.Ā 

Jadilah malam itu utek-utek di dapur. Catet ya, malem šŸ˜€. Bahannya ya sama seperti kolak pada umumnya. Bedanya, ini ngga pake gula merah. Karna memang mau ambil warna ungunya. Ini pula yang paling penting. Kan biar unyu-unyu šŸ˜Œ. Kalo kolak warna coklat udah biasa ya kan.Ā 

Bahan-bahan:
Lanjutkan membaca “Kolak Ungu AntimainstreamĀ “

Friends · jalan dan wisata

Ngebolang Sibolga Part 1. Menyebrangi Lautan Cuma Pakai Sampan? Siapa Takut!Ā 

Kali pertama saya mengunjungi kota Sibolga sekitar tahun 2004. Berlima sama temen se-geng, haha.Ā 

Jadi ini cerita pengalaman teramat jadul sebenernya šŸ˜…

Perjalanan dari Medan jam 8 malam menggunakan bus Bintang Utara (loketnya di Amplas). Memakan waktu sekitar 9 jam. Jadi tiba di Sibolga sekitar jam 5 atau jam 6 pagi gitulah. Waktu itu ongkosnya masi 45rebu.Ā 

Momen yang paling saya sukai sepanjang perjalanan adalah ketika memasuki kota Tarutung. Sepertiga malam saat melewati persawahan yang belum ditanami padi namun sudah diarin. Jadi, antara gelap malam, sinar fajar sudah mulai muncul dari selah pepohonan kelapa dengan warna khas jingga keemasan (persis senja) dan cahayanya memantul ke air membentuk bayangan yang sama. Saya bahkan tak mampu mengungkapkan keindahannya, namun masih sangat jelas terekam dalam ingatan seperti apa lukisan pagi itu. Mungkin saja saat itu saya sengaja dibangunkan Allah untuk menyaksikan keindahan fajar dan benar saja saya terpaku kagum dari balik jendela bus, subhanallaah…
Lanjutkan membaca “Ngebolang Sibolga Part 1. Menyebrangi Lautan Cuma Pakai Sampan? Siapa Takut!Ā “

Kuliner · Serba Serbi

Nasi Bancaan (Among among)

Kalo di kampung, ntah itu abis lahiran atau ulang tahun atau selametan misal baru sembuh dsb. Biasanya diadakan acara syukuran kecil kecilan dulu. Among among namanya. Yang diundang juga kebanyakan anak anak.Ā 

Yang istimewa dari kegiatan among among ini adalah makanannya. Jadi, pertama kali nasi beserta lauk pauknya itu disusun dalam sebuah wadah (tampah) dialasin daun pisang dan diletakkan di tengah peserta among among. Kan biasanya duduknya melingkar. Kemudian kalo udah selesai acara among amongnya, nasi itu dibagikan ke anak anak dengan memindahkan ke bungkusan yang baru.Ā 
Among-AmongĀ 

Among among merupakan tradisi budaya Jawa. Saya ngga tau arti katanya itu apa. Kemudian perhitungan hari hari dalam adat Jawa itu seperti apa. Maklum, saya dari lahir dan besar di daerah Sumatera Utara (alesaaan!). Tapi, di kampung saya budaya among among ini masi sering dilakukan. Yang saya perhatikan tradisi ini selalu dilakukan setelah ada yang baru lahiran (sebelum akikah). Ya, bentuk syukurlah.Ā 
Lanjutkan membaca “Nasi Bancaan (Among among)”

Kuliner · Serba Serbi

Wajik

Pesenan Wajik Nanas dan Wajik Bandung

Kata mamakku ini makanan Jawa. Kami menyebutnya wajik. Ntah di Jawa sana sebutannya atau nama aslinya apa. Ya maklum, dari mulai saya dan generasi jauh sebelum saya adalah orang Jawa asli yang udah bebuyutan tinggal di Sumatera Utara. Udah banyak terkontaminasi sama budaya lokal Sumatera Utara. Saya suku Jawa, tapi jangan coba coba tanya Jawa mana ya, ngga bakalan tau. Kami udah kehilangan asal usul šŸ˜‚. Pernah saya tanya Alm mbah, beliau sendiri lupa antara Kutoarjo atau Kutaraja. Pokoknya ada arjo arjonya. Mboh lah…hahaĀ 
Lanjutkan membaca “Wajik”