jalan dan wisata · Kuliner · Serba Serbi

3 Makanan Khas Sumut yang Dimasak Menggunakan Bambu

Sumatera Utara (Sumatera Utara) dengan ibukota Medan sungguh surga dunia bagi traveller sejati. Karna selain alamnya yang indah dan memesona, Sumut punya warisan budaya yang sayang untuk dilewatkan.

Berwisata menikmati panorama alam sekaligus menggali ilmu dan pengetahuan baru tentang sejarah dan budaya suku setempat merupakan satu paket yang tak bisa dipisahkan. Tapi, ada satu hal yang semakin menyempurnakan perjalanan ke Sumut. Apalagi kalau bukan kulinernya. Jadi banyak hal yang bikin traveller rindu ingin kembali mengunjungi Sumatera Utara.

Medan sebagai gerbang masuk Sumut, merupakan kota transit apabila treveller ingin berkunjung ke daerah-daerah disepanjang Provinisi ini. Sebagai kota terbesar ke-3 di Indonesia, Medan merupakan titik kumpul berbagai suku yang ada di Sumatera Utara bahkan dari Provinsi dan negara lain. Maka tak heran, kuliner apapun yang mewakili berbagai suku bisa kita temukan disini termasuk para artis yang membuka usaha kulinernya di Kota Medan.

Lanjutkan membaca “3 Makanan Khas Sumut yang Dimasak Menggunakan Bambu”

Kuliner · Review · Serba Serbi

Live Akustik di Jawara Roti & Kue

Udah lama tau Jawara Roti & Kue dari IG tapi baru kemaren kesampean dateng langsung. Bermula dari kebingunan teman mau beli makanan buat berbuka, trus saya saranin coba ke Jawara Roti dan Kue ini.

BerTempat di Jl. Gatot Subroto (Gatsu) Medan, tepatnya disebelah Assa Rent Car. Toko roti ini kalo ngga diperhatiin bener-bener pasti bakalan kelewatan. Apalagi posisinya dekat persimpangan lampu merah, pokoknya titik macet-macetnya lah. Jadi kalo lagi meraba-raba mending pasang lampu dip aja biar ngga diklakson kendaraan di belakang, haha.

Tampilan depan toko ini cakep. Dominan hitam putih dengan jendela dan pintu dari kaca yang lebar. Masuk ke dalam ternyata ngga begitu luas tapi cukup menarik. Lantainya juga ngga dikeramik melainkan lantai semen biasa bahkan ada beberapa yang bekas pecahan. Tapi tampilan dinding dengan hiasan foto serta gambar-gambar dan ornamen lain kayak bunga-bunga malah menjadikan kesan manis interiornya. Keliatan klasik dan nyaman.

Lanjutkan membaca “Live Akustik di Jawara Roti & Kue”
Kuliner · Serba Serbi

Mi Gomak : Spaghetti Khas Medan

Mendengar Spageti tentu tak asing lagi bagi kita. Makanan luar negeri yang kerap kita jumpain kalo makan di restoran internasional. Biasanya banyak di pizza. Tapi kalo mendengar mi gomak, sebagian ada yang familiar tapi banyak juga yang asing ditelinga. Kalo spageti khas Medan? Makin asing dengernya ya…hehe

Spageti Medan itulah dia Mi Gomak.

Spageti Medan adalah perpaduan antara bentuk yang mirip spageti dengan mi gomak. Mi gomak sendiri adalah hasil olahan mi lidi yang udah dilenturkan dengan cara direndam atau direbus pake air panas. Apa pulak lagi mi lidi itu? Jangan-jangan lidi batang kelapa itu ya? haha

mi lidi

Jadi disebut mi lidi karna bentuknya mirip lidi. Tegak berdiri. Dulu waktu kecil saya suka ngemil mi lidi yang masih tegak itu, haha. Ada juga kok cemilan mi lidi yang udah dilumurin serbuk-serbuk bumbu. kekgiini… masi inget?

Lanjutkan membaca “Mi Gomak : Spaghetti Khas Medan”
Kuliner · Serba Serbi

Bakso Betawi 1945 Hadir di Medan

Para pemburu kuliner di Medan bisa berbahagia nih, karna referensi makanan jadi nambah satu lagi. Meskipun bukan makanan jenis yang baru tapi patut dicoba. Adalah bakso. Ya, bakso memang bukan lagi makanan yang asing di Indonesia. Dari kota besar sampe pinggiran dipastikan ada penjual bakso. Mau di restoran ataupun gerobak pinggir jalan, ada. Penggemarnya juga hampir seluruh kalangan masyarakat. Rasanya hanya nol koma dari sekian juta manusia khususnya di Indonesia yang bener-bener ngga suka makanan satu ini.

Belakangan malah bakso dibikin banyak kreasinya. Dibakarlah atau bakso yang isinya macem-macemlah. Nama warungnya juga macem-macem, tapi kebanyakan warung bakso konvensional banyak pake nama Pak Min. Nah, di Medan ada bakso pendatang baru yang sebenarnya namanya sih ngga baru lagi di Indonesia. Selamat datang Bakso Betawi 1945, hehe

Lanjutkan membaca “Bakso Betawi 1945 Hadir di Medan”
jalan dan wisata · Kuliner

Santai di Warung Kudeta Jwalk City

Saya ngga tau warung kudeta ini ntah cuma ada di Medan atau ada di luar kota juga. Yang pasti di Medan aja dia udah makin berekepansi.

Yang terbaru ada di Jwalk tepatnya dikomplek Jcity Medan Johor.

Jwalk ini semacam foodcourt di tengah-tengah komplek/perumahan dan disekitarnya ada tempat bermain anak-anak dan ada gowesnya juga.

Lanjutkan membaca “Santai di Warung Kudeta Jwalk City”

Challenge · Kuliner

Makanan pavorit Beserta Warungnya

Saya ini ngga hobi makan. Kalo jalan-jalan juga ngga hobi kulineran. Misal pergi keluar kota sendirian paling aman nyari restoran cepat saji. Apalagi kalo bukan Ke Ef Ci atau saudara sesamanya. Selain itu palingan nasi goring, sate ayam. Pokoknya yang ngga asing di lidah. Jadi dengan tantangan ini saya bingung mau rekomendasiin warung makan apa dan dimana. Padahal ya di Medan ini surganya kuliner banget.
Dengan begitu saya coba list dari makanan pavorit aja kali ya, biar ngga makin bingung. Tapi karna saya ngga suka juga makanan kebarat-baratan ala kafe gitu-gitu jadi sudah pasti warungnya juga yang Amigos (agak minggir got sedikit) yaa, haha. Nah, berikut 5 daftar makanan pavorit saya beserta warungnya. Lanjutkan membaca “Makanan pavorit Beserta Warungnya”
about us · jalan dan wisata · Kuliner

Bersantai Malam di Tugu Jogjakarta

Landmark kota Jojga ternyata bukan hanya Nol Kilometer atau plang jalan yang bertuliskan Jl. Malioboro saja. Ternyata ada satu hal lagi yang katanya belum sah kalo belum ada fotonya disana. Yup, Tugu Jogjakarta.

“Tugu Jogjakarta merupkan sebuah monumen yang dipakai sebagai simbol atau lambang dari kota Jogjakarta. Tugu ini dibangun oleh pemerintah Belanda setelah sebelumnya runtuh akibat gempa. Tugu sebelumnya yang bernama Tugu Golong-Gilig dibangun oleh Hamengkubuwono I, pendiri Kraton Jogja. Tugu yang terletak di perempatan Jalan ini mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, kraton Jogja dan Gunung Merapi. Pada saat melakukan meditasi, konon Sultan Yogyakarta pada waktu itu menggunakan tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi”. (wikipedia)

Lanjutkan membaca “Bersantai Malam di Tugu Jogjakarta”

jalan dan wisata · Kuliner · Serba Serbi

Mi Ayam Mahmud: 30 Tahun Yang Semakin Bersinar

Rasanya ngga ada seorangpun yang belum pernah makan mi ayam, kecuali anak bayi, sih. Dan rasanya lagi hampir semua orang menyukai makanan yang satu ini. Kuliner ini udah ngga asing lagi dan sangat cocok di lidah masyarakat Indonesia. Sangat mudah ditemukan dan harganyapun terjangkau. Hampir disetiap sudut kota dan desa dapat dengan mudah menemukan penjual mi ayam, baik itu menggunakan gerobak maupun berupa gerai.

Mie-AJ-spesial-300x300
Mie AJ Spesial (www.mieayammahmud.com)

jalan dan wisata · Kuliner

Wajib Coba Burung Goreng Beringin Indah Siantar Sebelum Kuliner Lainnya

Jika berkesempatan melewati kota Pematang Siantar, ada baiknya mencoba makan olahan daging burung khas RM. Beringin Indah. Letaknya tepat disisi jalan besar atau jalan lintas Medan Siantar. Jadi bisa dibilang sangat mudah dijangkau.

RM. Beringin Indah punya dua cabang. Yang pertama di Jl. Medan KM 10,5 Beringin disebut RM. Beringin Indah I dan cabang yang kedua masih di Jl. Medan Km. 4,5 disebut RM. Beringin Indah 2. Kalau RM BI 2, posisinya tepat di sisi Hotel Horison, satu-satunya hotel bintang 5 di Siantar. Jadi bisa dikatakan RM ini cerdas dalam memilih pasar šŸ™‚

Ā 
Lanjutkan membaca “Wajib Coba Burung Goreng Beringin Indah Siantar Sebelum Kuliner Lainnya”

jalan dan wisata · Kuliner

Tauge Goreng, Kuliner Bogor yang Menyihir Lidah

Sekilas, Tauge goreng ini mirip sekali dengan gado-gado kalau di Sumatera Utara. Kenapa Sumut? Karena gado-gado setiap daerah itu punya versi yang berbeda. Jadi saya menyamakan dengan yang ada di daerah sendiri.

Saya pertama sekali mencicipi hidangan ini di daerah asalnya, Bogor. Tepatnya diarea kuliner Botani Square. Kata Oma sebelum pulang ke Medan saya harus nyobain kuliner khasnya dulu setelah sebelumnya makan asinan yang konon paling enak dan saya ngga doyan, haha. Lidah saya memang paling susah menyesuaikan diri dengan kuliner baru. Dari liat penampilannya aja saya udah bisa ngerasa kalo lidah saya ngga bakalan doyan sama hidangannya. Jadi kalo misal pergi keluar kota atau daerah yang punya kuliner khas sendiri, saya lebih pilih cari yang aman. KFC dkk, haha

Lanjutkan membaca “Tauge Goreng, Kuliner Bogor yang Menyihir Lidah”

jalan dan wisata · Kuliner · Serba Serbi

Bogor Permai, Toko Roti Legendaris di Kota Hujan

Kalau dari depan, Toko ini tak nampak istimewa. Tak ada kemegahan, Tak ada plang nama yang berlampu terang atau sosok gedung dengan beberapa tingkatan. Penampilan sangat sederhana dengan ciri khas berwarna hijau apalagi tertutup deretan mobil yang terparkir tepat di depannya biasanya sangat mengecoh pengunjung yang baru pertama kali kesana. Lain hal dengan penduduk setempat atau orang-orang tua angkatan tahun 70an yang pernah berkunjung sebelumnya. Kenapa begitu? Ya, karna toko roti ini sudah ada sejak tahun 1963 yang sangat dikenal oleh para pejabat dan orang-orang kaya pada masa itu.

Tapi ketika memasuki area bagian dalam, kenyamanan langsung terasa. Sejuk dan sangat tenang. Sambutan hangat dari penerima tamu yang berdiri disisi kanan dan kiri sigap membantu kita dengan berbagai pertanyaan.

Lanjutkan membaca “Bogor Permai, Toko Roti Legendaris di Kota Hujan”

Kuliner · Serba Serbi

Kenapa Banyak Tukang Bakso Pakai Nama “MIN”?

Ada yang ngga suka bakso? Jawabannya ya ada, haha

Namanya juga makanan ya ngga semua dipaksa untuk suka.

Saya ngga suka makan daging, tapi kalo udah jadi bakso ya suka. Asal dagingnya ngga berlebihan. Maksudnya ngga banyak meninggalkan bau di kerongkongan. Malah saya lebih suka bakso daging daripada bakso ikan atau ayam.

Bakso merupakan makanan khas orang Tionghoa berupa bulatan kecil campuran tepung tapioka dengan daging. Kalo dari negeri asalnya dagingnya berupa daging babi. Sesuai dengan namanya “Bakso=daging babi giling”. Tapi karena di Indonesia daging babi ngga bole dimakan oleh mayoritas masyarakat, jadi dagingnya diganti pake daging sapi.

Lanjutkan membaca “Kenapa Banyak Tukang Bakso Pakai Nama “MIN”?”

Kuliner · Serba Serbi

4 Makanan Khas Berbuka Puasa

Berhubung lebaran ini ngga ada jalan-jalan, jadi saya mau banyak nulis yang soal puasa puasa aja lah kayaknya. Saya sih puasa dari tahun ke tahun sama aja. apalagi soal berat badan, ya ngga ada nambah dan kurangnya. Selain memangĀ  saya ngga kemaruk makan juga seperti beberapa orang yang laper mata pas buka puasa semua makanan dijajal, dah tu saya juga ngga hobi makan. Makanya berat badan saya ngga kunjung nambah haha

Kebanyakan keluarga, pas ramadhan begini pasti selalu ada aja makanan spesial yang disediakan untuk berbuka puasa. Apalagi ada anak anak usia belajar puasa, tujuannya supaya anaknya semangat puasa karna banyak makanan enak-enak. Makanya ngga jarang kalo pas bulan puasa keuangan justru malah jebol, haha. Gapapa, semoga diganti Allah, aamiin šŸ™‚
Lanjutkan membaca “4 Makanan Khas Berbuka Puasa”

jalan dan wisata · Kuliner · Serba Serbi

3 Oleh-Oleh Khas Kota SiantarĀ 

Meskipun ngga diminta, kadang kita selepas berpergian ke luar daerah ingin rasanya membagi pengalaman dengan orang-orang tersayang yang kita tinggalkan. Pengalaman itu bentuknya macem macem. Bisa berupa cerita, foto, cendramata maupun makanan.Ā 

Tapi sekarang ini sepertinya udah tabu ya kalo kita minta oleh-oleh dari orang yang akan berpergian, apalagi khusus untuk jalan-jalan. Terkecuali mereka itu sendiri yang berinisiatif untuk membawanya tanpa diminta. Saya juga begitu. Paling sebel kalo belum apa-apa udah ditodong oleh-oleh. Alih-alih mendoakan selamat diperjalanan šŸ˜Š
Lanjutkan membaca “3 Oleh-Oleh Khas Kota SiantarĀ “

Kuliner · Serba Serbi

Kolak Ungu AntimainstreamĀ 

Kemaren dirumah ada pisang dan ubi jalar (rambat) ungu. Mau dibikin gorengan, pisangnya belum terlalu mateng. Jadinya kepikiran bikin kolak. Berhubung Medan saat itu dilanda cuaca panas, bayanginnya ini kolak bakalan dimakan pake es batu.Ā 

Jadilah malam itu utek-utek di dapur. Catet ya, malem šŸ˜€. Bahannya ya sama seperti kolak pada umumnya. Bedanya, ini ngga pake gula merah. Karna memang mau ambil warna ungunya. Ini pula yang paling penting. Kan biar unyu-unyu šŸ˜Œ. Kalo kolak warna coklat udah biasa ya kan.Ā 

Bahan-bahan:
Lanjutkan membaca “Kolak Ungu AntimainstreamĀ “

Friends · jalan dan wisata

Ngebolang Sibolga Part 1. Menyebrangi Lautan Cuma Pakai Sampan? Siapa Takut!Ā 

Kali pertama saya mengunjungi kota Sibolga sekitar tahun 2004. Berlima sama temen se-geng, haha.Ā 

Jadi ini cerita pengalaman teramat jadul sebenernya šŸ˜…

Perjalanan dari Medan jam 8 malam menggunakan bus Bintang Utara (loketnya di Amplas). Memakan waktu sekitar 9 jam. Jadi tiba di Sibolga sekitar jam 5 atau jam 6 pagi gitulah. Waktu itu ongkosnya masi 45rebu.Ā 

Momen yang paling saya sukai sepanjang perjalanan adalah ketika memasuki kota Tarutung. Sepertiga malam saat melewati persawahan yang belum ditanami padi namun sudah diarin. Jadi, antara gelap malam, sinar fajar sudah mulai muncul dari selah pepohonan kelapa dengan warna khas jingga keemasan (persis senja) dan cahayanya memantul ke air membentuk bayangan yang sama. Saya bahkan tak mampu mengungkapkan keindahannya, namun masih sangat jelas terekam dalam ingatan seperti apa lukisan pagi itu. Mungkin saja saat itu saya sengaja dibangunkan Allah untuk menyaksikan keindahan fajar dan benar saja saya terpaku kagum dari balik jendela bus, subhanallaah…
Lanjutkan membaca “Ngebolang Sibolga Part 1. Menyebrangi Lautan Cuma Pakai Sampan? Siapa Takut!Ā “

Kuliner · Serba Serbi

Nasi Bancaan (Among among)

Kalo di kampung, ntah itu abis lahiran atau ulang tahun atau selametan misal baru sembuh dsb. Biasanya diadakan acara syukuran kecil kecilan dulu. Among among namanya. Yang diundang juga kebanyakan anak anak.Ā 

Yang istimewa dari kegiatan among among ini adalah makanannya. Jadi, pertama kali nasi beserta lauk pauknya itu disusun dalam sebuah wadah (tampah) dialasin daun pisang dan diletakkan di tengah peserta among among. Kan biasanya duduknya melingkar. Kemudian kalo udah selesai acara among amongnya, nasi itu dibagikan ke anak anak dengan memindahkan ke bungkusan yang baru.Ā 
Among-AmongĀ 

Among among merupakan tradisi budaya Jawa. Saya ngga tau arti katanya itu apa. Kemudian perhitungan hari hari dalam adat Jawa itu seperti apa. Maklum, saya dari lahir dan besar di daerah Sumatera Utara (alesaaan!). Tapi, di kampung saya budaya among among ini masi sering dilakukan. Yang saya perhatikan tradisi ini selalu dilakukan setelah ada yang baru lahiran (sebelum akikah). Ya, bentuk syukurlah.Ā 
Lanjutkan membaca “Nasi Bancaan (Among among)”

Kuliner · Serba Serbi

Wajik

Pesenan Wajik Nanas dan Wajik Bandung

Kata mamakku ini makanan Jawa. Kami menyebutnya wajik. Ntah di Jawa sana sebutannya atau nama aslinya apa. Ya maklum, dari mulai saya dan generasi jauh sebelum saya adalah orang Jawa asli yang udah bebuyutan tinggal di Sumatera Utara. Udah banyak terkontaminasi sama budaya lokal Sumatera Utara. Saya suku Jawa, tapi jangan coba coba tanya Jawa mana ya, ngga bakalan tau. Kami udah kehilangan asal usul šŸ˜‚. Pernah saya tanya Alm mbah, beliau sendiri lupa antara Kutoarjo atau Kutaraja. Pokoknya ada arjo arjonya. Mboh lah…hahaĀ 
Lanjutkan membaca “Wajik”

Friends · Kuliner

Mencicipi Crispy Chicken, Taiwan Street Snack Ala Shihlin Snack Sun Plaza

ā€‹
Selepas jenguk kerabat yang sakit, kami pingin nge-mol. Berhubung jarak mol dan rumah sakit cuma selemparan batu, ya ngga ada alasan untuk katakan tidak. Tujuan utama tidak lain cuma mau beli jajanan ala Taiwan. Bahasa lain yang lebih gaul lagi, Taiwan Street Snack. Kalo kata temen saya, ini jajanan yang biasa ada di pinggir-pinggir pantai atau taman yang sering ada di drama korea itu. Macam pernah aja dia liat saat mereka syuting ya, kan :D. Penggemar drakor sejati, sampe-sampe apa yang mereka makan, pun dia ikut menggemari. Snack Taiwan ala Medan pun jadilaah, haha

ā€‹
Saya ikut penasaran, dong! Penasaran bentuknya aja kayak apa. Kalo nyicip sih saya ngga berminat. Saya kan bukan penggemar kuliner. Bagi saya makanan aneh itu ngga enak, haha.
Nama warungnya “Shihlin Snack” . Iya bener sih, dari kalimat-kalimat yang terpampang di meja-meja menyatakan ini adalah Taiwan Street Snack. Awalnya agak ragu karna yang ngolah dan yang jajan disitu kebanyakan orang kulit putih. Ada beberapa yang berkerudung kayak kami juga. Saya sempet colek-colek temen saya, dia langsung ngeh, dan tunjukin logo Halal standar MUI terpampang jelas di depan etalase nya. Syukurlah!Ā 
Lanjutkan membaca “Mencicipi Crispy Chicken, Taiwan Street Snack Ala Shihlin Snack Sun Plaza”

jalan dan wisata · Kuliner · Review

Kulineran dan Narsis Lagi di Resto Berkonsep Alam Pedesaan Bertajuk Resto Budaya

Ngga butuh rencana atau wacana-wacanaan lah kalau mengunjungi tempat yang lokasinya ngga terlalu jauh dari Medan. Selama ada angkot, lets go kita kemon aja, haha. 20 menit doang dari rumah. Jalanan lancar jaya ngga pake maceeeet, tau-tau udah nyampe.

20170122_174214
Tanda2ny

Yang tau atau pernah ke Tahu Sumedang di Tanjung Morawa, nah, Resto ini berada tepat di seberangnya. Sekali mendayung 2 pulau terlewati. Sekali brangkat, 2 tempat ngehits tersinggahin. Begitulah kira-kira gambarannya

20170122_174247
Penampakan Tahu Sumedang yang tersohor, merah2 diujung

 

Resto Budaya

Jarak antara gerbang ke parkiran dan restonya lumayan jauh (kalau jalan kaki), maksudnya lokasi resto ini sangat luas. Mirip komplek yang gerbangnya dijaga satpam kemudian harus masuk lagi sekitar 100 meter menuju parkiran. Berhubung lokasinya tepat di sisi jalan raya lintas Sumatera, jadi, kita ngga akan bising atau pusing dengan pemandangan kendaaraan berbagai ukuran yang hilir mudik saat kita sedang makan. Ya karn itu, tempatnya cukup jauh ke dalam. Sudah tentu nyaman.

20170122_174226
Pintu masuk

20170122_174033

Sisi kanan menuju resto, ada kebun buah. Baru deh sisi kirinya tempat makan. Kalau biasanya di resto lain itu letak lesehannya di belakang. Resto ini justru menempatkan lesehan atau pondokannya di bagian depan. Diantara lesehan dan resto indoor, ada taman mini. Disinilah tempat pengunjung ber narsis ria. Ada kolam ikan, rerumputan, pohon kelapa, juga berbagai bunga dan lampu taman yang menambah cantik suasana dimalam hari.

20170122_1726411
pondokan

20170122_1617361

20170122_172824
kolam ikan

Seperti resto bertema desa kebanyakan, resto ini pun selalu memutar lagu-lagu Jawa. Bahkan saat kami kesana, lagu yang diputar adalah lagu Barat dengan instrumen Jawa, sangat unik dan enak didengar. Menu yang ditawarkan juga beragam. Tapi karna saat kesana, perut saya dalam keadaan masih kenyang, jadi saya pesan sate ayam dan es lemon. Teman saya pesan bebek cabe hijau dan air kelapa jeruk. Bumbu satenya enak dan gurih. Tapi, dagingnya alot. Sementara bebek cabe hijau, temen saya kasi nilai 8 dari 10. Lumayan laa…

20170122_163521
sate ayam bumbu kacang

20170122_163849
bebek cabe hijau

Pelayanan yang ramah, cepat dan tanggap, menjadi nilai plus restoran ini. Seragam mereka juga cantik.

Karena kami kesana di suasana akhir pekan, sudah pasti padat pengunjung, datang silih berganti. Bahkan kami ngga kebagian duduk di lesehan. Tapi, makan di ruangan dalam juga ngga kalah seru kok. Cantik dengan desain klasik. Langit-langit yang tinggi serta beberapa lampu hias menjuntai membuat suasana lebih romantis. Kita tetap bisa memandang ke arah luar juga tetap bisa merasakan angin sepoi-sepoi.

Anak-anak juga bisa bermain di playground mini, yang ada di samping kanan ruang makan bagian dalam. Kalau kita berjalan ke arah kiri, ternyata masih ada ruangan lain yang dibatasi dinding tinggi, kemudian ada pintu yang diukir mirip ukiran Bali. Menuju kesana, ternyata masih ada area lainnya, area makan dan juga sepertinya arena bermain skuter. Sekitar 200 meter sih. Agak males harus jalan kesana juga šŸ˜€

20170122_172622
playground mini

Kalau bosen di kota yang pengap, sumpek dan macet, bolehlah agak menjauh sedikit kita ya…