opini

Harga Wajar di Warung Makan

Di beranda saya terlebih di grup kampung Sidamanik berseliweran perkara harga tinggi yang harus dibayar oleh satu keluarga di Rumah Makan Ayam Napinadar daerah Sidikalang. Konon katanya 2 ekor ayam kampung dan lauk pauk lainnya dihargai 800rb. Tentu saja rame sekali pro dan kontra di grup itu yang anggotanya sekampung saya karna memang daerah saya mayoritas suku Batak dimana lokasi rumah makan ayam napinadar itu masih wilayah mayoritas orang Batak juga. Tidak jauh dari Sidamanik sekitar 3-4 jam perjalanan. Kalo mau kesana bisa kok via Sidamanik sebagai jalur akternatif. Banyak temppat eksotis yang bisa disinggahin ;). Video perdebatan sengit antara pelanggan dan pemilik rumah makan yang nampaknya sulit untuk didamaikan.

Baca juga : Pemandian Aek Manik

Ada yang pro dengan membeberkan secara detail harga dari setiap bahan makanan sehingga hitungannya bisa sampe diangka segitu. Salah satunya anak dari pemilik warung makan. Banyak juga yang kontra dengan menyuguhkan perhitungannya sendiri.

Sebelumnya juga pernah viral perkara minum air kelapa di sebuah daerah perkebunan Pabatu. Masih wilayah Sumatera Utara juga. Lupa berapa, tapi yang pasti terlalu mahal untuk sebuah kelapa muda yang warungnya lesehan di perkebunan sawit di bawah pohon rindang beralaskan tikar tepat di sisi jalan lintas. Sejuk memang kalo lagi duduk istirahat disitu. Ngga lama kemudian viral lagi meskipun masih kalangan grup juga perkara harga seporsi bakso yang melonjak naik dikarenakan hari besar. Kebanyakan memang pemilik warung memanfaatkan orang asing yang makan disana dengan menaikkan harga berlipat-lipat terlebih dihari-hari besar.

Lain halnya dengan warung yang ada di tempat wisata. Sudah hal umum kalau harganya dilangitkan. Makanya banyak orang piknik lebih milih bawa bekal daripada jajan disana. Kami salah satunya. Tapi sedihnya ada juga tempat wisata yang melarang pengunjung bawa makanan, hiks. Kalo begini ya terpaksa beli disana, kan. Ditempat wisata, setidaknya harus bawa uang 15ribu untuk beli popmi atau 10rb untuk beli air mineral. Sukur-sukur masih ada kembaliannya ๐Ÿ˜†. Karna ditempat begituan harga main tebak-tebakan. Saya pernah beli kerak telor di Monas. Dengan pedenya beli langsung 4 porsi tanpa nanya harga dulu dan kemudian terkaget-kaget waktu bayar seharga 100rb. Berarti 1 porsi 25rb. Baru tau ternyata mereka pake telur bebek. Sampe rumah kerak telornya utuh ga kemakan karna ga ada yang doyan ๐Ÿ˜.

Tiba-tiba keinget beberapa tahun lalu saat di rumah ngga masak pilih praktis beli lauk untuk Caca kecil. Beli soto di warung sebelah rumah yang pemiliknya masih satu keluarga. Satu porsi dihargai 25rb. Waktu itu sekitar tahun 2012an klo ga salah. Isian soto kebanyakan mi dan sedikit toge. Tanpa suiran ayam bahkan ngga ada toping daun seledri atau bawang goreng sama sekali. 2012 harga segitu lumayan mahal untuk 1 porsi soto “alakadarnya”. Secara ngga sengaja kebetulan salah satu tetangga yang juga masih keluarga lagi ada di rumah. Melihat Caca makan pake kuah soto itu, si ibu langsung bilang soto paling mahal sekota Medan, pantesan emasnya tebal-tebal orang jualan ambil untungnya ga kira-kira. Si ibu yang memang doyan ngomel langsung berasa dapat bahan sambil sedikit nahan emosi dan volume suara sengaja dikuatkan agar terdengar pembantu pemilik warung yang sering wara-wiri di depan rumah. See… begitulah reaksi pembeli kalo ngga puas dan penjual dapet umpatan. Itu dulu… smoga sekarang ngga begitu lagi.

Masih pengalaman pribadi makan di komplek Istana Maimun. Terkaget-kaget waktu bayar dengan harga yang ngga wajar yang mana makanan yang rasa dan penampilan juga seadanya. Ceritanya bisa dibaca disini.

jalan dan wisata · lovely kids...and famz

Main Sore-sore di Taman Hewan Mini USU

Ya, Universitas Sumatera Utara punya taman hewan mini dengan dominasi hewan rusa di dalamnya. Klo di Bogor ada Istana Bogor tempatnya. Kalo di Medan, ya di USU. Ntah sejak kapan saya ngga main ke kampus ini. Terakhir tahun kapan ya, lebaran haji 4 atau 5 tahun lalu kayanya, dimana semua mesjid kota Medan penuh dengan hewan qurban jadinya kami melipir ke USU cuma mau numpang solat Ashar. Ya, itung-itung nostalgia, saya ajak temen ke musolah almamater saya di Fakultas Seni Budaya yang jaman saya namanya Fakultas Sastra. Yang pasti banyak sekali perubahan. Gedung maupun lingkungannya semakin rapih dan cantik. Kampus USU ini letaknya di Jl. Dr. Mansyur, Medan.

Baca juga: Rindu Bogor

Akhir Desember 2019 giliran anak-anak yang saya ajakin jalan-jalan sore ke USU.

“Mau liat kampus mama, ga?”

Ngga ada yang jawab..

“Mau jajan bakso bakar sambil ngasi makan rusa, ga?”

Baru pada jawab… “Mauuuuu!”

Yang kayak di Bogor ya, ma? Nanti ketemu Oma ngga, ma? tanya Cahyo.

Udahlaah ikut aja…

Baca juga: Bogor

Lanjutkan membaca “Main Sore-sore di Taman Hewan Mini USU”
Review · Serba Serbi

Melukis Dengan Teknik Kolase Berbahan Ampas Teh

Sependek pengetahuan saya, lazimnya melukis itu ya menggunakan media kanvas dengan cat sebagai pewarnanya. Ternyata seni melukis itu jauh lebih luas dari itu. Baik tekniknya maupun media-media yang dipergunakan itu bukan cuma kanvas dan kuas semata, malah ada yang tidak menggunakan kuas sama sekali. Seperti lukisan pasir yang hanya menggunakan tangan sebagai alat satu satunya. Pasir cukup ditabur, digores-gores sampai terbentuk sebuah karakter. Selain pasir, limbah sisa rumah tangga dan industri juga bisa digunakan sebagai properti melukis. Sebagai contoh seni lukis dengan teknik kolase (menempel) yang dilakukan oleh Bang Rendy. Seorang Seniman yang juga berprofesi sebagai dosen seni.

Rendy Handycraft

Rendy Handycraft, itulah label untuk hasil karya yang dilahirkan dari tangan dinginnya. Mengolah sampah menjadi suatu karya yang bernilai seni tinggi. Sekilas memang tampak tak ada yang istimewa dari hasil karyanya. Hanya celengan dan lukisan-lukisan siluet tanpa warna. Monoton. Setelah dilihat dari dekat, ternyata hasil karyanya bukanlah karya asal-asalan. Siapa sangka seluruh karyanya ini dihasilkan dari limbah yang selama ini kita anggap sampah yang hanya layak untuk dimusnahkan.

Melalui tagar #SeniAmpasTeh, Bang Rendy memang dominan menggunakan ampas teh sebagai bahan utama melukisnya. Bukan teh celup, ya. Melainkan bubuk / serbuk teh yang masih kering. Selain bubuk teh baik dengan tekstur yang sedikit kasar dan juga halus untuk warna gelap, ada juga bahan lainnya sebagai penambah warna seperti bubuk kunyit sebagai pewarna kuning, serbuk kayu pinus sebagai pewarna putih sekaligus warna dasar. Semua bahan dasar tersebut dia dapatkan melalui kerjasama dengan berbagai pihak seperti UKM binaan termasuk dari PTPN IV Sidamanik sebagai penghasil bubuk teh.

Baca juga: Agrowisata Kebun Teh Sidamanik

Celengan adalah produk pertama yang dihasilkannya. Selain celengan ada juga vas bunga, berbagai wadah dan asbak rokok. Batu alam dan pasir adalah bahan utamanya. Setelah itu kemudian berkembang menjadi lukisan berbahan dasar ampas teh menjadi produk utamanya kini.

Melalui bincang-bincang pada acara Overall Day yang diprakarsai Persegi Medan di Degil House, Menurutnya, berkarya seni bukanlah sekedar menghasilkan sebuah karya. Namun alangkah lebih baik lagi apabila menguasai filosofi dari berbagai karya seni yang dihasilkan. Mengingat sifat dan sikap konsumen ini beragam. Ada yang sekedar suka dan membeli. Ada yang rewel sampai hal-hal kecil bahkan asal usul pun ditanyakan. Dengan menguasai apa yang kita hasilkan serta memberikan jawaban yang memuaskan, mereka akan rela membayar mahal pada setiap karya dari seniman.

Selain anggota binaan dari UKM, Bang Rendy juga memiliki anggota binaan agar jiwa seninya semakin terasah serta ilmu yang bisa dibagikan pada warga. Begitu juga pada mahasiswanya, beliau menggunakan metode mengajar yang asik dan selalu mengapresiasi hasil dari setiap tugas yang diberikan . Itu sebab ilmu yang diberikan dapat dengan mudah diserap dan mahasiswa semakin percaya diri dalam menghasilkan karya.

Lanjutkan membaca “Melukis Dengan Teknik Kolase Berbahan Ampas Teh”
Review

Habibie & Ainun 3 : Jodoh Pasti Bertemu

Kisah cinta abadi ini memang tak habis untuk dikenang. Setelah 2 film pertamanya yang menceritakan kisah kasih dua sejoli dan lebih banyak tentang pendidikan Habibie, kali ini fokusnya mengisahkan perjalanan Ainun dalam mengejar cita-cita dan kasih asmaranya semasa sekolah. Kisah kasih di sekolah, lah, ceritanya. Meskipun bukan kisah kasih antara Ainun dengan Habibie, tapi Habibie tetep muncul di menit-menit pertama dan menit-menit terakhir sebagai Eyang sang pembawa cerita. Lagi-lagi ini alur mundur.

Spoilernya sedikit, nih. Kali ini Ainun muda bukan lagi diperankan oleh BCL, tapi oleh Maudy Ayunda yang kabarnya dipilih sendiri oleh Alm Habibie saat beliau masi hidup. Bagi saya pas sekali dengan karakter aslinya yang muda, manis namun enerjik, mandiri dan cerdas. Sementara Habibie muda tetap diperankan oleh Reza Rahardian yang bagi saya aktingnya udah sangat mateng memerankan berbagai karakter. Hanya saja Habibie cuma sedikit muncul karna memang lebih banyak menceritakan Ainun muda dengan pacarnya saat itu. Ya, ternyata semasa kuliah, Ainun justru pacaran sama orang lain, bukan sama Habibie. Malah udah sampe tahap lamaran. Dan kisah kasih mereka ini termasuk langgeng dan cocok satu sama lain. Sama-sama pinter dan populer.

Meskipun Ainun Habibie udah ada benih cinta semasa SMA, tapi asmara ga berlanjut karna Habibie melanjutkan kuliah di Jerman. Sementara Ainun memilih tetap menuntut ilmu di Universitas Indonesia, Jakarta demi menggapai cita-citanya sedari kecil menjadi seorang Dokter. Nah, semasa kuliahlah Ainun bertemu dengan Ahmad (Jefri Nichol). Sebenernya bukan bertemu, sih tapi kayaknya emang Ahmad sengaja nyari Ainun sebab penasaran oleh kepopuleran Ainun di kampus UI.

Lanjutkan membaca “Habibie & Ainun 3 : Jodoh Pasti Bertemu”
lovely kids...and famz · Serba Serbi

Surga Seorang Istri

Pasti udah pada liat video istri menghajar suaminya yang stroke dengan pukulan menggunakan tongkat? Suami yang udah ngga berdaya hanya bisa menjerit-jerit tanda kesakitan dan minta pengampunan. Sungguh sedih melihatnya…

Keinget saat Alm Bapak sakit. Mamaklah yang dengan setia mendampingi. Mulai menyuapi makan, membersihkan badan sampe membersihkan kotoran. Siapa lagi kalau bukan mamak, istrinya sendiri. Mamak bahkan ngga mau tugasnya digantikan oleh siapapun. Lelah sudah pasti. Sesekali terlihat raut letih di wajah mamak. Tapi tak ada keputusasaan dalam dirinya. Kata orang-orang pakai ramuan ini itu, mamak langsung sigap membuatnya. Beli obat ini itu, mamak langsung cepat membelinya. Uang simpanan habis beserta emas satu-satunya direlakan demi kesembuhan Bapak. Maklum Bapak bukan seorang pensiunan dan ngga pake asuransi apapun, jadi ngga punya tanggungan apapun untuk biaya perobatan.

Sampai sekarang, 5 bulan sudah Bapak dipanggil Allah, sesekali mamak bergumam semoga saat merawat Alm Bapak, ngga ada keinginan Alm yang belum terpenuhi. Atau ada kekurangan saat merawat Alm Bapak. Kami anak-anaknya yang menyaksikannya rasanya Mamak udah melakukan tugasnya dengan sangat baik dan penuh kesabaran. Bahkan pesan-pesan terakhir Alm, tersampaikan pada kami anak-anaknya tanpa terlupa, Insyaallah.

Baca juga: Kenangan Tentang Bapak

Lanjutkan membaca “Surga Seorang Istri”
Kuliner · lomba · Review

6 Alasan Makan di Warung Mi Ayam Jamur Mahmud

Di tengah persaingan bisnis kuliner, makanan tradisional benar-benar harus pinter mencari celah bila tak ingin dihempas oleh kuliner kekinian. Terlebih setelah diinvansi oleh drama korea berikut jenis-jenis cemilannya yang tak mau kalah menyerbu nusantara.

Medan yang tak asing lagi bila disebut-sebut sebagai kota kuliner terlengkap, mana mungkin tak ikut-ikutan meramaikan makanan dari negeri yang artis dan street foodnya sekarang lagi digemari semua kalangan. Jelas saja tak sulit menemukan kuliner yang identik dengan saus dan rempah merahnya tersebut. Bahkan disudut-sudut gang pun dengan mudahnya kita menemukan makanan yang sengaja dibikin semirip mungkin dengan aslinya. Sebut saja “teokkebi” meskipun versi gang dibuat dari adonan tepung seadanya. Atau “odeng” yang versi gangnya dibuat dari lilitan jeroan ayam dan berbagai jenis lainnya. Semudah menenukan gerobak mi ayam.

Oh iya, berbicara tentang mi ayam, adakah yang tak menyukai kuliner satu ini? Nampaknya tak seorangpun menyangkal bahwa mi ayam tak boleh dilewatkan dalam kondisi cuaca apapun. Mi ayam seolah tak gentar dengan serbuan makanan kekinian tersebut. Seakan tak pernah mati atau terbunuh waktu, membuat mi ayam dimanapun diseluruh penjuru nusantara, kita dengan mudahnya menemukan kuliner ini. Jadi tak ada kata rindu yang terpendam.

Baca juga: Asal-usul mi ayam

Medan punya satu warung mi ayam yang melegenda. Kenapa disebut demikian? Karena warung ini sudah berdiri selama 31 tahun. Selama itu pula warung ini tak pernah kehilangan pelanggannya. Maka bisa dipastikan warung ini tentu punya rahasianya. Ya, Mi Ayam Jamur Haji Mahmud Medan atau orang Medan biasa sebut dengan Mi Ayam Mahmud.

Lanjutkan membaca “6 Alasan Makan di Warung Mi Ayam Jamur Mahmud”
Review · Serba Serbi

Trinity Traveler : Antara Hobi dan Cinta

Travel blogger masa sih masi ada yang ga tau Trinity???

Dulu ya, awal-awal film naked traveller yang pertama, saya belum tau Trinity itu orangnya yang mana. Dalam bayangan saya Trinity itu ya seperti Maudy Ayunda. Energik, aktif, independen itu udah pasti sama. Tapi ga nyangka ternyata Trinity aslinya itu ga se body goal dan seglowing itu, hehe.

Kali aja kulit eksotisnya hasil dari kebiasaan kakak Trinity ini berjemur di berbagai pantai indah seluruh dunia. Apalah arti glowing kalo tak pernah merasakan panas matahari di pantai Malibu, ye kan? Haha

Yang ga sempet nonton trinity 1, ga perlu hawatir karna dimenit-menit pertama tayang bakalan direview kok ceritanya. Sayangnya ngereviewnya kelamaan. Rasanya sayang aja kurleb 15 menitan hanya untuk ngulang episod 1.

Trinity dan sahabat

Kali ini saya nontonnya juga ga greget kaya episod sebelumnya. Selain ngerasa antara Maudy dan Hamish itu ga dapet kemistrinya, juga episod ini pelit nampilin pesona alam. Padahal justru itu kan yang dijual.

Akting keduanya juga kurang natural. Keknya antara Maudy atau Hamish deh yang diganti. Untuk Hamish, Maudy itu terlalu muda dan sebaliknya untuk Maudy, Hamish itu ketuaan ๐Ÿ˜‚

Untung aja ada Babe cabita dengan humornya. Kalo ngga ada, ini pilem bakalan bener-bener garing.

Antara Hobi dan Cinta

Kalo di episod pertama kan dia masi jadi orang kantoran tuh, yang ijin cutinya terbatas dan susahnya minta ampun. Kali ini dia jadi mahasiswa S2 yang tetep nerusin hobinya jalan-jalan.

Tapi saya malah suka sama gigihnya dia bertahan milih cuti demi bisa mencoret satu persatu bucket listnya. Meskipun sang bos neror dengan berbagai tugas, dia tak gentar.

Berburu tiket murah

Kupikir sekelas Trinity ga pernah berburu tiket murah dengan rela melek sampe pagi atau sengaja bangun dini hari. Ternyata dari hobi begadang inilah keberuntungan dia dimulai. Berkat sering dapat tiket murah jadinya sering jalan-jalan dan hobinya ini berujung lucky. Alih-alih berburu tiket murah justru dia malah bisa keliling hampir seluruh dunia gratis ๐Ÿ‘

Pertemuan kembali dengan Paul (Hamish) menimbulkan benih-benih cinta diantara keduanya. Tembok besar yang dibangun supaya ga gampang baper ternyata runtuh juga. Trinity akhirnya jatuh cinta.

Hmmm… Kurang greget

Tapi, karna kesibukan masing-masing malah bikin susah ketemu dan komunikasi jadi jelek. Bahkan mampu membuat mood nulisnya hilang.

Kepergian sang ayah bikin dia berpikir kembali tentang keinginan alm agar dia segera menikah. Namun karna sikap Paul yang misterius, dia pun bimbang.

Teringat kembali perkataan ayah bahwa kebahagiaan itu bukan didapat dari seseorang ataupun suatu tempat. Melainkan melalui pikiran.

Betul betul betul…

Curhat sama mama

Jadi, ceritanya kira-kira Trinity dan Paul lanjut atau putus, hayo??

Oiya rasa penasaran tentang sosok Mr.X yang baik hati ngasi tiket gratis itu terjawab sudah diepisod kali ini.

Makanya tonton… ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ

Bonus ๐Ÿ˜

Serba Serbi

Ngeblog Pake HP, kenapa ngga?

Tulisan saya di blog ini, 90% semuanya saya tulis pake hp. Dari mulai draft sampe terbit. Awalnya ngerasa sendirian, ya. Karna hari gini orang-orang pada rajin bawa laptop kemana-mana apalagi jaringan wifi udah gampang dapetnya.

Ternyata Durian (kegiatan rutin Blogger Medan) November ini materinya malah soal pengalaman ngeblog lewat HP oleh kak Jannah Tambunan. Wah, berasa ada kawan, kan.

Alasan kenapa nulis lewat HP

Saya ga pernah bawa tas ransel atau tas besar. Dan bawa laptop kemana-mana itu bukan kebiasaan saya juga. Itu alasan utamanya. Selain berat juga ribet, hehe.

Saking udah terbiasanya nulis di HP, saya malah merasa lebih nyaman nulis di HP. Di kantor yang 8 jam berhadapan dengan PC, kalo pas lagi ada ide malah nulisnya di hp. Di rumah juga begitu. Laptopnya dipake untuk nonton drakor ๐Ÿ˜„

Selain itu, ngeblog lewat HP itu rasanya lebih fleksibel dan praktis. Ada notifikasi langsung ketauan dan bisa langsung cepet dibalas atau ditanggapin.

Upload foto juga begitu. Karna semua foto diambil pake HP, jadi lebih gampang milihnya. Ga perlu mindahin dari HP ke PC atau sebaliknya.

Dan enaknya lagi kapan mau buka blog itu bisa dimanapun juga. Yang penting ada kuota dan batrenya kuat.

Kekurangan ngeblog dari HP

Kurang lebih pengalaman sama kayak Kak Jannah. Sering typo bikin saya malah banyak dapet komentar yang ngasi tau kalo tulisan saya banyak typo nya. ๐Ÿ˜‘

Dan nulis lewat HP, saya ngga leluasa untuk edit-edit foto. Apa yang ada ya itu yang diupload. Karna memang seringnya ide itu datangnya dadakan. Jadi daripada keburu ambyar, yaudah disitu nulis disitu juga milih-milih foto dari galeri.

Oiya, tampilan lewat HP itu jauh beda dibanding laptop. Selain beda ukuran layar, kita juga harus rajin ngecilin atau besarin tampilan HP supaya bisa terlihat dengan jelas.

Hanya saja kalo kak Jannah udah banyak prestasinya, saya belum dong!! ๐Ÿ˜

Semoga dari sharing dari kak Jannah bisa ketularan banyak prestasi. Aamiin…

Happy Blogging!!

Serba Serbi · Tips

Perpanjangan SIM Dengan Syarat dan Prosedur yang Mudah

Keberadaan samsat-samsat kecil kaya di mol-mol atau mobil gitu sungguh sangat membantu sekali bagi karyawan seperti saya yang ijinnya terbatas. Meskipun harus bener-bener datang lebih awal demi dapat antrian di depan. Tapi ternyata ya ngga juga karna saya belum paham triknya. Nanti saya kasi tau di akhir kisah. Tsaaah!!

Jadi SIM itu kan memang harus diperpanjang per 5 tahun. Jadi diliat-liat SIM nya, ya. Jangan sampe kelewatan karna bakalan urus baru lagi yang prosesnya lebih panjang.

Syarat Perpanjangan SIM

  1. SIM
  2. Fotokopi KTP (2 lembar)
  3. Surat Keterangan Berbadan Sehat selanjutnya disebut (SKBS)
  4. Uang

Prosedur Perpanjangan SIM

Yang namanya urus-urus di sebuah instansi itu identik sama antrian yang panjang dan jelimet ya. Jadi kalo mau urus-urus berkas gitu usahakan datang sangat-sangat awal. Kebetulan kemaren saya urusnya di Samsat Corner Sun Plaza. Letaknya saya lupa ya itu lantai berapa, tapi yang pasti posisinya tepat di depan lift. Parking Ground, deh kayaknya Lt. G. Jadi ngga masuk ke dalam area molnya gitu. Saya datang jam 8 yang mana udah banyak orang-orang duduk ngantri.

Antrian dibuka setengah 9. Sebelum kita masuk, SIM asli kita bakalan dikumpulin dulu sama seorang petugas kepolisian. Bukan sekedar dikumpulin ya, tapi ada kuotanya. Nah, disini nih salah satu trik agar dapat antrian awal adalah, berdirilah tepat di depan pintu masuk supaya SIM yang kita sodorin bisa langsung ditangkap sama pak polisinya, haha.Maling kali, tangkap! Ya, sadar diri aja sih, badan kecil gini kali harus desak-desakan keknya lemes duluan. Engap!

Serba Serbi

Belajar SEO di Kelas Blogger Medan

Mengenai SEO sebenernya saya udah sering baca dari google. Teknik-tekniknya kaya mana dan apa pengaruh untuk blog kita. Ya kesimpulannya semakin baik penerapan SEO semakin baiklah prestasi blog tersebut.

Masalahnya… Praktek itu ngga seindah teori. SEO itu bagi saya adalah ilmu tingkat tinggi. Semakin dipelajarin malah semakin banyak yang ngga diketahui. Ibaratnya dari judul besar ada sub-sub judul yang beranak pinak. Makanya setiap kali belajar / praktek mengenai SEO yang ada semakin bingung. Mau nanya pun bingung, haha.

Beruntung Blog-M punya kelas khusus yang membahas mengenai SEO ini. Dibimbing oleh Bang Rudi Hartoyo salah satu Travel Blogger ngetop sekaligus praktisi SEO dari Blogger Medan.

Travel Blogger Medan
Rudi Hartoyo

Lanjutkan membaca “Belajar SEO di Kelas Blogger Medan”

Review · Serba Serbi

Maleficient : Mistress of Evil

Setelah sukses dengan Maleficient 1 (yang lagi-lagi saya ngga nonton) wkwkw, akhirnya Disney kembali menayangkan kelanjutanya di Maleficient ke 2 bertajuk Mistress of EVil yang tayang perdana di bioskop 16 Oktober lalu.

Kalo udah Disney katanya, para penyuka dunia animasi dan fantasi pasti akan sangat terhibur dengan suguhan para peri-peri yang terbang sambil bernyani dan menari, taman bunga warna-warni serta aliran sungai yang jernih dan menenangkan menampilkan kehidupan yang damai. Begitu juga dengan film ini.

Putri Aurora (Elle Fanning) yang cantik dari kerajaan Moors ini menerima lamaran dari Pangeran Philip (Harris Dickinson) dari kerajaan Ulstead seakan-akan film ini sudah berakhir dengan happy ending. Padahal ini baru permulaan dari 118 menit durasi tayangnya.

Semua pihak menyambut baik rencana pernikahan mereka. Kecuali Maleficient (Angelina Jolie). Meskipun dengan berat hati, Ibu angkat Aurora ini akhirnya besedia menghadiri undangan dari keluarga Philip terkait rencana pernikahan anak-anak mereka. Sambutan baikpun diterima oleh keluarga kerajan Ulstead kecuali sang Ratu Ingrith (Michelle Pfeiffer).

Sejak awal tatapan mata dari kedua ratu ini memanglah sudah terlihat tanda-tanda adanya sisa-sisa benci dan dendam. Layaknya ibu komplek sebelah yang merasa tersaingi dengan ibu komplek sebelahnya lagi gitu. Memang yaa, emak-emak kalo udah dendam kesumat susah move on nya, hahaha. Bener aja, ngga lama karna kenyinyiran dan Ratu Ingrith terhadap Maleficient, memancing kemurkaannya. Perang kecil pun tak terelakkan.

Atas insiden itu, Raja John tiba-tiba jatuh karna sebuah kutukan dan tertidur untuk waktu yang sangat lama disusul Ratu Ingrith mengumumkan perang melawan Maleficient.

Review · Serba Serbi

Hayya : The Power Of Love 2

Jaman the power of love 1 saya kemana ya? Tau-tau udah ada sekuelnya aja. Begitu tau saya ketinggalan yang pertama, pagi nyampe kantor langsung streaming nyari film “212: The Power Of Love” ๐Ÿ˜…

Alasan pertama yang bikin saya tertarik nonton Hayya ga lain ga bukan karna aktornya Fauzi Baadilah. Dipilem Mengejar Matahari, sekaligus pilem bioskop pertama yang saya tonton jaman kuliah. Selepas itu kamar dan lemari saya tuh penuh sama foto-foto dan poster bang Fauzi Badillah ini. Pas udah nikah kan barang-barang jaman ngekos pada dibawa, disuruh suami lepas semua poster-poster orang botak itu, atau jangan dibawa, kasi lemarinya ke anak kos. hahaha…

Kalo inget ya dulu tipe laki-laki idaman saya memang yang kepalanya botak. Serius! Temen kampus saya yang namanya Jesika pas pula agak bocor anaknya dan dia tau persis, dah. Kalo mau jalan-jalan ke pajus (pajak usu) atau solat dimusolah kampus kan ngelewatin banyak sekret kayak mapala dan teater O yang isinya kaum adam semua. Dia kasi pengumuman “haloo abang-abang yang merasa kepalanya botak tolong keluar ada yang nyariin”. Eh sekalinya ada yang naksir rata-rata anak mapala yang kepalanya gondrong. Dese kasi pesen “Abang, kalo mau pedekate sama Uci coba botakin kepalanya”. Lah tau-tau besoknya udah ada yang botak beneran. Hahaaa

Lanjutkan membaca “Hayya : The Power Of Love 2”

lovely kids...and famz · Serba Serbi

Selamat Jalan, Bapak

Bapak Terbaik

Berpulangnya bapak memberikan banyak pelajaran, diantaranya menghargai apa yang sedang dimiliki, serta rasa sabar dan ikhlas. Meskipun praktek selalu ngga semudah teori.

Masi ingat trakhir kali jenguk Bapak di rumah sakit. Meskipun saya ngga setiap hari dan sepanjang waktu mengikuti perkembangan kesehatan Bapak, tapi hari itu saya liat dari jendela kaca kamar, Bapak udah bisa ketawa dan bercanda sama mamak. Bapak udah mau minta makanan yang dia pingin makan. Udah mau duduk menandakan badannya ga terlalu lemes seperti sebelumnya. Alhamdulillah, masi ada harapan Bapak akan sembuh.

Kami rasanya memang sudah siap dengan segala kondisi Bapak. Walaupun dalam doa-doa selalu berpasrah pada ketetapan terbaik Allah, yaitu kesembuhan seperti sedia kala.

Sungguh rindu dengan aktifitas piknik sederhana bersama Bapak ke Simarjarunjung bersantai duduk di puncak sambil makan kacang kulit kesukaannya dan memandang indahnya Danau Toba ataupun berkunjungย  ke Tigaras tempat pavoritnya hanya untuk melihat kapal-kapal berlayar dan berlabuh. Naik motor bersama cucu-cucunya. Rasanya tak seorangpun dari cucu-cucunya yang tak pernah dibawa piknik sederhana seperti itu… Ya, Allah rindunya…

Lanjutkan membaca “Selamat Jalan, Bapak”
Serba Serbi

Sabar, Ikhlas dan Egois

Setiap manusia punya porsi yang berbeda dalam menata hatinya agar bisa ikhlas. Ikhlas, ilmu tertinggi yang tak semua manusia mampu menaklukkannya dengan cepat.

Aku sungguh mengapresiasi siapapun yang mampu mengikhlaskan sesuatu dengan sangat cepat. Termasuk kalian… Bersyukurlah

Aku hanya butuh waktu untuk itu. Sayangnya hal yang harus kuikhlaskan saat ini melebihi badai masa lalu yang dengan lebih cepat mampu kutaklukkan dengan keihklasan.

Ternyata dua kasus yang berbeda nenempati ruang sakit di hati yang berbeda pula. Bagiku yang ini jauh lebih kejam dan tajam daripada pedang…

Aku tak sendiri. Tapi sungguh ini bukan suatu pembenaran, bukan pula ajang cari kawan. Ternyata tajam lidah itu sakitnya melebihi perbuatan apapun. Menurut survey ini berlaku bagi sebagian besar korban bahwa hal yang paling sulit dilupakan adalah “ucapan”. Tak percaya? Makanya coba dulu rasakan… ๐Ÿ˜Š

Aku sudah pernah merasakan sakit yang dirasakannya tapi belum tentu dia pernah merasakan sakit yang kurasakan.

Bukan tak mau, hanya butuh waktu. Tak ada yang tau betapa besar usaha seseorang untuk melupakan dan mengikhlaskan sesuatu perbuatan atau perkataan. Mereka mungkin bisa manis di depan tapi masi menyimpan dendam dan sumpah di hatinya. Aku tak mau begitu…

Cukup beri aku waktu untuk melupakan dan berdamai. Aku pasti bisa, aku yakin bisa.

Beri aku waktu…

Jauh dari pikiran apalagi niatan untuk membalas. Aku menyerah untuk berseteru dengannya, aku yakin aku akan kalah dalam segala hal. Kekuatan dukungan, kekuatan fisik apalagi kekuatan lisan. Lebih baik aku menyerah sebelum bertanding (berseteru) ๐Ÿ˜Š

Selain mengadu pada Allah, terkadang manusia butuh manusia lain untuk bercerita. Yang bisa menjawab, menanggapi secara nyata. Kalau bercerita pada orang yang salah, hanya ketimpangan dan ketidakadilan yang didapat. Pasti akan berat sebelah, itu pasti.

Bila tak ada manusia yang mau mendengar, maka menulislah jadi pilihan lain.
Bila tak mau mendengar cerita dan tulisanpun masih menjadi kehawatiran?

Berarti selain ilmu ikhlas yang tinggi, ilmu egois juga tak kalah tingginya…

Bila ikhlas sudah bisa ditaklukkan, belum tentu dengan egois. Begitu juga sebaliknya.

Tanyakan pada diri, memang benar ingin menasehati atau hanya karna tulisan yang menganggu kenyamanan pribadi?

Jangan ajari aku untuk bersabar karna bila itu tak kulakukan, sedari dulu pasti sudah hancur berantakan.

Karna dengan sabarlah aku mampu melewati gerimis bahkan badai sekalipun.

Jadi, mari sama-sama kita belajar ๐Ÿ˜Š

just IMHO…

#selfreminder

lovely kids...and famz · Review · Serba Serbi

Nonton Spiderman di Deretan Paling Depan

Gara-gara supir gra* yang ngetem tapi nerima orderan trus udah ditunggu lama tau-tau minta kensel bikin jadwal nonton berantakan. Akhirnya pilih bioskop yang paling deket rumah yang pilihan film nya cuma 1 untuk SU dan jadwalnya keburu. Padahal tadinya mau nonton Toy Story dapetnya Spiderman. Ngejar yang jam 19 dapetnya 19:30 itupun dapet kursi di deretan paling depan, jadilaaah. Daripada gatot. Maklum bawa 3 anak yang ngga bisa denger janji. Bakalan ditagih 30 purnama kalo tak kunjung ditepatin.

Selesai urusan tiket, beliin popkorn, akua dan nyari tempat dudukan saya tinggalin solat magrib. Dilalah ada kakak-kakak cantik yang mau berbagi meja dan bersedia ngawasin anak-anak. haha

Lanjutkan membaca “Nonton Spiderman di Deretan Paling Depan”
Review · Serba Serbi

Belajar Dari Aladin

Bagi saya yang penggemar berat drama musikal, Ini filem live action terbaik yang saya tonton selain Beauty and the beast.

Ngga berlebihan karna bagi saya indikator seru apa ngganya sebuah filem itu saya nontonnya ketiduran apa ngga. Haha… Dan ini??? Saya mau kalo ada yang ngajak nonton untuk kesekian kalinya.

Meskipun banyak yang ngga mengagumi kegantengan Aladin, tapi bagi saya ngga terlalu terpaku pada sosok fisiknya. Bagi saya yang pantas-pantas saja seorang yatim, pencuri pula berasal dari desa berpenampilan kurang memesona. Tapi pas disandingkan dengan putri Jasmine kemistrinya dapet. Putri Jasmine mengingatkan saya sama Maudy Ayunda. Ngga tau aya rasanya mirip aja gitu pembawaanya. Aladin jadi manis dan berwibawa apalagi pas udah jadi pangeran. Terlebih mereka menyanyikan sendiri semua sontrek sepanjang filem itu jadi penjiwaannya dapet. Itu menurut saya…

Lanjutkan membaca “Belajar Dari Aladin”
jalan dan wisata · Kuliner · Serba Serbi

3 Makanan Khas Sumut yang Dimasak Menggunakan Bambu

Sumatera Utara (Sumatera Utara) dengan ibukota Medan sungguh surga dunia bagi traveller sejati. Karna selain alamnya yang indah dan memesona, Sumut punya warisan budaya yang sayang untuk dilewatkan.

Berwisata menikmati panorama alam sekaligus menggali ilmu dan pengetahuan baru tentang sejarah dan budaya suku setempat merupakan satu paket yang tak bisa dipisahkan. Tapi, ada satu hal yang semakin menyempurnakan perjalanan ke Sumut. Apalagi kalau bukan kulinernya. Jadi banyak hal yang bikin traveller rindu ingin kembali mengunjungi Sumatera Utara.

Medan sebagai gerbang masuk Sumut, merupakan kota transit apabila treveller ingin berkunjung ke daerah-daerah disepanjang Provinisi ini. Sebagai kota terbesar ke-3 di Indonesia, Medan merupakan titik kumpul berbagai suku yang ada di Sumatera Utara bahkan dari Provinsi dan negara lain. Maka tak heran, kuliner apapun yang mewakili berbagai suku bisa kita temukan disini termasuk para artis yang membuka usaha kulinernya di Kota Medan.

Lanjutkan membaca “3 Makanan Khas Sumut yang Dimasak Menggunakan Bambu”

Kuliner · Review · Serba Serbi

Live Akustik di Jawara Roti & Kue

Udah lama tau Jawara Roti & Kue dari IG tapi baru kemaren kesampean dateng langsung. Bermula dari kebingunan teman mau beli makanan buat berbuka, trus saya saranin coba ke Jawara Roti dan Kue ini.

BerTempat di Jl. Gatot Subroto (Gatsu) Medan, tepatnya disebelah Assa Rent Car. Toko roti ini kalo ngga diperhatiin bener-bener pasti bakalan kelewatan. Apalagi posisinya dekat persimpangan lampu merah, pokoknya titik macet-macetnya lah. Jadi kalo lagi meraba-raba mending pasang lampu dip aja biar ngga diklakson kendaraan di belakang, haha.

Tampilan depan toko ini cakep. Dominan hitam putih dengan jendela dan pintu dari kaca yang lebar. Masuk ke dalam ternyata ngga begitu luas tapi cukup menarik. Lantainya juga ngga dikeramik melainkan lantai semen biasa bahkan ada beberapa yang bekas pecahan. Tapi tampilan dinding dengan hiasan foto serta gambar-gambar dan ornamen lain kayak bunga-bunga malah menjadikan kesan manis interiornya. Keliatan klasik dan nyaman.

Lanjutkan membaca “Live Akustik di Jawara Roti & Kue”
jalan dan wisata · Serba Serbi

Jalan-jalan di Sentul City

Tiba-tiba keinget Bogor

waktu itu dua hari pokoknya keliling Sentul, deh. Hari pertama ikut pengajian sekalan jalan-jalan di sekitaran Mesjid Azzikra milik Alm. Ust. Arifin Ilham. Hari kedua cari ruko.

Waktu diajak Oma ke Sentul, yang dominan tergambar dalam pikiran saya ya sirkuit tempat balapan. Tapi itu ngga sepenuhnya salah karena memang lokasi ruko yang jadi inceran oma letaknya tepat disebelah kawasan Sircuit Sentul. Jadi walaupun ngga masuk ke dalamnya tapi suara raungan kendaraan balap jelas terdengar.ย  Waktu itu ngajak oma masuk tapi katanya lain waktu aja ngga keburu.

Mengikuti Oma mencari lokasi usaha sampe ke Sentul itu bagaikan makan kelapa kemudian dapet kentosnya. Setidaknya begitu perasaan saya sebagai orang asli Medan. Kerja sekaligus jalan-jalan itu bagian dari impian saya, haha. Oma tau aja :). 

Saya juga baru tau kalo Sentul itu merupakan nama sebuah daerah di BogorJawa Barat. Tadinya saya pikir nama sirkuitnya itu sendiri.ย 

Lanjutkan membaca “Jalan-jalan di Sentul City”
Serba Serbi

Bukber

Bukber atau buka bersama sudah jadi tradisi dibulan ramadan. Biasanya yang banyak melakukan ini adalah perkantoran atau instansi-instansi yang punya karyawan. Terlebih bila mayoritas karyawannya adalah muslim. Tak jarang juga dilakukan oleh mereka yang bukan karyawan. Bebas, sih…

Beberapa waktu lalu saya liat foto di Instagram tentunya saat IG dkk masih dalam kondisi normal ya, hehe. Jadi difoto itu ada seorang bapak penjual kayak semacam guci atau celengan gitu di depan restoran cepat saji. Si bapak yang kondisinya kurus itu tertidur berbantalkan lengan beralasakan lantai kotor tepat di emperan toko di depan dagangannya. Sementara di dalam restoran banyak orang makan dengan santainya.

Lanjutkan membaca “Bukber”