Kuliner · Tips

Corona dan Mpon-Mpon

Bukan hanya masker dan hand sanitizer aja yang mendadak harganya melonjak dan menghilang dari peredaran. Ini tuh bikin kaget ya, karna harga masker jadi gila-gilaan tapi jadi rebutan pula. Belum lagi hilang rasa kaget, para ibu se-nusantara harus dihadapkan dengan kepusingan (kepusingaaaan….) karna harga bumbu pun ikut merangkak naik seiring datangnya serangan virus Corona yang diklaim mematikan itu.

Baru kali ini harga masker dan bawang lebih mahal dari harga tas Hermes KW 5, ya, haha. Saya yang memang sehari-hari pake masker ya ngga hawatir dengan hilangnya mereka dari peredaran karna saya punya stok banyak. Tapi masker kain :D. Yang ngga tau kebiasaan saya maskeran tiap hari kalo keluar rumah meski dekat sekalipun kok langsung komen “masker kan ngga perlu kalo kita ngga lagi sakit”. Selain karna memang lagi demam corona, saya sudah mulai membiasakan pake masker itu sejak sembuh dari TB paru dua tahun lalu. Jadi udah berjalan cukup lama. Pake masker bagi saya bukan karna demam corona tapi memang udah jadi kebutuhan saya.

Baca juga: masker

Baca juga: Pengalaman Sakit TB Paru

Kembali ke masalah masker, bumbu dan Corona. Kini trio ini jadi bahan pembicaraan di seluruh dunia. Eh, kalo bumbu keknya cuma di Indonesia, deng. Negara yang terkenal dengan rempah-rempahnya.

Baca juga : Trio Pribumi

Virus Corona dan Gejalanya

Corona atau disebut juga COVID-19 kali ini ditemukan pertama kali di kota Wuhan Cina akhir tahun lalu. Virus ini mampu menular dengan cepat dan menyebar ke hampir seluruh wilayah di Cina dan beberapa negara lainnya. Awal Maret lalu, Presiden Jokowi mengumumkan bahwa 2 orang di Depok sudah positif terinveksi virus Corona. Itu artinya virus ini sudah masuk Indonesia setelah beberapa waktu sebelumnya pada yakin negara ini akan terbebas. Tapi pada akhirnya…

Terjangkitnya oleh virus Corona diantaranya ditandai dengan gejala sbb:

  • Flu yang biasanya disertai dengan sakit tenggorokan, meler, bersin dan batuk
  • demam tinggi
  • sesak nafas

Gejala-gejala tersebut muncul dalam rentang waktu 1 sampe 2 minggu setelah terpapar virusnya. Sekilas agak sepele ya, sama gejalanya karna mirip flu biasa. Tapi kalo udah demam tinggi dan menyerang saluran pernafasan ada baiknya langsung diperiksakan. Oiya, bahkan ada juga mereka yang terlihat baik-baik saja tapi setelah dites ternyata positif. Mirip sekali dengan TB Paru.

Penularan Virus Corona juga bisa terjadi melalui berbagai cara seperti :

  • Terkena percikan ludah yang disebarkan lewat angin atau cairan bersin yang menyebar dari penderita COVID
  • Menyentuh bagian wajah dengan tangan yang terkena percikan ludah dan belum dicuci
  • bersalaman atau bersentuhan secara langsung dengan penderita COVID
  • menyentuh benda-benda bekas pegangan orang yang terpapar COVID. Ini nih bisa banyak sekali contohnya. kayak uang, hp, gagang pintu, teralis tangga ah pokoknya banyak. Dan ini sepertinya paling banyak menyumbang media penularan (ini apa sih bahasanya?). Di kantor saya sekaran udah ngga boleh lagi pinjam meminjam barang semacam pulpen, steples, penggaris apapun itu sebisa mungkin pake punya masing-masing. Makan dan istirahat juga ngga bole ngumpul-ngumpul.

Jadi karna virus ini ngga menularkan melalui udara, melainkan benda, itu sebabnya dikurangin kebiasaan megang-megang yaa…

Tips Pencegahan Penyebaran Corona

  • Anggap seolah-olah sudah terpapar covid jadi sebisa mungkin mengisolasikan diri sendiri. Merasa takut untuk tertular dan menularkan
  • Rajin cuci tangan dengan sabun. Repot memang, tapi demi kebaikan diri dan sekitar ada baiknya setelah menyentuh banda apapun sebisa mungkin langsung cuci tangan pake air mengalir
  • Menunda berkegiatan di luar kalau tak sangat mendesak.
  • Rajin membersihkan rumah, rajin ngepel lantai, lap gagang pintu, pegangan kulkas, lemari dll. Pokoknyabenda yang sering dipegang. Sebisa mungkin gunakan siku tangan misal mau buka pintu.
  • Bawa hand sanitizer bila berpergian, kalo ngga punya, alternatifnya bisa bawa tisu basah
  • Hindari berjabat tangan dan bersentuhan dengan orang lain. Bila sudah terlanjur segera cuci tangan
  • Pake masker bila ada. Atau jangan dulu latah menyentuh bagian wajah. Nih yang kebiasaan mencetin jerawat agak dikondisikan tangannya.
  • Tegur secara sopan mereka yang batuk dan bersin di tempat umum tanpa menutup mulutnya. Perokok juga tuh. Kalo ngeyel ditegur mendingan kita yang ngalah dan menjauh.
  • Kalo sudah ada perintah WFH atau sekolah libur, bukan berarti waktu yang ada dimanfaatkan untuk liburan ke pantai-pantai (Ya Allaah sedih liatnya). Taatlah pada aturan demi kebaikan bersama, pliis…
  • Konsumsi makanan bersih dan sehat. Sertakan dengan tambahan suplemen, vitamin C atau rempah-rempah herbal.

Meskipun belum diterapkan atau mungkin ngga akan diterapkan yang namanya lockdown mengingat kondisi dan karakter yang beragam serta kebiasaan masyarakat kita yang sulit untuk patuh, tapi sebagian instansi udah menerapkan yang namanya social distancing. Ada yang work from home dan daring. Usaha sekecil apapun pasti akan membuahkan hasil, kan. Semoga…

Disela-sela perbincangan virus Corona dan usaha para ilmuan untuk menemukan vaksin penangkalnya, Indonesia tetap setia dengan rempah-rempah alami yang konon mampu menangkal radikal bebas.

jalan dan wisata · Serba Serbi · Tips

Pasar Unik di Sungai Landak Bukit Lawang

Jangan berharap banyak bisa duduk santai di mobil menuju Sungai Landak. Akses kesini cuma bisa naik motor atau jalan kaki. Kalo ngga ada motor bisa naik ojek dengan tarif 15rb rupiah atau 20ribu kalo tarik tiga, haha. Ya, jalan menuju ke Sungai Landak itu searah dengan Goa Kampret. Dari goa kampret, sekitar 1KM lagi menuju Sungai Landak. Jadi bisa dibayangkan kaki udah gemetar karna abis susur goa, harus dilanjut jalan kaki ke Sungai Landak. Jadi ditotal 1KM goa + 6KM pulang pergi untuk rute hari itu. Belum seberapa ya, dibanding saudara kita di pedalaman yang belum punya akses mendukung. Eh alah ngga usah jauh-jauh lah, saya juga dulu sekolah jalan kaki kok jarak 3KM pulang pergi tiap hari. Makanya urusan jalan kaki atau melewati sungai dan kebun-kebun itu udah pernah saya lalui dimasa kecil.

Baca juga : Goa Kampret

Bayangan mandi di sungai, makan di atas aliran air yang jernih seperti yang kami tonton di yutub malam harinya di penginapan, bikin kaki semangat melangkah meskipun matahari tepat di atas kepala. Walau masih harus melewati perkebunan serta debu-debu terbang dari motor yang lalu lalang baik motor pengunjung maupun motor ojek.

Ada sebuah rumah cantik dengan sedikit nuansa Bali di atas pekarangan luas yang pasti dilewati sebelum memasuki kawasan Sungai Landak. Belakangan saya tau dari tukang ojek ternyata itu rumah dan sekaligus panti asuhan bagi anak-anak korban banjir bandang silam. Katanya rumah ini milik warga Jerman yang menikah dengan penduduk lokal. Sayangnya lokasi ini ngga dibuka untuk umum. Mau permisi juga ngga ada keliatan orangnya.

jalan dan wisata · Tips

Susur Goa Kampret di Bukit Lawang

Ini pengalaman pertama saya caving alias susur goa. Tadinya saya pikir ini sekedar goa kecil pendek yang di dalamnya terdapat beberapa benda-benda peninggalan. Karena dulu sebelum banjir bandang menerjang Bukit Lawang, saya pernah masuk goa yang di dalamnya ada sebuah benda berupa alat musik yang mirip biola berukuran besar. Tapi keknya itu bukan goa tapi cerukan biasa kali, ya, haha. Jadi selain jungle trekking dan tubing, caving atau susur goa merupakan aktifitas utama yang bisa dilakukan bila berkunjung ke Bukit Lawang.

Baca juga : Bukit Lawang

Goa Kampret

Apa pasal dinamakan Goa Kampret? Sederhana saja, karna di dalam goa ini dihuni oleh ribuan kelelawar kecil. Di Sumut, Kelelawar punya nama lain yaitu Kalong dan juga Kampret. Jadi terserah saja mau sebut Goa ini sebagai Goa Kelelawar, Goa Kalong tapi lebih sering dan lebih mantap menyebutnya dengan Goa Kampret. Tapi nyebut kampretnya jangan pas lagi kesel, ya, hehe.

Ada yang bilang goa kampret ini milik pribadi, tapi ada juga yang bilang milik pemerintah karna letaknya di Taman Hutan Gunung Leuser. Kabarnya juga goa ini dijadikan sebagai tempat tinggal warga jama dahulu, hal ini bisa terlihat dari pemisahan ruang-ruang dalam goa.

Untuk yang pertama kali masuk goa, harus dengan bantuan seorang pemandu. Jangan asal masuk kalo belum tau persis kondisi medan. Kami aja pulangnya sempet nyasar, kok. Ngga nyasar sih, cuma abang pemandunya lupa belokannya kiri apa kanan. Tapi sempet masuk ke kanan, padahal harusnya ke kiri. Udah gitu kondisi di dalam itu gelap, jadi bener-bener ngga bole sembarangan masuk kalau belum pernah.

Menengok ke Dalam Goa Kampret

Pagi itu, setelah sarapan dan sesuai janji kami beranjak dari penginapan menuju lokasi Goa Kampret. Matahari belum begitu meninggi saat kami memulai menapaki kebun demi kebun milik warga. Dari Ecolodge, kami kemudian menyebrangi jembatan gantung yang hanya bisa dilewati maksimal 8 orang. Momen ini ngga bisa dihindari karna memang akses utama menuju goa. Bukan apa-apa, bahkan setelah berhasil melewati jembatan yang bergoyang-goyanG itu, keliyengannya ngga ilang-ilang sampe lama. Kan rasanya ngga enak.

Berjarak sekitar 2 KM dari Ecolodge, sepanjang jalan kami berkutat dengan hutan serta perkebunan karet dan sawit disisi kanan dan kiri jalan setapak sampe akhirnya memasuki kawasan hutan dimana Goa Kampret berdiam. Ini bukan pertama kalinya saya ikut kegiatan jelajah hutan. Sebelumnya beberapa tahun lalu kantor saya rajin ngadain hash atau jelajah hutan yang selalu dilakukan dikawasan hutan Sibolangit. Hash lazimnya dimulai dari jam 7 pagi dan selesai sekitar jam 9nan. Mau trek yang mudah hanya telusur pinggiran hutan sampe trek yang sulit. Mendaki, menurun sampe nyebrang-nyebrang sungai bisa aja tinggal request sama pemandunya. Dan trek di Sibolangit masih jauh lebih ekstrim dibanding trek menuju goa kampret.

Baca juga : Hash

lovely kids...and famz

Belajar Dari Anak Kecil

Ini kali kedua anak-anak kehilangan hp. Saya tau mereka ngga sengaja ngilangin karna banyak tangan yang megang. Ya, kami memang ajarkan mereka untuk berbagi apapun yang dipunya termasuk minjemin gadget untuk dipake bersama. Namanya barang udah raib ya mau gimana lagi. Kali ini saya ngga mau cerewet dengan memberikan pertanyaan menginterogasi, memojokkan apalagi menyalahkan bahkan nasehatpun ngga. Cukup saya kasi pilihan beli hp baru pake uang celengan atau mama beliin lagi tapi nunggu SMA. Saya pikir mereka akan nangis, sedih, ngambek sebulan atau milih beli hp baru pake uang tabungan. Ternyata ngga kedua-duanya. Jawabannya justru di luar dugaan dan melebihi ekspektasi saya.

“Uang celengan kan mama bilang untuk qurban, yaudah kami nanti punya hp nya nunggu udah SMA aja, ma”

Mekipun melalui telepon, tapi saya bisa ngerasa dari nada bicara dan suaranya ngga ada rasa sedih yang berlebihan. Malah ceria-ceria saja kaya ngga ada kejadian apa-apa. Padahal saya tau mereka pasti sedih ngga akan bisa lagi main hp. Padahal mereka lagi maruk-maruknya belajar Bahasa Inggris pake aplikasi Duolingo dan perkembangannya cukup bagus. Kosakata inggrisnya udah mulai banyak. Diajak komunikasi pake bahasa inggris udah mulai nyambung.

Uang tabungan mereka yang sebelumnya selama beberapa tahun memang rencana untuk qurban tahun lalu, ternyata masih kurang dikit untuk beli 2 kambing karna untuk masing-masing anak. Maklum nabungnya receh seribu duaribu. Saya tunda untuk qurban tahun berikutnya (2020) supaya bisa barengan. Terkadang bahkan sering mereka ngga jajan di sekolah karna neneknya rajin bawain roti, nah uang jajannya kemudian dimasukin celengen. Karna udah terbiasa bahkan tanpa diperintah setiap mereka dapet uang biasanya langsung dimasukin celengan. Begitu selalu, alhamdulillah.

Selain sering dibawain neneknya roti, saya pernah nasehatin anak-anak untuk ngga sering jajan sembarangan di sekolah. Syukurnya mereka nurut meski kadang agak nakal mungkin karena kepingin juga liat temen-temennya jajan. Saya ngga marah-marah, karna memang dikasi uang jajan ya tujuannya untuk jajan. Tapi mereka ngga latah jajan tiap hari. Itu sebab celengannya membukit meskipun butuh waktu bertahun-tahun. Hahaha… tetep alhamdulillaah.

Beberapa hari lalu anaknya telpon lagi ngabarin kalo celengan ayamnya hilang satu, hikss! “Celengan punya kakak, ma, mungkin karna punya kakak lebih berat dari punya Cahyo”. Begitu katanya. Dan saya ngga mau banyak komentar. Dengar ketegaran mereka merelakan barangnya hilang bertubi-tubi aja udah bikin hati adem. Ya Allaah, nak…

“Kakak ikhlas, ga celengannya ilang?”

“Ikhlas, ma. Kata nenek kalo ikhlas diganti sama Allah yang lebih banyak. Oiya ma, nanti kalo pulang belikan kakak krayon ya, yang lama udah pada pendek. Krayonnya dibawa pas ulang tahun kakak ya ma, untuk kadonya”.

Mau nangis ga tuh dengernya??

Bagi mereka krayon yang nota bene kebutuhan sekolah malah dianggap barang berharga yang pantas dijadikan sebagai kado ulang tahun.

Tapi memang begitu harusnya, ya. Karna setiap ulang tahun kado yang didapat justru melebihi ekspektasi sederhananya itu.

Baca juga: Simple Way

Kembali ke cerita kehilangan. Alih-alih marah atau menyalahkan. Saya justru kasihan dan ngga tega kalo lagi-lagi harus dihadapkan pada kenyataan bahwa anak-anak lagi-lagi harus kehilangan angan-angan sederhana mereka. Tapi dari sini saya jadi belajar dan paham satu hal bahwa berikan anak kepercayaan dan jauh dari menghakimi atau menyalahkan anak kalau mereka berbuat satu kesalahan. Agar kedepannya mereka berani mengaku salah dan mau jujur tentang berbagai hal. Bagi saya itu paling penting

Kita orang dewasa aja kalau dapat penghakiman, atau melulu disalahkan atau diungkit akan jadi jengah, kan? Ngga mau lagi untuk terbuka dan bercerita terus terang tentang perasaan. Begitu juga halnya dengan anak. Sebaliknya beri penghiburan supaya hatinya tenang dan mudah mengikhlaskan segala sesuatunya.

Baca juga : Dear Kids

jalan dan wisata · Tips

Imlek Ceria di Bukit Lawang

Setelah melewati berbagai pertarungan serta perdebatan tiada henti. Dari mulai nyari penginapan, transportasi dan lain-lainnya terlebih nyaris batal karna satu dan lain hal yang bikin mood jelek seharian, pada akhirnya H-1 rencana terlaksana juga meskipun personil harus berkurang banyak.

Pukul 8 malam kami mulai bergerak dari Medan menuju Bukit Lawang, dimana tempat akhir pekan akan kami habiskan. Segala macem perlengkapan juga tak luput dibawa serta. Ngalah-ngalahin orang kempinglah pokoknya. Panggangan, ikan, ayam, jagung, berbagai cemilan bahkan rujak serta bumbunya juga telah siap sedia. Tak lupa pula majigcom, pemanas air serta 2 galon air ikut diboyong.

3 Jam perjalanan terlewati tanpa ada halangan yang berarti. Ngga ada macet panjang khas weekend, ngga ada nyasar-nyasar serta ngga ada drama aneh-aneh, termasuk jalan juga mulus meski beberapa titik ada bolong-bolongnya. Ditempuh dengan perjalanan santai, akhirnya pukul 11 malam tiba di penginapan dengan selamat aman sentosa. Alhamdulillah liburan di depan mata…

Sampai di penginapan, letakkan barang-barang di kamar kemudian duduk-duduk sebentar di restoran sementara para lelaki mempersiapkan bara api untuk ikan-ikan dan ayam dipanggang segera.

Ngga ada kegiatan lain selain makan-makan,nyanyi dan bercanda karna memang hari udah kelewat malam dan lelah melanda. Sementara besok pagi mau menyusuri goa dan main air di Sungai Landak.

Review · Sponsor Post

Review JA Glow Intense Lightener : Jerawat Lewat

Sebulan lalu saya coba ganti susu dan pembersih wajah. Meskipun dari segi harga produk yang pertama lebih murah, ternyata dikulit saya malah lebih cocok. Ngga kering dan ngga jerawatan.

Apa daya karna udah terlanjur dibeli dan dibuang sayang, saya lanjutin pake yang baru ini. Niatnya sampe abis biar ngga mubazir aja. Meskipun di muka jadi timbul jerawat dan kulit jadi kering karna tonernya dirasa lebih keras dan menimbulkan efek perih. Jerawatnya ngga nanggung-nanggung ya langsung muncul banyak kecil-kecil dan besarnya juga ada hampir diseluruh bagian muka ๐Ÿ˜•

Kemaren oleh seorang teman saya diminta nyobain produk baru namanya JA Glow (dibaca Ya Glow). Konon katanya diklaim selain bisa menyembuhkan jerawat, menyamarkan bekasnya, juga mampu mencerahkan kulit wajah dan menjadikannya glow. Nampaknya 2020 ini trend masih kearah glowing-glowingan, ya. Ngga salah kalo banyak produsen skinker iming-imingnya adalah menjadikan wajah glow layaknya artis korea.

Ja Glow Intense Lightener

Merupakan produk pendatang baru di Medan yang berasal dari New York. Kabarnya diformulasikan oleh seorang Indonesian-born Medical Degree yang berdomisili di Rocheste. Tujuannya sangat mulia sekali yaitu membawa brand lokal menjadi internasional serta membantu mengurangi perusakan alam dengan menggunakan kemasan anti kertas.

Ja Glow merupakan produk kecantikan yang non mercury dan non hydroquinon, sehingga aman untuk ibu hamil dan menyusui. Yang paling penting sudah terdaftar di BPOM membuktikan bahwa Ja Glow diformulasi dari bahan-bahan yang aman. Sementara untuk sertifikasi halal, sedang dalam proses pengurusan di MUI. Semoga segera keluar.

Kita ulas satu persatu yaโ€ฆ

opini

Harga Wajar di Warung Makan

Di beranda saya terlebih di grup kampung Sidamanik berseliweran perkara harga tinggi yang harus dibayar oleh satu keluarga di Rumah Makan Ayam Napinadar daerah Sidikalang. Konon katanya 2 ekor ayam kampung dan lauk pauk lainnya dihargai 800rb. Tentu saja rame sekali pro dan kontra di grup itu yang anggotanya sekampung saya karna memang daerah saya mayoritas suku Batak dimana lokasi rumah makan ayam napinadar itu masih wilayah mayoritas orang Batak juga. Tidak jauh dari Sidamanik sekitar 3-4 jam perjalanan. Kalo mau kesana bisa kok via Sidamanik sebagai jalur akternatif. Banyak temppat eksotis yang bisa disinggahin ;). Video perdebatan sengit antara pelanggan dan pemilik rumah makan yang nampaknya sulit untuk didamaikan.

Baca juga : Pemandian Aek Manik

Ada yang pro dengan membeberkan secara detail harga dari setiap bahan makanan sehingga hitungannya bisa sampe diangka segitu. Salah satunya anak dari pemilik warung makan. Banyak juga yang kontra dengan menyuguhkan perhitungannya sendiri.

Sebelumnya juga pernah viral perkara minum air kelapa di sebuah daerah perkebunan Pabatu. Masih wilayah Sumatera Utara juga. Lupa berapa, tapi yang pasti terlalu mahal untuk sebuah kelapa muda yang warungnya lesehan di perkebunan sawit di bawah pohon rindang beralaskan tikar tepat di sisi jalan lintas. Sejuk memang kalo lagi duduk istirahat disitu. Ngga lama kemudian viral lagi meskipun masih kalangan grup juga perkara harga seporsi bakso yang melonjak naik dikarenakan hari besar. Kebanyakan memang pemilik warung memanfaatkan orang asing yang makan disana dengan menaikkan harga berlipat-lipat terlebih dihari-hari besar.

Lain halnya dengan warung yang ada di tempat wisata. Sudah hal umum kalau harganya dilangitkan. Makanya banyak orang piknik lebih milih bawa bekal daripada jajan disana. Kami salah satunya. Tapi sedihnya ada juga tempat wisata yang melarang pengunjung bawa makanan, hiks. Kalo begini ya terpaksa beli disana, kan. Ditempat wisata, setidaknya harus bawa uang 15ribu untuk beli popmi atau 10rb untuk beli air mineral. Sukur-sukur masih ada kembaliannya ๐Ÿ˜†. Karna ditempat begituan harga main tebak-tebakan. Saya pernah beli kerak telor di Monas. Dengan pedenya beli langsung 4 porsi tanpa nanya harga dulu dan kemudian terkaget-kaget waktu bayar seharga 100rb. Berarti 1 porsi 25rb. Baru tau ternyata mereka pake telur bebek. Sampe rumah kerak telornya utuh ga kemakan karna ga ada yang doyan ๐Ÿ˜.

Tiba-tiba keinget beberapa tahun lalu saat di rumah ngga masak pilih praktis beli lauk untuk Caca kecil. Beli soto di warung sebelah rumah yang pemiliknya masih satu keluarga. Satu porsi dihargai 25rb. Waktu itu sekitar tahun 2012an klo ga salah. Isian soto kebanyakan mi dan sedikit toge. Tanpa suiran ayam bahkan ngga ada toping daun seledri atau bawang goreng sama sekali. 2012 harga segitu lumayan mahal untuk 1 porsi soto “alakadarnya”. Secara ngga sengaja kebetulan salah satu tetangga yang juga masih keluarga lagi ada di rumah. Melihat Caca makan pake kuah soto itu, si ibu langsung bilang soto paling mahal sekota Medan, pantesan emasnya tebal-tebal orang jualan ambil untungnya ga kira-kira. Si ibu yang memang doyan ngomel langsung berasa dapat bahan sambil sedikit nahan emosi dan volume suara sengaja dikuatkan agar terdengar pembantu pemilik warung yang sering wara-wiri di depan rumah. See… begitulah reaksi pembeli kalo ngga puas dan penjual dapet umpatan. Itu dulu… smoga sekarang ngga begitu lagi.

Masih pengalaman pribadi makan di komplek Istana Maimun. Terkaget-kaget waktu bayar dengan harga yang ngga wajar yang mana makanan yang rasa dan penampilan juga seadanya. Ceritanya bisa dibaca disini.

jalan dan wisata · lovely kids...and famz

Main Sore-sore di Taman Hewan Mini USU

Ya, Universitas Sumatera Utara punya taman hewan mini dengan dominasi hewan rusa di dalamnya. Klo di Bogor ada Istana Bogor tempatnya. Kalo di Medan, ya di USU. Ntah sejak kapan saya ngga main ke kampus ini. Terakhir tahun kapan ya, lebaran haji 4 atau 5 tahun lalu kayanya, dimana semua mesjid kota Medan penuh dengan hewan qurban jadinya kami melipir ke USU cuma mau numpang solat Ashar. Ya, itung-itung nostalgia, saya ajak temen ke musolah almamater saya di Fakultas Seni Budaya yang jaman saya namanya Fakultas Sastra. Yang pasti banyak sekali perubahan. Gedung maupun lingkungannya semakin rapih dan cantik. Kampus USU ini letaknya di Jl. Dr. Mansyur, Medan.

Baca juga: Rindu Bogor

Akhir Desember 2019 giliran anak-anak yang saya ajakin jalan-jalan sore ke USU.

“Mau liat kampus mama, ga?”

Ngga ada yang jawab..

“Mau jajan bakso bakar sambil ngasi makan rusa, ga?”

Baru pada jawab… “Mauuuuu!”

Yang kayak di Bogor ya, ma? Nanti ketemu Oma ngga, ma? tanya Cahyo.

Udahlaah ikut aja…

Baca juga: Bogor

Lanjutkan membaca “Main Sore-sore di Taman Hewan Mini USU”
Review · Serba Serbi

Melukis Dengan Teknik Kolase Berbahan Ampas Teh

Sependek pengetahuan saya, lazimnya melukis itu ya menggunakan media kanvas dengan cat sebagai pewarnanya. Ternyata seni melukis itu jauh lebih luas dari itu. Baik tekniknya maupun media-media yang dipergunakan itu bukan cuma kanvas dan kuas semata, malah ada yang tidak menggunakan kuas sama sekali. Seperti lukisan pasir yang hanya menggunakan tangan sebagai alat satu satunya. Pasir cukup ditabur, digores-gores sampai terbentuk sebuah karakter. Selain pasir, limbah sisa rumah tangga dan industri juga bisa digunakan sebagai properti melukis. Sebagai contoh seni lukis dengan teknik kolase (menempel) yang dilakukan oleh Bang Rendy. Seorang Seniman yang juga berprofesi sebagai dosen seni.

Rendy Handycraft

Rendy Handycraft, itulah label untuk hasil karya yang dilahirkan dari tangan dinginnya. Mengolah sampah menjadi suatu karya yang bernilai seni tinggi. Sekilas memang tampak tak ada yang istimewa dari hasil karyanya. Hanya celengan dan lukisan-lukisan siluet tanpa warna. Monoton. Setelah dilihat dari dekat, ternyata hasil karyanya bukanlah karya asal-asalan. Siapa sangka seluruh karyanya ini dihasilkan dari limbah yang selama ini kita anggap sampah yang hanya layak untuk dimusnahkan.

Melalui tagar #SeniAmpasTeh, Bang Rendy memang dominan menggunakan ampas teh sebagai bahan utama melukisnya. Bukan teh celup, ya. Melainkan bubuk / serbuk teh yang masih kering. Selain bubuk teh baik dengan tekstur yang sedikit kasar dan juga halus untuk warna gelap, ada juga bahan lainnya sebagai penambah warna seperti bubuk kunyit sebagai pewarna kuning, serbuk kayu pinus sebagai pewarna putih sekaligus warna dasar. Semua bahan dasar tersebut dia dapatkan melalui kerjasama dengan berbagai pihak seperti UKM binaan termasuk dari PTPN IV Sidamanik sebagai penghasil bubuk teh.

Baca juga: Agrowisata Kebun Teh Sidamanik

Celengan adalah produk pertama yang dihasilkannya. Selain celengan ada juga vas bunga, berbagai wadah dan asbak rokok. Batu alam dan pasir adalah bahan utamanya. Setelah itu kemudian berkembang menjadi lukisan berbahan dasar ampas teh menjadi produk utamanya kini.

Melalui bincang-bincang pada acara Overall Day yang diprakarsai Persegi Medan di Degil House, Menurutnya, berkarya seni bukanlah sekedar menghasilkan sebuah karya. Namun alangkah lebih baik lagi apabila menguasai filosofi dari berbagai karya seni yang dihasilkan. Mengingat sifat dan sikap konsumen ini beragam. Ada yang sekedar suka dan membeli. Ada yang rewel sampai hal-hal kecil bahkan asal usul pun ditanyakan. Dengan menguasai apa yang kita hasilkan serta memberikan jawaban yang memuaskan, mereka akan rela membayar mahal pada setiap karya dari seniman.

Selain anggota binaan dari UKM, Bang Rendy juga memiliki anggota binaan agar jiwa seninya semakin terasah serta ilmu yang bisa dibagikan pada warga. Begitu juga pada mahasiswanya, beliau menggunakan metode mengajar yang asik dan selalu mengapresiasi hasil dari setiap tugas yang diberikan . Itu sebab ilmu yang diberikan dapat dengan mudah diserap dan mahasiswa semakin percaya diri dalam menghasilkan karya.

Lanjutkan membaca “Melukis Dengan Teknik Kolase Berbahan Ampas Teh”
Review

Habibie & Ainun 3 : Jodoh Pasti Bertemu

Kisah cinta abadi ini memang tak habis untuk dikenang. Setelah 2 film pertamanya yang menceritakan kisah kasih dua sejoli dan lebih banyak tentang pendidikan Habibie, kali ini fokusnya mengisahkan perjalanan Ainun dalam mengejar cita-cita dan kasih asmaranya semasa sekolah. Kisah kasih di sekolah, lah, ceritanya. Meskipun bukan kisah kasih antara Ainun dengan Habibie, tapi Habibie tetep muncul di menit-menit pertama dan menit-menit terakhir sebagai Eyang sang pembawa cerita. Lagi-lagi ini alur mundur.

Spoilernya sedikit, nih. Kali ini Ainun muda bukan lagi diperankan oleh BCL, tapi oleh Maudy Ayunda yang kabarnya dipilih sendiri oleh Alm Habibie saat beliau masi hidup. Bagi saya pas sekali dengan karakter aslinya yang muda, manis namun enerjik, mandiri dan cerdas. Sementara Habibie muda tetap diperankan oleh Reza Rahardian yang bagi saya aktingnya udah sangat mateng memerankan berbagai karakter. Hanya saja Habibie cuma sedikit muncul karna memang lebih banyak menceritakan Ainun muda dengan pacarnya saat itu. Ya, ternyata semasa kuliah, Ainun justru pacaran sama orang lain, bukan sama Habibie. Malah udah sampe tahap lamaran. Dan kisah kasih mereka ini termasuk langgeng dan cocok satu sama lain. Sama-sama pinter dan populer.

Meskipun Ainun Habibie udah ada benih cinta semasa SMA, tapi asmara ga berlanjut karna Habibie melanjutkan kuliah di Jerman. Sementara Ainun memilih tetap menuntut ilmu di Universitas Indonesia, Jakarta demi menggapai cita-citanya sedari kecil menjadi seorang Dokter. Nah, semasa kuliahlah Ainun bertemu dengan Ahmad (Jefri Nichol). Sebenernya bukan bertemu, sih tapi kayaknya emang Ahmad sengaja nyari Ainun sebab penasaran oleh kepopuleran Ainun di kampus UI.

Lanjutkan membaca “Habibie & Ainun 3 : Jodoh Pasti Bertemu”
lovely kids...and famz · Serba Serbi

Surga Seorang Istri

Pasti udah pada liat video istri menghajar suaminya yang stroke dengan pukulan menggunakan tongkat? Suami yang udah ngga berdaya hanya bisa menjerit-jerit tanda kesakitan dan minta pengampunan. Sungguh sedih melihatnya…

Keinget saat Alm Bapak sakit. Mamaklah yang dengan setia mendampingi. Mulai menyuapi makan, membersihkan badan sampe membersihkan kotoran. Siapa lagi kalau bukan mamak, istrinya sendiri. Mamak bahkan ngga mau tugasnya digantikan oleh siapapun. Lelah sudah pasti. Sesekali terlihat raut letih di wajah mamak. Tapi tak ada keputusasaan dalam dirinya. Kata orang-orang pakai ramuan ini itu, mamak langsung sigap membuatnya. Beli obat ini itu, mamak langsung cepat membelinya. Uang simpanan habis beserta emas satu-satunya direlakan demi kesembuhan Bapak. Maklum Bapak bukan seorang pensiunan dan ngga pake asuransi apapun, jadi ngga punya tanggungan apapun untuk biaya perobatan.

Sampai sekarang, 5 bulan sudah Bapak dipanggil Allah, sesekali mamak bergumam semoga saat merawat Alm Bapak, ngga ada keinginan Alm yang belum terpenuhi. Atau ada kekurangan saat merawat Alm Bapak. Kami anak-anaknya yang menyaksikannya rasanya Mamak udah melakukan tugasnya dengan sangat baik dan penuh kesabaran. Bahkan pesan-pesan terakhir Alm, tersampaikan pada kami anak-anaknya tanpa terlupa, Insyaallah.

Baca juga: Kenangan Tentang Bapak

Lanjutkan membaca “Surga Seorang Istri”
Kuliner · lomba · Review

6 Alasan Makan di Warung Mi Ayam Jamur Mahmud

Di tengah persaingan bisnis kuliner, makanan tradisional benar-benar harus pinter mencari celah bila tak ingin dihempas oleh kuliner kekinian. Terlebih setelah diinvansi oleh drama korea berikut jenis-jenis cemilannya yang tak mau kalah menyerbu nusantara.

Medan yang tak asing lagi bila disebut-sebut sebagai kota kuliner terlengkap, mana mungkin tak ikut-ikutan meramaikan makanan dari negeri yang artis dan street foodnya sekarang lagi digemari semua kalangan. Jelas saja tak sulit menemukan kuliner yang identik dengan saus dan rempah merahnya tersebut. Bahkan disudut-sudut gang pun dengan mudahnya kita menemukan makanan yang sengaja dibikin semirip mungkin dengan aslinya. Sebut saja “teokkebi” meskipun versi gang dibuat dari adonan tepung seadanya. Atau “odeng” yang versi gangnya dibuat dari lilitan jeroan ayam dan berbagai jenis lainnya. Semudah menenukan gerobak mi ayam.

Oh iya, berbicara tentang mi ayam, adakah yang tak menyukai kuliner satu ini? Nampaknya tak seorangpun menyangkal bahwa mi ayam tak boleh dilewatkan dalam kondisi cuaca apapun. Mi ayam seolah tak gentar dengan serbuan makanan kekinian tersebut. Seakan tak pernah mati atau terbunuh waktu, membuat mi ayam dimanapun diseluruh penjuru nusantara, kita dengan mudahnya menemukan kuliner ini. Jadi tak ada kata rindu yang terpendam.

Baca juga: Asal-usul mi ayam

Medan punya satu warung mi ayam yang melegenda. Kenapa disebut demikian? Karena warung ini sudah berdiri selama 31 tahun. Selama itu pula warung ini tak pernah kehilangan pelanggannya. Maka bisa dipastikan warung ini tentu punya rahasianya. Ya, Mi Ayam Jamur Haji Mahmud Medan atau orang Medan biasa sebut dengan Mi Ayam Mahmud.

Lanjutkan membaca “6 Alasan Makan di Warung Mi Ayam Jamur Mahmud”
Review · Serba Serbi

Trinity Traveler : Antara Hobi dan Cinta

Travel blogger masa sih masi ada yang ga tau Trinity???

Dulu ya, awal-awal film naked traveller yang pertama, saya belum tau Trinity itu orangnya yang mana. Dalam bayangan saya Trinity itu ya seperti Maudy Ayunda. Energik, aktif, independen itu udah pasti sama. Tapi ga nyangka ternyata Trinity aslinya itu ga se body goal dan seglowing itu, hehe.

Kali aja kulit eksotisnya hasil dari kebiasaan kakak Trinity ini berjemur di berbagai pantai indah seluruh dunia. Apalah arti glowing kalo tak pernah merasakan panas matahari di pantai Malibu, ye kan? Haha

Yang ga sempet nonton trinity 1, ga perlu hawatir karna dimenit-menit pertama tayang bakalan direview kok ceritanya. Sayangnya ngereviewnya kelamaan. Rasanya sayang aja kurleb 15 menitan hanya untuk ngulang episod 1.

Trinity dan sahabat

Kali ini saya nontonnya juga ga greget kaya episod sebelumnya. Selain ngerasa antara Maudy dan Hamish itu ga dapet kemistrinya, juga episod ini pelit nampilin pesona alam. Padahal justru itu kan yang dijual.

Akting keduanya juga kurang natural. Keknya antara Maudy atau Hamish deh yang diganti. Untuk Hamish, Maudy itu terlalu muda dan sebaliknya untuk Maudy, Hamish itu ketuaan ๐Ÿ˜‚

Untung aja ada Babe cabita dengan humornya. Kalo ngga ada, ini pilem bakalan bener-bener garing.

Antara Hobi dan Cinta

Kalo di episod pertama kan dia masi jadi orang kantoran tuh, yang ijin cutinya terbatas dan susahnya minta ampun. Kali ini dia jadi mahasiswa S2 yang tetep nerusin hobinya jalan-jalan.

Tapi saya malah suka sama gigihnya dia bertahan milih cuti demi bisa mencoret satu persatu bucket listnya. Meskipun sang bos neror dengan berbagai tugas, dia tak gentar.

Berburu tiket murah

Kupikir sekelas Trinity ga pernah berburu tiket murah dengan rela melek sampe pagi atau sengaja bangun dini hari. Ternyata dari hobi begadang inilah keberuntungan dia dimulai. Berkat sering dapat tiket murah jadinya sering jalan-jalan dan hobinya ini berujung lucky. Alih-alih berburu tiket murah justru dia malah bisa keliling hampir seluruh dunia gratis ๐Ÿ‘

Pertemuan kembali dengan Paul (Hamish) menimbulkan benih-benih cinta diantara keduanya. Tembok besar yang dibangun supaya ga gampang baper ternyata runtuh juga. Trinity akhirnya jatuh cinta.

Hmmm… Kurang greget

Tapi, karna kesibukan masing-masing malah bikin susah ketemu dan komunikasi jadi jelek. Bahkan mampu membuat mood nulisnya hilang.

Kepergian sang ayah bikin dia berpikir kembali tentang keinginan alm agar dia segera menikah. Namun karna sikap Paul yang misterius, dia pun bimbang.

Teringat kembali perkataan ayah bahwa kebahagiaan itu bukan didapat dari seseorang ataupun suatu tempat. Melainkan melalui pikiran.

Betul betul betul…

Curhat sama mama

Jadi, ceritanya kira-kira Trinity dan Paul lanjut atau putus, hayo??

Oiya rasa penasaran tentang sosok Mr.X yang baik hati ngasi tiket gratis itu terjawab sudah diepisod kali ini.

Makanya tonton… ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ

Bonus ๐Ÿ˜

Serba Serbi

Ngeblog Pake HP, kenapa ngga?

Tulisan saya di blog ini, 90% semuanya saya tulis pake hp. Dari mulai draft sampe terbit. Awalnya ngerasa sendirian, ya. Karna hari gini orang-orang pada rajin bawa laptop kemana-mana apalagi jaringan wifi udah gampang dapetnya.

Ternyata Durian (kegiatan rutin Blogger Medan) November ini materinya malah soal pengalaman ngeblog lewat HP oleh kak Jannah Tambunan. Wah, berasa ada kawan, kan.

Alasan kenapa nulis lewat HP

Saya ga pernah bawa tas ransel atau tas besar. Dan bawa laptop kemana-mana itu bukan kebiasaan saya juga. Itu alasan utamanya. Selain berat juga ribet, hehe.

Saking udah terbiasanya nulis di HP, saya malah merasa lebih nyaman nulis di HP. Di kantor yang 8 jam berhadapan dengan PC, kalo pas lagi ada ide malah nulisnya di hp. Di rumah juga begitu. Laptopnya dipake untuk nonton drakor ๐Ÿ˜„

Selain itu, ngeblog lewat HP itu rasanya lebih fleksibel dan praktis. Ada notifikasi langsung ketauan dan bisa langsung cepet dibalas atau ditanggapin.

Upload foto juga begitu. Karna semua foto diambil pake HP, jadi lebih gampang milihnya. Ga perlu mindahin dari HP ke PC atau sebaliknya.

Dan enaknya lagi kapan mau buka blog itu bisa dimanapun juga. Yang penting ada kuota dan batrenya kuat.

Kekurangan ngeblog dari HP

Kurang lebih pengalaman sama kayak Kak Jannah. Sering typo bikin saya malah banyak dapet komentar yang ngasi tau kalo tulisan saya banyak typo nya. ๐Ÿ˜‘

Dan nulis lewat HP, saya ngga leluasa untuk edit-edit foto. Apa yang ada ya itu yang diupload. Karna memang seringnya ide itu datangnya dadakan. Jadi daripada keburu ambyar, yaudah disitu nulis disitu juga milih-milih foto dari galeri.

Oiya, tampilan lewat HP itu jauh beda dibanding laptop. Selain beda ukuran layar, kita juga harus rajin ngecilin atau besarin tampilan HP supaya bisa terlihat dengan jelas.

Hanya saja kalo kak Jannah udah banyak prestasinya, saya belum dong!! ๐Ÿ˜

Semoga dari sharing dari kak Jannah bisa ketularan banyak prestasi. Aamiin…

Happy Blogging!!

Serba Serbi · Tips

Perpanjangan SIM Dengan Syarat dan Prosedur yang Mudah

Keberadaan samsat-samsat kecil kaya di mol-mol atau mobil gitu sungguh sangat membantu sekali bagi karyawan seperti saya yang ijinnya terbatas. Meskipun harus bener-bener datang lebih awal demi dapat antrian di depan. Tapi ternyata ya ngga juga karna saya belum paham triknya. Nanti saya kasi tau di akhir kisah. Tsaaah!!

Jadi SIM itu kan memang harus diperpanjang per 5 tahun. Jadi diliat-liat SIM nya, ya. Jangan sampe kelewatan karna bakalan urus baru lagi yang prosesnya lebih panjang.

Syarat Perpanjangan SIM

  1. SIM
  2. Fotokopi KTP (2 lembar)
  3. Surat Keterangan Berbadan Sehat selanjutnya disebut (SKBS)
  4. Uang

Prosedur Perpanjangan SIM

Yang namanya urus-urus di sebuah instansi itu identik sama antrian yang panjang dan jelimet ya. Jadi kalo mau urus-urus berkas gitu usahakan datang sangat-sangat awal. Kebetulan kemaren saya urusnya di Samsat Corner Sun Plaza. Letaknya saya lupa ya itu lantai berapa, tapi yang pasti posisinya tepat di depan lift. Parking Ground, deh kayaknya Lt. G. Jadi ngga masuk ke dalam area molnya gitu. Saya datang jam 8 yang mana udah banyak orang-orang duduk ngantri.

Antrian dibuka setengah 9. Sebelum kita masuk, SIM asli kita bakalan dikumpulin dulu sama seorang petugas kepolisian. Bukan sekedar dikumpulin ya, tapi ada kuotanya. Nah, disini nih salah satu trik agar dapat antrian awal adalah, berdirilah tepat di depan pintu masuk supaya SIM yang kita sodorin bisa langsung ditangkap sama pak polisinya, haha.Maling kali, tangkap! Ya, sadar diri aja sih, badan kecil gini kali harus desak-desakan keknya lemes duluan. Engap!

Serba Serbi

Belajar SEO di Kelas Blogger Medan

Mengenai SEO sebenernya saya udah sering baca dari google. Teknik-tekniknya kaya mana dan apa pengaruh untuk blog kita. Ya kesimpulannya semakin baik penerapan SEO semakin baiklah prestasi blog tersebut.

Masalahnya… Praktek itu ngga seindah teori. SEO itu bagi saya adalah ilmu tingkat tinggi. Semakin dipelajarin malah semakin banyak yang ngga diketahui. Ibaratnya dari judul besar ada sub-sub judul yang beranak pinak. Makanya setiap kali belajar / praktek mengenai SEO yang ada semakin bingung. Mau nanya pun bingung, haha.

Beruntung Blog-M punya kelas khusus yang membahas mengenai SEO ini. Dibimbing oleh Bang Rudi Hartoyo salah satu Travel Blogger ngetop sekaligus praktisi SEO dari Blogger Medan.

Travel Blogger Medan
Rudi Hartoyo

Lanjutkan membaca “Belajar SEO di Kelas Blogger Medan”

Review · Serba Serbi

Maleficient : Mistress of Evil

Setelah sukses dengan Maleficient 1 (yang lagi-lagi saya ngga nonton) wkwkw, akhirnya Disney kembali menayangkan kelanjutanya di Maleficient ke 2 bertajuk Mistress of EVil yang tayang perdana di bioskop 16 Oktober lalu.

Kalo udah Disney katanya, para penyuka dunia animasi dan fantasi pasti akan sangat terhibur dengan suguhan para peri-peri yang terbang sambil bernyani dan menari, taman bunga warna-warni serta aliran sungai yang jernih dan menenangkan menampilkan kehidupan yang damai. Begitu juga dengan film ini.

Putri Aurora (Elle Fanning) yang cantik dari kerajaan Moors ini menerima lamaran dari Pangeran Philip (Harris Dickinson) dari kerajaan Ulstead seakan-akan film ini sudah berakhir dengan happy ending. Padahal ini baru permulaan dari 118 menit durasi tayangnya.

Semua pihak menyambut baik rencana pernikahan mereka. Kecuali Maleficient (Angelina Jolie). Meskipun dengan berat hati, Ibu angkat Aurora ini akhirnya besedia menghadiri undangan dari keluarga Philip terkait rencana pernikahan anak-anak mereka. Sambutan baikpun diterima oleh keluarga kerajan Ulstead kecuali sang Ratu Ingrith (Michelle Pfeiffer).

Sejak awal tatapan mata dari kedua ratu ini memanglah sudah terlihat tanda-tanda adanya sisa-sisa benci dan dendam. Layaknya ibu komplek sebelah yang merasa tersaingi dengan ibu komplek sebelahnya lagi gitu. Memang yaa, emak-emak kalo udah dendam kesumat susah move on nya, hahaha. Bener aja, ngga lama karna kenyinyiran dan Ratu Ingrith terhadap Maleficient, memancing kemurkaannya. Perang kecil pun tak terelakkan.

Atas insiden itu, Raja John tiba-tiba jatuh karna sebuah kutukan dan tertidur untuk waktu yang sangat lama disusul Ratu Ingrith mengumumkan perang melawan Maleficient.

Review · Serba Serbi

Hayya : The Power Of Love 2

Jaman the power of love 1 saya kemana ya? Tau-tau udah ada sekuelnya aja. Begitu tau saya ketinggalan yang pertama, pagi nyampe kantor langsung streaming nyari film “212: The Power Of Love” ๐Ÿ˜…

Alasan pertama yang bikin saya tertarik nonton Hayya ga lain ga bukan karna aktornya Fauzi Baadilah. Dipilem Mengejar Matahari, sekaligus pilem bioskop pertama yang saya tonton jaman kuliah. Selepas itu kamar dan lemari saya tuh penuh sama foto-foto dan poster bang Fauzi Badillah ini. Pas udah nikah kan barang-barang jaman ngekos pada dibawa, disuruh suami lepas semua poster-poster orang botak itu, atau jangan dibawa, kasi lemarinya ke anak kos. hahaha…

Kalo inget ya dulu tipe laki-laki idaman saya memang yang kepalanya botak. Serius! Temen kampus saya yang namanya Jesika pas pula agak bocor anaknya dan dia tau persis, dah. Kalo mau jalan-jalan ke pajus (pajak usu) atau solat dimusolah kampus kan ngelewatin banyak sekret kayak mapala dan teater O yang isinya kaum adam semua. Dia kasi pengumuman “haloo abang-abang yang merasa kepalanya botak tolong keluar ada yang nyariin”. Eh sekalinya ada yang naksir rata-rata anak mapala yang kepalanya gondrong. Dese kasi pesen “Abang, kalo mau pedekate sama Uci coba botakin kepalanya”. Lah tau-tau besoknya udah ada yang botak beneran. Hahaaa

Lanjutkan membaca “Hayya : The Power Of Love 2”

lovely kids...and famz · Serba Serbi

Selamat Jalan, Bapak

Bapak Terbaik

Berpulangnya bapak memberikan banyak pelajaran, diantaranya menghargai apa yang sedang dimiliki, serta rasa sabar dan ikhlas. Meskipun praktek selalu ngga semudah teori.

Masi ingat trakhir kali jenguk Bapak di rumah sakit. Meskipun saya ngga setiap hari dan sepanjang waktu mengikuti perkembangan kesehatan Bapak, tapi hari itu saya liat dari jendela kaca kamar, Bapak udah bisa ketawa dan bercanda sama mamak. Bapak udah mau minta makanan yang dia pingin makan. Udah mau duduk menandakan badannya ga terlalu lemes seperti sebelumnya. Alhamdulillah, masi ada harapan Bapak akan sembuh.

Kami rasanya memang sudah siap dengan segala kondisi Bapak. Walaupun dalam doa-doa selalu berpasrah pada ketetapan terbaik Allah, yaitu kesembuhan seperti sedia kala.

Sungguh rindu dengan aktifitas piknik sederhana bersama Bapak ke Simarjarunjung bersantai duduk di puncak sambil makan kacang kulit kesukaannya dan memandang indahnya Danau Toba ataupun berkunjungย  ke Tigaras tempat pavoritnya hanya untuk melihat kapal-kapal berlayar dan berlabuh. Naik motor bersama cucu-cucunya. Rasanya tak seorangpun dari cucu-cucunya yang tak pernah dibawa piknik sederhana seperti itu… Ya, Allah rindunya…

Lanjutkan membaca “Selamat Jalan, Bapak”
Serba Serbi

Sabar, Ikhlas dan Egois

Setiap manusia punya porsi yang berbeda dalam menata hatinya agar bisa ikhlas. Ikhlas, ilmu tertinggi yang tak semua manusia mampu menaklukkannya dengan cepat.

Aku sungguh mengapresiasi siapapun yang mampu mengikhlaskan sesuatu dengan sangat cepat. Termasuk kalian… Bersyukurlah

Aku hanya butuh waktu untuk itu. Sayangnya hal yang harus kuikhlaskan saat ini melebihi badai masa lalu yang dengan lebih cepat mampu kutaklukkan dengan keihklasan.

Ternyata dua kasus yang berbeda nenempati ruang sakit di hati yang berbeda pula. Bagiku yang ini jauh lebih kejam dan tajam daripada pedang…

Aku tak sendiri. Tapi sungguh ini bukan suatu pembenaran, bukan pula ajang cari kawan. Ternyata tajam lidah itu sakitnya melebihi perbuatan apapun. Menurut survey ini berlaku bagi sebagian besar korban bahwa hal yang paling sulit dilupakan adalah “ucapan”. Tak percaya? Makanya coba dulu rasakan… ๐Ÿ˜Š

Aku sudah pernah merasakan sakit yang dirasakannya tapi belum tentu dia pernah merasakan sakit yang kurasakan.

Bukan tak mau, hanya butuh waktu. Tak ada yang tau betapa besar usaha seseorang untuk melupakan dan mengikhlaskan sesuatu perbuatan atau perkataan. Mereka mungkin bisa manis di depan tapi masi menyimpan dendam dan sumpah di hatinya. Aku tak mau begitu…

Cukup beri aku waktu untuk melupakan dan berdamai. Aku pasti bisa, aku yakin bisa.

Beri aku waktu…

Jauh dari pikiran apalagi niatan untuk membalas. Aku menyerah untuk berseteru dengannya, aku yakin aku akan kalah dalam segala hal. Kekuatan dukungan, kekuatan fisik apalagi kekuatan lisan. Lebih baik aku menyerah sebelum bertanding (berseteru) ๐Ÿ˜Š

Selain mengadu pada Allah, terkadang manusia butuh manusia lain untuk bercerita. Yang bisa menjawab, menanggapi secara nyata. Kalau bercerita pada orang yang salah, hanya ketimpangan dan ketidakadilan yang didapat. Pasti akan berat sebelah, itu pasti.

Bila tak ada manusia yang mau mendengar, maka menulislah jadi pilihan lain.
Bila tak mau mendengar cerita dan tulisanpun masih menjadi kehawatiran?

Berarti selain ilmu ikhlas yang tinggi, ilmu egois juga tak kalah tingginya…

Bila ikhlas sudah bisa ditaklukkan, belum tentu dengan egois. Begitu juga sebaliknya.

Tanyakan pada diri, memang benar ingin menasehati atau hanya karna tulisan yang menganggu kenyamanan pribadi?

Jangan ajari aku untuk bersabar karna bila itu tak kulakukan, sedari dulu pasti sudah hancur berantakan.

Karna dengan sabarlah aku mampu melewati gerimis bahkan badai sekalipun.

Jadi, mari sama-sama kita belajar ๐Ÿ˜Š

just IMHO…

#selfreminder