Serba Serbi

Belajar SEO di Kelas Blogger Medan

Mengenai SEO sebenernya saya udah sering baca dari google. Teknik-tekniknya kaya mana dan apa pengaruh untuk blog kita. Ya kesimpulannya semakin baik penerapan SEO semakin baiklah prestasi blog tersebut.

Masalahnya… Praktek itu ngga seindah teori. SEO itu bagi saya adalah ilmu tingkat tinggi. Semakin dipelajarin malah semakin banyak yang ngga diketahui. Ibaratnya dari judul besar ada sub-sub judul yang beranak pinak. Makanya setiap kali belajar / praktek mengenai SEO yang ada semakin bingung. Mau nanya pun bingung, haha.

Beruntung Blog-M punya kelas khusus yang membahas mengenai SEO ini. Dibimbing oleh Bang Rudi Hartoyo salah satu Travel Blogger ngetop sekaligus praktisi SEO dari Blogger Medan.

Travel Blogger Medan
Rudi Hartoyo

Lanjutkan membaca “Belajar SEO di Kelas Blogger Medan”

Review · Serba Serbi

Maleficient : Mistress of Evil

Setelah sukses dengan Maleficient 1 (yang lagi-lagi saya ngga nonton) wkwkw, akhirnya Disney kembali menayangkan kelanjutanya di Maleficient ke 2 bertajuk Mistress of EVil yang tayang perdana di bioskop 16 Oktober lalu.

Kalo udah Disney katanya, para penyuka dunia animasi dan fantasi pasti akan sangat terhibur dengan suguhan para peri-peri yang terbang sambil bernyani dan menari, taman bunga warna-warni serta aliran sungai yang jernih dan menenangkan menampilkan kehidupan yang damai. Begitu juga dengan film ini.

Putri Aurora (Elle Fanning) yang cantik dari kerajaan Moors ini menerima lamaran dari Pangeran Philip (Harris Dickinson) dari kerajaan Ulstead seakan-akan film ini sudah berakhir dengan happy ending. Padahal ini baru permulaan dari 118 menit durasi tayangnya.

Semua pihak menyambut baik rencana pernikahan mereka. Kecuali Maleficient (Angelina Jolie). Meskipun dengan berat hati, Ibu angkat Aurora ini akhirnya besedia menghadiri undangan dari keluarga Philip terkait rencana pernikahan anak-anak mereka. Sambutan baikpun diterima oleh keluarga kerajan Ulstead kecuali sang Ratu Ingrith (Michelle Pfeiffer).

Sejak awal tatapan mata dari kedua ratu ini memanglah sudah terlihat tanda-tanda adanya sisa-sisa benci dan dendam. Layaknya ibu komplek sebelah yang merasa tersaingi dengan ibu komplek sebelahnya lagi gitu. Memang yaa, emak-emak kalo udah dendam kesumat susah move on nya, hahaha. Bener aja, ngga lama karna kenyinyiran dan Ratu Ingrith terhadap Maleficient, memancing kemurkaannya. Perang kecil pun tak terelakkan.

Atas insiden itu, Raja John tiba-tiba jatuh karna sebuah kutukan dan tertidur untuk waktu yang sangat lama disusul Ratu Ingrith mengumumkan perang melawan Maleficient.

Review · Serba Serbi

Hayya : The Power Of Love 2

Jaman the power of love 1 saya kemana ya? Tau-tau udah ada sekuelnya aja. Begitu tau saya ketinggalan yang pertama, pagi nyampe kantor langsung streaming nyari film “212: The Power Of Love” 😅

Alasan pertama yang bikin saya tertarik nonton Hayya ga lain ga bukan karna aktornya Fauzi Baadilah. Dipilem Mengejar Matahari, sekaligus pilem bioskop pertama yang saya tonton jaman kuliah. Selepas itu kamar dan lemari saya tuh penuh sama foto-foto dan poster bang Fauzi Badillah ini. Pas udah nikah kan barang-barang jaman ngekos pada dibawa, disuruh suami lepas semua poster-poster orang botak itu, atau jangan dibawa, kasi lemarinya ke anak kos. hahaha…

Kalo inget ya dulu tipe laki-laki idaman saya memang yang kepalanya botak. Serius! Temen kampus saya yang namanya Jesika pas pula agak bocor anaknya dan dia tau persis, dah. Kalo mau jalan-jalan ke pajus (pajak usu) atau solat dimusolah kampus kan ngelewatin banyak sekret kayak mapala dan teater O yang isinya kaum adam semua. Dia kasi pengumuman “haloo abang-abang yang merasa kepalanya botak tolong keluar ada yang nyariin”. Eh sekalinya ada yang naksir rata-rata anak mapala yang kepalanya gondrong. Dese kasi pesen “Abang, kalo mau pedekate sama Uci coba botakin kepalanya”. Lah tau-tau besoknya udah ada yang botak beneran. Hahaaa

Lanjutkan membaca “Hayya : The Power Of Love 2”

lovely kids...and famz · Serba Serbi

Selamat Jalan, Bapak

Bapak Terbaik

Berpulangnya bapak memberikan banyak pelajaran, diantaranya menghargai apa yang sedang dimiliki, serta rasa sabar dan ikhlas. Meskipun praktek selalu ngga semudah teori.

Masi ingat trakhir kali jenguk Bapak di rumah sakit. Meskipun saya ngga setiap hari dan sepanjang waktu mengikuti perkembangan kesehatan Bapak, tapi hari itu saya liat dari jendela kaca kamar, Bapak udah bisa ketawa dan bercanda sama mamak. Bapak udah mau minta makanan yang dia pingin makan. Udah mau duduk menandakan badannya ga terlalu lemes seperti sebelumnya. Alhamdulillah, masi ada harapan Bapak akan sembuh.

Kami rasanya memang sudah siap dengan segala kondisi Bapak. Walaupun dalam doa-doa selalu berpasrah pada ketetapan terbaik Allah, yaitu kesembuhan seperti sedia kala.

Sungguh rindu dengan aktifitas piknik sederhana bersama Bapak ke Simarjarunjung bersantai duduk di puncak sambil makan kacang kulit kesukaannya dan memandang indahnya Danau Toba ataupun berkunjung  ke Tigaras tempat pavoritnya hanya untuk melihat kapal-kapal berlayar dan berlabuh. Naik motor bersama cucu-cucunya. Rasanya tak seorangpun dari cucu-cucunya yang tak pernah dibawa piknik sederhana seperti itu… Ya, Allah rindunya…

Lanjutkan membaca “Selamat Jalan, Bapak”
Serba Serbi

Sabar, Ikhlas dan Egois

Setiap manusia punya porsi yang berbeda dalam menata hatinya agar bisa ikhlas. Ikhlas, ilmu tertinggi yang tak semua manusia mampu menaklukkannya dengan cepat.

Aku sungguh mengapresiasi siapapun yang mampu mengikhlaskan sesuatu dengan sangat cepat. Termasuk kalian… Bersyukurlah

Aku hanya butuh waktu untuk itu. Sayangnya hal yang harus kuikhlaskan saat ini melebihi badai masa lalu yang dengan lebih cepat mampu kutaklukkan dengan keihklasan.

Ternyata dua kasus yang berbeda nenempati ruang sakit di hati yang berbeda pula. Bagiku yang ini jauh lebih kejam dan tajam daripada pedang…

Aku tak sendiri. Tapi sungguh ini bukan suatu pembenaran, bukan pula ajang cari kawan. Ternyata tajam lidah itu sakitnya melebihi perbuatan apapun. Menurut survey ini berlaku bagi sebagian besar korban bahwa hal yang paling sulit dilupakan adalah “ucapan”. Tak percaya? Makanya coba dulu rasakan… 😊

Aku sudah pernah merasakan sakit yang dirasakannya tapi belum tentu dia pernah merasakan sakit yang kurasakan.

Bukan tak mau, hanya butuh waktu. Tak ada yang tau betapa besar usaha seseorang untuk melupakan dan mengikhlaskan sesuatu perbuatan atau perkataan. Mereka mungkin bisa manis di depan tapi masi menyimpan dendam dan sumpah di hatinya. Aku tak mau begitu…

Cukup beri aku waktu untuk melupakan dan berdamai. Aku pasti bisa, aku yakin bisa.

Beri aku waktu…

Jauh dari pikiran apalagi niatan untuk membalas. Aku menyerah untuk berseteru dengannya, aku yakin aku akan kalah dalam segala hal. Kekuatan dukungan, kekuatan fisik apalagi kekuatan lisan. Lebih baik aku menyerah sebelum bertanding (berseteru) 😊

Selain mengadu pada Allah, terkadang manusia butuh manusia lain untuk bercerita. Yang bisa menjawab, menanggapi secara nyata. Kalau bercerita pada orang yang salah, hanya ketimpangan dan ketidakadilan yang didapat. Pasti akan berat sebelah, itu pasti.

Bila tak ada manusia yang mau mendengar, maka menulislah jadi pilihan lain.
Bila tak mau mendengar cerita dan tulisanpun masih menjadi kehawatiran?

Berarti selain ilmu ikhlas yang tinggi, ilmu egois juga tak kalah tingginya…

Bila ikhlas sudah bisa ditaklukkan, belum tentu dengan egois. Begitu juga sebaliknya.

Tanyakan pada diri, memang benar ingin menasehati atau hanya karna tulisan yang menganggu kenyamanan pribadi?

Jangan ajari aku untuk bersabar karna bila itu tak kulakukan, sedari dulu pasti sudah hancur berantakan.

Karna dengan sabarlah aku mampu melewati gerimis bahkan badai sekalipun.

Jadi, mari sama-sama kita belajar 😊

just IMHO…

#selfreminder

lovely kids...and famz · Review · Serba Serbi

Nonton Spiderman di Deretan Paling Depan

Gara-gara supir gra* yang ngetem tapi nerima orderan trus udah ditunggu lama tau-tau minta kensel bikin jadwal nonton berantakan. Akhirnya pilih bioskop yang paling deket rumah yang pilihan film nya cuma 1 untuk SU dan jadwalnya keburu. Padahal tadinya mau nonton Toy Story dapetnya Spiderman. Ngejar yang jam 19 dapetnya 19:30 itupun dapet kursi di deretan paling depan, jadilaaah. Daripada gatot. Maklum bawa 3 anak yang ngga bisa denger janji. Bakalan ditagih 30 purnama kalo tak kunjung ditepatin.

Selesai urusan tiket, beliin popkorn, akua dan nyari tempat dudukan saya tinggalin solat magrib. Dilalah ada kakak-kakak cantik yang mau berbagi meja dan bersedia ngawasin anak-anak. haha

Lanjutkan membaca “Nonton Spiderman di Deretan Paling Depan”
Review · Serba Serbi

Belajar Dari Aladin

Bagi saya yang penggemar berat drama musikal, Ini filem live action terbaik yang saya tonton selain Beauty and the beast.

Ngga berlebihan karna bagi saya indikator seru apa ngganya sebuah filem itu saya nontonnya ketiduran apa ngga. Haha… Dan ini??? Saya mau kalo ada yang ngajak nonton untuk kesekian kalinya.

Meskipun banyak yang ngga mengagumi kegantengan Aladin, tapi bagi saya ngga terlalu terpaku pada sosok fisiknya. Bagi saya yang pantas-pantas saja seorang yatim, pencuri pula berasal dari desa berpenampilan kurang memesona. Tapi pas disandingkan dengan putri Jasmine kemistrinya dapet. Putri Jasmine mengingatkan saya sama Maudy Ayunda. Ngga tau aya rasanya mirip aja gitu pembawaanya. Aladin jadi manis dan berwibawa apalagi pas udah jadi pangeran. Terlebih mereka menyanyikan sendiri semua sontrek sepanjang filem itu jadi penjiwaannya dapet. Itu menurut saya…

Lanjutkan membaca “Belajar Dari Aladin”
jalan dan wisata · Kuliner · Serba Serbi

3 Makanan Khas Sumut yang Dimasak Menggunakan Bambu

Sumatera Utara (Sumatera Utara) dengan ibukota Medan sungguh surga dunia bagi traveller sejati. Karna selain alamnya yang indah dan memesona, Sumut punya warisan budaya yang sayang untuk dilewatkan.

Berwisata menikmati panorama alam sekaligus menggali ilmu dan pengetahuan baru tentang sejarah dan budaya suku setempat merupakan satu paket yang tak bisa dipisahkan. Tapi, ada satu hal yang semakin menyempurnakan perjalanan ke Sumut. Apalagi kalau bukan kulinernya. Jadi banyak hal yang bikin traveller rindu ingin kembali mengunjungi Sumatera Utara.

Medan sebagai gerbang masuk Sumut, merupakan kota transit apabila treveller ingin berkunjung ke daerah-daerah disepanjang Provinisi ini. Sebagai kota terbesar ke-3 di Indonesia, Medan merupakan titik kumpul berbagai suku yang ada di Sumatera Utara bahkan dari Provinsi dan negara lain. Maka tak heran, kuliner apapun yang mewakili berbagai suku bisa kita temukan disini termasuk para artis yang membuka usaha kulinernya di Kota Medan.

Lanjutkan membaca “3 Makanan Khas Sumut yang Dimasak Menggunakan Bambu”

Kuliner · Review · Serba Serbi

Live Akustik di Jawara Roti & Kue

Udah lama tau Jawara Roti & Kue dari IG tapi baru kemaren kesampean dateng langsung. Bermula dari kebingunan teman mau beli makanan buat berbuka, trus saya saranin coba ke Jawara Roti dan Kue ini.

BerTempat di Jl. Gatot Subroto (Gatsu) Medan, tepatnya disebelah Assa Rent Car. Toko roti ini kalo ngga diperhatiin bener-bener pasti bakalan kelewatan. Apalagi posisinya dekat persimpangan lampu merah, pokoknya titik macet-macetnya lah. Jadi kalo lagi meraba-raba mending pasang lampu dip aja biar ngga diklakson kendaraan di belakang, haha.

Tampilan depan toko ini cakep. Dominan hitam putih dengan jendela dan pintu dari kaca yang lebar. Masuk ke dalam ternyata ngga begitu luas tapi cukup menarik. Lantainya juga ngga dikeramik melainkan lantai semen biasa bahkan ada beberapa yang bekas pecahan. Tapi tampilan dinding dengan hiasan foto serta gambar-gambar dan ornamen lain kayak bunga-bunga malah menjadikan kesan manis interiornya. Keliatan klasik dan nyaman.

Lanjutkan membaca “Live Akustik di Jawara Roti & Kue”
jalan dan wisata · Serba Serbi

Jalan-jalan di Sentul City

Tiba-tiba keinget Bogor

waktu itu dua hari pokoknya keliling Sentul, deh. Hari pertama ikut pengajian sekalan jalan-jalan di sekitaran Mesjid Azzikra milik Alm. Ust. Arifin Ilham. Hari kedua cari ruko.

Waktu diajak Oma ke Sentul, yang dominan tergambar dalam pikiran saya ya sirkuit tempat balapan. Tapi itu ngga sepenuhnya salah karena memang lokasi ruko yang jadi inceran oma letaknya tepat disebelah kawasan Sircuit Sentul. Jadi walaupun ngga masuk ke dalamnya tapi suara raungan kendaraan balap jelas terdengar.  Waktu itu ngajak oma masuk tapi katanya lain waktu aja ngga keburu.

Mengikuti Oma mencari lokasi usaha sampe ke Sentul itu bagaikan makan kelapa kemudian dapet kentosnya. Setidaknya begitu perasaan saya sebagai orang asli Medan. Kerja sekaligus jalan-jalan itu bagian dari impian saya, haha. Oma tau aja :). 

Saya juga baru tau kalo Sentul itu merupakan nama sebuah daerah di BogorJawa Barat. Tadinya saya pikir nama sirkuitnya itu sendiri. 

Lanjutkan membaca “Jalan-jalan di Sentul City”
Serba Serbi

Bukber

Bukber atau buka bersama sudah jadi tradisi dibulan ramadan. Biasanya yang banyak melakukan ini adalah perkantoran atau instansi-instansi yang punya karyawan. Terlebih bila mayoritas karyawannya adalah muslim. Tak jarang juga dilakukan oleh mereka yang bukan karyawan. Bebas, sih…

Beberapa waktu lalu saya liat foto di Instagram tentunya saat IG dkk masih dalam kondisi normal ya, hehe. Jadi difoto itu ada seorang bapak penjual kayak semacam guci atau celengan gitu di depan restoran cepat saji. Si bapak yang kondisinya kurus itu tertidur berbantalkan lengan beralasakan lantai kotor tepat di emperan toko di depan dagangannya. Sementara di dalam restoran banyak orang makan dengan santainya.

Lanjutkan membaca “Bukber”
Kuliner · Serba Serbi

Mi Gomak : Spaghetti Khas Medan

Mendengar Spageti tentu tak asing lagi bagi kita. Makanan luar negeri yang kerap kita jumpain kalo makan di restoran internasional. Biasanya banyak di pizza. Tapi kalo mendengar mi gomak, sebagian ada yang familiar tapi banyak juga yang asing ditelinga. Kalo spageti khas Medan? Makin asing dengernya ya…hehe

Spageti Medan itulah dia Mi Gomak.

Spageti Medan adalah perpaduan antara bentuk yang mirip spageti dengan mi gomak. Mi gomak sendiri adalah hasil olahan mi lidi yang udah dilenturkan dengan cara direndam atau direbus pake air panas. Apa pulak lagi mi lidi itu? Jangan-jangan lidi batang kelapa itu ya? haha

mi lidi

Jadi disebut mi lidi karna bentuknya mirip lidi. Tegak berdiri. Dulu waktu kecil saya suka ngemil mi lidi yang masih tegak itu, haha. Ada juga kok cemilan mi lidi yang udah dilumurin serbuk-serbuk bumbu. kekgiini… masi inget?

Lanjutkan membaca “Mi Gomak : Spaghetti Khas Medan”
Serba Serbi

Womenwill Day 1 : Manfaat Email, Google Calender serta Google Bisnisku Untuk Percepatan Usaha

Beruntung bisa ambil bagian dalam kegiatan weekend manfaat kali ini tepatnya Sabtu 27 April. Malah beruntungnya dobel. Fasilitatornya adalah blogger idolaku. Siapa lagi kalo bukan kakak kece badai super ngetop sekota Medan Mollyta Mochtar. Meskipun saya ketinggalan di materi 1 dan 2 tapi udah Alhamdulillah masi bisa ikut dimateri 3 dan 4. Mudah-mudahan bisa sampe materi Gapura Digital. Semoga ngga ada halangan…

Sedari awal masuk dunia penulisan, saya udah mengidolakan kakak satu ini. Selain blognya kak Noni, blog lain yang saya ikuti dan sering baca ya punya kak Molly.  Ini buktinya 😛

Dua-duanya adalah travel blogger medan yang kece abeees. Mudah-mudahan bisa ketemu kak Noni, someday 🙂

Makanya tahun kapan ya mba Nunik Tirta dari tiket.com ngadain Ngopi di Medan trus ada narasumbernya kak Molly, ngga pake mikir panjang saya langsung ikutan.

Gambar ini memiliki atribut alt kosong; nama filenya adalah fb_img_1516148037759-338529222.jpg

Gambar ini memiliki atribut alt kosong; nama filenya adalah fb_img_1516148016540-946561934.jpg

Masi inget ngga kisah viral mb Nunik sama outfitnya yang terkenal murah ini? hehe

Trus beberapa kali ketemu kak Molly di acara-acara durian Medan salah satu forum yang rutin diadakan oleh komunitas Blogger Medan

Sejak merantau ke Jawa tahun lalu, saya jadi hiatus dan akhirnya lama ngga ketemu kawan-kawan hebat ini, salah satunya kak Molly.

Makanya wktu ketemu kemaren seneng akutuuuuh 😌

Oke, lanjuut…

Lanjutkan membaca “Womenwill Day 1 : Manfaat Email, Google Calender serta Google Bisnisku Untuk Percepatan Usaha”

Serba Serbi

6 Makanan Sahur Praktis Untuk Anak Kos

Sebagai orang yang sangat berpengalaman dalam dunia perkos-kosan, haha. Saya tau betul rasanya tinggal sendiri terlebih saat tiba bulan puasa. Disaat yang lain menikmati hidangan sahur dan berbuka bersama keluarga, nasib anak kos harus iklas saat harus masak masak sendiri, makan makan sendiri apalagi nyuci baju harus sendiri. Caca Handika kali lah pokoknya.

Bulan ramadhan adalah saat-saat yang paling terasa bagi anak kos. Beruntung kalo tetangga sebelah ngga libur. Ada kawan buat masak dan makan sahur, berbuka, tarawih dan tadarus berama. Kalo mereka juga libur ya nasib tinggal sendiri dikosan. Semua kondisi udah pernah saya alamin selama ngekos. Maklum sejak SMA saya udah jadi anak kos.

Yang paling sedih, waktu kerja pertama kali pake sistem shift. Asli 2 kali lebaran ngga pulang kampung karna kebentur jadwal kerja. Sekali lagi aja udah jadi Mbak Toyib. Abis itu tobat dari perkerjaan yang pake sif-sif gitu.

Jadi ngomongin ramadhan, biasanya anak kos identik sama males makan. Apalagi makan sahur. Biasanya sebelum tidur udah niat dan makan sekalian untuk sahur jadi bangun cuma minum dan subuh. Kebanyakan hal ini terpaksa dilakukan karena anak kos jarang punya lauk untuk makan sahur, haha. Hayo, ngaku!

Lanjutkan membaca “6 Makanan Sahur Praktis Untuk Anak Kos”
Kuliner · Serba Serbi

Bakso Betawi 1945 Hadir di Medan

Para pemburu kuliner di Medan bisa berbahagia nih, karna referensi makanan jadi nambah satu lagi. Meskipun bukan makanan jenis yang baru tapi patut dicoba. Adalah bakso. Ya, bakso memang bukan lagi makanan yang asing di Indonesia. Dari kota besar sampe pinggiran dipastikan ada penjual bakso. Mau di restoran ataupun gerobak pinggir jalan, ada. Penggemarnya juga hampir seluruh kalangan masyarakat. Rasanya hanya nol koma dari sekian juta manusia khususnya di Indonesia yang bener-bener ngga suka makanan satu ini.

Belakangan malah bakso dibikin banyak kreasinya. Dibakarlah atau bakso yang isinya macem-macemlah. Nama warungnya juga macem-macem, tapi kebanyakan warung bakso konvensional banyak pake nama Pak Min. Nah, di Medan ada bakso pendatang baru yang sebenarnya namanya sih ngga baru lagi di Indonesia. Selamat datang Bakso Betawi 1945, hehe

Lanjutkan membaca “Bakso Betawi 1945 Hadir di Medan”
jalan dan wisata · Serba Serbi

5 Wisata Edukasi Paling Populer di Kota Medan

Medan mana ada habisnya. Ibukota Sumatera Utara dengan banyak predikat seperti kota terbesar ke-3 di Indonesia, kota majemuk dengan beragam suku dan agama, kota yang rukun tanpa ada isu SARA yang gimana-gimanaa gitu, kota dengan seribu angkot, seribu lobang, eh apa??  iya, dengan predikat kota besar, Medan masih punya banyak menyimpan masalah besar di jalan-jalan kota yang berlubang. Kota dengan banyak aksi begal :(. Dua terakhir masih jadi pe-er untuk Pemerintah dan Kepolisian Medan.

Semua itu ngga bikin geliat wisata di Medan jadi mati. Ya, nggalah. Kulinernya aja coba liat, disetiap sudut kota bermunculan kafe atau sekedar warung sederhana yang menyediakan hidangan beragam. Yang modern, western, kuliner asia aja ada apalagi yang jadi ciri khasnya. Ngga usah takut lapar kalo lagi di Medan. Dari yang murah sampe yang mahal punya, dari yang enak sampe enak banget juga ada!

Tapi kali ini saya ngga mau bahas soal kulinernya Medan, melainkan wisata edukasi yang bukan sekedar bisa menambah pengetahuan tapi juga ramah anak-anak yang ada di kota Medan. Ngga ada perjalanan yang ngga menghasilkan pengalaman, bukan? Sekalipun perjalanan penuh drama, tetep aja itu sebuah pengalaman.

Jadi, apa aja sih wisata edukasi yang bisa didatengin di Medan? Banyak sekali tentunya. Tapi mari kita rangkum aja yang paling populer ya. Yuk mari…

Lanjutkan membaca “5 Wisata Edukasi Paling Populer di Kota Medan”

jalan dan wisata · Serba Serbi

Melihat Buaya Lebih Dekat di Penangkaran Asam Kumbang

Siapa sangka di satu lokasi di kota Medan, ada ribuan buaya yang hidup di tengah-tengah pemukiman. Adalah Kelurahan Asam Kumbang, tepatnya di Jalan Bunga Raya, Medan.

Berawal dari hobi dan kecintaannya pada reptil, peliharaan Tuan Lo Than Muk yang semula hanya beberapa ekor saja, kini sudah berkembang biak jadi 2ribuan ekor. Pengangkaran yang berdiri sejak tahun 1959 ini, kini bahkan jadi yang terbesar di Indonesia bahkan se-Asia Tenggara.

Di kediaman pribadinya seluas 2 HA, dibuat bak-bak yang berisi beberapa buaya sesuai dengan usianya masing-masing. Ada yang baru menetas ada juga yang tertua dengan usia 46 tahun. Yang paling menarik perhatian adalah buaya buntung. Disebut buntung karna tanpa ekor.

Lanjutkan membaca “Melihat Buaya Lebih Dekat di Penangkaran Asam Kumbang”
lomba · Serba Serbi

Zina, Riba dan ajakan #AyoHijrah Oleh Bank Muamalat Indonesia

Sedikit banyak ini adalah pengalaman pribadi dan sebagian kecil juga terjadi pada orang-orang disekitar saya serta terjadi pada orang lain yang ngga saya kenal tapi kebetulan kisahnya menginspirasi.

Sadar ngga? Selama ini yang paling dicaci-maki, dihujat, dikucilkan dan dipandang rendah adalah pezinah. Pezinah masih saja diidentikkan dengan perempuan dan pelacur. Itu sebab gampang sekali memanggil pezinah dengan sebutan pelacur. Mirisnya mereka yang meludahi dan melabeli pelacur pada perempuan pezinah adalah kaum perempuan juga. Yang artinya perempuan menghina sesamanya. Padahal pasangan pezinah perempuan itu adalah laki-laki yang kadang mereka itu saudaranya, tetangganya, keluarganya bahkan suaminya sendiri. Meskipun ada juga pasangan pezinah yang sejenis. Pemakai “pelacur” itu adalah laki-laki, kawan. Tapi kebanyakan dari kita (kita?), elu aja kali!! selaluuuu saja menyalahkan kaum perempuan. Harusnya perempuan mendukung perempuan lainnya, setidaknya ingatkan dia dengan cara yang lembut dan sopan. Sama-sama perempuan dan sama-sama manusia, bukan?

Masih hangat kasus artis VA dengan kalimat yang akhirnya menjadi viral dengan meme menjemput rezeki 80 juta. Kasian ngga? Sudah dia yang “kerja”, dia yang jadi korban (korban perasaan, korban badan, dll) dan dia juga akhirnya korban jadi tersangka yang berujung masuk bui. Masih muda dan masa depannya masih panjang. Belum lagi hukuman sosial dari seluruh masyarakat Indonesia. Terlebih netizen yang maha benar. Bayangkan aja berapa juta mulut yang harus dimaklumi pedasnya. Plus kompor dari pembawa acara gosip-gosipan yang melebihi tajamnya silet ikut memanas-manasin. Perempuan memang selalu jadi pihak yang dirugikan. PIHAK PEREMPUAN YANG SELALU DIRUGIKAN.

Baru-baru ini acara gosip malah memberitakan kalau VA sempat berniat mau bunuh diri. Sebenernya dia bisa kuat kalo semua memberi dukungan positif, bukan malah sebaliknya melemparkan hujatan dan sindiran yang bikin mentalnya jatuh-sejatuh jatuhnya. Seolah-olah kita makluk tuhan paling seksi, eh paling suci

Lalu, yang bayar dia seharga 80 juta apa kabarnya??? Bebaslah, melenggang. Ngga tau juga sih, ntah bertobat atau malah cari VA-VA lainnya. Bagaimana nanti kalau si VA ngga ridho? Bagaimana kalau VA akhirnya bertaubat dan mengadukan ketidakadilan serta rasa sakit hati yang dia alami dengan bersujud dan memohon pada Rabbnya? Disepertiga malam pula…

Lanjutkan membaca “Zina, Riba dan ajakan #AyoHijrah Oleh Bank Muamalat Indonesia”
lovely kids...and famz · Review · Serba Serbi

Trampolin Mini, Cara Asik Ngasuh Bocah di Ring Road City Walks

Sungguh jalan-jalan di Mol itu jauh lebih capek daripada hiking. Maksudnya lebih capek itu kalo ngga sambil shopping atau makan-makan, haha

Tapi beneran, saya kalo dikasi pilihan mendingan treking atau haiking daripada jalan ke emol kalo tanpa tujuan.

Lain hal kalo ceritanya bawa anak-anak ya. Meskipun lebih milih main di alam, tapi kalo kondisinya seperti akhir-akhir ini, terlebih Medan dengan suhu yang panasnya cetar sungguh ngga manusiawi kalo bawa main anak ke ruang terbuka. Apalagi di kota yang minin ruang hijau.

Cari aman ya tak lain tak bukan ke emol juga. Apalagi jaraknya cuma selemparan batu dari rumah. Sengaja pilih mol ini juga karna selain ngga begitu luas ngga bikin kaki pegel, juga lumayan lengkap persediaan hiburannya. Meskipun tanpa rencana, setidaknya masih ada bioskop cari aman kalo-kalo nanti mati langkah ngga tau lagi mau kemana. Selain itu sepanjang Ring Road ada beberapa mol ataupun tempat main anak yang bisa jadi alternatif. Jadi ibaratnya sekali jalan bisa singgah dibanyak tempat.

Lanjutkan membaca “Trampolin Mini, Cara Asik Ngasuh Bocah di Ring Road City Walks”
lovely kids...and famz · Serba Serbi

Empat Penghargaan Dalam Sebulan

Sambil menunggu real qount, maka saya akan klaim kemenangan saya sendiri sebagai seorang mamak. Kemenangan yang bagi sebagian receh tapi bagi mamak seperti saya, ini adalah kemenangan yang sesungguhnya.

Baiklah, udah bisa kita mulai? haha

Saya pertama kali dapet piala waktu menang lomba bola voli se-kecamatan. Voli yaa yang pemainnya 6 orang. Masi SMP itu. Itupun jadi pemain cadangan, wkwkw.

Jadi usia sekolah ngga pernah dapet piala. Paling hebat piagam ikut-ikut lomba surat Alfatihah klo ngga salah kelas 2 apa 3 SD gitu. Atau ikut serta rebanaan anak-anak dan jadi vokalis pas kalo lagi ada acara keagamaan di kampung. Kayak isra’ miraj atau maulid nabi

Lagu anak

Kalo kakak saya, piala, piagam dan hadiah yang dia dapet itu macem-macem. Dia mah waktu main voli memang pemain inti. Udah gitu pernah jadi anggota paskibra meskipun tingkat kabupaten. Plus dari organisasi pramukanya sampe dapet banyak piagam karna kegiatan pengembaraan gitu-gitu. Itu sepanjang dia sekolah memang aktif berorganisasi dan luwes berkawan. Sering ikut lomba juga karna ternyata dese punya banyak bakat. Cita-cita awal jadi polwan karna tomboi dan hobinya identik dengan laki-laki. Sampe keluarga sempet rembukan kalo memang masuk polisi harus bayar ya kita usahakan. Sukurnya gak jadi. Kalo jadi kan haram seumur hidup 😊

Lanjutkan membaca “Empat Penghargaan Dalam Sebulan”