lovely kids...and famz · Review · Serba Serbi

Trampolin Mini, Cara Asik Ngasuh Bocah di Ring Road City Walks

Sungguh jalan-jalan di Mol itu jauh lebih capek daripada hiking. Maksudnya lebih capek itu kalo ngga sambil shopping atau makan-makan, haha

Tapi beneran, saya kalo dikasi pilihan mendingan treking atau haiking daripada jalan ke emol kalo tanpa tujuan.

Lain hal kalo ceritanya bawa anak-anak ya. Meskipun lebih milih main di alam, tapi kalo kondisinya seperti akhir-akhir ini, terlebih Medan dengan suhu yang panasnya cetar sungguh ngga manusiawi kalo bawa main anak ke ruang terbuka. Apalagi di kota yang minin ruang hijau.

Cari aman ya tak lain tak bukan ke emol juga. Apalagi jaraknya cuma selemparan batu dari rumah. Sengaja pilih mol ini juga karna selain ngga begitu luas ngga bikin kaki pegel, juga lumayan lengkap persediaan hiburannya. Meskipun tanpa rencana, setidaknya masih ada bioskop cari aman kalo-kalo nanti mati langkah ngga tau lagi mau kemana. Selain itu sepanjang Ring Road ada beberapa mol ataupun tempat main anak yang bisa jadi alternatif. Jadi ibaratnya sekali jalan bisa singgah dibanyak tempat.

Lanjutkan membaca “Trampolin Mini, Cara Asik Ngasuh Bocah di Ring Road City Walks”
Review · Review Buku

Review: The DestinAsean

Judul: The DestinAsean

Penulis: Ariev Rahman dkk (11 penulis)

Penerbit: B-First (Bentang Pustaka)

tebal: 246 halaman

****************

Mohon maap kalo ini review yang pasti udah sangat basi karna banyak review sejenis telah terbit lebih dulu. Apalagi itu kisah kapaaan dan reviewnya kapan yaa, haha. Namanya juga baru nemu

Buku yang berisi kisah-kisah perjalanan ke negara-negara di Asia Tenggara yang ditulis secara rame-rame oleh 11 travel blogger terkenal ini sangat cocok khususnya untuk pejalan pemula. Memang ngga semua dijelaskan secara detail tentang misalnya rute-rute perjalanan tapi rata-rata menyampaikan informasi yang cukup lengkap dan berguna. Setidaknya menambah wawasan pembacanya.

Lanjutkan membaca “Review: The DestinAsean”

Review

Review Film: Close

Saya suka film yang anak mudanya perempuan. Misalnya sejenis Anjelina Jolie di film “Salt” atau Galgadot di “Wonder Woman”. Nah kekgitu juga di film “Close” anak mudanya juga cewek.

Awalnya ngga tau dan ngga pernah dengar judul ini karna bukan pilem pilihan sendiri. Namanya ditraktir ya pasrah ngikut, to?

Jadi hyuuuuukk laaah…

Lanjutkan membaca “Review Film: Close”

Review

Review: Between Shades of Gray

Ini salah satu buku yang saya dapat dari perburuan di Big Bad Wolf Sale lalu.

Membaca ini saya merasa bersyukur hidup bukan dijaman penjajahan. Sangat bersykur.

Ruta E. Sepetys. Penulis buku ini yang merupakan novel pertamanya adalah anak dari salah satu pengungsi Lithuania. Negara yang Ia ceritakan dalam novel ini. Membawa kita kembali ketahun 1950an.

Lanjutkan membaca “Review: Between Shades of Gray”

jalan dan wisata · Review

Bah Dam dan Bah Simatahuting Sidamanik

Banyak polisi disimpang iskandar muda. Slesai kompetisi males lagi nulisnya…

Eaaaaa

Pantun apa sih itu? Hahaa

Betul-betul saya harus diikutkan ajang kompetisi dulu baru bisa ngebut nulis.

Tapi saya ngga sepenuhnya nganggur atau malas nulis juga. Selain menghapal quran yang surahnya belum nambah-nambah, saya juga berhasil menamatkan 5 buku yang cuma bisa saya baca malam pulang kantor dan paling lama 2 jam. Disambi nonton, disambi cerita dan disambi main hape plus disambi ketiduran. Sungguh sangat produktif, bukan? Haha. Jadi nulisnya lupa 😬

Lanjutkan membaca “Bah Dam dan Bah Simatahuting Sidamanik”

Challenge · Review

10 Blog yang Asik Untuk Blogwalking

Saya termasuk ngga sering blogwalking. Yang saya baca ya blog yang saya follow. Kecuali nemu blog baru yang sama tema-nya. Kalo dibuka trus isinya menarik ya saya bacain semua.

Tapi semenjak dapet list 100 travel blogger itu saya dapet setidaknya 10 blog yang jadinya sering saya buka. Udah pernah saya sebutin di tulisan sebelumnya.

Lanjutkan membaca “10 Blog yang Asik Untuk Blogwalking”

Challenge · Review

10 Akun Instagram Pavorit

Sekarang memang lagi seneng-senengnya buka IG. Ngga mesti posting juga. Karna di IG ini sekali buka bisa liat banyak akun.

Ada beberapa jenis akun yang biasanya saya follow. Akun jalan-jalan udah pasti, hehe. Selain itu akun yang menampilkan model-model rumah minimalis, aku shabbychic, akun onlineahop, akun berkebun. Dulu waktu lagi seneng-senengnya sama kaktus, hampir sepertiga temen yang saya follow adalah tukang kaktus, haha.

Lanjutkan membaca “10 Akun Instagram Pavorit”

Challenge · Review · Serba Serbi

5 Rekomendasi Lagu

Dari pagi saya bingung dengan tema hari ke-10 ini. Bukan bingung dengan maksudnya, tapi bingung mau nulis dan pilih apa. Saya kalo diminta ngerekomendasiin sesuatu rada susah. Lebih ke alasan ngga pede sih. Mikirnya iyaa kalo yang lain juga suka.

Mau pilih buku, lah koleksi buku ataupun bacaan saya juga masih bisa dihitung dan kebanyakan orang juga udah baca. Soal film juga saya sejak menikah jarang nonton filem. Dulu sih iya waktu masi lajang, hobi beli dvd dan nonton bisa sampe 3 filem dalam semalam. Besoknya kerja ngantuk-ngantuk.

Lanjutkan membaca “5 Rekomendasi Lagu”

jalan dan wisata · Review

BSA (Birmingham Small Arm) Ada di Siantar

Becak merupakan sebuah alat transportasi yang biasanya ciri cirinya adalah ber-roda tiga. Setiap kota pasti punya alat transportasi ini dan dengan keunikannya masing masing. Ada yang pakai sepeda dan ada yang pakai motor. Ada yang sepeda atau motornya di belakang becak, di depan atau disamping. Salah satu becak yang paling unik dan “mewah” adalah becak Siantar. Kenapa mewah? Motornya BSA, cuy! 😀

Dulu waktu masi usia 5 tahunan, orang tua selalu bawa kami ke Siantar untuk sekedar main ke taman bunga  (lapangan merdeka). Kenapa ada sebutan taman bungan dan lapangan merdeka ternyata ada kisahnya masing-masing. Tapi orang Siantar udah terlanjur familiar dengan sebutan Taman Bunga. Ah, apalah arti sebuah nama….
Lanjutkan membaca “BSA (Birmingham Small Arm) Ada di Siantar”

Review

Tender Care Protecting Balm : Si Kecil Cabe Rawit

Punya tipe kulit wajah kering dan sensitif itu sungguh menyebalkan. Pindah sebentar ke daerah dengan suhu dan cuaca berbeda kulit udah langsung kering dan mengelupas. Memang sih kulit mengelupas itu tandanya mau regenerasi gitu lah. Jadi abis mengelupas biasanya kulit jadi lembut. Tapi lembutnya itu cuma sebentaran, beberapa hari kemudian kulit kembali sensi, kering dan mengelupas lagi. Ini sering terjadi kalo lagi ada didaerah pegunungan beriklim sejuk. Berbeda kalo lagi lagi di daerah yang beriklim panas, kulit cenderung lebih lembab.

Pemakaian krim wajah atau pelembab juga ngga begitu pengaruh ke kulit wajah saya kalo udah kumat sensinya. Klo udh begitu saya malah makin males bersihin wajah, karna diapa-apain tetep kering. Cuci muka pake sabun muka ya tetep juga malah ada sebagian sabun yang bikin makin kering dan kasar. Jadinya kalo udah begini saya cuci muka ngga pake sabun apapun.
Lanjutkan membaca “Tender Care Protecting Balm : Si Kecil Cabe Rawit”

about us · jalan dan wisata · Review

3 Alasan Harus Menginap di Toba Village Inn Tuk Tuk

Siapa yang tak kenal Danau Toba. Kaldera terbesar se asia ini menawarkan banyak sekali keindahan alam yang bisa dinikmati baik yang sudah terekspos maupun yang masih tersembunyi.

Saking banyaknya destinasi yang bisa dikunjungi, tak cukup rasanya bila harus dijelajahi dalam sehari. Seiring sejalan menjamur juga penginapan. Dari mulai kelas melati sampai bintang 5. 
Lanjutkan membaca “3 Alasan Harus Menginap di Toba Village Inn Tuk Tuk”

jalan dan wisata · Review

Cerita Staycation di Thong’s Inn: Mengisi Liburan Sekolah

Thong’s Inn memang tepat skali untuk tempat santai, berleha-leha dan yang paling bener ada playground, patung-patung Budha juga patung berbagai binatang, miniatur bangunan khas tionghoa di perbukitan yang dibikin mirip sekali dengan aslinya, ayunan di setiap sisi kamar cottage, dan kolam renang yang belum jadi. Semua ini saya pilih karna pertimbangan anak-anak. Kan ceritanya selain memang ada misinya di lain hal sekalian bawa anak-anak ngabisin masa liburan sekolah dan mumpung belum puasa juga.

Jadilah kita bertiga ber staycation ria disini.
Lanjutkan membaca “Cerita Staycation di Thong’s Inn: Mengisi Liburan Sekolah”

Review · Serba Serbi

Penyerahan Mesin Apheresis pada YOAI: Wujud Komitmen Prudential dalam Membantu Anak-anak Penderita Kanker

Asuransi adalah salah satu dari banyak solusi yang digunakan sebagian besar masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai jalan keluar atas situasi atau kemungkinan yang terjadi ataupun hal-hal yang mengandung resiko. Pada dasarnya manusia mendambakan kehidupan yang tenang dan memilih berada dalam situasi yang minim resiko.

Cara kerja sebuah asuransi yaitu dengan membuat perjanjian antara penanggung (Pihak Asuransi) dan tertanggung (Nasabah), dimana penanggung wajib membayarkan premi sebagai pengganti pada tertanggung atas sebuah resiko tersebut. Baik resiko berupa kerusakan, kerugian dan kehilangan atas sebuah kejadian yang tak terduga. Jumlah premi yang disetorkan nasabah tergantung pada besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh pihak asuransi. Macam-macam produk asuransi secara umum diantaranya: Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Pendidikan dan Asuransi Kebakaran.
Lanjutkan membaca “Penyerahan Mesin Apheresis pada YOAI: Wujud Komitmen Prudential dalam Membantu Anak-anak Penderita Kanker”

drakor · Review · Serba Serbi

Fight For My Way, Sahabat Rasa Pacaran

Akhirnya saya nonton drakor sodara-sodara 😅. Baru deh paham kenapa 2 saudara serumah saya ini kalo udah nonton cari posisi masing-masing siapkan casan laptop supaya ngga mati tiba-tiba dan betahnya sampe ngga berkedip. Sampe candu ya saban hari donlot drakor terbaru. Ternyata ya drakor ini bikin baper. Bikin jadi menghayal-hayal dan berandai-andai haha. 

http://www.sinopsis.com

Fight For My Way 
Waktu buka-buka memori eksternal dan ngubek file saya sempet bingung judul apa yang hendak saya tonton. Akhirnya terpilihlah secara random judul yang menarik hati karna ada fight2 nya. Ya tebakannya pasti ceritanya ngga jauh-jauh dari judulnya pasti ada perjuangan hidup yang dilalui dan bumbu-bumbu percintaanya. Maksud hati cari kawan. Mana tau critanya kurang lebih sama kan perjuangan hidupnya. Hihi
Lanjutkan membaca “Fight For My Way, Sahabat Rasa Pacaran”

lomba · Review · Tak Berkategori

Banyak Koleksi Foto Dibuang Sayang? Cetak di Idphotobook, Proses Paling Gampang Hasil Memuaskan

Beberapa bulan lalu, saya sempet bingung mau ngasi kado ulang tahun untuk salah seorang teman baik. Karena udah dua kali berturut-turut yang saya hadiahkan itu-itu mulu. Apa itu? kemeja! kalo ngga kotak-kotak, garis atau batik. haha…

Memberi hadiah pada sosok sederhana itu bisa jadi gampang-gampang susah. Suka bingung mau ngasi dalam bentuk apa. Karna klo kita kasih yang agak meriah dikit, ia kalo dia suka. diterima, sih. Tapi pasti ngga bakalan dipake ato makenya harus kita yang request dengan muka melas dulu. Makanya kalo mau ngasih kado yang cocok itu setidaknya kenalin dulu orangnya gimana kesehariannya, apa hobinya, apa kesukaannya dll.
Lanjutkan membaca “Banyak Koleksi Foto Dibuang Sayang? Cetak di Idphotobook, Proses Paling Gampang Hasil Memuaskan”

Review

Beauty And The Beast 

Ini film paling happy ending yang pernah saya tonton, kayaknya…:)
Berceritalah…

Belle (Emma Watson), si gadis aneh menurut warga desanya. keanehannya karna dia suka membaca dan gemar mengajari anak-anak kampung membaca. Yang lebih aneh lagi, warga kampung tak menyukainya. Mereka menganggap Belle dan ayahnya, Maurice (Kevin Kline) mempunyai kelainan jiwa. 
Belle tinggal bersama Maurice disebuah kampung kecil di Prancis. Hingga suatu hari ayahnya pergi ke hutan dan Belle berpesan agar dibawakan bunga mawar oleh ayahnya. 

Sialnya sang ayah dan kudanya terjebak dalam sebuah kastil tua yang dihuni oleh mahluk-mahluk kutukan. 
Lanjutkan membaca “Beauty And The Beast “

jalan dan wisata · Kuliner · Review

Kulineran dan Narsis Lagi di Resto Berkonsep Alam Pedesaan Bertajuk Resto Budaya

Ngga butuh rencana atau wacana-wacanaan lah kalau mengunjungi tempat yang lokasinya ngga terlalu jauh dari Medan. Selama ada angkot, lets go kita kemon aja, haha. 20 menit doang dari rumah. Jalanan lancar jaya ngga pake maceeeet, tau-tau udah nyampe.

20170122_174214
Tanda2ny

Yang tau atau pernah ke Tahu Sumedang di Tanjung Morawa, nah, Resto ini berada tepat di seberangnya. Sekali mendayung 2 pulau terlewati. Sekali brangkat, 2 tempat ngehits tersinggahin. Begitulah kira-kira gambarannya

20170122_174247
Penampakan Tahu Sumedang yang tersohor, merah2 diujung

 

Resto Budaya

Jarak antara gerbang ke parkiran dan restonya lumayan jauh (kalau jalan kaki), maksudnya lokasi resto ini sangat luas. Mirip komplek yang gerbangnya dijaga satpam kemudian harus masuk lagi sekitar 100 meter menuju parkiran. Berhubung lokasinya tepat di sisi jalan raya lintas Sumatera, jadi, kita ngga akan bising atau pusing dengan pemandangan kendaaraan berbagai ukuran yang hilir mudik saat kita sedang makan. Ya karn itu, tempatnya cukup jauh ke dalam. Sudah tentu nyaman.

20170122_174226
Pintu masuk

20170122_174033

Sisi kanan menuju resto, ada kebun buah. Baru deh sisi kirinya tempat makan. Kalau biasanya di resto lain itu letak lesehannya di belakang. Resto ini justru menempatkan lesehan atau pondokannya di bagian depan. Diantara lesehan dan resto indoor, ada taman mini. Disinilah tempat pengunjung ber narsis ria. Ada kolam ikan, rerumputan, pohon kelapa, juga berbagai bunga dan lampu taman yang menambah cantik suasana dimalam hari.

20170122_1726411
pondokan

20170122_1617361

20170122_172824
kolam ikan

Seperti resto bertema desa kebanyakan, resto ini pun selalu memutar lagu-lagu Jawa. Bahkan saat kami kesana, lagu yang diputar adalah lagu Barat dengan instrumen Jawa, sangat unik dan enak didengar. Menu yang ditawarkan juga beragam. Tapi karna saat kesana, perut saya dalam keadaan masih kenyang, jadi saya pesan sate ayam dan es lemon. Teman saya pesan bebek cabe hijau dan air kelapa jeruk. Bumbu satenya enak dan gurih. Tapi, dagingnya alot. Sementara bebek cabe hijau, temen saya kasi nilai 8 dari 10. Lumayan laa…

20170122_163521
sate ayam bumbu kacang

20170122_163849
bebek cabe hijau

Pelayanan yang ramah, cepat dan tanggap, menjadi nilai plus restoran ini. Seragam mereka juga cantik.

Karena kami kesana di suasana akhir pekan, sudah pasti padat pengunjung, datang silih berganti. Bahkan kami ngga kebagian duduk di lesehan. Tapi, makan di ruangan dalam juga ngga kalah seru kok. Cantik dengan desain klasik. Langit-langit yang tinggi serta beberapa lampu hias menjuntai membuat suasana lebih romantis. Kita tetap bisa memandang ke arah luar juga tetap bisa merasakan angin sepoi-sepoi.

Anak-anak juga bisa bermain di playground mini, yang ada di samping kanan ruang makan bagian dalam. Kalau kita berjalan ke arah kiri, ternyata masih ada ruangan lain yang dibatasi dinding tinggi, kemudian ada pintu yang diukir mirip ukiran Bali. Menuju kesana, ternyata masih ada area lainnya, area makan dan juga sepertinya arena bermain skuter. Sekitar 200 meter sih. Agak males harus jalan kesana juga 😀

20170122_172622
playground mini

Kalau bosen di kota yang pengap, sumpek dan macet, bolehlah agak menjauh sedikit kita ya…

Friends · Kuliner · Review · Serba Serbi

Reuni Mini Kami, di Kafe Rumah Pohon

Berawal dari grup WA alumni SMP yang ngerencanain reuni akbar yang masih tetap dan sepertinya masih akan tetap jadi rencana. *tragis amat!

Jadi kami2 yang sok serius ini mau realisasikan dalam bentuk reuni kecil2an lah, yang domisili di Medan dan sekitarnya. Nah, ini yang kecil2an aja nentuin jadwalnya aja sampe harus cari wangsit di bawah pohon jeruk purut. Naasnya, dari sekian puluh orang (lebay) yang sekian persen fix ikutan, akhirnya di hari H mundur satu persatu dengan alasan yang harap dimaklumin. Begitulah tinggal kami berlima yang memaksa2kan hadir demi kesetiakawanan dan ketidak ada kerjaan di rumah, malam minggu pula. Bah! (??)

Untungnya lagi, reuninya ngga jadi ke Pondok Telaga Ikan yang letaknya nun jauh di luar kota sonoh. Janji ketemu di dalam kota aja kami harus nunggu ketiga temen kami yang cantik jelita ini molor hampir 2 jam. Catat, nyaris 2 jam! Dari hari terang sampe remang2. Alhamdulillaah ya, 🙂

Untung berikutnya, mereka ini masi ada rasa peri-kebidadarian, diteror ke grup ngga juga dikomen (ya kan kita bingung, ini orang2 jadi dateng ngga sih? Ngga ada kabar berita). Setelah diancam, 5 meniiit aja ngga nongol, yuk dada babailaaah, baru deh komen. “Tunggu, kami ondewei udah mau nyampe!” Apa ngga naik sasak konde Hayati?

16-12-17-16-18-52-871_deco
Saat menunggu makanan

c360_2016-12-17-16-33-21-394
Masih menunggu para bidadari

Tapi syukurlah, rasa sesak di dasar hati diam tak mau pergi ini seketika mencair dengan kelucuan dan lawakan ke empat temen saya ini. Bayangin, belasan tahun ngga ketemu kan pangling. Abisnya yang dulunya pada unyu imut2 macam marmut, sekarang kok jadi amit2 hehe. Ributnya minta ampuun, logat batak ngga ilang2. Seru kali lah. Aka pelawak do sude! Hehe. Ini mulut sampe pegel ketawa terus. Kirain brani ngelucunya cuma di grup, eh, ketemu malah ternyata lebih lucu.
Tapi tetep aja ya, jaman sekarang ini ngobrolnya 15 menit, yuk kembali ke henpon masing2. Balik maniing ngobrol di grup (Ngapain reuni ya? haha) kemudian poto2, ketawa2, balik lagi pegang hp dan pamer2 ke grup, ketawa ketiwi di grup. (reuni selanjutnya harus ada juru sita hp nih :D)
Begitu seterusnya sampe kami lelah dan memutuskan untuk berpisah.

fb_img_1481997359673
Here we are 🙂

Tapi, selalu ada positip di semua kejadian. Siapa sangka sih, temen SMP ketemunya di grup dan direalisasikan dalam bentuk reuni mini. Pasti anggota grup yang lain pada ngiri. Ngaku lah!
Makanya siap2in waktu dan tenaga untuk ketawa di reuni nanti ya temen2 🙂

#Kafe Rumah Pohon
Ceritanya ngga puas cuma liatin IGnya. Semuanya foto narsis pengunjung. Penasaran kan sama detail tempatnya. Jadi, pertama saya bayangin ya itu, tempat makannya dibikin di atas pohon2 besar gitu. Trus kita harus manjat tangga dulu baru bisa duduk dan makan. Dan sempet2nya saya bayangin gimana itu pelayan bawa gelas isi teh manis dingin atau pecel di atas nampan naik tangga yang terbuat dari tali atau berayun2. (Kan ceritanya rumah pohon ala2 tarzan gitu).

c360_2016-12-17-16-32-50-450
Ada batang pohon besar di dalam rumah itu

Tapi itu ngga semuanya bener alias hayalan2 doang. Karna kenyataanya pohon yang gede cuma sebiji dan rumah yang kita bayangin itu bukan nangkring di atas pohon gitu. Melainkan batangnya yang gede itu berada di dalam kafe berbentuk rumah yang berdiri tepat di atas tanah. Gitu aja sih.

c360_2016-12-17-16-35-43-711
Suasana outdoor

Lumayan lah, walaupun ngga semenakjubkan yang dibayangin, paling tidak suasananya adem karna banyak pohon rindang menaungi. Saya suka yang adem2, rindang, sepoi dan syahdu gitu. Boleh pilih duduk dalam ruangan ber-AC atau di luar ruangan yang sepoi2 itu. Klo ujan ya tanggung sendiri karna ngga ada payung2 ala kafe gitu, jadi hujan dan panas hanya pohon rindang yang memayungi. Ato pas lagi angin kenceng, dedaunan pada rontok dan mendarat mulus di makanan kita, sukur2 ngga ada ulet bulu nya. Haha. Nah, klo pas lagi rame tiba2 ujan turunnya dadakan, takutnya ngga muat kalo semunya ngungsi dalam ruangan. Gimana dong?

Tapi, positifnya, makanan yang kami pesan semuanya lumayan enak. Banyak paket yang ditawarkan. Contoh saya pesen 1 paket (lupa namanya). Isinya ada tahu goreng + es campur seharga 30K. Temen saya, Fitri, pesen paket (lupa juga namanya) :D, konon ini menu andalannya, isinya ayam arsik + daun ubi tumbuk dan air parutan timun seharga 35K. Kok menu andalan? Ceritanya kan di Medan yang biasa diarsik tuh sejenis ikan mas atau mujair. Nah ini bedanya, disini yang diarsik adalah ayam, katanya lagi arsik ayam tuh cuma ada di kafe ini. Katanya Fitri sih enak. Sore itu, kami terpaksa makan berat. Selain karna memang udah lapar, temen saya Fitri ini memang penganut anti makan malam. Kecuali udah ngga makan selama 2 hari. Tentu saja dengan alasan klasik, diet!
Ngga lama, 4 orang temen kami nyusul dan pesen paket ayam arsik juga. Sepakat semua bilang enak. Jadi, kesan pertama kami soal makanan bisa dibilang ngga mengecewakan lah. Hanya saja kakak dan abang pelayan yang sebagian sedikit kurang ramah saat meladeni. Kurang sopan dan oiya, masa bawa makanan dicampur dalam satu nampan dengan piring kotor? Ngga etis kan ya?

Bukan hanya itu, mereka juga menawarkan menu makanan lainnya seperti sate (kalau ngga salah ada sate daging rusa), macem2 es krim dan kopi yang diracik oleh para barista.

Pertama kalinya saya kesini yang saya liat rata2 pengunjung bukan hanya yang pasangan2, tapi, ada juga yang lagi ngadain arisan, ada yang mit’ap dan reuni macam kami. Tapi kok banyakan ibu2. Yang paling saya suka disini banyak banget ornamen2 antik untuk pepotoan. Kayak nampan2 berbahan seng norak bunga2 jadul, klo di rumah saya udah di gudang ditumpuk dan berdebu (ngga kreatip amat), disini, digantung atau ditempelin di dinding jadi hiasan cantik. Mangkok atau cangkir2 dari kayu dibikin jadi aksesoris di meja atau dinding yang bikin suasana makin antik. Saya suka, saya suka…

c360_2016-12-17-19-49-15-008
Salah satu sudut indoor

Setiap weekend ada konser mini. Saking mininya ya biola doang, hehe. Bagi penggemar biola mungkin akan betah, apalagi ditambah hujan rintik2, bisa menambah kesan dramatis atau jadi romantis. Tapi bagi saya yang lebih menyukai gitar, mendengar alunan biola yang mendayu2 kok jadi horor 😀

Saya perhatiin, mereka yang mau pulang pasti foto dulu di depan rumah pohon. Jadi saya simpulin, ngga sah kalau nggak poto dengan latar belakang rumah pohon. Kami pun ikutan dong, ah!