jalan dan wisata

Gunung Sibayak, Pengalaman Perdana Tektok

Setelah beberapa kali rencana ini gagal karna berbagai macam alasan, misalnya sebagian ada yang pulang kampung, alasan lain adalah mager, mager, mager dan mager. Ya ampun, apa sih obat mager yang ampuh?? Makanya waktu adek saya bilang disela-sela aktivitas jalan santai kami.

Baca juga: Pilihan lokasi Jalan Pagi

Lanjutkan membaca “Gunung Sibayak, Pengalaman Perdana Tektok”
jalan dan wisata · Review

View Jembatan Pasupati dari Lantai 5 Hotel California

Welcome to the Hotel California. Such a lovely place. Such a lovely face…
Plenty of room at the Hotel California. Any time of year . You can find it here…

Jika kalian mendengar namanya kemudian dikait-kaitkan dengan sebuah lagu dari grub Band Eagles yang judulnya Hotel California, berarti kita samaan. Mulanya saya pun bertanya-tanya ada hubungan apa hotel ini dengan lagu tersebut. Duluan siapakah yang lahir? Hotel California Bandung atau Hotel Californianya Eegles? Lagu itu kan mengisahkan sebuah hotel yang tamu-tamunya pada terjebak ngga bisa keluar sebab ulah para hantu.

Lanjutkan membaca “View Jembatan Pasupati dari Lantai 5 Hotel California”
Kuliner · Review · Uncategorized

Luti Gendang, Kecil-kecil Bikin Nagih

Cemilian yang asalnya dari Anabas, Kepri (Kepuluan Riau) ini dikirim oleh seorang rekan kerja langsung dari Batam ke Medan dengan ongkir yang tentu saja ngga murah. Semoga beliau dilancarkan rezekinya, dimudahkan segala urusannya, Aamiin..

Namanya agak lucu, ya. Saya pernah liat oncom (versi medan), nah bentuknya mirip combro gitu. Bulet bulet kecil. Mirip juga kayak onde onde dan mirip kue bohong juga tapi kulit luarnya doang. Kenapa ngga dikasi namanya misalnya roti isi atau roti onde misalnya. Misalnya gitu…

Lanjutkan membaca “Luti Gendang, Kecil-kecil Bikin Nagih”
jalan dan wisata

Merasakan Nuansa Eropa di Farmhouse Lembang

Beruntung sekali rasanya kunjungan saya ke Bandung untuk yang kesekian kalinya ini disaat cuaca lagi bagus. Siang ngga panas terik, ngga hujan dan mendung juga ngga. Malah cenderung sejuk dan enak buat jalan-jalan.

Dan hari itu, Rabu adalah jadwal kepulangan saya ke Medan. Jadwal penerbangan sore bikin saya masih punya banyak waktu hari itu. Setelah selesai tes antigen (iya waktu itu syaratnya masih swab antigen) jam tangan saya masih menunjukkan pukul 11 siang. Masih ada sekitar 4 jam lagi menuju jam 4 sore. Bahkan barang-barang saya masih tertinggal di hotel Moscato

Kemana ya enaknya dengan waktu 4 jam saja? Aha!! saya tau..

Akhirnya balik ke hotel, beberes dan menitipkan barang di resepsionis sekalian cekout lalu berangkat menuju tempat yang hanya berjarak 5 menit dari Moscato.

Lanjutkan membaca “Merasakan Nuansa Eropa di Farmhouse Lembang”
jalan dan wisata

Keliling 2 Benua Modal 50K di Great Asia Afrika

Outfit yang saya pake di Great Asia Afrika itu sama pas waktu lagi di Sariater. Iya, karna saya mengunjungi kedua tempat cantik ini dihari yang sama. Selepas kunjungan dari Sariater, masih ada banyak waktu sebelum malam menjelang. Ya kebetulan lagi libur solat saya jadi lebih leluasa dan santai untuk eksplor beberapa tempat lagi. Karna sebelumnya perkiraan kunjungan ke Sariater ini memakan waktu hampir seharian jadi saya ngga ada plan akan kemana setelah itu. Eh, ternyata waktu untuk menikmati pemandian air hangat itu cuma butuh waktu setengah hari rasanya udah puas. Jadi begitu keluar dari area itu rada bingung mau kemana. Setelah berselancar diinternet akhirnya dapet tuh tujuan berikutnya yang kebetulan letaknya dekat sekali sama tempat saya tidur, Moscato Hotel

Baca juga: Sari Ater

Lanjutkan membaca “Keliling 2 Benua Modal 50K di Great Asia Afrika”
jalan dan wisata · Review

Gunung Tangkuban Perahu dari Moscato Hotel

Kunjungan ke-3 di Bandung kali ini, saya nyari lagi penginapan di daerah Lembang tapi yang belum terlalu jauh juga dari kota Bandung. Pertimbangannya ya biar deket aja kalo mau jalan sekitar Lembang sekaligus kalo pingin ke Bandung. Dan kalian tau? ternyata hotel tempat saya tidur kali ini hanya selemparan batu dari tempat wisata hits Bandung. Great Asia Afrika dan Farmhouse Lembang. Saya nyadarnya waktu makan disebuah warung bambu dan jembatan penyebrangan antara kedua objek wisata itu terlihat dari warung bambu. Ini beneran ngga sengaja dan bagi saya rejeki banget dapat hotel cantik dekat sama lokasi wisata.

Mengunjungi Bandung 2 kali dalam setahun bikin saya ngga kapok. Bagi saya, Bandung tuh menyenangkan. Bandung mampu bikin wisatawan jauh macam saya pingin balik dan balik terus kesana. Salim sama orang Bandung… 🙂

Sore itu selepas kunjungan dari Paris Van Java Mall yang super luas dan susah cari makanan lokal itu, padahal tujuan utama kesana mau makan siang, saya bergegas menuju hotel di daerah Lembang. Sebentar kemudian sampe pada sebuah bangunan yang ngga terlalu megah berlantai 4 dengan sebagian besar balkon depan tertutup pohonan hias merambat.

Memasuki pelataran, saya disambut sekuriti yang ramah nian mengarahkan tempat parkiran. Pelataran hotel itu sekaligus juga difungsikan sebagai tempat parkiran. Hotel yang ngga terlalu luas ini terlihat sangat sepi karena hanya ada 2 mobil terparkir di depan. Karna sempet trauma atas hotel sebelumnya, saya sempet pesimis juga. Tapi, hotel ini reviewnya bagus, sih.

Melangkah menuju lobi, saya mulai dapat kesan pertama. Lobi yang ngga terlalu luas namun bersih dan rapih. Hawa sejuk menyeruak keseluruh area lobi. Ruang resepsionis sangat kecil menyempil di sudut kanan. Sebuah meja bundar diletakkan tepat di tengah-tengah lorong terbuka menuju lobi. Sebuah botol hand sanitizer ada disana. Seorang petugas resepsionis perempuan muda menyapa saya dengan senyum ramahnya. Sejenak seluruh ruangan jadi terasa sepi hanya dengan 2 orang petugas. Pandemi sangat memberi dampak menyedihkan pada berbagai sektor. Saya yakin hotel ini salah satunya.

Lima menit kemudian, saya sudah pegang kartu akses dan langsung menuju lantai 2. Lift, lorong, lantai dan dinding hotel nampak bersih secara keseluruhan. Begitu pintu terbuka, wangi ruangan deluxe ini memanjakan hidung menandakan kamar ini baru saja dibersihkan. Lagi-lagi hawa sejuk langsung merasuk, padahal belum juga AC dinyalakan. Saya letakkan ransel disebelah TV tanpa menyentuh dan menengok apapun yang lain untuk kemudian membuka pintu yang mengarahkan ke balkon dan membuka gorden lebar-lebar. Senengnyaaa dapat kamar berbalkon dengan view perkebunan dan Gunung Tangkuban Perahu (GTP) di kejauhan. Sayang sekali lagi-lagi saya lupa foto bagian dalam kamar. Kebiasaan yang menyebalkan, hahaha

Saya sudahi aktifitas menatap kebun, untuk kemudian melaksanakan solat ashar. Memasuki toilet yang tersedia lengkap toiletrisnya bikin lega, ya. Yang paling penting ada shower cap dan gulungan tisu yang masih tebal. Selesai dengan aktifitas ibadah sore, saya kemudian buru-buru mencari swalayan demi sebuah popmi sebab selama pandemi hotel ini meniadakan sarapan dan menutup restoran. Selain memang popmi adalah makanan wajib tersedia di kamar untuk jaga-jaga saat perut lapar tengah malam. Menjelang magrib saya urung berwudhu karna tamu bulanan akhirnya datang, sayapun istirahat dengan merebahkan diri di kasur yang bersih, menyalakan TV kemudian tertidur sampe pagi.

Lanjutkan membaca “Gunung Tangkuban Perahu dari Moscato Hotel”
Serba Serbi

Ga Bisa Share, Why??

Saat ini, ngeblog bukan lagi cuma jadi satu hobi, tapi udah jadi satu mata pencarian bagi banyak blogger. Penghasilan dari menulis ngga bisa dianggap remeh, loh. Jangan bilang menulis ngga pake efort. Untuk menghasilkan tulisan yang baik, berbobot dan menarik juga perlu modal. Ya modal mikir, modal kuota, modal waktu, modal keterampilan dan modal kreatifitas. Hayooo… siapa yang masih sering bilang kerjaan apa itu menulis? Suruh main lebih jauh, pake internet 🙂

Salah satu kebahagiaan saat kita udah selesai menulis adalah tulisan kita dibaca banyak orang. Menggunakan berbagai cara agar tulisan punya banyak pembaca, apalagi punya pembaca setia. Kebahagiaan semakin bertambah saat tulisan kita dibagikan banyak orang dan bermanfaat. Duh, serasa hidup ngga sia-sia, hahaha

Salah satu caranya adalah dengan membagikan tulisan kita di berbagai medsos yang kita punya. Dengan menempel link tersebut, dengan harapan pengikut bisa langsung klik dan terbuka lah tulisan itu.

Saya termasuk yang selalu rajin share tulisan ke berbagai medsos. Meskipun ngga banyak, setidaknya setiap tulisan selalu ada like dan komen dari temen-temen yang baca. Seneng, kan? Daripada selesai nulis, dibiarin diblog sendiri ngga ada yang baca karna ngga ada yang tau kalo kita ada tulisan baru, kan sayang.

Tapi itu dulu….

Sekarang saya ngga bisa share hasil tulisan saya ke medsos (FB dan IG) dan masalah ini sudah berlangsung selama 2 tahun lebih. lama, ya…..

Saya belum menemukan cara yang setidaknya bisa saya pahami untuk memperbaikinya. Sebab musabab awalnya kenapa bisa begini juga saya ngga tau pasti. Satu yang pasti, blog saya ngga berisi konten yang melanggar seperti yang tertulis pada peringatan saat saya coba share link blog disana. Hasilnya, saya sempet hiatus nulis dalam waktu yang lama karena ngga bersemangat lagi. Saya ngga lagi bertegur sapa dengan sesama mbak-mbak blogger se-Indonesia di berbagai grup.

notif saat share link blog di beranda fb
notif saat masukkan link dikomentar grup

Masalahnya apa aja?

  • Ngga bisa share di beranda FB
  • Ngga bisa share di kolom komentar FB baik di status maupun di grup
  • Ngga bisa sematkan link blog / web di profil IG
  • Ngga bisa ganti foto profil IG kecuali ganti dari FB da sengaja disinkron ke IG

Menyebalkan, ngga? 🙁

Dia ngga tau betapa rindunya bebas share-share seperti dulu. Betapa rindunya tulisan dibaca dan dikomentarin banyak orang.

Saya sudah coba laporkan dengan berbagai cara sesuai petunjuk yang saya cari di google. Melalui tulisan ini, adakah temen-temen yang pernah mengalami dan punya solusinya?

jalan dan wisata · Serba Serbi

Pilihan lokasi Jalan Pagi

Seperti biasa, hari libur selalu kami awali dengan jalan pagi. Kalau sedang semangat, jalan paginya agak jauhan. Pukul 6:30 sudah bergerak biasanya ke daerah kampus USU (Universitas Sumatera Utara) juga pernah sekali ke daerah Medan Baru (sekitar Taman Beringin sampe Gubernuran dan komplek disekitarnya) pulang pergi sekitar 8KM. Pilihan lokasi untuk kami berjalan juga ngga sembarang tempat. Kami lebih senang berjalan di tempat-tempat sepi dan teduh, maksudnya ngga krodit dengan lalu lintas dan orang ramai. Biasanya kalo ngga ke USU ya cari komplek atau perumahan yang lengang. Kalau lagi malas, ke pajak aja (baca: pasar) sambil belanja yang biasanya pake motor diganti dengan berjalan kaki pulang pergi sekitar 3KM. Sambil bawa belanjaan, cukup lumayan berkeringat.


Sabtu itu, harinya ngga begitu cerah ngga juga mendung tapi juga sedikit anginnya. Jalan kaki yang agak kesiangan itu berencana menuju USU. Kalaupun ngga dapat izin masuk, ya lanjut kemana kaki melangkah. Pasca kasus covid meningkat akhir-akhir ini, orang-orang yang ngga berkepentingan sempat ngga diizinkan masuk kampus USU lagi.

Olahraga di USU

USU memang jadi salah satu tempat pavorit warga sekitar untuk melakukan beragam aktivitas. Paling  banyak ya olahraga baik itu sore ataupun pagi hari. Bersepeda, joging, jalan kaki, dan badminton adalah olahraga yang sering dilakukan disini. Selain olahraga, pemburu foto juga sering terlihat disini. Sore hari adalah momen terbaik bawa keluarga utamanya anak-anak melihat-lihat rusa sembari memberinya makan. Mahasiswa juga banyak belajar sambil duduk santai di bawah pohon-pohon rindang. Diterpa semilir angin biasanya tingkat konsentrasi akan bertambah tapi ngga sedikit juga yang malah ngantuk, haha. Kegiatan birdwatching juga bisa banget disini. Ah, lengkaplah. Itu sebelum covid melanda. 

baca juga: Taman Hewan Mini USU

baca juga : Birdwatching

Hijaunya kampus USU memang jadi pilihan tepat untuk kegiatan di luar rumah. Banyak pepohonan jadi sumber oksigen dan udara segar melimpah. Tanpa gangguan riuhnya kendaraan, suara klakson apalagi teriakan pengemudi yang mau cepat semua. Semakin tenang dengan suara kicau burung-burung liar. Luasnya area bikin banyak pilihan rute berjalan. Kami biasa suka cari rute jalan potong yang sama sekali belum pernah kami lewati. Meski pernah bertahun-tahun menimba ilmu disana, tapi belum semua sisi kampus dijelajahi. Semakin sepi semakin enak kegiatan olahraganya walau sedikit horor saat melewati pohon besar dengan akar menjuntai-juntai. 

Pemindahan lokasi Pajak USU (PAJUS) ke luar area kampus memberi dampak positif. Area kampus lebih teratur, bersih dan steril dari masyarakat luar yang tidak berkepentingan. Penutupan akses jalan potong juga demikian memberikan rasa aman dari pencurian motor yang sebelumnya marak terjadi. 

Ya, pintu doraemon. Begitu mahasiswa menyebutnya. Sebuah akses jalan kecil letaknya di sisi kiri belakang kampus USU. Jalan ini menghubungkan area kampus dengan perumahan di sebelahnya yang kebanyakan kos-kosan. Dulu, jalan ini dipakai sebagai jalan pintas orang orang untuk bisa masuk kampus. Pejalan kaki, sepeda, motor bahkan becak motor bisa  masuk melalui jalan ini. Kecuali roda 4. Macet udah pasti. Sekarang semua akses jalan pintas sudah diportal dengan alasan keamanan. Pejalan kaki sih masih bisa lewat di pinggir-pinggirnya. 

Lanjutkan membaca “Pilihan lokasi Jalan Pagi”
Serba Serbi

Vaksinasi Covid Drive Thru di Lanud Suwondo Medan

Berhubung permintaan vaksin lewat kantor tak kunjung ada kejelasan kapan tersedia dan kapan pelaksanaanya, kami memutuskan mencari wanita vaksin lainnya yang tentu saja gratis. Dapatlah vaksin melalui aplikasi Halodoc yang pelaksanaannya dilakukan disekitaran Lanud Suwondo dengan metode drive thru dan ada juga di ex Bandara Polonia Medan.

Untuk vaksinasi dikedua tempat tersebut, pendaftarannya melalui apliasi Halodoc. Jadi pertama sekali harus instal dulu aplikasinya. Seperti ini

Setelah itu cari kategori yang sesuai jangan lupa perhatikan tempat pelaksanaannya juga, ya. Karna pilihannya ada diberbagai kota seluruh Indonesia.

FYI: Untuk yang berlokasi Lanud Suwondo diperuntukkan khusus pelayan publik atau publik 18+. Sementara yang berlokasi di Ex Bandara Polonia khusus untuk BUMN dan Lansia. (Info pada saat itu)

Pendaftaran hanya bisa dilakukan H-1, ya. Jadi kalau berencana besok vaksin, hari ini harus sudah daftar. Ngga bisa dadakan atau mepet waktunya atau kecepetan. Ada dua jadwal tersedia untuk vaksin. Jadwal pagi dan siang. Isi formulir online seperti nama dll, juga sedikit interview terkait riwayat kesehatan kita saat itu dan unggah KTP. Selesai melakukan pendaftaran, beberapa saat kemudian aplikasi Halodoc akan mengirimkan notifikasi bahwa jadwal vaksin dosis 1 sudah terkonfirmasi.

Besoknya datang dong, satu jam lebih awal dengan tujuan supaya dapat antrian pertama. Pake ada acara drama kesasar pula, gaeeees. Saya taunya lanud Suwondo itu ya sama dengan di Ex Bandara Polonia itu juga. Rupanya salah besar, hahaa. Pantesan mikir kok katanya Drive Thru tapi kenapa motor harus parkir?? Mana udah pake ngotot sama panitia, untung mereka pada baik dan ramah tamah. Akhirnya kita di”usir” secara sopan santun, hahaa. Udah keluar dari parkiran masih pake bingung itu Lanud adanya dimana hahhaa. Memastikannya pake G-map lokasi Lanud yang dimaksud, eh deket aja. Untung sampe sana antrian belum panjang dan masih harus nunggu dipersilahkan masuk.

Dokumen yang harus dibawa saat pelaksanaan vaksin:

  • Fotokopi KTP
  • Surat keterangan / Surat pengantar dari instansi tempat kita bekerja
  • Bukti konfirmasi dari Halodoc (boleh diprint boleh juga hasil capture)
Lanjutkan membaca “Vaksinasi Covid Drive Thru di Lanud Suwondo Medan”
jalan dan wisata

Sari Ater, Pemandian Alam Air Panas Jernih nan Memesona

Orang Medan kalau pingin mandi atau berendam air hangat, satu-satunya tujuan yang dekat dan populer adalah ke pemandian alam Lau Debuk-debuk yang berada di Tanah Karo. Tentunya ada alternatif lain ialah dengan masak air sendiri di rumah, haha. Sebagai pelengkap dikasih aromaterapi misal bunga-bunga dan garem supaya pegel-pegelnya hilang. Setidaknya begitu kata seorang kerabat saya dulu. Silahkan cari tau atau coba sendiri kebenarannya. 

Di Lau Debuk-debuk, banyak sekali pilihan kolam dengan penawaran spesial masing-masing. Maklum kolam-kolam itu dikelola secara pribadi. Persamaannya ya airnya berasal dari mata air yang sama. Jadi jangan heran kalo beda kolam beda tarif dan beda kutipan. Sejauh kunjungan saya kesana belum ada nemu kolam yang hangat tapi airnya jernih dan kesemuanya dibentuk kolam per kolam. Jadi agak berkurang kesan alaminya. Begitupun keberadaan kolam-kolam ini sangat membantu untuk kita yang pingin relaksasi dengan berendam di air belerang yang sumbernya langsung mengalir dari pegunungan. Dan tentu saja hasilnya memang bener-bener bisa bikin badan enteng dan seger. Cuma baunya aja yang kurang segar. Jam-jam pavorit adalah malam ke pagi. Jadi ngga heran kalo semakin malam akan semakin rame memenuhi kolam. 

Ngarep dibaca, dikomen dan dishare : Kolam Air Panas Pariban, Sidebuk-debuk

Pemandian Alam Air Hangat yang Jernih

Saya ngga pernah nyangka sebelumnya kalau ada sungai yang berair panas, jernih pula. Tapi itu beneran ada. Kebayang, dong serunya, nyamannya main air dan berendam di pemandian (sebut saja sungai) yang airnya hangat dan ngga bau. Selama ini kita mandi di sungai tuh biasanya ngga tahan karna mengigil kedinginan. Tapi kalo airnya hangat, rasanya ngga ada yang mau cepet udahan.

Beberapa waktu lalu, atas ajakan seorang kerabat, saya berkesempatan mengunjungi pemandian alam air hangat di daerah Subang, Jawa Barat. Dalam benak saya yang kebayang ya ngga jauh-jauh seperti kolam Lau Debuk-debuk. Deretan kolam dengan segala kutipannya dan airnya yang bau belerang dengan pemandangan kebun sayuran dan buah serta pedagang di sekitarnya. Lokasi pemandian ini dekat dengan TWA Gunung Tangkuban Perahu. Lewat sedikit aja nyampe, deh. Alamatnya Jl. Raya Ciater Subang, Desa Ciater, Kecamatan Jalan Cagak, Subang Jabar.

Ngarep dibaca dan dikomen apalagi dishare: Sebentar di Tangkuban Perahu

Setibanya di belokan, sempet dihadang seorang yang saya pikir adalah giliran kutipan pertama. Kenapa begitu, karna biasanya akan ada kutipan-kutipan berikutnya. Ternyata saya salah. Sibapak hanya berusaha menawarkan penginapan. Tentu saja saya menolak karna saya ngga niat nginep dan ngga niat berlama-lama juga. 

Meski udah jam 8, belum ada tanda-tanda gerbang dibuka. Sempet kepikiran apakah tutup karna pandemi, tapi kok disekitaran situ semakin rame berdatangan dan masuk melalui sebuah gerbang kecil. Selain itu beberapa orang bapak-bapak berseragam rapih dengan logo Pariwisata Indonesia juga berdatangan. Rupanya atas jawaban petugas, pemandian baru akan dibuka jam 8:30 dan mereka yang berdatangan tadi adalah karyawan pemandian dan petugas pengawas rutin dari Dinas. Menengok gapura yang besar dan seragam karyawannya saya jadi penasaran seperti apa penampakan di dalam dan se-profesional apa pengelolaan pemandian ini. 

Lanjutkan membaca “Sari Ater, Pemandian Alam Air Panas Jernih nan Memesona”