Serba Serbi

5 Sosok Perempuan Inspiratif yang Saya Kagumi

5 Sosok Perempuan Inspiratif yang Saya Kagumi – Meski di era ini, sosok perempuan sudah banyak yang menginspirasi, berprestasi, mandiri dan berdikari tapi ngga dipungkiri, masih banyak perempuan yang ditindas, dianggap kaki dan diperlakukan secara tidak adil di lingkungannya. Mirisnya, sebagian dilakukan oleh orang-orang terdekatnya juga.

Masih ingat KDRT yang dialami artis dangdut beberapa waktu lalu? Dia bukan orang miskin apalagi sebatang kara. Banyak sistem support yang seharusnya bisa mencegah tindakan keji itu terjadi. Beda hal dengan yang dialami sosok ART yang disiksa majikan di Bandung waktu lalu? Belum lagi kisah TKW jadi korban ringan tangan si bos. Sebagian besar mereka jadi korban karena kurangnya pengetahuan, kurangnya keberanian dan tentu saja ngga ada yang bisa dimintai bantuan. Meski begitu ngga sedikit juga TKW sukses di negeri rantau. Lagi-lagi jangan dicibir, sebab pasti banyak alasan yang mendasari kenapa mereka bisa jauh-jauh bekerja ada yang sukses atau sebaliknya malah menderita.

Dari sini kita bisa lihat, perempuan masih banyak yang harus berjuang membantu perekonomian keluarga demi hidup layak. Bahkan hanya demi bisa makan dan sekolah.

Perempuan-perempuan sekarang sudah semakin kreatif dalam usahanya mencari uang. Beraktivitas dalam rangka memberdayakan diri melalui hobi atau bekerja demi menambah pundi-pundi rupiah keluarga.

Banyak profesi yang sudah dilakonkan oleh perempuan. Dokter, Dosen, Aktivis, Angkatan, Pilot bahkan Indonesia pernah punya presiden perempuan. Pun Ibu Rumah Tangga adalah sebuah profesi yang bahkan dicap paling mulia. Bukan tanpa alasan, berada di rumah dengan pemandangan itu-itu saja dan kegiatan itu-itu saja kalau ngga pandai menyiasati, maka jenuh akan selalu menghampiri. Miris sekali kalau ingat beberapa waktu lalu perang antar ibu bekerja dan ibu di rumah serta ibu melahirkan normal dan operasi yang mungkin sampai sekarang masih ada yang belum berdamai. Sudah, yuk, kita sesama perempuan saling support dalam hal-hal baik. Mau ibu bekerja, mereka sudah banyak berkorban waktu dan tenaga antara urus rumah dan kantornya. Mau ibu rumah tangga, ngga kalah repotnya bekerja “24” jam mengatur diri agar ngga dihampiri stres serta mengatur negara yang bernama rumah tangga agar tetap aman damai.

Ngga salah, kala ini perempuanlah yang banyak menjadi inspirasi bagi orang lain. Karena semakin kesini, perempuan-perempuan di dunia ini semakin keren-keren, ngga, sih? Dari usia muda sampai lanjut usia adaaaaaa aja yang tampil di media sosial sebagai sosok panutan dan mengagumkan

Berikut 5 sosok perempuan dari berbagai profesi yang bagi saya sangat menginspirasi

Ibu / Mamak

Hampir semua anak mengidolakan ibunya. Termasuk saya, mengagumi sosok perempuan yang sehari-hari saya panggil dengan sebutan mamak. Mamak hanya sekolah sampai kelas 4 SD. Meski beliau bukan perempuan berpendidikan tinggi, tapi pemikirannya bagi saya paling tidak sudah mampu mengimbangi ibu-ibu lain disekitarnya yang punya profesi bagus juga punya pendidikan formal.

Mamak, sedari awal menikah memang hanya seorang ibu rumah tangga. Almarhum Bapak hanyalah seorang kuli bangunan. Dengan demikian, mamak mencoba memberdayakan diri untuk membantu menopang hidup rumah tangganya membantu Bapak mencari uang dengan berjualan di rumah, dua kali sepekan berjualan di pasar dan sesekali menerima jahitan. Kenapa sesekali? Karena mamak tak pernah kursus menjahit. Beliau belajar menjahit secara otodidak disaat jamannya belum ada google apalagi tutorial menjahit di youtub. Makanya beliau selalu minder kalau diminta menjahit baju orang lain.

Saat ini, diusianya yang semakin bertambah, selain masih berjualan di rumah, beliau semakin aktif dengan menjadi guru mengaji anak-anak di kampung termasuk cucu-cucunya sendiri dan berhasil mencetak banyak “lulusan” serta memenangkan berbagai kompetisi. Tahfidz, Tartil, hapalan surat, azan dll sudah banyak memboyong piala dan piagam penghargaan.

Kalau ditanya apa harapan mamak? Beliau hanya mau menabung amal jariyah untuk bekalnya kelak dan pingin umroh. Beberapa orang dari kampung sebelah menawarkan mamak untuk jadi guru mengaji disana. Meski tawarannya menggiurkan, tapi mamak ngga mau berpaling dari kampungnya sendiri. Sepeninggal Bapak, mamak semakin susah mobilitasnya karena ngga ada lagi yang antar jemput kemana-mana. Boro-boro nyetir motor sendiri, pake HP androit aja sampai sekarang belum lulus-lulus, hihii.

Tanpa donatur, tanpa fasilitas mumpuni, mamak selalu mampu menggembleng anak didiknya dengan caranya sendiri. Yup, mamak hanya menerima murid usia sekolah dasar. Alasannya biar belajar dari nol dan masih lebih mudah untuk diatur.

Masih banyak yang pingin saya ceritakan tentang sosok mamak. Tentang perjuangannya membantu ekonomi rumah, kesabarannya menjadi IRT, Pemikirannya dalam memajukan anak-anak kampung sampai akhirnya kampung kami “punya nama”. Tapi sepertinya saya akan bikin tulisan sendiri untuk ini.

Ngga salah, kan, kalau saya mengidolakan ibu sendiri? hehee…

Nenek dan anak muridnya

Related Post: Kemenangan Caca dan Jasa Nenek 

Ibu Sahari

Ngga tau kenapa, saya selalu kagum dengan sosok ibu rumah tangga usia lanjut yang masih mau berjuang sekuat tenaga demi keluarga. Maksudnya ngga ada kata malas, minder, capek, apalagi malu. Bahkan sering mengabaikan diri sendiri demi orang lain. Doa saya, semoga Allah limpahkan segala kebaikan untuk perempuan-perempuan tangguh ini.

Ibu Sahari usianya sudah 56 tahun, sehari-hari harus menempuh puluhan kilometer dengan naik ojek motor, lanjut jalan kaki menyusuri hutan untuk bisa sampai ke sebuah sekolah. SD Negeri 60 Bung yang berada di pedalaman Sulawesi Selatan adalah tempatnya mengajar. Meski sudah berkali-kali mengalami kecelakaan, tak menyurutkan semangatnya untuk ikut mencerdaskan anak bangsa.

“Di lain hal saya juga sama anak-anak murid merasa kasihan, nanti nggak ada yang mengajar di sana. Orang-orang di sana juga sudah menganggap saya sebagai keluarga, saya ini mungkin sudah hampir 14 tahun di sana tidak pernah beli beras, kadang saya juga dikasih tempat untuk menginap saat tidak bisa pulang,”

Ya, sudah merasa dekat, sudah dianggap seperti keluarga. Intinya perlakuan baik yang diterima Ibu Sahari dari orang tua muridnya yang membuat Ia bertahan meski hanya berpenghasilan 100rb rupiah perbulan sebagai guru yang berstatus honorer. Sambil menunggu SK PNS yang sudah lama Ia harap-harapkan dimasa-masa mendekati pensiun.

Saya yakin, banyak Ibu Sahari lainnya yang bernasib sama, terlebih mereka yang berstatus kepala keluarga dan sumber dana satu-satunya. Jasamu tiada terkira, semoga lelahmu terbalas dengan segala kebaikan, ya…

Ibu Sahari (google.com)

Niniek Febriany

Adalah seorang Arsitek asal Yogyakarta sekaligus menjadi salah satu pendiri komunitas Book For Mountain, yaitu komunitas peduli pendidikan yang berfokus untuk mendirikan perpustakaan di pelosok Indonesia. Saya suka sekali dengan aktivis-aktivis yang fokus pada daerah-daerah pelosok. BFM terbentuk tahun 2010 sebagai salah satu kegiatan di program KKN bersama rekan-rekannya di Lombok, NTB. Namun, berakhirnya kegiatan KKN ini tak membuatnya ikut mengakhiri program tersebut.

Selain sebagai salah satu sosok di belakang beberapa project Book For Mountain, Naniek adalah sebagai inisiator dan ilustrator project buku cerita anak kontekstual Kemiri Yori. Ia berharap melalui buku ini, setiap anak di daerah mana pun mampu untuk peka terhadap potensi daerahnya beserta permasalahan masing-masing.

Saat ini sudah lebih dari 44 perpustakaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk turut menyebarkan ilmu pengetahuan melalui minat baca di seluruh daerah pelosok terutama untuk anak-anak usia sekolah.

Meski awalnya mendapat pertentangan dari warga setempat, Naniek tetap tak menyerah. Semoga BFM semakin banyak mendapat sambutan baik dan semakin menyebar ke penjuru pelosok negeri. Mari sama-sama mendukung dengan mendoakan mereka dalam rangka menumbuhkan semangat membaca untuk Indonesia pintar dan maju.

Book For Mountain bersama Naniek (google.com)

Related Post: The DestinAsean

Najwa Shihab

Siapa yang tak kenal Najwa Shihab? Sosok perempuan ini memang sudah lama saya kagumi. Bukan hanya karena perawakannya yang cantik, tapi juga karena pembawaannya yang santai namun tegas. Bagi saya sosok Nana itu begitu cerdas dan cakap. Berani untuk level seorang perempuan. Konsisten mengangkat isu-isu yang sedang hangat dan dianggap berpotensi memunculkan konflik. Meski banyak yang tidak suka, tapi saya yakin pendukungnya jauh lebih banyak.

Nana yang setia dengan profesinya ini, memulai karir dari seorang jurnalis TV. Kemudian merangkak terus sampai akhirnya ada di level CEO perusahaan bernama Narasi TV saat ini. Kalau dikulik-kulik terus, mungkin ngga akan ada habisnya segala prestasi Nana yang menginspirasi terutama untuk kaum perempuan. Bagaimana seorang wanita karir tetap cemerlang menginspirasi tapi masih mampu menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak semata wayangnya. Setidaknya ini diketahui dari minimnya berita miring yang menghampiri keluarganya.

Lima kali terpilih sebagai duta baca nasional, menandakan kalau Nana dianggap sangat berpengaruh untuk meningkatkan angka kegemaran membaca masyarakat Indonesia. Nana begitu giat dan sungguh-sungguh untuk mempromosikan, mendukung, bahkan melakukan aksi nyata melalui program-program acaranya di TV Nasional yang mengangkat isu literasi. Sejak itu, minat baca di daerah-daerah semakin bertambah dengan meningkatnya permintaan buk gratis di tiap perpustakaan. Lagi-lagi membaca sebagai bentuk jendela dunia diharapkan bisa mengurangi keterbelakangan.

Nana banyak menginspirasi perempuan-perempuan Indonesia untuk ikut berani berpendapat, cakap dalam bertutur dan berdiri pada kaki sendiri. Seorang Najwa Shihab, kurang menginspirasi apa, sih?

Dari Nana saya mulai kepikiriran bikin perpustakaan mini di rumah. Tumbuhkan minat baca dari anak-anak kita sendiri.

Najwa Shihab (google.com)

Alaika Abdullah

Masih dari dunia literasi, mari beralih ke seorang Blogger. Namanya Alaika Abdullah. Kalau digoogling, banyak banget sampai 498ribu results. Artinya Mbak Al, begitu perempuan cantik ini dipanggil sangat populer sekali. Terutama di kalangan Blogger Perempuan di Indonesia.

Ngga salah dong, saya mengidolakan beliau. Perempuan kelahiran Aceh ini termasuk menginspirasi saya dalam bidang tulis menulis. Kalau lagi ngga ada ide, saya biasanya melipir ke Virtual Cornernya untuk cari inspirasi. Sebab, sebagai seorang lifestyle Blogger, Mbak Alaika menulis berbagai macam isu di dalam blognya. Makanya banyak banget sumber ilham dari tulisan-tulisan yang sudah Ia terbitkan.

Karena komitmen menulisnya, Mbak Alaika pernah menjadi Srikandi Blogger tahun 2013. Saat itu saya malah belum kepikiran menulis sama sekali, dan Ia udah punya gelar sendiri. Masyaallaah. Selain menyabet gelar bergengsi itu, beliau juga sering menjuarai lomba menulis di blog serta sampai pada tahap menjadi juri. Mungkin masih banyak award yang saya belum ketahui. Saat ini Mbak Al aktif menjadi Narasumber Literasi Digital. Memberi edukasi untuk lebih waspada dan berani bertindak terhadap segala kejahatan cyber.

Blognya yang diberi tajuk Virtual Corner, a space to share and inspire ini lahir tahun 2012. Sebagai Blogger yang sudah cukup lama di dunia blogging, Mbak Al punya segudang prestasi dan sangat memahami teknis SEO. Makanya blognya punya kesehatan dan termonetasi dengan sangat baik sekali .

Selain mengunjungi blognya, saya cukup sering intip keseharia beliau melalui media sosialnya. Saya termasuk follower sejati, karena suka aja melihat interaksi antara Mbak Al dan anak gadisnya. Dekat layaknya ibu dan anak serta kompak kaya kakak adek. Sehat selalu Mbak AL, keep sharing, keep inspiring and keep shining…

Mau lihat serunya keseharian Mbak Al, follow deh medsosnya: Instagram, tiktok dan twitter: @alaikaabdullah serta Youtube: Alaika Abdullah

Hayo mana ibu mana anak, coba??

Lima perempuan di atas adalah sebagian kecil yang terdengar gaungnya. Masih banyak perempuan inspiratif yang tersebar di penjuru negeri yang kalau dikumpulin mungkin udah bisa bikin satu provinsi. Gimana tuh kalau satu daerah dihuni oleh orang-orang saleh, pintar, cakap, santun budi dan lisan serta berprestasi?

Semoga apa yang sudah mereka tebarkan bisa menjadi manfaat bagi yang menerimanya. Saya bisa meneladani segala sepak terjang dan paling tidak apa yang saya pahami segala yang baik yang telah dicontohkan oleh tokoh-tokoh di atas bisa saya turunkan ke generasi sendiri.

Related Post: Kenapa 5 Blogger Ini Jadi Pavorit Saya?

17 tanggapan untuk “5 Sosok Perempuan Inspiratif yang Saya Kagumi

  1. setuju, keren semuaaa….
    apalagi Mbak Alaika, kita kenal sebagai perempuan multitalented
    banyak hal dari Mbak Alaika yang bisa kita tiru, seperti ulet dan pantang menyerah

  2. Sosok perempuan hebat yang menginspirasi, dan dapat ditiru manfaat dan prestasi yang telah dilakukan. Apalagi ada nama-nama yang daku tahu hehe.

  3. Mba Alaika memang keren banget yaa. Saya tuh suka berhayal pengen juga bisa jadi perempuan hebat seperti beliau dan perempuan-perempuan lain yang ditulis di atas

  4. Perempuan-perempuan hebat yang layak dijadikan inspirasi. Semoga kita bisa meniru mereka ya, semangat, kegigihan, keikhlasan, kepedulian pada sesama dan juga prestasinya

  5. Kalau melihat perempuan bertalenta dan berprestasi kekaguman jadi nambah ya apalagi yang kita kenal seperti mbak Alaika hmm mantul dehπŸ˜„

  6. Senang sekali karena kini semakin bangga bahwa perempuan Indonesia bisa berkarya, diakui dan diapresiasi. Idola pertama anak perempuan memang Ibunya yaa…

    Mbak Al, halooo..
    Seneng banget dengan keseharian Mbak Al yang bergerak di dunia literasi dan juga gak pernah lupa untuk selalu bakti terhadap orangtua. Aku pernah ketemu mbak Al di Rumah Sakit Bandung dan beliau sedang mengantarkan orangtuanya, mashaAllah~

    Mulianya anak dari bagaimana cara ia memuliakan kedua orangtuanya.
    Barakallahu fiikunna, perempuan-perempuan menginspirasi.

  7. Pasti mamak atau ibu Kita sendiri jadi sosok inspiratif di hidup Kita ya Mba. Najwa saya tahu, pasti banyak yang terinspirasi juga dengan beliau. Ibu Sahari saya baru tahu sih.

    Dengan Teh Alaika juga seneng banget orangnya baik, supel dan humble.

Tinggalkan Balasan