Review · Review Buku

Review: The DestinAsean

Judul: The DestinAsean

Penulis: Ariev Rahman dkk (11 penulis)

Penerbit: B-First (Bentang Pustaka)

tebal: 246 halaman

****************

Mohon maap kalo ini review yang pasti udah sangat basi karna banyak review sejenis telah terbit lebih dulu. Apalagi itu kisah kapaaan dan reviewnya kapan yaa, haha. Namanya juga baru nemu

Buku yang berisi kisah-kisah perjalanan ke negara-negara di Asia Tenggara yang ditulis secara rame-rame oleh 11 travel blogger terkenal ini sangat cocok khususnya untuk pejalan pemula. Memang ngga semua dijelaskan secara detail tentang misalnya rute-rute perjalanan tapi rata-rata menyampaikan informasi yang cukup lengkap dan berguna. Setidaknya menambah wawasan pembacanya.

Melihat deretan nama-nama penulisnya aja bikin tangan saya secara spontan comot dari rak yang udah berantakan di Big Bad Wolf untuk diamankan sebelum raib dari pandangan.

Meskipun buku lama, (ya Allaah tahun 2013 looh) maksudnya saya baru baca tahun 2018 padahal terbit tapi dengan gaya cerita masing-masing penulis yang pada pinter-pinter mendeskripsikan susana bikin saya berasa ikut serta dan mampu membayangkan seperti apa kondisi saat itu. Ada sih sebagian yang menurut saya sedikit membosankan,  ngga ada rasa penasaran dan mau pingin cepet selesai membacanya. Ya, ada yang berhasil menyampaikannya ada juga yang kurang ngena. Apalagi jadi tau kalo negara Brunei itu kaya raya sampe-sampe kayak ngga butuh wisatawan, itu menurut Oryza Irwanto.

Ada 21 judul cerita dari berbagai perjalanan udah cukup bikin saya merasa ikut berkelana. Ketawa kenceng sama pemaparan Adis Takdos yang bener-bener ceplas ceplos dengan ceritanya. Lalu ikut terharu sama cerita Ariev Rahman jalan bareng ibunya apalagi waktu dorong motor sewaan demi nyenengin ibunta lihat Golden Mermaid. Atau kisah Venus di Cu Chi Tunnels yang mbayangin kondisi tragis pada masa itu dan cekikian juga dikisahnya yang lain. Dan Marischka Prudence yang dengan setianya menceritakan negara tercinta Indonesia. Dibaca sendiri aja deh, haha. Saya beneran suka sama buku jenis begini.

Tapi tetep, kurang seru karna foto-fotonya kurang banyak dan kurang berwarna. Majalah kali…

Ngga rugilah beli dan meluangkan waktu membaca buku seperti ini.

Pokoknya saya jadi makin merasa nulis kisah perjalanan itu ngga gampang. Susahnya minta ampun. Mbaca kisah berkali-kalipun saya masih merasa kesusahan bercerita dengan baik dalam satu tulisan.

Akhir kata dengan berakhirnya membaca buku ini saya simpulkan dengan doa-doa semoga saya bisa keliling Asia Tenggara (dulu)…

Aamiin…

Oiya temen-temen ada referensi buku travelling kayak gini yang lain ngga?

 

img20181113075107-467232573.jpg

 

4 tanggapan untuk “Review: The DestinAsean

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.