jalan dan wisata

Ergendang, Sensasi Berendam Air Hangat di Dalam Goa

Ergendang, Sensasi Berendam Air Hangat di Dalam Goa – Saya meregangkan kaki setelah 1,5 jam lamanya berada di atas motor. Memandang sekeliling, kesan pertama pada wilayah ini adalah, scary!

Ya, bayangin aja kayak di film-film pendekar yang banyak bertapa dalam goa. Terus pas melongok ke dalamnya tiba-tiba keluar ular atau mahluk menyeramkan yang siap menerkam. Hiiii…

Begitu pun saya, cukup melihat sebentar pada sebuah sumber mata air disalah satu goa yang gelap, lalu bersegera pergi mencari tempat yang terang dan ramai.

Tapi itu menurut saya, yang memang seorang dengan mental penakut, parnoan untuk hal-hal yang berbau mistis dan gaib begini. Berbeda untuk kalian yang mentalnya kuat, ngeliat goa dengan stalaktit dan stalagmit, ditambah visual gradasi warna yang menarik mungkin malah jadi pemandangan yang menakjubkan.

Related Post: Susur Goa Kampret di Bukit Lawang

Lokasi

Berada di Desa Penungkiren, jalan Guha, Kecamatan Sinembah, Tanjung Muda Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kalau dari Medan, bisa lewat Patumbak lurus terus ikuti jalan besar. Jalannya 80% lebar dan beraspal mulus.

Bisa juga lewat Deli Tua. Secara jarak sih lebih singkat, tapi kondisi jalan 50% rusak parah. Jadi kalau dihitung-hitung ya sama aja. Meski lebih jauh, saya lebih merekomendasikan lewat Patumbak.

Jarak dari Medan sekitar 40KM atau kurang lebih 1,5 – 2 jam perjalanan santai.

HTM dan Jam Operasional

Untuk bisa masuk ke area kolam, pengunjung dikenakan HTM sebesar 13ribu/orang di weekday dan 15ribu/orang di weekend dan tanggal merah.

Parkir motor 3ribu dan mobil 5ribu.

Jam opersional buka setiap hari pukul 7 : 00 – 20:00 WIB

Goa Ergendang

Idealnya memang lebih enak datang dihari kerja. Kalaupun hanya bisa di akhir pekan, lebih baik datang dipagi hari. Jadi pengunjung pertama itu akan selalu dapat previlege seperti, kolam masih bersih, pengunjung masih sedikit, udara masih segar dan matahari belum terik.

Goa Ergendang berasal dari bahasa Karo yang artinya menabuh gendang. Konon katanya, dulu itu masyarakat sering mendengar suara gendang misterius dari dalam goa. Diyakini pelakunya adalah mahluk bunian. Legenda lainnya, goa ini adalah tempat mandi para putri raja pada kala itu. Sesuatu yang punya legenda emang selalu menyisakan aura magic sendiri, ya, kan.

Di balik mistisnya, destinasi ini terbilang cukup ramai dikunjungi. Sebagian besar tujuannya adalah untuk kesehatan. Katanya sih, air panas yang mengandung belerang ini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Desa ini dihuni oleh mayoritas suku Karo. Wilayahnya memang berbatasan dengan Kabupaten Karo. Sepanjang jalan menuju Desa ini, disuguhkan pemandangan berupa perkebunan sawit, jagung, dan tumbuhan palawija lainnya.

Memasuki wilayah pemandian, perjalanan didominasi oleh kebun markisa dan salak. Btw, markisanya asem tapi malah seger dibuat minuman.

Sensasi Berendam Air Hangat di Dalam Goa

Meski gelap dan rasanya ngeri-ngeri sedap, ternyata enak juga berendam di kolam air hangat di dalam goa. Asal ngga sendirian aja.

Kalau biasanya kolam air hangat itu, kedalamannya hanya sebatas kaki atau pinggang. Ya sekedar untuk berendam saja. Namun di sini, kedalaman kolam bervariasi. Ada yang rendah (untuk anak-anak) tapi ternyata lebih banyak kedalamannya setinggi dada orang dewasa.

Terdapat beberapa kolam di beberapa goa yang berbeda pula. Mungkin ada sekitar enam kolam tersebar di tiga goa.

Di Sumatera Utara sendiri, pemandian air panas yang terkenal ada di Lau Sidebuk-debuk, Tanah Karo. Di sini, bau belerang termasuk sangat menyengat dan kedalaman kolamnya rendah.

Related Post: Kolam Air Panas Pariban, Sidebuk-debuk

Kalau di sini, bau belerang tidak terlalu menyengat sehingga lebih nyaman berada di dalam airnya. Pun begitu dengan baju, ngga terlalu susah untuk menghilangkan aroma yang nempel. Airnya juga tidak terlalu panas.

Karena kedalamannya lumayan, saya bukan cuma hanya berendam disana. Malah jadi kesempatan untuk belajar berenang segala kok, haha.

Di sini tidak ada kewajiban untuk menyewa pondok. Sebab dibagian dalam dan sisi-sisi goa terdapat banyak bebatuan yang bisa dimanfaatkan untuk duduk sekaligus meletakkan barang-barang. Hanya butuh hati-hati mengawasinya karena kalau sedang ramai pasti banyak yang berlalu lalang.

Yang paling banyak disukai pengunjung adalah, duduk atau berdiam di bawah guyuran air mancur yang terdapat pada setiap kolam atau tersebar di tebing-tebing goa. Sensasi diterpa debit air secara bertubi-tubi itu seperti mendapat pijatan alami.

Fasilitas di Goa Ergendang

Secara keseluruahan, tempat wisata ini dikelola dengan baik. Pekarangan di sekitaran kolam terbilang bersih. Banyak pohon-pohon pelindung tumbuh subur bikin suasana teduh. Area kolam dan air kolamnya pun bersih.

Untuk HTM terbilang sangat terjangkau dan menerapkan tarif yang wajar. Ngga banyak pungli di sekitaran lokasi wisata. Jadi sebenarnya cukup nyaman berwisata di sini.

Ada beberapa warung makanan di area parkiran. Tapi begitupun ngga dilarang kalau mau bawa makanan dari rumah. Asal dijaga kebersihannya.

Hanya saja, toiletnya ampun, deh.

Sudahlah jumlahnya terbatas, kalau ngga salah cuma ada dua kamar. Jauh dari kolam dan kondisinya memprihatinkan. Gelap (Entah ngga ada lampu atau lampunya rusak ngga kelihatan juga) dan baunya mengganggu sekali. Udah gitu ngga ada cantolan untuk menggantungkan barang-barang.

Ngga tau deh di dalam ember itu airnya bersih apa ngga, ada apa aja di lantai. Gelap bangeet. Duh pingin cepet-cepet selesai lah pokoknya.

Ada juga pancuran bilas, tapi dindingnya hanya sebatas leher orang dewasa. Ngga nyaman blas untuk perempuan berhijab.

Saya pribadi kalau ditanya ya sebenernya pingin lagi balik kesana. Tapi kalau ingat kondisi toilet jadi urung. Mana saya paling males untuk hal yang satu ini, yaitu bilas dan ganti baju kalau habis main air di tempat wisata. Tambah lagi kalau kondisi toilet yang kurang nyaman.

Kondisi musolah pun ngga jauh berbeda. Banyak pasir dan binatang kecil di dalamnya. Sawang-sawang menempel di langit-langit.

Hal begini sebenernya bisa bikin pengunjung jadi ilfeel ya, ngga, sih? Yang tadinya pingin balik lagi, jadi batal kalo inget kondisi fasilitas yang ngga diurus dengan baik. Terkesan sepele tapi sebenarnya berdampak besar.

Kalau aja ada kotak saran, bakalan saya tulis saran dan kritik yang panjang dan lebar. Toh demi keberlangsungan jangka panjang dan pemasukan mereka juga, kan.

Oiya, menuju area kolam, kita bakal ngelewatin taman yang luas dengan lantai keseluruhannya dari paving block. Disana ada juga berpetak-petak kolam kering. Sepertinya sebelumnya pernah terpakai untuk kolam berendam sebelum masa-masa covid.

Jadi selain berendam air hangat, alternatif lainnya bisa juga melakukan aktivitas olahraga seperti lari atau jalan santai di area jogging track di taman ataupun bersepeda. Tamannya sejuk dan teduh dengan pepohonan.

Galeri Foto

22 tanggapan untuk “Ergendang, Sensasi Berendam Air Hangat di Dalam Goa

  1. Daku pun kak 🫣, kalau berendam ya memang asiknya tuh gak solo karir, kudu ada temennya. Serombongan lebih asik lagi. Apalagi ini pan di dalam goa yak, biar gak sunyi, kecuali bila memang ingin menepi hehe

  2. aku membayangkan goa juga ngeri kok, mbak. hehehe. aku juga parnoan, makanya goa itu wisata yang selalu aku hindari.
    tapi kalau ada kolam renang dengan belerangnya seperti ini, bisa masuk dalam list sih.

  3. aku suka takut kalo wisata alam ke goa karena pernah ada trauma jaman camping sekolah dulu. tapi lihat fotonya goanya sepertinya ga terlalu masuk ke dalam yaa… seru sih kalau bisa menikamti alam apalagi ada pemandian air panas alami di dalamnya.

  4. Iya… Sayang banget ya fasilitas wc dan musolla kotor..ya meskinya harus di perhatian juga tuh karena fasilitas merupakan bagian kenyamanan para pengunjung.. Semoga aja staff segera memperbaiki sehingga nantinya banyak pengunjung yg akan datang

  5. satu setengah jam di atas motor? Wow, saya pernah setengah jam aja udah ampun-ampunan

    Tapi terbaayar karena bisa berendam dengan nyaman pakai air hangat (walau suasananya seremmmm….:D)

    Tentang toilet, kita jadi berpikir, kan udah bayar Rp 13ribu-Rp 15 ribu ya?

    Tapi begitulah pariwisata kita, gak merhatiin fasilitas yang sangat penting.

  6. Huwaaaa, jangankan di gua, di tempat terbuka berendam sendirian itu menakutkan buat saya, takut ada hantu muncul dari dalam air, wakakakakak
    Meskipun ya, kalau berendam kebanyakan orang juga agak parno, takut ada yang pipis di air, hahahaha.
    Tapi over all, wisata goa ergendang ini keren sebenarnya, semoga semakin diperhatikan kenyamanan pengunjung dengan adanya fasilitas yang bersih dan memadai

  7. Baru aja di awal serunya minta ampun lihat tempat wisata yang begitu unik. Apalagi di situ Suci tulis ada air hangat (belerang) yang gak terlalu menyengat dan nyaman untuk berlama-lama. Tapi begitu baca soal toilet dan musola nya, saya jadi merinding. Duh, padahal itu hal yang penting loh untuk tempat wisata. Apalagi kan orang perlu tukar pakaian setelah nyemplung. Aih jadi gak nyaman ya Ci. Semoga ini bisa jadi perhatian pengelola ya Ci. Wajib itu diperbaiki dan diperbanyak. Biar tempat wisatanya bisa berkelanjutan dan menjadi sumber APBD dan juga pendapatan bagi masyarakat setempat.

    1. Iya Bu, semua pengelola destinasi wajib perhatiin fasilitas utama deh. Apalagi wisata air2 begini, toilet/ruang bilas itu penting banget bersih dan nyaman nya…

  8. Ka Suci berani pissan yaa..
    Aku salut sama totalitas ka Suci kalau membahas sebuah tempat wisata. Akutu sering banget kalo ke tempat wisata yang ada main air-airnya begini suka parno euuii~
    Mungkin karena aku dari kecil suka ditakut-takutin sama Ibuk perkara “Kalo main ke tempat asing tuh kudu banyak dzikir, doa, dll”

    Iya bener, sih.. tapi akunya jadi kepikiran macem-macem kan yaa..

    Cakep banget Ergendang, pemandian air hangatnya.
    Warna airnya sampai hijau bening banget. Anak-anak pasti betah banget main di sini yaa, ka Suci.

  9. Goa ergendang nan luas banget ya. Ini beneran menguji kemampuan buat menlusur area goa seluas itu. kalau kesini ajak teman dan keluarga boleh ya, ketimbang agak horos sendiri meski tempatnya ramai. Noted

Tinggalkan Balasan