Film Korea Picnic, Habiskan Masa Tua Kembali ke Kampung Halaman

Film Korea Picnic, Habiskan Masa Tua Kembali ke Kampung Halaman

Film Korea Picnic, Habiskan Masa Tua Kembali ke Kampung Halaman – Setelah pindah ke kota pasca menikah, Eun Sim (Na Moon Hee) yang telah berusia 80 tahun memutuskan kembali ke kampung halaman dan tinggal bersama di rumah teman lamanya sekaligus besannya Geum Soon (Kim Young Ok). Berdua, mereka menghabiskan hari-hari dengan berdagang, ngobrol di halaman rumah dan bertemu teman lama.

PICNIC

Artis: Na Moon Hee, Kim Young Ok, Park Geun Hyung, Ryu Seung Woo DKK

Sutradara: Kim Yong Kyoon

Penulis: Hyun Mi Cho

Tahun: 2023

Bahasa: Korea

Durasi: 1Jam 45Menit

Sinopsis

Saya melihat cuplikan film ini di TV sewaktu staycation di The Reiz Suites beberapa waktu lalu. Besoknya nyampe rumah langsung deh ditonton.

Related Post: Staycation di The Reiz Suites Medan

Film ini bercerita tentang kehidupan masa tua tiga sahabat masa sekolah. Mereka adalah Eun Sim (Na Moon Hee), Geum Soon (Kim Young Ok) dan Tae Ho (Park Geun Hyung). Iya betul, film ini diperankan banyak artis veteran. Alih-alih merias artis muda menjadi tua, film picnic memang diperankan artis lansia.

Eun Sim dan Geum Soon selain sahabat dari kecil, mereka juga menjadi besan setelah anak keduanya menikah. Sejak menikah, Eun Sim tinggal di sebuah apartment di kota dan kini menderita Parkinson, sementara Geum Soon tetap tinggal di kampung halaman juga menderita penyakit tua. Dari awal cerita memang keduanya udah jadi janda keknya.

Naas, anak dan menantu Eun Sim terkena masalah keuangan dan memintanya untuk menjual apartment. Tapi Eun Sim berat hati menolak dan lebih memilih meninggalkan anak mantunya kemudian pergi ke kampung halaman di Namhae, salah satu desa di Korea Selatan bersama besan sekaligus sahabatnya itu. Alih-alih ikut bertengkar karena anak, mereka justru semakin kuat dan saling menguatkan.

Kalo di Indonesia, mereka udah berantem dah tuh ya, saling menyalahkan karena ngebela anak masing-masing, haha.

Singkat certia, di kampung halaman itu, Eun Sim membantu Geum Soon berjualan sayuran di pasar. Sore harinya mereka duduk dibalai-balai yang ada di halaman sambil makan-makan dan minum arak dan sesekali ngobrolin ide bisnis. Eun Sim merasa hidup kembali begitu kakinya menginjakkan kaki di kampung halaman. Cuacanya bagus, rumah-rumahnya membangkitkan kenangan, dan makanannya terasa seperti masakan rumahan. Dia merasa seperti berada di tempat yang tepat tanpa memikirkan masalah yang terjadi pada anak mantunya.

Sambil merenungkan betapa banyak perubahan yang terjadi di kampung halamannya, Eun sim juga bertemu dengan berbagai orang dari masa lalunya, salah satunya adalah Tae ho (Park Geun hyung) yang berprofesi sebagai pembuat minuman keras, dan dia ini pernah naksir berat sama Eun Sim waktu sekolah. Sayangnya kebersamaan mereka hanya sekejap sebab Tae ho meninggal lebih dulu karena terjatuh.

Tinggallah dua sahabat ini. Diusia yang sudah kepala depalan, masing-masing mereka tampak tua. Wajah penuh kerutan, rambut sudah sepenuhnya memutih, dan secara fisik, mereka semakin lemah. Parkinson sering kambuh dan satu lagi terkadang seluruh tubuhnya sudah susah untuk bergerak.

Di samping itu semua, karena menyadari hidup dalam kesendirian di rumah, mereka berusaha saling menguatkan, saling menghibur dan saling menyayangi. Yang bisa dilakukan hanyalah bekerja semampunya, makan dan minum arak, mengingat-ingat masa lalu kemudian pergi tidur tanpa mau memikirkan apa yang akan terjadi esok hari.

Hingga satu hari, Eun Sim mengajak Geum Soon untuk pergi piknik. Mereka mengemas semua barang-barang, meninggalkan surat wasiat, kulineran dan membeli baju baru yang akan dipakai dan pergi ke suatu bukit yang tinggi kemudian “picnic” ke dasar lautan yang ada di bawah bukit bersama-sama. Piknik terakhir pun dimulai “dikehidupan” yang baru.

Review Film Picnic

Film Korea Picnic ceritanya sangat sederhana, hanya sebuah film yang menunjukkan sisi sedih ketika menua. Tapi, para pemerannya yang bikin cerita sederhana itu jadi mendalam, memilukan dan bikin penonton banjir air mata. Penonton yang mana? iyaa sayaa…

Melalui film ini kita kek diingatkan betapa ngga berdayanya kita melawan usia. Seperti Eun Sim yang “melarikan diri” kembali ke kampung halaman dengan harapan mendapat ketenangan hidup, kedamaian dan kebahagiaan, justru dihadapkan dengan teman-temannya yang juga punya masalahnya masing-masing.

Seperti biasa, satu hal yang bikin saya harus nonton sebuah film adalah karena jatuh cinta dengan visualnya, padahal cuma lihat cuplikan dan tau pemerannya adalah para lansia.

Beberapa hal lain yang bikin film ini jadi isimewa serta pesan yang bisa diambil adalah:

  • Pemandangan desanya aduhaai cantik sekali, saya bukan cuma sekedar nonton film tapi berasa sekalian healing.
  • Akting para pemeran semuanya bagus, kemistri mereka terikat erat menjadi sebuah jalinan emosi yang bikin penonton ikut emosional.
  • Niat cuma mau healing, eeh dapat bonus pesan moral kehidupan.
  • Pesan yang paling penting adalah investasi masa depan, salah satunya kesehatan. Melalui film ini kita yang masih punya kesempatan ini diingatkan untuk menjaga kesehatan. Mulai sekarang rajin-rajinlah bergerak, kurangin makanan yang berdampak buruk untuk kesehatan.
  • Jalin komunikasi yang baik dan silaturahmi dengan semua orang selagi masih hidup dan sehat. Dengan orang tua, suami, anak juga teman-teman lama supaya masa tua nanti ngga merasa hidup sendiri
  • Rajin-rajin menelepon dan bertanya kabar orang tua khususnya untuk kita anak-anak yang tinggal jauh dari kampung halaman, begitu juga sebaliknya.
  • Yang biasa terjadi, manusia menua bersama pasangan atau anak-anak. Tapi ini menua bahkan sehidup semati bersama bestie yang tepat. Defenisi sahabat melebihi kerabat.
  • Kabarnya dua bestie ini bukan sekedar sahabat dalam film doang, tapi emang sahabatan di dunia nyata juga. Pantesan kemistrinya dapet banget.
  • Film ini membuktikan bahwa drama korea ngga melulu tentang percintaan ataupun perselisihan. Ini salah satu tontonan yang keknya ngga wajib sih tapi wort it to watch, lah, ya…. relate banget loh sama kehidupan nyata sebagian besar lansia.
  • Sesekali nonton akting nenek-nenek seru juga tau, bikin kita makin sayang sama orang tua…

Related Post: Belajar Menjadi Orang Tua Bijaksana dari Film Ngeri-Ngeri Sedap

Pada akhirnya, anak-anak nanti akan punya kehidupan masing-masing. Kita para orang tua akan tetap tinggal di rumah tua, rumah kenangan yang bakalan sering merasakan sepi dan rindu. Jangankan nanti ya, sekarang aja anak-anak udah remaja, tiba-tiba suka kangen mereka yang dulu, masih kecil-kecil dan manja.

Saya sering berpesan sama anak-anak (apalagi negara konoha sedang tidak baik-baik saja) “merantaulah sejauh-jauhnya ke negeri lain, kejar cita-cita setinggi-tingginya dan cari kehidupan yang layak”. Tapi setelah nonton ini agak sedikit khawatir kalo anak-anak terlampau jauh, saya sama siapa dong di sini, huhu.

Akhirnya saya ngomong ke si bungsu, “nanti kalo kamu udah nikah, mama sesekali boleh ya main ke rumahmu?”, eh dia jawabnya “kok main, ya tingal bareng aku, laah” … #melting…

A simply mom.. About live, life, love and laugh...
Pos dibuat 429

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
error: Content is protected !!