jalan dan wisata

Taman Lavender di Sarune Coffee,View Gunung Sinabung

Taman Lavender di Sarune Cofee, View Gunung Sinabung

Taman Lavender di Sarune Cofee, View Gunung Sinabung – Warga Medan ngga perlu jauh-jauh terbang ke Cameron Highland Malaysia atau Kuyucak Turki untuk sekedar melihat wujud pohon lavender. Cukup berkendara sejauh 3 jam saja atau cuma 30 menit dari kota Berastagi kalau mau lihat pesona bunga berwarna ungu ini. Warna kesukaan…

Siapa yang seumur hidup belum pernah liat pohon lavender?

Saya!!

Saya memang berasal dari kampung. Segala pohon itu ada di kampung saya karena memang kampung saya ada di dataran tinggi yang subur tanahnya. Dulu, hampir semua pohon saya kenalin. Mulai dari pohon kecil hingga pohon besar. Buah-buahan seperti durian, nangka, manggis, pohon salam, kopi, asem, dll itu familiar banget. Tapi sayang, cuma pohon bunga lavender yang ngga ada.

Related Post: Jendela Bamboe Leuser, Hutan Bambu Ala Jepang di Langkat

Taman Bunga Lavender

Perjalanan menuju tempat camping di Pamah Simelir beberapa waktu lalu memang meninggalkan banyak jejak. Rute yang harusnya bisa lurus dan singkat, sengaja kami pilih memutar dan menjauh agar dapat banyak tempat persinggahan. Sekali berlayar dua tiga pulau terlewati, begitu kira-kira.

Lagi-lagi berangkat pagi itu memang menyenangkan dan memberikan banyak previllage. Jadi ayoo jangan malas bangun pagi, woy… (ngga nyambung wooy)

Selesai dari kunjungan di Lau Kawar, kami lanjutkan menuju sebuah tempat baru yang terkenal dengan kebun bunga lavendernya. Pokoknya seharian ketemunya sama Gunung Sinabung, deh.

Related Post: Lau Kawar, Danau di Kaki Gunung Sinabung dan Kisahnya

Menemukan kebun bunga di Berastagi itu hal yang biasa. Memang ini wilayahnya. Tapi, ketemu taman lavender itu luar biasa dan sepertinya baru pertama ada di Sumatera Utara.

Semua antusias, karena memang se-excited itu mau ketemu bunga lavender. Seperti biasa, melihat foto orang-orang di media sosial emang secantik itu. Lalu apakah kenyataan sesuai ekspektasi?

Dari Berastagi hanya sekitar 30 menit naik motor. Jalanannya mulus dengan pemandangan khas Tanah Karo berupa kebun buah dan kebun sayur serta Gunung Sinabung (lagi).

Dari area parkir, langsung terlihat sepetak taman bunga lavender dengan warna ungunya yang semakin cerah diterpa sinar matahari.

Kalau bepergian, saya memang terbiasa membawa pulang pohon atau daun yang kelihatan unik, tapi sebelumnya harus dipastikan dulu ngga ada larangan untuk mencabut pohon atau ijin sama penjaganya.

Jadi ceritanya kemaren mau dicabut sebatang tapi ternyata batang pohonnya itu keras sekali meski pohonnya pendek-pendek. Terus, bunga yang katanya wangi itu, di sana saya ngga mencium aroma apapun.

Gapapa sih, ngga kecewa juga. Over all, tempatnya cantik karena adem dan ada taman lavender sebagai highlightnya. Ngga ada larangan juga untuk keliling taman selagi jangan menginjak-injak pohonnya. Di tengahnya ada jalan setapak yang mungkin sengaja dibuat untuk tempat pengunjung berfoto. Tapi begitupun banyak yang melangkah ke tengah-tengah taman. Jadi memang sepertinya dibebaskan fotoan di tengah-tengahnya.

Jadi bebaslah kita kalau mau joget india, mau bawa selendang, bawa payung dan bawa segala properti untuk foto dipersilahkan. Asal jangan sengaja menginjak pohonnya, ya. Ngga usah bawa obat nyamuk, guys. Kalian udah ada di tempat yang ditakutin nyamuk, kok, hehe

Tapi sepertinya memang Lavender ini jenis pohon “bandel”. Karena batangnya keras jadi tahan banting sama pijakan-pijakan. Semuanya masih terlihat kokoh. Sebagian batang-batangnya memang sudah meleot ke arah tanah, sepertinya karena banyak dapat pijakan, tapi bunganya tetap tegak ke atas. Unik juga.

Di ladang-ladang sekitar rumah ada sih pohon yang mirip lavender ini. Awalnya saya pikir itu adalah lavender, ternyata berbeda.

Villa Ganding

Terdapat sebuah villa yang menghadap kearah taman lavender tapi membelakangi Gunung Sinabung. Desain villa mirip sekali seperti bangunan di Jepang. Kalau dapat angle dan cuaca yang pas, hasil fotonya mirip seperti bangunan di Jepang dengan latar belakang Gunung Fuji.

Sayangnya, cuma tamu yang diperbolehkan masuk area villa. Jadi saya ngga bisa review secara lengkap. Dari musolah yang ada di sisi bangunan, tampak sebuah kolam renang yang menjadi salah satu fasilitas di dalam villa.

Villa bernama Ganding sesuai nama desanya ini hanya ada satu unit. Sepertinya dimasa-masa keemasannya ini, villa akan selalu fullbooked kalau weekend. Jadi kalau mau menginap, segera dipesan jangan banyakan mikir, wir!

Related Post: Review Riverside Guesthouse Bukit Lawang

Sarune Coffee & Eatry

Sarune adalah nama salah satu alat musik tradisional suku Karo. Jadi bisa dipastikan pemiliknya pasti orang Madura. Yang ngga lah, pasti orang Karo, atau bisa jadi orang Madura atau apapun itu tapi terinspirasi dari suku Karo.

Selain menawarkan aneka ragam kopi, kafe ini dilengkapi dengan hidangan berupa minuman serta makanan ringan dan berat. Sembari menyantap makananan, pengunjung akan dihibur dengan pertunjukan live music yang sudah tayang sejak siang hari.

Kafe ini menyediakan area indor dan outdor. Fasad kafe indornya juga mirip sekali dengan bangunan di Jepang. Terdapat dekorasi berupa bunga-bunga dalam pot-pot kecil dan disusun pada sebuah rak yang tertempel di dinding. Manis sekali…

Sambil duduk santai, sambil makan, sambil dengerin musik dengan suguhan pemandangan taman lavender, perbukitan, perkebunan dan juga Gunung Sinabung. What a complete view?

Pokoknya, Good food, good view and good mood 🙂

Fasilitas lainnya di Taman Lavender Sarune Coffee

Area parkir yang cukup luas, mampu menampung seluruh kendaraan yang datang. Kendaraan ngga sampe harus parkir di pinggir jalan.

Musolahnya bersih meski bangunanya sangat kecil. Kalau pengunjung lagi rame, pasti antriannya panjang, nih. Sayangnya, musolah dan tempat wudhunya kurang friendly untuk muslimah. Ngga ada kubah yang menandakan kalau itu bangunan musolah

Minus petunjuk arah untuk semua fasilitas, kita harus nanya dulu ke petugas atau orang-orang dimana musolah begitu juga toilet.

Toilet juga jumlahnya terbatas dan berada di paling belakang bangunan. Rada bingung nyarinya, sebab kita harus ngelewatin kafe yang udah pasti ngelewatin orang-orang yang lagi makan. Rada segan gimana gitu, ya.

Spot foto yang banyak dan beragam latar belakang berupa bangunan, taman dan tanaman-tanaman estetik. Tinggal pinter-pinter kita aja nyari angel dan pencahayaan yang pas.

Ya kalau lagi beruntung, dapat view gunung yang ngga ketutup kabut. Cuaca cerah dan matahari lagi cantik-cantiknya.

Kalau kami kemarin kesana sempet gerimis sebentar, bubar deh ngacir ke musolah. Tapi abis itu cerah lagi, gerimis lagi, cerah lagi begitu terus. Tapi emang cuaca pegunungan itu ya begitu. Tiada hari tanpa hujan dan kabut. Sayangnya sepanjang hari itu Sinabung betah diselimuti kabut.

HTM dan Lokasi

Pengunjung hanya dikenakan tarif parkir kendaraan saja.

Saruna Coffee berada di Jalan Simpang Empat, Beganding, Kec. Simpang Empat, Kabupaten Karo.

Belok melalui Tugu Kol Berastagi. Lalu lurus aja sampe ketemu simpang empat. Nah kita pilih yang lurus aja nanti ketemu deh itu Sarune Coffee. Bangunannya solo. Seingat saya disekitarnya ngga ada bangunan lain. Ada, sih tapi jaraknya jauh-jauh.

Galeri Foto

25 tanggapan untuk “Taman Lavender di Sarune Coffee,View Gunung Sinabung

  1. Enak bener ya datang ke taman Lavender cuma kena HTM parkir kendaraan saja hehe. Jarang2 lho tempat wisata segratis ini hehe.. maulah kalo pas ke Berastagi-SUMUT bisa coba ke taman lavender ini, spotnya juga cantik sekali untuk mengambil foto dll.

  2. Udah bisa lihat Lavender secara langsung, minum kopi terus keindahan taman dan pemandangan Gunung Sinabung yang menakjubkan sungguh memikat hati. Ahh… mantap!

  3. Cakep banget bunga lavender-nya Mbak. Ini sih lavender sekebon…wkwkwk…
    Ternyata bunga asli malah engga kecium wangi lavender gitu?
    Menu di Saruna Coffee apa aja Mbak? Bisa betah nih, ngupi-ngupi di sini. Hum…tapi tempatnya kecil ya?
    (Hani)

  4. Setelah sebelumnya membaca Danau Lau Lawar, sekarang diajak ke taman Lavender. Dan saya pun seumur-umur belum pernah lihat tanaman Lavender Mbak. Dan katanya harum, bisa buat mengusir nyamuk. Tapi Keren sekali panoramanya ya, Dengan Gunung Sinabung sebagai primadonanya.

  5. Aku jadi membayangkan. Betapa cantiknya taman lavender itu. Terus ada pengunjung yang bikin konten ala India. Lengkap dengan musik dan tariannya. Hehehe

  6. Fasad Kafe Indornya menarik banget. Sederhana tapi unik. Penggabungan antara dinding yang tidak diplester dengan gantungan tanaman itu berpadu sempurna sekali. Salut untuk designernya. Kesan naturalnya juga dapet.

    BTW, itu bunga Lavendernya selalu ada apa musiman Ci? Seneng deh lihat kalo sehalaman besar itu penuh dengan Lavender. Surga bagi penggemar ungu pastinya.

    Aku jadi ingat. Dulu saat ke Brastagi seneng banget lihat kebun-kebun yang luas. Sayuran dan buah. Pernah sempetin naik kuda keliling gitu. Ketemu para petani. Ibuku juga pernah berhenti di kebun sayur, pas saat mereka panen. Itu mereka gak mau dibayar. Langsung ngasih sekarung penuh macam-macam sayur. Dan yang bikin betah adalah udara pegunungannya yang masih segar. Aaahh jadi kangen ke Bratagi.

    1. Kayanya lavendernya ada terus Bu, karena sejak viral sampe sekarang tetep meng-ungu kan sarune, hehee

      Main ke Berastagi lago dong, Bu…bareng aku tapi hihiii

  7. Tosss…semula saya juga gak tau Lavender. dan saking pinginnya berulang kali beli
    dan ditipu!!!
    Sedih banget
    Dulu pingin banget punya taman Lavender untuk ngusir nyamuk
    Sayang sekarang gak bisa, karena gak punya lahan
    Jadi cukup lihat foto-fotonya Mbak Suci
    Keren ya ternyata taman Lavender, dan musimnya bakal lebih lama dibanding taman amarylis ya?

    1. Kayaknya ngga ada musim, Ambu, karena dari awal saya lihat berbunga terus deh. Kalau ngga diinjak2 pasti jauh lebih rindang tuh pohon2nya.

  8. Damai bener sih ini kelihatannya. Sungguh paket lengkap, dapat view Gunung Sinabung, dapat lihat cantiknya bunga lavender, menyeruput nikmatnya kopi, duh..bakal betah deh berlama-lama di sana, entah sambil membaca buku atau ngerjain sesuatu di laptop. Ngeblog misalnya..

  9. Berarti kalo ke sana kuncian utamanya adalah bertanya ya kak Suci.
    Semoga aja kedepannya ada penunjuk arah juga ya, biar lebih memudahkan.
    Soalnya kan lokasinya udah terbilang asik juga, bisa pepohonan menarik di situ

  10. Ka Sucii..aku ngakak pas gelud antara yang punya Sarune Coffee orang Karo atau Madura. Hihihi.. tapi ini realita yaa.. Soalnya kalau anak genz denger kek gini bisa di protes “Mamah rasis”.

    Tapi selalu suka dengan tempat nongsnya ka Suci.
    Asa hidden gems banget. Suasananya adem banget. Suka sama langitnya, sore itu.

    1. Langitnya cerah ya, Teh tapi ada kabut di atas gunungnya. Jadi langit cerah, gunungnya engga…
      Maunya semua cerah, maunya…..

  11. Paket komplit ini sih. Ngopi santuy sekalian menikmati pemandangan gunung plus bisa foto-foto di tengah-tengah pohon lavender. Mana cuma bayar parkir aja pula.

Tinggalkan Balasan