jalan dan wisata · Review

Review Riverside Guesthouse Bukit Lawang

Review Riverside Guesthouse Bukit Lawang – Bagi turis backpacker alias minim budget, proses pencarian peginapan itu jarang ada yang cepet. Ubek sana-sini, nyari ke berbagai macam OTA. Selain cari yang murah, juga cari yang nyaman. Kalau dapat keduanya ya alangkah lebih baik lagi, kan.

Googling terus seharian akhirnya dapat satu penginapan yang ngga terlalu jauh dari sungai, murah dan ulasannya bagus-bagus. Tapi rata-rata penginapan disana mendapat ulasan bagus dari tamu. Nemu disalah satu OTA, dapat potongan harga lumayan banyak. Gapapa meskipun kamarnya exclude breakfast, tanpa pikir panjang langsung dibook.

Karena tamu di Bukit Lawang itu banyakan turis mancanegara, yang ngulas juga ya mereka-mereka ini. Mereka ini datang dari berbagai belahan negara bahkan ada yang sudah stay berminggu-minggu dan sudah datang untuk kesekian kalinya.

Oiya FYI, di Bukit Lawang, tidak akan ditemukan hotel dengan gedung mewah bertingkat-tingkat beserta fasilitas bintang 5 layaknya di kota besar. Penginapan disini sebagian besar sangat sederhana dan menyatu dengan alam. Konsepnya ala-ala Cottage, villa ataupun guest house, bahkan ada yang layaknya rumah hunian.

Bukit Lawang

Saya pernah tulis secara singkat tentang Bukit Lawang di sini. Bukit Lawang pernah dilanda banjir bandang yang meluluhlantakkan seluruh sendi kehidupan disana. Banyak korban jiwa dan materi akibat musibah itu.

Kini, Bukit Lawang telah berbenah. Bangkit dan berdiri kembali menjadi destinasi pavorit warga lokal maupun mancanegara. Dunia pariwisata kembali dihidupkan dan menggeliat melalui berbagai aktifitas dan atraksi wisata.

THGL (Taman Hutan Gunung Leuser) dengan Sungai Bahorok yang mengalir disana dikenal sebagai tempat konservasi Orang Utan Sumatera Utara. Banyak organisasi non profit (NGO) mancanegara yang turut andil dalam kegiatan itu. Itu sebabnya, mayoritas pendatang di Bukit Lawang adalah orang-orang dari negara lain.

Bahkan tidak sedikit warga lokal yang akhirnya menikah dengan turis asing dan menetap di Bukit Lawang. Banyak juga akhirnya turis-turis itu betah untuk tinggal di Bukit Lawang dan membuat usaha berupa penginapan.

Harga Tiket Masuk

Pemberhentian pertama (tanpa loket) ditagih uang parkir motor sebesar Rp. 10.000. Di dalam kawasan wisata, kita bebas parkir dimanapun. Iya, DIMANAPUN tanpa dipungut biaya lagi. Cukup tunjukkan tiket parkir yang sudah diberikan tadi.

Pemberhentian kedua (ada loketnya/resmi) adalah retribusi sebesar Rp. 5.000/orang + premi jasa raharja sebesar Rp. 1.000/orang.

Jadi per orang dikenakan HTM sebesar Rp. 6.000/orang

Riverside Guesthouse Bukit Lawang

Turis mancanegara yang datang ke Bukit Lawang terbiasa dekat dengan alam dan bermain dengan satwanya. Tujuan utama mereka datang ya tak lain untuk melihat satwa endemik itu melalui aktivitas hiking di tengah hutan. Mereka pun ngga terlalu mempermasalahkan soal akomodasi. Semakin alami, semakin disukai.

Relate Post: Mencoba Jalur Hiking Baru Trandingcamp Sikabung-kabung

Makanya kebanyakan penginapan disini konsepnya dibuat se-natural mungkin, Feel like home. Ngga ada gedung tinggi dengan puluhan kamar dan peralatan canggih. Yang ada hanya bangunan sederhana, bahkan kebanyakan terbuat dari kayu-kayu atau tepas yang dibentuk sedemikian rupa agar bangunan menjadi unik dan menarik tapi tanpa mengurangi kenyamanan. Mereka juga ngga menyediakan banyak kamar. Paling banyak mungkin sekitar 5-10 kamar saja.

Dari pencarian di OTA, maka dapatlah sebuah penginapan dengan potongan harga yang lumayan besar. Melalui ulasan, kami simpulkan kalau penginapan ini cukup bagus, baik dalam pelayanan maupun kondisi kamar dan bangunan.

FYI again, sebagian besar penginapan di sepanjang aliran sungai Bukit Lawang ini tidak ada yang punya lahan parkir yang memadai, baik itu untuk kendaraan motor apalagi mobil. Beberapa motor bisa masuk area penginapan, tapi mungkin jumlahnya ngga bisa lebih dari 5 unit. Selebihnya harus parkir di area yang disediakan penduduk.

Sebab, hotel-hotel ini berdiri di sisi aliran sungai dengan lahan yang sempit. Akses jalan kaki pun hanya sebatas jalan setapak yang hanya bisa berpapasan dua orang saja. Kalau ada motor lewat, apalagi petugas bawa ban, ya pejalan kaki yang lain harus ngalah minggir-minggir.

Related Post : Serunya River Tubing di Bukit Lawang

Titik-titik parkir tersebar di banyak tempat. Ada yang masih dekat loket retribusi sampai hampir dekat area penginapan. Pinter-pinter kita nyari aja, sih. Kalo nginep, ya coba aja bawa motornya ke depan hotel, syukur-syukur masih cukup space untuk parkir motor. Kalo ngga cukup, tinggal balik arah dan cari titik parkir yang dekat dengan lokasi kita menginap.

Kalo mobil, mau ngga mau ya harus parkir di area khusus, lalu kita jalan kaki (kurang lebih 1 KM) ke lokasi penginapan. Siap-siap deh kaki pegel dan ngos-ngosan bagi yang bawa orang tua, anak-anak atau bawa banyak barang. Apalagi kalau lokasi menginapnya berada paling ujung jalan setapak. Kabar baiknya, ada sebagian penginapan yang menyediakan jasa motor antar jemput untuk tamu yang bawa mobil atau butuh perlakuan khusus.

Kami tiba pukul dua siang. Bang Fadil, pemilik sekaligus pengurus Riverside guesthouse sedang berada di lantai dua bangunan tempat kami menginap. Bangunan tiga lantai ini tidak ada lobby dan area resepsionis. Fasadnya berupa tiga kamar berderet dengan teras yang dilengkapi kursi dan meja serta sebuah hammock untuk santai. Kedatangan kami tentu saja ngga ada yang menyambut layaknya hotel pada umumnya.

Beberapa kali kami harus bilang “permisi” untuk memanggil petugasnya. Tidak berapa lama, beliau muncul dan menyebutkan nama saya. Ternyata kedatangan kami memang sudah dia tunggu. Kami diantar ke kamar di bagian tengah di lantai satu. Sambil memberikan kunci dan kata sandi wifi, dia berpesan, “Anggap saja rumah sendiri, ya, kakak-kakak, kalau butuh sesuatu, saya di atas, kalau kotor ya sapu-sapu sendiri :)”

Iyaa, kalau kotor sapu sendiri, hahaa. Saya sempet geli mendengarnya. Ya memang beginilah konsep penginapan yang “feel like home” tadi. Hotel mana coba yang nyediain sapu? 😀

Riverside Punya Toilet Super Bersih

Siapa yang kalau masuk penginapan, hotel atau milih rumah kontrakan yang diperiksa pertama kali itu kamar mandinya? Saya!

Riverside, punya kamar mandi yang super luas untuk ukuran sebuah penginapan. Selain luas, satu hal yang bikin saya suka adalah keseluruhan ruang toiletnya bersih bangeeeet. Dengan keramik warna cerah, ngga nampak sama sekali daki-daki di lantai, dinding bahkan di sudut-sudutnya kinclong semua. Diakui, kamar mandi mereka jauh lebih bersih dari kamar mandi saya di rumah, hikkss.

Dilengkapi dua buah handuk, tisu gulung, sabun mandi batangan (yang dari warung-warung), ada shower, ember, gayung, cermin bahkan ada sebuah rak kecil serbaguna terletak di sudutnya. Cuma minus sampo. Tapi itu bagi saya ngga masalah, toh saya kemana-mana bawa perlengkapan mandi sendiri.

Kamar yang Nyaman

Ciri khas kasur di setiap penginapan di Bukit Lawang selalu punya kelambu anti nyamuk. Begitu juga di Riverside, kasurnya besar di atas dipan kayu yang sudah terpasang kelambu putih. Di dalamnya sudah tersedia dua buah bantal dan selimut sederhana. Meski begitu, making bed nya rapih banget.

Penginapan ini sederhana. Hanya ada kasur, satu rak besar serbaguna, satu nakas, jemuran handuk, gantungan baju, dan kipas angin. Oleh karena itu perlu diingat, ada hal-hal yang ngga disediakan disini seperti, Lemari, AC, TV, Amenities dan Telepon. Begitupun, menurut saya sudah cukup terpenuhi. Sebagian besar orang-orang ke Bukit Lawang kan bukan mau tidur sepanjang hari. Tapi memang mau berpetualang.

Related Post: Susur Goa Kampret di Bukit Lawang

Saya sangat suka tempat ini. Vibesnya seperti rumah sendiri. Atau mirip rumah kontrakan ya, haha. Tapi lingkungannya nyaman dan bangunannya terawat. Semuanya terlihat bersih. Lantainya bersih, kaca jendela mengkilap dan perabotan semuanya nyaris tanpa debu. Nginep rame-rame juga masih seru walaupun ngga harus satu villa. Teras satu dengan lainnya ngga dikasi pembatas tinggi, jadi tetap masih bisa terhubung antar penghuni kamar.

Lokasinya ada di tengah (ngga terlalu ke ujung, tapi ngga terlalu jauh juga dari parkiran). Bangunannya sedikit lebih tinggi dari jalanan, jadi saat bersantai di teras pun, kita ngga terlalu terganggu dengan lalu lalang pengunjung dan juga kendaraan bermotor.

Saat saya main ke lantai dua, ketemu dengan istri Bang Fadil yang ternyata seorang WNA. Di lantai dua ini ada dua kamar untuk tamu, tempat bersantai, dapur dan satu kamar pribadi mereka.

Di lantai tiga, ada area menjemur, mini perpustakaan dan sepertinya ruang kerja dan ruang serbaguna.

Layaknya hal-hal yang berlaku di penginapan murah, supaya kita tetap bisa menikmati suasana dengan fasilitas yang ada, sebagai tamu jangan terlalu berekspektasi yang tinggi dulu.

Riverside Gusthouse ini sangat saya rekomendasikan untuk kalian yang ingin berlibur di Bukit Lawang. Tapi tidak untuk staycation, ya…

37 tanggapan untuk “Review Riverside Guesthouse Bukit Lawang

  1. Kalau liburan bareng rombongan ada anak kecil dan orangtua memamg perlu diperhatikan urusan jarak tempuh dan penginapannya. Karena kasohan juga sih, niatannya mau liburan eh jadi pegelan hehe.
    Btw asik nih kak rekomendasi liburannya, apalagi di bukit gitu bakalan terasa ademnya

  2. Gak ramah lansia ya berarti bisa gempor suruh jalan kaki 1km. Ahahah. Aku suka tempat2 yg asri gini dibanding cuma hotel doang gitu. Apalagi klo ada sungai. Bukit. Gunung. Surga buat aku.

  3. Kalau sampe tamu stay dalam waktu yang lama, itu sudah jadi pertanda baik ya Ci. Selain tempat wisatanya memang menarik, pasti karena tempat menginapnya bikin betah serta nyaman. Kalau lihat dari foto-foto dan membaca ulasan Suci sih, guesthouse ini memang terlihat memenuhi kualifikasi long stay itu.

    Sudahlah bersih (ini WAJIB banget), lokasinya yang dekat sungai itu bikin betah loh. Mendengar suara air mengalir tuh hiburan bagi jiwa. Dan biasanya tempat tinggal dekat sungai tuh bikin adem. Buat orang perkotaan apalagi yang rumahnya dikelilingi oleh daerah industri seperti saya, nginap di sini tuh refreshing banget.

    Kapanlah ya bisa sampai sini?

  4. Akses depan riversidenya unik banget ya mbak. Kayak korea vibesnya. Kapan-kapan ke sana ah, lumayan dekat dari Malang.

  5. Bakalan betah saya liburan ke Bukit Lawang ini. Apalagi itu guest house nya nyaman dan bersih. Suasana dekat sungai gitu emang banyak dicari bagi pelancong yang suka akan nuansa alami ya

  6. penginapannya sederhana tapi dengan kondisi bersih dan layak buat kita inap rasanya sudah lebih dari cukup. apalagi penampakan viewnya langsung melihat ke alam. Seger!

  7. Sweet kali ah tidur pakai kelambu gitu apalagi liburan seru bareng pasangan nih. Beberapa kali ke Bukit Lawang tapi belum pernah nginep di guesthouse nya. Pasti seru sih karena main air di Bukit Lawang memang seseru itu ya, Kak.

  8. Meskipun menawarkan konsep sederhana, kalau melihat pemandangan di sebelahnya jadi angin segar banget ya mbak. Enggak kebayang dulu pas dilanda banjir kayak gimana. untungya sudah disulap lagi menjadi hunian sewa yang ramah dan terjangkau di kantong

  9. Asyik banget ini, penginapannya di sisi aliran sungai. Suasana yang alami, pantes aja banyak turis asing yang betah bahkan hingga berminggu-minggu tinggal di situ, bahkan sampai datang berulang kali.

  10. Emang kenapa gak pas buat staycations kak? Menurutku ini enak sih guesthousenya,, jauh dari hiruk pikuk, pemandangan di atas kaya adem aja gitu. Btw cari makannya gampang gak di sini?

  11. Oke nonton Kak berarti kalau ke bukit Lawang itu nggak akan ada penginapan ala hotel bintang 5 tapi adanya ala-ala Villa cottage dan guest house ya. Yaitu menarik biaya masuknya Rp10.000 tapi bisa parkir di mana aja nggak bayar lagi terus untuk biaya masuk per orang bayar lagi 6000 itu ya. Aku senang lihat kamar Riverside guest house nya karena ada kelambunya lucu.

  12. Oke noted, Kak berarti kalau ke bukit Lawang itu nggak akan ada penginapan ala hotel bintang 5 tapi adanya ala-ala Villa cottage dan guest house ya. Itu menarik deh biaya masuknya Rp10.000 tapi bisa parkir di mana aja nggak bayar lagi terus untuk biaya masuk per orang bayar lagi 6000 itu ya. Aku senang lihat kamar Riverside guest house nya karena ada kelambunya lucu.

  13. Meskipun terkesan sederhana, tapi bener-bener menyatu dengan alam yaa..
    Suka banget sama ambiance-nya. Kamarnya rapih dan bersih siap menyambut para tamu yang ingin bermain di riverside, BUkit Lawang.

    Nama tempatnya jadi bikin orang keliru yaa..
    Bukit Lawang, Malang. Ternyata jauh bet di Stabat, Langkat.

  14. Aku malah suka penginapan yg bernuansa dan dekat dengan alam, tdk melulu modern tp memberikan vibes yg homey. Apalagi tempatnya yakni bukit lawang adalah tempat konservasi dimana bisa melihat orangutan di habitat asli, selain itu juga bisa susur sungai. Nuansa nature nya berasa banget

  15. googling adalah cara andalan ketika kita enggak tahu apa-apa soal sesuatu seperti soal tempat penginapan di luar kota ini. beruntung lah kalau dapat penginapan yang bagus dan sesuai dengan yang ditampilkan di google. btw itu kamar tidurnya ada kelambu agak horor ya hehehe tapi nuansanya asyik banget itu pasti sejuk ya di sana

Tinggalkan Balasan