Serba Serbi

Taman Cadika Medan dan Potret Buruknya

Taman Cadika Medan dan Potret Buruknya

Taman Cadika Medan dan Potret Buruknya – Taman Cadika adalah satu dari beberapa ruang hijau yang ada di kota Medan. Sebuah taman tempat berkegiatan para anggota pramuka sekaligus sarana olahraga dan area wisata khususnya bagi warga sekitar. Meski dekat dari rumah, tapi ini kali pertama saya ke sini ;).

Taman ini ada di Jalan Karya Wisata Medan Johor. Cadika merupakan akronim dari Cabang Pendidikan Kader Pramuka. Sesuai namanya, Taman ini awalnya sebuah bumi perkemahan untuk Pramuka Cabang Kota Medan yang dikelola oleh Pemko Medan dan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi masyarakat.

Cocok-cocok saja kalau jadi ruang terbuka hijau. Selain teduh dengan pohon-pohon besar, di sini juga ada danau buatan sebagai highlightnya. Di danau ini bisa naik perahu bebek atau sekedar memancing.

Sebagian besar tanah ditumbuhi rumput hijau. Bisa banget untuk tempat santai. Pelajar atau mahasiswa yang mau diskusi, mau piknik sekeluarga, mau yoga dll bisa gelar tikar di atas rumput di bawah pohon rindang.

Related Post : Taman Kebun Bunga Tjong Yong Hian Medan

Fasilitas utama seperti toilet, musolah dan kantin ada disini. Sementara untuk olahraga ada arena skateboard, ada lapangan bola, lapangan basket dan yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan adalah arena berkuda. Joging track juga disediakan hampir di setiap ruangnya.

Sebenarnya taman ini enak banget untuk olahraga jalan santai atau seluruh kegiatan yang sudah saya sebutkan tadi. Fasilitas lengkap dan view juga oke lah.

Hanya sajaa…

Kesan pertama saya pada taman ini adalah kotor!

Sampah Berserakan

Hampir setiap sudut area menyempil sampah-sampah. Tong sampah penuh sesak bahkan ada yang sampe terguling dan rusak. Di tepian danaunya bahkan botol-botol bekas air mineral dan bungkus cemilan warnanya sudah menghitam. Artinya keberadaannya sudah sangat lama disana.

Sorry to say, ini kan fasilitas punya pemerintah ya, apa ngga ada SDM yang ditugaskan untuk bersih-bersih, gitu? Kata petingginya kan kerja kerja kerja? 🙂

Di sebelah lapangan bola, pada sebuah hutan mini juga disediakan jogging track dari kayu. Enak kali jalan disitu. Tapi pemandangannya sama, sampah plastik dibiarkan tergelatak hampir tertimbun tanah.

Hal lain yang menganggu adalah aroma ternak kerbau / kambing (ngga tau punya warga atau taman cadika) yang menguar hampir seluruh area. Bahkan ada loh kotorannya di beberapa titik jogging track. Berarti berkeliaran ngga tuh?

Ini sebenernya taman atau peternakan :D?

Kata orang “lihatlah lah segi positifnya”

Iya kali, ini kan taman. Ruang terbuka hijau untuk masyarakat. Banyak fasilitas olahraga. Olahraga identik sama sehat. Sehat didapat salah satunya dari budaya bersih.

Kalau mau lihat sisi positif ya kenapa ngga belajar dari taman-taman lain yang berhasil jadi taman beneran? Taman yang sesungguhnya. Taman yang emang cocok disebut taman.

Iya sih cantik. Gimana ngga cantik, ada danau, ada jembatan warna warni, banyak pohon rindang. Juga menarik karena banyak fasilitas olahraga dan taman bermain. Cuma saja ada potret buruknya.

Kalau saya pribadi, sebelum masalah sampah ini kelar, rasanya enggan untuk kembali kesini, apalagi bawa teman / anak. Lebih baik pilih taman / komplek perumahan lain untuk lokasi jalan pagi.

Related Post: Pilihan lokasi Jalan Pagi

Tetap Jadi Pilihan

Terkhusus warga Medan Johor, ya mau dimana lagi cari ruang terbuka yang murah meriah. Masuknya gratis, bisa bawa tikar, bawa bekal, pokoknya tinggal nyari lapak aja buat dudukan.

Oiya untuk camping juga sebenernya enak sekali ini. Apalagi kalau dapet lapak di pinggir danau. Too bad, di pinggiran danau nya pun tak terelakkan dari sampah-sampah.

Oh Gusti…

Sampah-sampah ini pastinya berasal dari pengunjung. Plastik, botol atau kaleng minuman, bungkus makanan dan styrofoam siapa lagi yang bawa kalau bukan pengunjung. Sudahlah pengunjungnya bandel, ditambah ngga ada atau ada petugas kebersihan tapi males-malesan ya jadinya begini.

Ibarat nyapu rumah tapi yang nampak aja, kaya kolong-kolongnya itu dilewatin. Begitu kira-kira gambarannya. Kalau ditengok sepintas, luar-luarnya ya bersih. Tapi sudut-sudutnya? Hmmmm, andai ada sidak dan saya yang jadi petugasnya siap-siap tuh semua harus kerja bakti. Gemes, dah!

Btw, jembatan warna-warninya cakep. Untung bagian yang ini penampakannya bersih. Ngga ada tangan gratil corat coret fasilitas.

Oiya, saat saya kesini sepertinya sedang ada proses revitalisasi besar-besaran. Renovasi dan juga nambah bangunan  baru, Banyak material yang tergeletak ngga beraturan yang mana ya pasti makin menganggu pemandangan.

Tapi jangan bela diri dulu, karena perihal sampah ini adalah habit. Ngga ada hubungannya juga sama renovasi atau revitalisasi.

Kalau nanti Taman Cadika sudah semakin bagus, fasilitas semakin lengkap, lalu kebiasaan nyampah ngga diubah ya sama saja. Pun petugas ngga ada yang patroli sampah atau semacamnya. Sayang lah kan, fasilitas bagus-bagus eh pemandangannya sampah.

Dan smoga ngga ada proyek yang mangkrak, supaya ngga buang-buang anggaran doang. Daripada begitu lebih baik bayar petugas kebersihan, sih…

Mohon maap sepanjang nulis ngomel melulu, hahaa. Dan mohon maaf, ngga selera ambil banyak foto :(.

Tinggalkan Balasan