jalan dan wisata

Giant Hill Circuit, Hidden Gem Vibes Bali di Binjai

Giant Hill Circuit, Hidden Gem Vibes Bali di Binjai

Giant Hill Circuit, Hidden Gem Paling Tenang di Binjai – Minggu, selesai acara dari Waroeng El Kadera, kami lanjut explore salah satu wisata yang kata adek saya punya vibes seperti di Bali dengan suasana paling tenang. Lokasinya di sebuah area yang orang-orang ngga nyangka ada tempat secantik itu. Bener-bener hidden gem. Mari kita buktikan.

Related Post: Waroeng El kadera, Rekomendasi Resto Nuansa Desa di Binjai

Jalan Alternatif yang Menyesatkan

Apapun itu kalau ngga ada buktinya bakalan disangka hoax ya kan. Dibawalah akhirnya saya kesana. Dilihat dari peta, kebetulan jaraknya hanya sekitar 6 menit berkendara. Deket banget lah dari El Kadera. Karena masih jam 3 sore yaudah sih kita berangkat.

Emang dasar sedari dulu kalau kemana-mana sukanya nyobain jalan yang baru. Pokoknya punya prinsip kalau ada yang ribet kenapa pilih yang gampang. Nyobain jalan alternatif lain cuma karena jaraknya lebih dekat meski tantangannya lebih banyak, masih tetep ikutin arahan map.

Masuk ke dalam gang dan sampelah pada sebuah pemukiman warga. Saat kami mau belok ke dalam gang kecil, ketemu anak-anak yang lagi main di atas pohon jambu.

“Ngga bisa lewat sana, Kak!”

Disambut anggukan anak lain tapi dengan ekpresi yang sedikit cuek dan sambil ketawa-ketawa. Pokoknya antara serius sama becanda. Kami tanya kenapa ngga bisa lewat aja mereka cuma senyam senyum ngga jelas.

Merasa ngga bole diisengin sama anak-anak, kita berdua lanjut masuk gang kecil. Masih sesuai arahan map. Melewati beberapa rumah, lalu ketemu kebun sawit kecil dan persawahan. Mulai cemas, tapi tetep ngegas dan masih berusaha bercanda.

Lewat itu, ketemu beberapa rumah lagi. Di terasnya duduk dua orang ibu-ibu. Daripada terlalu jauh, kami beranikan bertanya arah tujuan.

“Mending adek-adek balik saja, cari jalan lain. Kalau diterusin bisa aja nyampe sana, tapi kalian nanti harus lewatin kebun sawit dan kuburan yang sepi, bahaya kalian cuma berdua, perempuan pula”

Lalu kami diberikan arah jalan lainnya. Takut kualat ngelawan orang tua, kami putar balik dan ikutin kata mereka. Ketemu anak-anak yang tadi main dan kami dapat sorakan 🙂

Kami ikutin arahan ibu tadi. Pokoknya patokannya ketemu satu-satunya rumah bertingkat, ada belokan di sebelahnya lalu ikutin jalan paving blok terus ketemu rel kereta api, seberangin.

Tapi kok udah jalan berapa jauh semua yang dibilang ibu itu belum ketemu juga. Sudah putus asa dan hampir balik ikutin jalan yang lurus, eh di depan nampak rumah bertingkat. Alhamdulillah, ngga jadi putar balik.

Udah belok, tapi ngga ada jalan paving blok. Udah hampir putus asa, eh ketemu jalannya. Habis paving blok, katanya ketemu rel, ini malah ketemu sawah-sawah lagi di persimpangan. Duh, udah putus asa yang kesekian kali, udah sempet mau buka map, liat orang keluar dari sebuah bangunan. Katanya, lurus aja, relnya di depan.

Oke, lanjut lurus, ketemu rel dan nyeberang. Setelah itu kembali ketemu kebun sawit tapi ada 4 rumah di sana. Ada 3 jalan setapak. Kembali bingung, which one? Mana ngga ada orang yang bisa ditanyain.

Kami coba lah satu persatu, dirasa ngga bener, balik lagi. Begitu terus sampe di jalan setapak yang ketiga. Disitu ketemu warga di teras dan bertanya, disuruh lurus aja dong. Yudah dijalanin dan setelah itu ketemulah jalan aslinya. Lega…

Yang harusnya enam menit, jadi 20 menit….:)

Giant Hill Circuit

Dari mulai ketemu jalan aslinya itu, cuma selemparan batu aja untuk sampe ke lokasi tujuan. Bener-bener hiddem gem, yee….

Ada benernya juga, ini tempat wisata kalau ngga viral ngga bakalan diketahui banyak orang. Jangankan dari lur kota, satu kampung aja mungkin ngga ngeh kalau ada tempat cantik ini. Sebab adanya di daerah terpencil di tengah perkebunan sawit tapi bukan di pinggir jalan besar. Melainkan masuk ke dalam pemukiman warga dan masih harus terabas kebun sawit lagi melalui jalan yang sudah disediakan. Jadi memang harus pakai kendaraan pribadi.

Tiba di gapura, disambut penampakan danau kecil di tengah-tengah padang rumput. Setelah membayar retribusi sebesar 15 ribu / orang + biaya parkir, kami memilih duduk di kafe outdor dengan view danau dan pondokan-pondokan di bawah.

Sesuai namanya, Giant Hill Circuit adalah sebuah arena latihan motocross seluas 20 hektar yang ditata sedemikian rupa. Jadi selain untuk balapan, juga sebagai tempat wisata keluarga. Kebayang ya luasnya.

Related Post: Piknik Keluarga di Pantai Raya Tigaras

Kebun sawit yang identik dengan tempat menyeramkan, gelap dan banyak binatang ngga berlaku disini. Alih-alih itu semua, disini justru merasakan tenang dan damai.

Sebuah bangunan utama semacam villa bertingkat berdiri di atas bukit. Menyatu dengan bangunan utama , di bagian belakang ada kafe bernuansa bali semi outdor diberi nama Giant Coffee menyediakan aneka minuman. Di depannya terdapat area outdor dengan beberapa pasang meja dan bangku santai. Semuanya ini menghadap danau dan segala aktifitas disana. Tapi di kafe ini hanya menyediakan minuman. Makanan hanya ada popmi.

Giant Hill Circuit murni menawarkan suasana tenang dengan pemandangan alam berupa hamparan kebun sawit dari kejauhan, padang rumput yang bergelombang, danau buatan dan taman-taman di sekelilingnya.

Kawanan burung kuntul putih yang berjalan santai di rerumputan, sesekali terbang rendah menjadi bonus pemandangan yang menghibur. Gelak tawa canda pengunjung terdengar dari kejauhan menjadi pemecah hening suasana.

Kalau sore, suasana jauh lebih romantis. Apalagi hari sedang cerah, bias sinar matahari yang hampir tenggelam itu membuat gradasi warna di rerumputan.

Fasilitas di Giant Hill Circuit

  • Area parkir yang luas dan terpisah antara mobil dan motor.
  • Musolah dan satu ruang berada di satu bangunan bertingkat. Musolah di lantai 2. Hanya saja tidak dipisah antara perempuan dan laki-laki. Terdapat dua mukena yang kondisinya sudah memprihatinkan dan sajadah kecil (kepala) berjumlah 4 buah. Syukurnya lantai musolah
  • Toilet
  • Banyak pondokan dengan ragam bentuk dan harga yang bisa disewa. Harga mulai 30 – 60 ribu
  • Perahu bebek yang bisa disewa seharga 20ribu/jam, sampan 30ribu dan kayak 20ribu
  • Penyewaan alat piknik seperti kain alas duduk berbagai motif, keranjang rotan, topi mekar, bunga-bungaan, gelas lucu, majalah dll. Harga per item 10ribu. Kita tinggal comot mau yang mana aja asal jangan lupa bayar, hehe
  • Penyewaan skuter 10ribu
  • Lokasi juga bisa disewa untuk prewed
  • Kantin yang menjual makanan berat
  • Banyak spot foto estetik

Vibes Bali semakin terasa dengan diputarnya musik tradisional bali dan kain kotak-kotak di sebagian besar area ini.

Tips berkunjung ke Giant Hill Circuit supaya dapat moment privatenya adalah datang sore dihari kerja (dengan kondisi cuaca cerah). Jadi memang ini konsepnya seperti vila pribadi, jadi akan berasa suasananya itu ya kalau lagi sepi.

Hiiden Gem ini letaknya di Jalan Sudama, Gang Kamboja Perdamaian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Arah Kuala Begumit, dekat dengan Waroeng El Kadera. Kalau kebetulan lagi di Binjai dan masih punya banyak waktu, sempetin main kesini deh…

Sadar cuma bedua dan lokasinya jauh, kami beranjak untuk menyudahi kunjungan meski masih merasa betah ada di sini. Melaju melalui pintu keluar ikuti tanda panah sebagai petunjuk jalan. Kami diarahkan kembali menyusuri jalan setapak di perkebunan sawit, melewati persimpangan jalan pintas yang sebelumnya sudah kami lalui.

Lalu…ketemu pemakaman yang sepi. Apakah ini yang dimaksud ibu-ibu yang sempat kami tanyain waktu berangkat? Tapi kan ini jalan utama, harusnya tadi berangkat bisa dong lewat sini. Kenapa ibu tadi ngelarang ya?

Au ah…

Galeri Foto

Tinggalkan Balasan