Peran Rice Cooker di Tengah Gedebak Gedebuknya Hidup

Peran Rice Cooker di Tengah Gedebak Gedebuknya Hidup

Peran Rice Cooker di Tengah Gedebak Gedebuknya Hidup – Pernah nggak kalian mengalami ketika pulang ke rumah setelah terjebak macet berjam-jam, kehujanan di atas motor, kaki beku kedinginan dan perut keroncongan, sampai di kos mendapati rice cooker-mu kosong menyisakan butir-butir sisa nasi semalam? Padahal di jalan udah bayangin makan nasi anget pake sambel teri kacang (sartika) bawaan emak dari kampung. 

Atau mungkin, sebagai anak kos yang sedang mengejar tenggat waktu skripsi, selain mager, kalian juga merasa bahwa keluar kamar hanya untuk berburu makanan adalah sebuah kemewahan waktu yang ngga semua mahasiswa tingkat akhir punya (pada saat itu belum ada aplikasi online)

Anak Kos dan Filosofi “Satu Alat untuk Segalanya”

Di titik itulah, sebuah benda bentuknya bulat berwarna putih dengan aksen bunga pink melingkar di bagian bawahnya bertuliskan Miyako itu, menjadi lebih dari sekadar alat masak nasi. Ia bertransformasi menjadi bestie setia yang memastikan setidaknya satu kebutuhan dasar untuk hidupmu terpenuhi. Nasi!

Di dalam kamar kos yang sempit, di mana meja belajar sering kali harus merangkap sebagai meja makan bahkan meja serbaguna. Bagi anak kos, peran rice cooker adalah satu barang wajib yang harus ada. Barang ini simbol kemandirian sekaligus penghematan.

Menjadi anak kos yang serba terbatas memang dituntut untuk kreatif. Peran rice cooker bukan lagi sekadar alat masak nasi namun sudah menjadi panci serbaguna. Jaman saya kuliah, dispenser belum rame. Maka, pintar-pintarlah berpikir. Ketika butuh air panas, rebus air pakai rice cooker lalu masukkan ke dalam termos, masak mie instan juga dilakukan ditempat yang sama. Sampai urusan kukus mengukus dan menghangatkan lauk juga mengandalkan rice cooker. 

Iya, itu semua pengalaman saya dulu ketika masih jadi anak kos

Related Post: 6 Makanan Sahur Praktis Untuk Anak Kos

Teman Ibu yang Paling Mengerti

Ketika sudah bekerja, menikah lalu punya anak sekolahan. Kerepotan itu selalu terjadi di pagi hari. Ketika alarm berbunyi pukul 4:30, dan seketika itu juga “balapan duniawi” dimulai. Membangunkan seisi rumah yang ngga bisa dilakukan sekali, sambil bolak balik kamar lalu dapur, kamar lagi, dapur lagi, hingga akhirnya suara 7 oktaf pun bergaung. 

Masak, menyiapkan bekal, hingga memastikan sarapan tersedia di meja sebelum pukul tujuh. Di tengah gedebak gedebuk harian itu, Miyako adalah penyelamat yang paling bisa diandalkan.

Kenapa? Karena masak nasi itu salah satu hal yang sering terlupa apalagi dalam keadaan kacau dan terburu-buru. Kadang lupa masak nasinya, tapi seringnya lupa nyetek. Itu sebabnya saya terbiasa masak nasi menjelang tidur. Ngga pernah takut nasi jadi keras (berkerak) atau menguning bahkan berlendir karena kelamaan di dalam rice cooker yang menyala. 

One Fact, saya pertama kali pakai Miyako dari sejak kuliah tahun terakhir sekitar 2006. Lalu bekerja dan menikah masih pakai rice cooker yang sama, loh. Dilalah ngga ada yang ngasi kado rice cooker pula waktu nikah, wkwk. 

Benda ini akhirnya ngga bisa lagi menghasilkan nasi pulen seperti sebelumnya karena katup penutup bagian dalam (apa sih namanya yang kalau ditutup bunyi cetek) patah sehingga ngga bisa menutup dengan sempurna. 

Miyako kesayangan akhirnya dipensiunkan tahun 2021 setelah setia menemani sejak saya sendirian sampai punya keluarga selama total 15 tahun. Iya betul, 15 tahun. Pencapaian yang luar biasa. Mungkin selain karena saya lihai merawat barang, saya yakin Miyako ini aslinya emang bandel. 

Jadi Kenapa Harus Miyako? 

Demi apapun saya belum pernah pakai rice cooker selain Miyako. Soal kesetiaan saya ga usah diuji (eaaak). Nomor HP aja dari awal punya HP sampe sekarang belum pernah ganti, warna lipstik, aroma parfum, sampe merk jam tangan kalo udah cocok dan terbukti awet ya udah ngapain lagi coba-coba yang lain, kan? 

Ada beberapa alasan mengapa Miyako, si merk legendaris ini tetap memiliki tempat di hati saya

1. Bandel

Cerita tentang rice cooker Miyako yang sudah saya pakai sejak zaman kuliah sampai sudah punya anak, masih bekerja dengan baik. Material pemanasnya tergolong stabil. Meskipun harganya sangat terjangkau, Miyako tidak terasa seperti barang murahan yang baru beberapa kali pakai udah banyak berkurang fungsinya, lalu buang. 

Selama pemakaian 15 tahun, yang rusak hanya bagian luarnya saja. Seperti bodinya yang sudah banyak goresan, kulit luarnya yang mengelupas dan alat uap yang bahan dari plastik (apa juga namanya?) yang sudah rontok karena lapuk termakan usia. Bahkan pernah jatuh dari dalam mobil ke tanah bebatuan lalu menggelinding ketika dibawa piknik ke Tangkahan, ia masih bisa bekerja dengan sangat baik. 

2. Panci Anti Lengket 

Salah satu kerugian saat memasak nasi adalah kerak yang menempel dan sulit dibersihkan. Kalau dikumpulin bisa satu piring sendiri hasil dari keraknya doang. Ngga tau deh, selama pakai Miyako, paling ada butir-butir nasi lengket di dinding panci tapi sofar masih bisa dan sangat mudah untuk dikeruk karena nasi yang lengket itu ngga mengering. 

Dan efeknya jadi menghemat waktu sebab ngga perlu menunggu beberapa lama hanya untuk merendam panci demi melembutkan kerak nasi. 

3. Perawatan Mudah

Saya ngga paham secara teknis cara merawat mesin. Yang saya lakukan hanya sesederhana rutin membersihkan bagian dalam dari butir-butir nasi kering yang menyelip di tepiannya. Membersihkan bagian luar bodi dengan kain basah supaya tetap kinclong. Rutin membuang dan membersihkan wadah buangan uap. 

Selain itu, suku cadang seperti kabel juga bisa dibeli ditoko-toko elektronik kecil bahkan di pasar offline maupun online.

4. Simple dan Estetik

Dulu mungkin kita hanya mengenal motif bunga-bunga klasik. Namun sekarang, Miyako hadir dengan warna-warna pastel dan desain minimalis yang sangat cocok menambah estetika dapur atau kamar kos. 

5. Harga Terjangkau

Kalau ada beberapa jenis barang, namun salah satunya ada yang harganya lebih masuk akal, kualitas terjamin ya pasti itu jadi pilihan, dong. Miyako ngga usah diragukan lagi, akan tetap jadi pilihan saya untuk urusan nasi. 

Related: 4 Makanan Khas Purbalingga Nikmat yang Wajib Kamu Coba 

Tips Pemakaian Rice Cooker Agar Tahan Lama

Agar tetap menghasilkan nasi pulen dan sekaligus merawat agar barangnya awet, berikut beberapa tips sederhana yang mungkin sudah banyak yang menerapkan

  • Lap bagian luar panci sampai benar-benar kering, Ini sudah dilakukan sama ibu saya sejak saya masih sekolah. Jadi sebelum memasukkan panci, pastikan bagian luarnya ngga basah. Tujuannya menjaga elemen pemanas agar tidak cepat rusak.
  • Supaya nasi ngga cepat basi, menguning dan keras, segera aduk nasi agar uap airnya merata setelah nasi matang dan tombol berpindah ke Warm. Oiya satu lagi, rutin membuang air hasil uap yang tertampung dalam wadah khusus. 
  • Jangan mencuci beras langsung di panci dalam, gesekan butiran beras yang keras itu ternyata bisa mengikis lapisan anti lengket pancinya. Jadi gunakan wadah lain untuk mencuci beras.Meski cara ini belum lama saya ketahui tapi cukup masuk akal
  • Rutin membersihkan bodi bagian dalam dan luar, Selain bersih juga bikin enak dilihat. 

Tentang Rasa Syukur dalam Sepiring Nasi

Pada akhirnya, entah kamu seorang mahasiswa yang sedang mengejar masa depan perantauan ataupun seorang ibu yang sedang berjuang menyeimbangkan karir dan keluarga. Akan selalu ada rasa tenang yang muncul saat kita masih punya beras untuk dimasak. 

Sesederhana mendengar suara “cetek” dan mendapati nasi masak dengan sempurna lalu bertahan tanpa basi meski sudah dimasak sejak semalam itu bikin hidup seorang ibu akan baik-baik saja. Sebab membuang nasi basi itu bikin hati ngenes, apalagi kalau itu terjadi setiap hari, huhu. 

Miyako bukan sekadar alat elektronik serba guna. Bagi saya, dia adalah saksi bisu saat setiap hari makan nasi pake sartika demi menghemat pengeluaran, atau saya harus merebus mi di dalamnya kalau kiriman orang tua menipis. Selama ada nasi, hidup anak kos juga akan baik-baik saja. 

Sepiring nasi dan lauk pauk bekal dari emak bisa bikin kita yang tinggal jauh dari orang tua untuk selalu banyak-banyak bersyukur. Sepiring nasi, penghilang lapar sekaligus pelepas rindu akan kenyamanan rumah. 

Jadi, jangan ragu mempercayakan teman memasak pada Miyako. Rice cooker kesayangan Nikita Willy ini tetap menjadi pilihan yang hemat dan tentu saja setia karena tahan lama.  

So, sudahkah kamu menyediakan masakan terbaik untuk keluarga hari ini? Jangan lupa jaga kesehatan dengan makan tepat waktu, yes! 

A simply mom.. About live, life, love and laugh...
Pos dibuat 439

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
error: Content is protected !!