Pasar Kuliner Sei Mencirim Hadir Setiap Hari Minggu

Pasar Kuliner Sei Mencirim Hadir Setiap Hari Minggu

Pasar Kuliner Sei Mencirim Hadir Setiap Hari Minggu – Angin sepoi-sepoi pagi dan semburat jingga yang hangat ketika melewati areal persawahan memang vibes pavorit hampir setiap orang, saya salah satunya. Ketika sebagian orang masih terlelap dibalik selimutnya tapi sebagian besar lainnya sudah melanglang buana. Ada yang menjajakan dagangannya, ada yang berolahraga, ada juga yang mencari sarapan di pusat kuliner.

Deli Serdang merupakan salah satu Kabupaten terluas yang ada di Sumatera Utara. Kalau pembaca blog ini pernah baca artikel tentang Pasar Kamu, sebuah pusat kuliner tradisional yang hanya ada dihari minggu pagi. Pasar Kamu ada di Desa Denai Lama, Pantai Labu, Deli Serdang, dekat dengan Bandara Kualanamu. Dari Medan ke bandara aja sekitar 1,5 jam. Kalau ke Pasar Kamu kurang lebih sama.

Related Post: Pasar Kamu Pantai Labu, Perjalanan 1,5 Jam dan Diguyur Hujan

Nah masih di Deli Serdang, ada lagi pasar kuliner tradisional lain yang juga hanya ada dihari minggu pagi. Kali ini berada di Desa Sei Mencirim, Kec Sunggal, Deli Serdang. Yang ini lebih dekat dari Medan sekitar 30-45 menit aja. Jadi berangkatnya ngga harus habis subuh banget dan masih bisa diawali dengan jalan pagi.

Pasar Kuliner Sei Mencirim

Menuju ke Pasar Kamu, kita banyak melewati areal persawahan. Bisa dibilang sepanjang masuk Desa, kiri dan kanan viewnya sawah. Hanya saja kalau kesini keknya ngga keburu olahraga sebab perjalaannya aja udah berat (jauh), yang ada nyampe-nyampe udah lapar berat, haha.

Ke Pasar Kuliner Sei Mencirim pun begitu. Ada melewati area persawahan meski ngga seluas di perjalanan ke Pasar Kamu. Cuma karena jaraknya lebih dekat, kita masih bisa olahraga dulu, mengosongkan lambung sebelum penuh sesak dengan aneka makanan. Ah, sudah bisa membayangkan gimana kalapnya berhadapan dengan ratusan kuliner menggugah selera.

Singkat cerita, selesai menuntaskan 6KM jalan santai sambil menikmati persawahan, sekitar pukul 7: 30, gas menuju lokasi Pasar Kuliner Sei Mencirim. Berdasarkan petunjuk map, naik motor hanya sekitar 10 menit. Setibanya disana, langsung disambut abang tukang parkir yang segera sibuk nyariin space kosong sebab memang parkirannya udah penuh sesak. Pasar Kuliner ini berada di tengah pemukiman warga. Beberapa pekarangan rumah warga bahkan direlakan untuk parkir kendaraan saking ramenya, loh.

Begitu masuk melewati gapura sederhana, terpampang ratusan stand kuliner. Berbagai macam jenisnya sampe bingung mau makan yang mana dulu. Itu masih di bagian depan saja. Kalau menyelusup ke bagian dalam, masih juga menjumpai stand kuliner lainnya. Waaaah, untung masih punya lambung ukuran standar. Kalo melebar sedikit aja mungkin semua jenis makanan bisa dipaksa umpel-umpelan di dalam perut.

Related Post: Jelajah Pasar Nusantara, Menelusuri Jejak dan Memori

Ratusan Jenis Kuliner

Dari mulai nasi lengkap lauk pauknya, nasi uduk, lontong medan yang bahkan jenis sayuran untuk isi kuahnya aja ada beberapa macem, loh, terus ada pecel, siomay, batagor, aneka rebusan, aneka jajanan tradisional, sampe jajanan kekinian, cemilan / snack dan banyak lagi lainnya. Selain makanan dan minuman, hasil karya seni berupa kerajinan tangan juga ikut mejeng. Semuanya hasil tangan-tangan pelaku UMKM yang memang sengaja diberdayakan setidaknya seminggu sekali.

Makanan yang selalu saya rindukan dan cari kalau sedang berada di pasar begini adalah Trio GTG (Getuk, Tiwul dan Gatot). Selain karena rasanya enak, ketiga makanan ini mengingatkan saya pada Alm Bapak yang semasa hidupnya rajin sekali mengolah ubi kayu hasil panen dari pekarangan kecilnya di belakang rumah menjadi makanan legend itu. Alfatihaaah…

Cukup makan Trio GTG?

Ngga!

Saya namboh makan misop tulang ayam yang kebetulan standnya ada di depan meja kami. Misop dengan tulang ayam ditambah pecahan kerupuk itu tumpah ruah dalam satu mangkok ukuran sedang. Sampe saya awalnya bingung gimana cara ngaduk kuah saking mangkoknya penuh sesak. Tulang ayamnya gede kurang gede! Seporsi harganya cuma 10rb, loh. Heran ini mau dagang apa sedekah? Oiya soal harga memang sebagian besar terbilang murah. Defenisi murah, enak dan mengenyangkan.

Ladang Edukasi

Sembari menunggu yang lain makan, saya mencoba keliling area ini. Hasilnya saya menemukan semacam pendopo kayu bertingkat ada beberapa biji, dimana bagian bawah dibiarkan terbuka dan ada rak lengkap berisi buku-buku bacaan. Terdapat papan bertuliskan “Taman Baca” di atap bagian depan. Saya ngga mendapatkan informasi apa-apa soal tempat ini karena yang mau dijadikan nara sumber juga ngga ada. Tapi kalau mau tebak-tebak buah jambu, tempat ini mungkin sehari-hari adalah sebagai sarana belajar yang diberi nama Ladang Edukasi. Baik itu untuk membaca, berkarya dan berkreasi bagi para penggiat literasi dan seni.

Saya kembali menelusuri sampai ke area bagian belakang. Ada pendopo lainnya di salah satu sudut. Selebihnya adalah sebuah lahan kosong yang cukup luas sekitar sepanjang 30 meter dengan lantai rumput. Selebihnya kembali menemukan pendopo terbuka di bagian belakang ujung.

Sepertinya tempat ini juga disewakan untuk berbagai acara, salah satunya pesta pernikahan karena saya sempat melihat banner yang berisi daftar harga lengkap foto sepasang pengantin.

Aktifitas Outdoor

Selain digunakan untuk tampil dalam serangkaian kegiatan pertunjukan kesenian / hiburan, area belakang ini juga dimanfaatkan untuk pelaku usaha penyewaan permainan anak-anak untuk menggelar lapak. Seperti biasa selalu ada lapak melukis anak-anak, juga penyewaan permainan alat berat yang lagi ngetren itu loh. Judulnya sih permainan anak-anak, kenyataannya yang nongkrong disana bapaknya semua, haha. Oiya anak-anak juga bisa main flying fox, kemudian belajar memberi makan kuda sembari berkuda. Area ini masih cocok untuk Keluarga Petualang seperti keluarga tehokti yang keseruan perjalanannya bisa dikepoin melalui akun Instagram indungbageur

Padahal selain penyewaan permainan alat berat, ada permainan dewasa loh. Salah satunya panahan. Lapaknya di area paling belakang bersebelahan dengan permainan menembak cepat. Tapi sepertinya bapak-bapak lebih suka main eskavator mini. Hmm, lagi-lagi dunia anak disini ngga baik-baik saja, wkwk.

Semakin siang, pengunjung semakin rame. Lapangan yang tadinya kosong, perlahan mulai dipenuhi dengan tikar-tikar, tenda dan meja kursi portabel yang saya kurang tahu itu semua disewakan atau pengunjung yang bawa sendiri. Seru sih, minggu pagi duduk santai beramai-ramai dalam satu area sambil Sunmori Sunmobre (sunday morning breakfast). Maaf itu karangan saya sendiri, haha

Uang Khusus

Sama halnya Pasar Kamu yang punya mata uang khusus berbentuk koin terbuat dari tempurung kelapa bernama Tempu, nominalnya 2ribuan. Di Pasar Kuliner Mencirim pun demikian. Hanya saja disini bentuknya uang kertas dan ngga ada keterangan namanya. Jadi sebelum belanja, pastikan kamu tukar uang dulu di bagian kasir yang letaknya di depan. Nilainya lebih beragam ada 2ribu, 4ribu dan 6ribuan.

Tips Berkunjung ke Pasar Kuliner Mencirim

  • Datang lebih awal (paling lama jam 7 pagi) kalau mau duduk di meja dan kursi bagian depan yang tempatnya rimbun dan teduh. Ini memang tempat paling nyaman dan pavorit pengunjung.
  • Kalau hobi kulineran dan nyicip makanan baru, ada baiknya keliling dulu sebelum memutuskan mau makan apa. Karena kalau lapar selalu kalap dan lupa diri. Ibarat buka puasa yang udah kenyang hanya dengan seteguk air putih.
  • Bawa tisu kering dan basah, karena mereka ngga nyediakan tisu. Gunanya selain membersihkan tangan dan mulut sendiri juga membersihkan meja yang kalo sialnya kita kebagian meja bekas pengunjung yang jorok dan ngga punya niat membersihkan bekas makanannya sendiri (ngetik sambil kesel)
  • Pakai sunscreen atau topi / payung (kalau cuaca sedang panas)
  • Kalau datang ramean, lebih bagus lagi nyobain banyak makanan dan bisa sharing, kan.
  • Bawa tikar lipat atau tikar piknik atau alas duduk lainnya (kursi portabel) menghindari kehabisan tempat duduk.
  • Berbeda dengan Pasar Kamu yang punya petugas kebersihan, Disini semuanya mandiri. Jadi biasakan bereskan bekas makanan dan bersihkan meja sendiri, yes!

A simply mom.. About live, life, love and laugh...
Pos dibuat 420

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
error: Content is protected !!