Review

Habibie & Ainun 3 : Jodoh Pasti Bertemu

Kisah cinta abadi ini memang tak habis untuk dikenang. Setelah 2 film pertamanya yang menceritakan kisah kasih dua sejoli dan lebih banyak tentang pendidikan Habibie, kali ini fokusnya mengisahkan perjalanan Ainun dalam mengejar cita-cita dan kasih asmaranya semasa sekolah. Kisah kasih di sekolah, lah, ceritanya. Meskipun bukan kisah kasih antara Ainun dengan Habibie, tapi Habibie tetep muncul di menit-menit pertama dan menit-menit terakhir sebagai Eyang sang pembawa cerita. Lagi-lagi ini alur mundur.

Spoilernya sedikit, nih. Kali ini Ainun muda bukan lagi diperankan oleh BCL, tapi oleh Maudy Ayunda yang kabarnya dipilih sendiri oleh Alm Habibie saat beliau masi hidup. Bagi saya pas sekali dengan karakter aslinya yang muda, manis namun enerjik, mandiri dan cerdas. Sementara Habibie muda tetap diperankan oleh Reza Rahardian yang bagi saya aktingnya udah sangat mateng memerankan berbagai karakter. Hanya saja Habibie cuma sedikit muncul karna memang lebih banyak menceritakan Ainun muda dengan pacarnya saat itu. Ya, ternyata semasa kuliah, Ainun justru pacaran sama orang lain, bukan sama Habibie. Malah udah sampe tahap lamaran. Dan kisah kasih mereka ini termasuk langgeng dan cocok satu sama lain. Sama-sama pinter dan populer.

Meskipun Ainun Habibie udah ada benih cinta semasa SMA, tapi asmara ga berlanjut karna Habibie melanjutkan kuliah di Jerman. Sementara Ainun memilih tetap menuntut ilmu di Universitas Indonesia, Jakarta demi menggapai cita-citanya sedari kecil menjadi seorang Dokter. Nah, semasa kuliahlah Ainun bertemu dengan Ahmad (Jefri Nichol). Sebenernya bukan bertemu, sih tapi kayaknya emang Ahmad sengaja nyari Ainun sebab penasaran oleh kepopuleran Ainun di kampus UI.

Lanjutkan membaca “Habibie & Ainun 3 : Jodoh Pasti Bertemu”
Review · Serba Serbi

Maleficient : Mistress of Evil

Setelah sukses dengan Maleficient 1 (yang lagi-lagi saya ngga nonton) wkwkw, akhirnya Disney kembali menayangkan kelanjutanya di Maleficient ke 2 bertajuk Mistress of EVil yang tayang perdana di bioskop 16 Oktober lalu.

Kalo udah Disney katanya, para penyuka dunia animasi dan fantasi pasti akan sangat terhibur dengan suguhan para peri-peri yang terbang sambil bernyani dan menari, taman bunga warna-warni serta aliran sungai yang jernih dan menenangkan menampilkan kehidupan yang damai. Begitu juga dengan film ini.

Putri Aurora (Elle Fanning) yang cantik dari kerajaan Moors ini menerima lamaran dari Pangeran Philip (Harris Dickinson) dari kerajaan Ulstead seakan-akan film ini sudah berakhir dengan happy ending. Padahal ini baru permulaan dari 118 menit durasi tayangnya.

Semua pihak menyambut baik rencana pernikahan mereka. Kecuali Maleficient (Angelina Jolie). Meskipun dengan berat hati, Ibu angkat Aurora ini akhirnya besedia menghadiri undangan dari keluarga Philip terkait rencana pernikahan anak-anak mereka. Sambutan baikpun diterima oleh keluarga kerajan Ulstead kecuali sang Ratu Ingrith (Michelle Pfeiffer).

Sejak awal tatapan mata dari kedua ratu ini memanglah sudah terlihat tanda-tanda adanya sisa-sisa benci dan dendam. Layaknya ibu komplek sebelah yang merasa tersaingi dengan ibu komplek sebelahnya lagi gitu. Memang yaa, emak-emak kalo udah dendam kesumat susah move on nya, hahaha. Bener aja, ngga lama karna kenyinyiran dan Ratu Ingrith terhadap Maleficient, memancing kemurkaannya. Perang kecil pun tak terelakkan.

Atas insiden itu, Raja John tiba-tiba jatuh karna sebuah kutukan dan tertidur untuk waktu yang sangat lama disusul Ratu Ingrith mengumumkan perang melawan Maleficient.

Review · Serba Serbi

Hayya : The Power Of Love 2

Jaman the power of love 1 saya kemana ya? Tau-tau udah ada sekuelnya aja. Begitu tau saya ketinggalan yang pertama, pagi nyampe kantor langsung streaming nyari film “212: The Power Of Love” šŸ˜…

Alasan pertama yang bikin saya tertarik nonton Hayya ga lain ga bukan karna aktornya Fauzi Baadilah. Dipilem Mengejar Matahari, sekaligus pilem bioskop pertama yang saya tonton jaman kuliah. Selepas itu kamar dan lemari saya tuh penuh sama foto-foto dan poster bang Fauzi Badillah ini. Pas udah nikah kan barang-barang jaman ngekos pada dibawa, disuruh suami lepas semua poster-poster orang botak itu, atau jangan dibawa, kasi lemarinya ke anak kos. hahaha…

Kalo inget ya dulu tipe laki-laki idaman saya memang yang kepalanya botak. Serius! Temen kampus saya yang namanya Jesika pas pula agak bocor anaknya dan dia tau persis, dah. Kalo mau jalan-jalan ke pajus (pajak usu) atau solat dimusolah kampus kan ngelewatin banyak sekret kayak mapala dan teater O yang isinya kaum adam semua. Dia kasi pengumuman “haloo abang-abang yang merasa kepalanya botak tolong keluar ada yang nyariin”. Eh sekalinya ada yang naksir rata-rata anak mapala yang kepalanya gondrong. Dese kasi pesen “Abang, kalo mau pedekate sama Uci coba botakin kepalanya”. Lah tau-tau besoknya udah ada yang botak beneran. Hahaaa

Lanjutkan membaca “Hayya : The Power Of Love 2”

Review

Review Film: Close

Saya suka film yang anak mudanya perempuan. Misalnya sejenis Anjelina Jolie di film “Salt” atau Galgadot di “Wonder Woman”. Nah kekgitu juga di film “Close” anak mudanya juga cewek.

Awalnya ngga tau dan ngga pernah dengar judul ini karna bukan pilem pilihan sendiri. Namanya ditraktir ya pasrah ngikut, to?

Jadi hyuuuuukk laaah…

Lanjutkan membaca “Review Film: Close”