Event ByeBye FEVER Bunda Cerdas Medan
Bunda Cerdas Academy finally came to Medan!
Iya, setelah mundur sebulan lamanya karena musibah banjir Desember tahun lalu yang melanda kota Medan dan sekitarnya, Event ByeBye FEVER ini akhirnya terlaksana jua ditahun yang baru.
Kemunduran yang terlampau lama ini sempat diwarnai pro dan kontra diantara para peserta yang sebelumnya sudah terdaftar. Sebabnya sempat diundur 2 minggu, dan banyak peserta yang sepertinya mundur karena tanggalnya berdekatan dengan hari Natal.
Lalu pertimbangan lain, untuk menghargai sebagian peserta korban banjir dan masyarakat secara keseluruhan, akhirnya event kembali diundur sampai tahun baru disuasana yang sudah kondusif, tepatnya tanggal 18 Januari di Prima Sky Restaurant lantai 22, Universitas Prima Indonesia, Medan.

Rangkaian Acara Event ByeBye FEVER
Dimulai pukul 13:00 WIB, peserta melakukan registrasi ulang dengan menunjukkan barcode yang sudah diterima via email. Kemudian masuk ke ruangan dan bebas memilih meja kursi yang tersedia. Asal jangan di barisan paling depan karena itu untuk narasumber dan finalis.
Karena seluruh meja dibagian tengah sudah penuh, mau ngga mau saya duduk di pinggir, yang mana sebagian besar stage ketutup partisi antara meja satu dan lainnya. Gapapa yang penting masih bisa dengar seseruannya.
Selanjutnya sesi talkshow dipandu seorang MC, menampilkan tiga narasumber. Mbak Fitri sebagai perwakilan brand ByeBye FEVER, kemudian ada dr. Visia yang merupakan dokter spesialis anak dan Regina, seorang mom influencer Medan.
Sesi ini banyak mengundang peserta untuk tanya jawab seputar tumbuh kembang anak, demam dan penanganan yang baik dan benar. Beberapa penanya terbaik mendapatkan bingkisan.
Selesai talkshow, acara dilanjut dengan workshop yang didukung oleh The Erflog, Fabric Upcycling Workshop. Peserta diajarin bikin DIY lips charm holder, wadah lipstik yang terbuat dari tali, benang dan kain yang masing-masing sudah diberikan saat resgistrasi awal. Awalnya rada susah dan njelimat, tapi lama-lama lancar dan jadi juga. Meskipun masih jauh dari kata rapih, tapi kelihatannya oke juga untuk pemula, haha. Paling tidak kalau nanti mau bikin lagi udah bisa kan…
Related Post: Kopi Fest Indonesia 2025 Pengalaman Seduh Kopi Mulai 1 Rupiah

Pemilihan Duta Bunda Cerdas
Puncak acaranya adalah saat final pemilihan Duta Bunda Cerdas. Jadi emang sebelum hari H, beberapa peserta sudah mendaftar untuk menjadi kandidat Duta bunda cerdas dengan mengirimkan video perkenalan diri dan kenapa bunda pantas untuk dipilih.
Dari beberapa pendaftar, kemudian dipilih menjadi 5 finalis berdasarkan kriteria profil dan isi video yang sudah dikirim dan diseleksi oleh panitia.
Nah kelima finalis ini akan dikerucutkan kembali menjadi 3 pemenang utama yang dipilih berdasarkan voting dari seluruh peserta event ByeBye FEVER hari itu.
Kelima finalis ini terlebih dahulu diberikan pertanyaan tersembunyi yang mereka pilih sendiri secara acak. Pertanyaan itu wajib dijawab dalam kurun waktu tertentu. Mirip-mirip kek pemilihan ratu kecantikan gitu lah, ya..
Akhirnya dari kelima finalis tersebut, terpilihlah 3 bunda cerdas berdasarkan voting terbanyak. Mereka adalah Bunda Elfi, Bunda Canna dan Bunda Cindy. Ketiganya berhak atas uang tunai 1 juta rupiah, Alhamdulilllah.

Semua Bunda adalah Bunda yang Cerdas
Mendapatkan gelar sebagai madrasah pertama emang rada-rada berat ya. Seolah tanggung jawab akan anak itu semuanya ada di pundak seorang ibu. Anak nakal, yang ditanya gimana ibu mendidik di rumah? Anak kurus, yang disalahin ibunya, anak belum bisa jalan, belum bisa ngomong, belum pandai berinteraksi semua salah ibu.
Tolak ukur kecerdasan seorang ibu bukan dari pinternya dia menyelesaikan soal matematika atau kimia. Tapi bagaimana mengelola emosi dan mental, menjadi role model, mengambil keputusan yang bijak, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang.
Menjadi ibu adalah pelajaran seumur hidup, kan? Kelulusannya hanya saat ibu sudah masuk ke liang lahat, huhuhu.
Banyaaak sekali saya ketemu ibu muda yang semasa gadisnya adalah seorang yag independen dan terkesan cuek. Tapi begitu menikah, naluri menjadi istri mulai muncul dan naluri keibuan pun lahir bersamaan dengan lahirnya anak.
Yang tadinya ngga bisa masak jadi rajin nyari resep masakan atau MPASI. Yang tadinya jijikan, akhirnya harus mau bersihin kotoran anak. Yang tadinya emosional, jadi lebih lembut saat menghadapi anak sendiri. Pokoknya banyak perubahan terjadi saat sudah menjadi ibu.
Semua ibu akan memastikan kehidupan keluarganya berjalan dengan baik. Ibu bisa tiba-tiba jadi dokter saat anak mengeluh sakit, tiba-tiba jadi psikolog saat anak curhat dan menjadi guru saat anak menghadapi kesusahan ngerjain tugas, dan ibu, bisa tiba-tiba mendapat gelar si ahli strategi karena mampu mengelola pengeluaran supaya semua kebutuhan tercukupi sampai gajian selanjutnya, ibu bisa menemukan barang-barang di rumah disaat anggota keluarga lain udah nyerah, dan ibu mampu berdiplomasi dengan anak tantrum, atau bernegosiasi dengan anak saat ada permintaan yang belum bisa ia penuhi.
Dan ibu terkenal dengan jalur langitnya. Anak, umumnya akan meminta doa ibu untuk setiap langkahnya. Pokoknya selagi ada ibu, semua akan baik-baik saja. Ngga salah, setiap anak menjadikan ibunya seorang super hero dan setiap ibu akan bangga dengan titel tersebut, kan?
Jadi masih adakah yang menyebut seorang ibu itu bodoh? Diiiih berani amat, ngga takut kualat, apa?
Jangankan menyebut bodoh, bahkan membanding-bandingkan saja sepertinya juga ngga pantas ya. Melahirkan normal dan sectio, ibu rumah tangga atau wanita karir, dsb. Padahal perjuangannya sama, sakitnya sama dan keberhasilannya juga sama. Sama-sama bergelar ibu.
Kadar yang bisa diukur secara kasat mata adalah hanya pada perbedaan kemewahan dan kesederhanaan. Ibu yang secara ekonomi lebih mampu bisa memberikan pendidikan formal yang kualitasnya terbaik, memberikan asupan gizi dengan makanan yang lengkap 4 sehat 5 sempurnanya atau bisa membawa anaknya berlibur ke luar negeri alih-alih hanya destinasi wisata keluarga sederhana di dekat pemukiman.
Related Post: Mom, Lets Go, Backpacking Keliling Dunia Duo Ibu dan Anak
Begitupun, bukan berarti menjadi pembatas seorang ibu untuk berkreasi dan berusaha memberikan kebahagiaan pada anak. Ketulusan ibu adalah segalanya. Meski masakan sederhana tapi dimasak dan dihidangkan dengan penuh cinta. Meski hanya piknik di tepian sawah, tapi jangan sepelekan tips liburan sederhana jadi berasa mewah kalau sudah ditangan ibu yang cerdas, kan. Konsepnya, yang ngga ada dibikin ada, yang sedikit dibikin jadi cukup, yang sederhana disulap jadi mewah.
Semua ibu itu cerdas dan emang dituntut untuk cerdas. Setiap detik, ibu harus menghadapi ujian yang tanpa diberi kunci jawabannya. Begitupun ibu selalu berhasil menemukan jalan keluarnya. Entah itu secara spontan maupun pakai jalur langit. Kecerdasan ibu adalah perpaduan antara otak, insting yang tajam, kelembutan hati dan karunia ilahi.
Lelahnya sering disembunyikan, sedihnya ditutupi dengan senyuman, air matanya tertahan di sudut pelupuk. Sujud-sujud sepertiga malamnya adalah salah satu cara mencari dukungan kekuatan. Sehat dan bahagia selalu untuk semua Ibu di seluruh dunia.
