Air Terjun Terdekat dari Kota Medan
Pada nyadar ngga, akhir-akhir ini banyak orang suka main ke alam. Ntah itu naik gunung, ke taman hutan raya, hiking ke taman wisata alam, camping, dan main ke sungai atau air terjun. Kalau lagi skrol medsos, wah yang FYP rata-rata pemandangan alam dan quote-quote galau nan bijaksana. Seakan-akan secara serentak menyadari bahwa alam itu ngaruh bangeet dengan kesehatan mental.
Tapi untuk saya yang memang suka dengan aktivitas outdor yang bagi saya itu bagai seorang terapis energetik, ya, hepi-hepi aja dengan banyaknya konten-konten begitu. Malah FYP yang muncul semuanya soal alam dan kegiatannya. Sampe-sampe ada beberapa nama tempat dan lokasinya yang hapal saking seringnya muncul di beranda, padahal sama sekali belum pernah kesana, hehe.
Related Post: Gara-gara Juliana, Seluruh Dunia Teragam-Agam
Di Medan, fenomena yang terjadi juga sama. Ngga cuma Gen z, kaum Milenialpun ngga mau kalah. Saya termasuk yang mana? Yes, kaum milenial. Eitss, jangan buru-buru ngecap FOMO ya? Saya bisa murka, wkwkw. Sebab apa? Sebab, jauh sebelum kegiatan alam ini jadi FYP dimana-mana, saya sudah hobi blusukan ke hutan-hutan. Ngga percaya? Makanya baca dong sampe ke tulisan-tulisan lama saya 🙂
Related Post: Gunung Sibayak, Tektok Perdana
Dulu, saking jarangnya orang-orang main di alam, saya dan adek saya yang kemana-mana hanya motoran berdua malah dianggap nekat dan berani. Mereka dengarnya pada geleng-geleng kepala.
Kalau sekarang, coba jalan-jalan ke kota pas weekend, udah kek lebaran sepinya. Penghuninya pada “mudik” nyari kampung halaman yang ada air terjun atau bisa berkemah. Seriusan, deh…
Apalagi di sekitaran Medan, banyak tempat yang bisa memenuhi hasrat tersebut, haha. Mau sungai, pantai, hutan, dan air terjun semuanya ada dan lokasinya ngga jauh dari Medan. Bahkan ngga perlu harus pake mobil, motoran aja dijabanin. Terlebih ada beberapa lokasi yang justru hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Yang butuh waktu 5 jam aja motoran tancap gas, apalagi yang cuma sejam. Aaah sekedip mata itu… 😀
Tapi jangan pernah sepele dengan segala hal apalagi yang berhubungan dengan alam dan perjalanan. Mau itu dekat, mau itu jauh mau itu jalannya mulus atau penuh lika liku, tetap harus hati-hati. Berkendara pake roda dua, tiga, empat atau lebih tetap punya resiko yang sama, yes!
Ngomong-ngomong soal alam khususnya air terjun yang sekarang sedang banyak diminati, di Sumatera Utara ada ratusan destinasi yang patut dikunjungi bagi kalian yang suka main di alam apalagi yang ada air-airnya. Tapi kalau mau dituliskan semuanya, bisa-bisa jadi satu buku.
Biar makin lengkap, kali ini saya mau spil yang terdekat dengan ibukota Sumut aja dulu, deh, kota Medan. Jadi mau pendatang dari luar kota bahkan luar pulau pun, masih bisa ikutan main meskipun hanya singgah sebentar di kota Medan. Alias bisa ditempuh dalam sehari / pulang pergi tanpa harus menginap.
Air Terjun Hits Terdekat dari Kota Medan
Air Terjun Dua Warna
Hanya 1 jam dari Medan, Air Terjun Dua Warna jadi yang paling banyak dikunjungi sejak dibuka kembali pertengahan tahun 2023, pasca banjir bandang sembilan tahun silam. Meskipun harus hiking selama 2 jam di jalur yang menantang, ngga menyurutkan semangat warga Medan dan sekitarnya untuk main ke sini.
Air terjun ini punya keunikan yang membuatnya beda dari yang lain. Letaknya yang ada di aliran air gunung, membuat warna airnya bergradasi. Kombinasi biru, abu-abu dan hijau tosca karena campuran air tawar dan air belerang yang bersumber dari kawah Gunung Sinabung membuatnya semakin menawan.

Related Post: Air Terjun Dua Warna, Kaskade di Tengah Hutan
Air Terjun Lau Berte
Masih satu aliran dengan Kolam Abadi di Desa Rumah Galuh, Kabupaten Langkat. Perjalanan hanya 1,5 jam dari Medan. Jadi di sungai ini, selain bisa susur sungai di Kolam Abadi juga bisa main ke air terjun yang ada di bawahnya. Meskipun hanya berjalan sekitar 20 menit melewati perkebunan, tapi medannya ngga main-main! Naik turun terjal dan licin serta melewati anak tangga bambu yangsempit dan menungkik.
Ke sini jangan lupa bawa baju ganti karena wajib basah. Selain menyeberangi aliran sungai sedalam lutut kaki, dentuman air yang jatuh menyibakkan butiran-butiran air yang tersebar sampai ke bebatuan tempat kita duduk. Ngga cuma itu, pesona air terjun yang melebar dengan bebatuan unik di tebingnya ngga bisa bikin nahan diri untuk merasakan sejuknya sambil diabadikan dalam bentuk foto. Mana mungkin ngga basah?

Related Post: Air Terjun Lau Berte, Tangga Bambunya Bikin Termangu
Air Terjun Sicike-cike
Berada dalam kawasan Taman Wisata Alam Danau Sicike-cike di bawah pengelolaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara. Jadi dalam hutan ini ada danau dan air terjunnya. Kebayang serunya, ya. Sudah letih hiking di hutan seluas 575 hektar, endingnya disuguhi yang segar-segar kena air dari balik bebatuan eksotik yang hijau dipenuhi lumut.
Danau Sicike-cike berlokasi di Desa Lae Hole, Kabupaten Dairi, sekitar 4 jam perjalanan dari Medan. Kalau ngga berencana camping, baiknya berangkat pagi hari supaya puas berkelana.

Air Terjun Sipiso-piso
Air terjun setinggi kurang lebih 120 meter ini merupakan salah satu legend karena pernah sangat poluler pada masanya. Terletak di Desa Tongging, Kabupaten Karo, perjalanan sekitar 4 jam dari Medan. Tapi jangan khawatir, sepanjang jalan aspal yang mulus berkelok-kelok itu, kita bakalan disuguhkan view berupa megahnya Danau Toba dan perbukitan hijau yang mengitarinya.
Air terjun Sipiso-piso mengalir pada sebuah lembah. Sudah disediakan ratusan anak tangga beton untuk menuruninya. Tapi sebelum itu, persiapkan fisik dan mental yang kuat. Sebab turunnya mungkin hanya butuh waktu setengah jam, tapi naiknya setengah mati, haha.

Air Terjun Sikulikap
Sejauh ini menjadi air terjun paling ramai sebab letaknya di pinggir jalan lintas Medan Berastagi. Ke sini juga ngga butuh persiapan khusus karena mudah dijangkau dan treknya terhitung mudah. Tapi begitupun jangan sepelein alam, tetap harus hati-hati. Banyak pengunjung yang selewatan singgah kesini kerena memang letaknya persis di bawah Rest Area Penatapan.
Mau sedikit hiking untuk memandang lebih dekat air terjun Sikulikap ini, bisa melalui bumi perkemahan dan sedikit melewati hutan. Tapi kalau mau memandang air terjun dari atas bisa melalui pondokan di penatapan sambil makan mie, jagung rebus dan ngopi juga bisa meskipun jarak pandangnya terbatas.

—————————————————–
Dari semua air terjun terdekat dari Kota Medan, tentu saja masing-masing punya ciri khas dan keunikannya masing-masing. Semuanya cantik, semuanya indah sampe ngga sanggup kalau disuruh banding-bandingin. Jadi kalau masih mampu dan punya waktu, ngga ada salahnya semua dikunjungi dan dijelajahi 🙂
Tapi untuk selalu diingat, jangan meninggalkan sampah apapun, jangan merusak fasilitas apapun, jangan berbuat hal-hal yang tabu. Setiap daerah yang kita kunjungi punya peraturan dan normanya masing-masing. Kita ngga harus percaya, tapi tugas kita wajib untuk mematuhinya 🙂
pemandangannya indah bangettt, jadi pengen mampir kesana juga 😀
Setuju… Pemandangannya memanjakan mata ya. Kalau ada kesempatan ke Medan mau juga mampir ke air terjun yang diceritakan itu, apalagi yang dua warna, pasti cantik bisa lihat dari dekat.
Betul mbak, 2 warna luar biasa cakepnya emang
Bisa jadi pertimbangan kalau lagi ke medan. Aku tuh walaupun keturunan batak tapi sampai sekarang belum pernah ke sumatera
Wahh iyaa kah, mbak boru apaa?
Air terjun yang bagus-bagus banget, warga Medan yang ngaku mencintai alam, kudu berkunjung.
Iya, euy, sekarang banyak yang ‘mainnya’ ke alam, dan nggak lupa pada update setiap mdpl yang sudah dikunjungi, ikut senang ngelihatnya.
Alhamdulillah, semakin banyak yang menyadari bahwa main di alam itu membuat sehat paru2.
Iya mbak, tp jadi minusnya alam banyak sampahnya huhuuu
Kalau ada kesempatan ke Medan, sepertinya saya pilih ke air terjun Sikulikap saja deh, yang nggak butuh banyak persiapan fisik, karena medan yang “berat” untuk sampai dan menikmati keindahannya. Maklum, otot-otot tubuh sudah nggak lemes dan lentur lagi
Betul mbak, Sikulikap ini sering dikunjungi org2 yg kebetulan lewat krn ada di penatapan (semacam rest area)
iya, percaya dong kalo Mbak Suci gak fomo
malah saya salut pada suami dan anak yang “merelakan” Mbak Suci setia dengan blusukannya
Eniwei keren ya Medan, banyak destinasi alam yang relatif mudah dijangkau
jadi inget di deket rumah juga wisata seribu tangga yang ternyata dekat rumah
Tapi saya cuma setengah jalan, gak berani naik terus 😀
Waaah iya kalo naik tangga berundak2 gitu emang lebih melelahkan
Iya nih, makin banyak yang demen main ke alam…Suamiku yang memang seneng aktivitas outdoor kalau rakor atau gathering di kantor belakangan bikin acara semi outdoor. Jadi weekend meeting penutupannya hiking. dst
Btw, di antara air terjun ini, aku sudah pernah ke Sipiso-piso dan melewati Sikulikap
Sipiso2 emang idola sedari dulu, dan sikulikap ini wajib dilewatin kalo mau ke berastagi jadi banyak yang pingin singgah pastinya
Keren sekali nih Medan, punya banyak air terjun. Sama dengan Bogor, kebetulan di Kota ku banyak juga air terjun dan memang beragam ukurannya. Melihat air terjun dua warna di Medan, jujurly aku tertarik pengen liburan kesana. Semoga deh nanti tiket pesawat lebih terjangkau ya.
Ternyata Medan dikelilingi beberapa air terjun yang cantik begini. Mungkin karena dekat dengan pegunungan Bukit Barisan. Yang paling terkenal sepertinya Sipiso-piso ya?
Iyaa, Sipiso2 ini udh legend mbak hehe
Aamiin… iyaa nih harapannya semua orang tiket pesawat murah ya mbak
Dari daftar air terjun di atas, saya paling penasaran sama air terjun sipiso-piso deh. Panoramanya cantik. Kalau di Lombok, itu sepintas mirip yang namanya air terjun tiu sekeper. Apakah saya pernah ke sana? Tentu tidakkkk, eh belum…
Iya mbak, Sipiso piso ini legend di Sumut krna udh jadi destinasi sejak dahulu kala dan lokasinya mudah dijangkau jg. Vieewnya paling juara
Air terjun selalu menawarkan keindahan ya. Emang kudu basah sih kalau main di air terjun tuh. Kayak kurang afdol gitu lho kalau berkunjung ke air terjun tapi nggak main air.
Aku pingin ke air terjun dua warna. Pingin melihat langsung pesona dua warnanya.
Waaah dua warna rekomended mbak meski medannya ngga main2…