Friends · Kuliner · Review · Serba Serbi

Reuni Mini Kami, di Kafe Rumah Pohon

Berawal dari grup WA alumni SMP yang ngerencanain reuni akbar yang masih tetap dan sepertinya masih akan tetap jadi rencana. *tragis amat!

Jadi kami2 yang sok serius ini mau realisasikan dalam bentuk reuni kecil2an lah, yang domisili di Medan dan sekitarnya. Nah, ini yang kecil2an aja nentuin jadwalnya aja sampe harus cari wangsit di bawah pohon jeruk purut. Naasnya, dari sekian puluh orang (lebay) yang sekian persen fix ikutan, akhirnya di hari H mundur satu persatu dengan alasan yang harap dimaklumin. Begitulah tinggal kami berlima yang memaksa2kan hadir demi kesetiakawanan dan ketidak ada kerjaan di rumah, malam minggu pula. Bah! (??)

Untungnya lagi, reuninya ngga jadi ke Pondok Telaga Ikan yang letaknya nun jauh di luar kota sonoh. Janji ketemu di dalam kota aja kami harus nunggu ketiga temen kami yang cantik jelita ini molor hampir 2 jam. Catat, nyaris 2 jam! Dari hari terang sampe remang2. Alhamdulillaah ya, 🙂

Untung berikutnya, mereka ini masi ada rasa peri-kebidadarian, diteror ke grup ngga juga dikomen (ya kan kita bingung, ini orang2 jadi dateng ngga sih? Ngga ada kabar berita). Setelah diancam, 5 meniiit aja ngga nongol, yuk dada babailaaah, baru deh komen. “Tunggu, kami ondewei udah mau nyampe!” Apa ngga naik sasak konde Hayati?

16-12-17-16-18-52-871_deco
Saat menunggu makanan
c360_2016-12-17-16-33-21-394
Masih menunggu para bidadari

Tapi syukurlah, rasa sesak di dasar hati diam tak mau pergi ini seketika mencair dengan kelucuan dan lawakan ke empat temen saya ini. Bayangin, belasan tahun ngga ketemu kan pangling. Abisnya yang dulunya pada unyu imut2 macam marmut, sekarang kok jadi amit2 hehe. Ributnya minta ampuun, logat batak ngga ilang2. Seru kali lah. Aka pelawak do sude! Hehe. Ini mulut sampe pegel ketawa terus. Kirain brani ngelucunya cuma di grup, eh, ketemu malah ternyata lebih lucu.
Tapi tetep aja ya, jaman sekarang ini ngobrolnya 15 menit, yuk kembali ke henpon masing2. Balik maniing ngobrol di grup (Ngapain reuni ya? haha) kemudian poto2, ketawa2, balik lagi pegang hp dan pamer2 ke grup, ketawa ketiwi di grup. (reuni selanjutnya harus ada juru sita hp nih :D)
Begitu seterusnya sampe kami lelah dan memutuskan untuk berpisah.

fb_img_1481997359673
Here we are 🙂

Tapi, selalu ada positip di semua kejadian. Siapa sangka sih, temen SMP ketemunya di grup dan direalisasikan dalam bentuk reuni mini. Pasti anggota grup yang lain pada ngiri. Ngaku lah!
Makanya siap2in waktu dan tenaga untuk ketawa di reuni nanti ya temen2 🙂

#Kafe Rumah Pohon
Ceritanya ngga puas cuma liatin IGnya. Semuanya foto narsis pengunjung. Penasaran kan sama detail tempatnya. Jadi, pertama saya bayangin ya itu, tempat makannya dibikin di atas pohon2 besar gitu. Trus kita harus manjat tangga dulu baru bisa duduk dan makan. Dan sempet2nya saya bayangin gimana itu pelayan bawa gelas isi teh manis dingin atau pecel di atas nampan naik tangga yang terbuat dari tali atau berayun2. (Kan ceritanya rumah pohon ala2 tarzan gitu).

c360_2016-12-17-16-32-50-450
Ada batang pohon besar di dalam rumah itu

Tapi itu ngga semuanya bener alias hayalan2 doang. Karna kenyataanya pohon yang gede cuma sebiji dan rumah yang kita bayangin itu bukan nangkring di atas pohon gitu. Melainkan batangnya yang gede itu berada di dalam kafe berbentuk rumah yang berdiri tepat di atas tanah. Gitu aja sih.

c360_2016-12-17-16-35-43-711
Suasana outdoor

Lumayan lah, walaupun ngga semenakjubkan yang dibayangin, paling tidak suasananya adem karna banyak pohon rindang menaungi. Saya suka yang adem2, rindang, sepoi dan syahdu gitu. Boleh pilih duduk dalam ruangan ber-AC atau di luar ruangan yang sepoi2 itu. Klo ujan ya tanggung sendiri karna ngga ada payung2 ala kafe gitu, jadi hujan dan panas hanya pohon rindang yang memayungi. Ato pas lagi angin kenceng, dedaunan pada rontok dan mendarat mulus di makanan kita, sukur2 ngga ada ulet bulu nya. Haha. Nah, klo pas lagi rame tiba2 ujan turunnya dadakan, takutnya ngga muat kalo semunya ngungsi dalam ruangan. Gimana dong?

Tapi, positifnya, makanan yang kami pesan semuanya lumayan enak. Banyak paket yang ditawarkan. Contoh saya pesen 1 paket (lupa namanya). Isinya ada tahu goreng + es campur seharga 30K. Temen saya, Fitri, pesen paket (lupa juga namanya) :D, konon ini menu andalannya, isinya ayam arsik + daun ubi tumbuk dan air parutan timun seharga 35K. Kok menu andalan? Ceritanya kan di Medan yang biasa diarsik tuh sejenis ikan mas atau mujair. Nah ini bedanya, disini yang diarsik adalah ayam, katanya lagi arsik ayam tuh cuma ada di kafe ini. Katanya Fitri sih enak. Sore itu, kami terpaksa makan berat. Selain karna memang udah lapar, temen saya Fitri ini memang penganut anti makan malam. Kecuali udah ngga makan selama 2 hari. Tentu saja dengan alasan klasik, diet!
Ngga lama, 4 orang temen kami nyusul dan pesen paket ayam arsik juga. Sepakat semua bilang enak. Jadi, kesan pertama kami soal makanan bisa dibilang ngga mengecewakan lah. Hanya saja kakak dan abang pelayan yang sebagian sedikit kurang ramah saat meladeni. Kurang sopan dan oiya, masa bawa makanan dicampur dalam satu nampan dengan piring kotor? Ngga etis kan ya?

Bukan hanya itu, mereka juga menawarkan menu makanan lainnya seperti sate (kalau ngga salah ada sate daging rusa), macem2 es krim dan kopi yang diracik oleh para barista.

Pertama kalinya saya kesini yang saya liat rata2 pengunjung bukan hanya yang pasangan2, tapi, ada juga yang lagi ngadain arisan, ada yang mit’ap dan reuni macam kami. Tapi kok banyakan ibu2. Yang paling saya suka disini banyak banget ornamen2 antik untuk pepotoan. Kayak nampan2 berbahan seng norak bunga2 jadul, klo di rumah saya udah di gudang ditumpuk dan berdebu (ngga kreatip amat), disini, digantung atau ditempelin di dinding jadi hiasan cantik. Mangkok atau cangkir2 dari kayu dibikin jadi aksesoris di meja atau dinding yang bikin suasana makin antik. Saya suka, saya suka…

c360_2016-12-17-19-49-15-008
Salah satu sudut indoor

Setiap weekend ada konser mini. Saking mininya ya biola doang, hehe. Bagi penggemar biola mungkin akan betah, apalagi ditambah hujan rintik2, bisa menambah kesan dramatis atau jadi romantis. Tapi bagi saya yang lebih menyukai gitar, mendengar alunan biola yang mendayu2 kok jadi horor 😀

Saya perhatiin, mereka yang mau pulang pasti foto dulu di depan rumah pohon. Jadi saya simpulin, ngga sah kalau nggak poto dengan latar belakang rumah pohon. Kami pun ikutan dong, ah!

Kuliner

Pondok Telaga Ikan, Restoran Berkonsep Alam di Pinggiran Kota Medan

Jadi ceritanya liburan kemarin mau pulang kampung ke Sidamanik, berangkatlah menuju bandara KNO. Paten kali kan? Ke Sidamanik naik pesawat. Haha

Bukan loh, karna kalau libur panjang gini kan bus dan segala macam armada angkutan darat pasti rame. Bisa-bisa saya dapet bus yang udah antrian ke berapa gitu. Bahkan bisa ngga dapet tiket. Makanya atas saran temen, saya naik Paradep yang dari bandara aja. Kalaupun rame, dipastikan ngga sampe lumutan nunggu antrian. Kemudian memang sebelumnya ada acara sih dekat situ. Jadi karna serba udah kesiangan pas dijalan perut pun kriuk-kriuk minta disubsidi. Inget-inget arah bandara ada restoran keren namanya Pondok Telaga Ikan, maka mampirlah kami.

img-20161213-wa0014
Halaman sekaligus parkiran

Tiba di TKP, wow, udah rame aja. Keliatan dari banyaknya mobil dan motor terparkir di halaman. Iyalah pas jamnya makan siang pula. Di pintu masuk, kita akan disambut oleh dua patung mirip patung budha dengan nuansa Bali. Ciri khasnya payung kuning dan sarung kotak-kotak hitam putih. Disapa oleh kakak-kakak berseragam batik merah yang ramah. Kita diikutin sampe ke tempat duduk.

Kami melewati area utama dengan maksud mencari tempat duduk di pondokan di atas danau. Tapi ternyata udah penuh dan sebagian udah direserve. Kepalang tanggung ya sekalian aja keliling dulu sambil foto-foto. Eh ngga keliling ding, karena kalau digambarin bentuk restoran ini mirip huruf T yang terbalik. Jadi, area utama melebar ke samping. Disini ada lesehan sebalah kiri juga ada pilihan duduk di kursi. Sebelah kanan ada VIP area berdinding kaca. Kayaknya sih keistimewaanya lebih privat dan berAC. Depannya ada kolam ikan. Ditengah-tengah area utama ada akuarium besar, tinggi dan memanjang berisi ikan hias. Nah dari tengah ditarik garis lurus, ya, klo disini semacam lorong terbuka atau gang yang memisahkan sisi kiri dan kanan. Sisi kiri ada pondokan dengan tempat duduk pakai kursi. Sementara sisi kanan duduknya lesehan. Dan dibawahnya ada kolam yang berisi ratusan ikan yang bisa dipancing. Kayaknya pemiliknya doyan mancing atau ikan-ikanan nih. Dimana-mana kolam mulu :D. (Foto2 cakep nya dalam 1 folder kehapus Cahyo, hiks).

Diliat dari konsepnya yang alami dan ala-ala pedesaan sih ya wajar aja banyak yang suka ke sini. Secara belakangan ini alam sedang digemari. Setiap pondokan dikasi gorden putih transparan yang panjang menjuntai menambah kesan manis pemandangan. Apalagi dihembus angin sepoi-sepoi, jadi pingin bawa bantal, tidur deh. Sementara di sisi kiri dan kanan lorong ada banyak sangkar yang berisi berbagai macam jenis burung dan ayam. Bisa dibilang kebun binatang mini lah.

 

Nah, di kolam tengah atau nomor dua paling belakang, disediakan kayak perahu motor (kapal) yang bisa disewa per jam. ngeliat luas kolam yang tak seberapa sih saya bayanginnya mual naik kapalnya. Karna pasti akan muter-muter disitu-situ aja saking sempitnya. Eh, ya tergantung orangnya juga sih ya. Klo saya memang tukang mabok, konon lagi klo diputer-puter, haha. Tapi kalau bawa anak-anak bisa lah untuk mengusir kebosanan. Apalagi bisa sewa alat pancing kok disitu.

Soal menu, berhubung saya ga pinter icip-icip dan ga terlalu hobi kulineran. Bagi saya setiap makanan hanya ada dua rasa. Enak dan enak banget, haha. Ngga pinter kalau harus komentar kurang ini dan itu. Macem-macem makanan disediakan. Olahan ikan, ayam, seafood. Cemilan, jus dan bir juga ada. Lalu saya pesan apa? Ayam bakar dong! Menu andalan kemanapun dimanapun :D. Porsinya agak gede. Tapi sayang kurang mateng dikit lagi aja karna masih ada merah-merah di dalam dagingnya. Kalau soal harga masih sangat standar. Ada porsi sendiri, juga disediakan porsi besarnya. Jadi ngga masalah bagi yang jomblo. Ngga usah bingung klo dateng sendirian *eh.

Sejauh ini saya suka sama konsepnya. Sepertinya sih masih ada yang belum selesai pengerjaannya. Sepertinya loh, ya. Karna ada beberapa item yang seperti sengaja dibiarin belum indah. Ah ini gimana lagi sih bahasanya ya? Haha.

Kayak mushola kurang rapih. Trus kolam yang paling belakang banyak eceng gondok. Kemudian masih dari kolam bagian belakang, di area penyewaan kapal, airnya kurang jernih. Hijau pekat karna lumut.  Ntah ini sengaja atau belum diperbaiki, ya tanyakan saja pada rumput yang bergoyang. Hehe

Akhirnya terpenuhi juga rasa penasaran akan restoran yang lagi hits seinstagram kota Medan. Bisa deh untuk rekomendasi reunian temen SMP ntar. Dan udah bisalah pulang kampung dengan tenang (udah kenyang sih) haha.

img-20161213-wa0011
Muka lapaar

Selamat libur panjang teman-teman 🙂
(Nasib karyawan jarang dapat libur)

Foto-foto pribadi alakadarnya. Yg lebih oke Intip aja IG nya @pondok telaga ikan

Jl Raya Batang Kuis (Menuju bandara KNO