Kuliner · Tips

Corona dan Mpon-Mpon

Bukan hanya masker dan hand sanitizer aja yang mendadak harganya melonjak dan menghilang dari peredaran. Ini tuh bikin kaget ya, karna harga masker jadi gila-gilaan tapi jadi rebutan pula. Belum lagi hilang rasa kaget, para ibu se-nusantara harus dihadapkan dengan kepusingan (kepusingaaaan….) karna harga bumbu pun ikut merangkak naik seiring datangnya serangan virus Corona yang diklaim mematikan itu.

Baru kali ini harga masker dan bawang lebih mahal dari harga tas Hermes KW 5, ya, haha. Saya yang memang sehari-hari pake masker ya ngga hawatir dengan hilangnya mereka dari peredaran karna saya punya stok banyak. Tapi masker kain :D. Yang ngga tau kebiasaan saya maskeran tiap hari kalo keluar rumah meski dekat sekalipun kok langsung komen “masker kan ngga perlu kalo kita ngga lagi sakit”. Selain karna memang lagi demam corona, saya sudah mulai membiasakan pake masker itu sejak sembuh dari TB paru dua tahun lalu. Jadi udah berjalan cukup lama. Pake masker bagi saya bukan karna demam corona tapi memang udah jadi kebutuhan saya.

Baca juga: masker

Baca juga: Pengalaman Sakit TB Paru

Kembali ke masalah masker, bumbu dan Corona. Kini trio ini jadi bahan pembicaraan di seluruh dunia. Eh, kalo bumbu keknya cuma di Indonesia, deng. Negara yang terkenal dengan rempah-rempahnya.

Baca juga : Trio Pribumi

Virus Corona dan Gejalanya

Corona atau disebut juga COVID-19 kali ini ditemukan pertama kali di kota Wuhan Cina akhir tahun lalu. Virus ini mampu menular dengan cepat dan menyebar ke hampir seluruh wilayah di Cina dan beberapa negara lainnya. Awal Maret lalu, Presiden Jokowi mengumumkan bahwa 2 orang di Depok sudah positif terinveksi virus Corona. Itu artinya virus ini sudah masuk Indonesia setelah beberapa waktu sebelumnya pada yakin negara ini akan terbebas. Tapi pada akhirnya…

Terjangkitnya oleh virus Corona diantaranya ditandai dengan gejala sbb:

  • Flu yang biasanya disertai dengan sakit tenggorokan, meler, bersin dan batuk
  • demam tinggi
  • sesak nafas

Gejala-gejala tersebut muncul dalam rentang waktu 1 sampe 2 minggu setelah terpapar virusnya. Sekilas agak sepele ya, sama gejalanya karna mirip flu biasa. Tapi kalo udah demam tinggi dan menyerang saluran pernafasan ada baiknya langsung diperiksakan. Oiya, bahkan ada juga mereka yang terlihat baik-baik saja tapi setelah dites ternyata positif. Mirip sekali dengan TB Paru.

Penularan Virus Corona juga bisa terjadi melalui berbagai cara seperti :

  • Terkena percikan ludah yang disebarkan lewat angin atau cairan bersin yang menyebar dari penderita COVID
  • Menyentuh bagian wajah dengan tangan yang terkena percikan ludah dan belum dicuci
  • bersalaman atau bersentuhan secara langsung dengan penderita COVID
  • menyentuh benda-benda bekas pegangan orang yang terpapar COVID. Ini nih bisa banyak sekali contohnya. kayak uang, hp, gagang pintu, teralis tangga ah pokoknya banyak. Dan ini sepertinya paling banyak menyumbang media penularan (ini apa sih bahasanya?). Di kantor saya sekaran udah ngga boleh lagi pinjam meminjam barang semacam pulpen, steples, penggaris apapun itu sebisa mungkin pake punya masing-masing. Makan dan istirahat juga ngga bole ngumpul-ngumpul.

Jadi karna virus ini ngga menularkan melalui udara, melainkan benda, itu sebabnya dikurangin kebiasaan megang-megang yaa…

Tips Pencegahan Penyebaran Corona

  • Anggap seolah-olah sudah terpapar covid jadi sebisa mungkin mengisolasikan diri sendiri. Merasa takut untuk tertular dan menularkan
  • Rajin cuci tangan dengan sabun. Repot memang, tapi demi kebaikan diri dan sekitar ada baiknya setelah menyentuh banda apapun sebisa mungkin langsung cuci tangan pake air mengalir
  • Menunda berkegiatan di luar kalau tak sangat mendesak.
  • Rajin membersihkan rumah, rajin ngepel lantai, lap gagang pintu, pegangan kulkas, lemari dll. Pokoknyabenda yang sering dipegang. Sebisa mungkin gunakan siku tangan misal mau buka pintu.
  • Bawa hand sanitizer bila berpergian, kalo ngga punya, alternatifnya bisa bawa tisu basah
  • Hindari berjabat tangan dan bersentuhan dengan orang lain. Bila sudah terlanjur segera cuci tangan
  • Pake masker bila ada. Atau jangan dulu latah menyentuh bagian wajah. Nih yang kebiasaan mencetin jerawat agak dikondisikan tangannya.
  • Tegur secara sopan mereka yang batuk dan bersin di tempat umum tanpa menutup mulutnya. Perokok juga tuh. Kalo ngeyel ditegur mendingan kita yang ngalah dan menjauh.
  • Kalo sudah ada perintah WFH atau sekolah libur, bukan berarti waktu yang ada dimanfaatkan untuk liburan ke pantai-pantai (Ya Allaah sedih liatnya). Taatlah pada aturan demi kebaikan bersama, pliis…
  • Konsumsi makanan bersih dan sehat. Sertakan dengan tambahan suplemen, vitamin C atau rempah-rempah herbal.

Meskipun belum diterapkan atau mungkin ngga akan diterapkan yang namanya lockdown mengingat kondisi dan karakter yang beragam serta kebiasaan masyarakat kita yang sulit untuk patuh, tapi sebagian instansi udah menerapkan yang namanya social distancing. Ada yang work from home dan daring. Usaha sekecil apapun pasti akan membuahkan hasil, kan. Semoga…

Disela-sela perbincangan virus Corona dan usaha para ilmuan untuk menemukan vaksin penangkalnya, Indonesia tetap setia dengan rempah-rempah alami yang konon mampu menangkal radikal bebas.

jalan dan wisata · Serba Serbi · Tips

Pasar Unik di Sungai Landak Bukit Lawang

Jangan berharap banyak bisa duduk santai di mobil menuju Sungai Landak. Akses kesini cuma bisa naik motor atau jalan kaki. Kalo ngga ada motor bisa naik ojek dengan tarif 15rb rupiah atau 20ribu kalo tarik tiga, haha. Ya, jalan menuju ke Sungai Landak itu searah dengan Goa Kampret. Dari goa kampret, sekitar 1KM lagi menuju Sungai Landak. Jadi bisa dibayangkan kaki udah gemetar karna abis susur goa, harus dilanjut jalan kaki ke Sungai Landak. Jadi ditotal 1KM goa + 6KM pulang pergi untuk rute hari itu. Belum seberapa ya, dibanding saudara kita di pedalaman yang belum punya akses mendukung. Eh alah ngga usah jauh-jauh lah, saya juga dulu sekolah jalan kaki kok jarak 3KM pulang pergi tiap hari. Makanya urusan jalan kaki atau melewati sungai dan kebun-kebun itu udah pernah saya lalui dimasa kecil.

Baca juga : Goa Kampret

Bayangan mandi di sungai, makan di atas aliran air yang jernih seperti yang kami tonton di yutub malam harinya di penginapan, bikin kaki semangat melangkah meskipun matahari tepat di atas kepala. Walau masih harus melewati perkebunan serta debu-debu terbang dari motor yang lalu lalang baik motor pengunjung maupun motor ojek.

Ada sebuah rumah cantik dengan sedikit nuansa Bali di atas pekarangan luas yang pasti dilewati sebelum memasuki kawasan Sungai Landak. Belakangan saya tau dari tukang ojek ternyata itu rumah dan sekaligus panti asuhan bagi anak-anak korban banjir bandang silam. Katanya rumah ini milik warga Jerman yang menikah dengan penduduk lokal. Sayangnya lokasi ini ngga dibuka untuk umum. Mau permisi juga ngga ada keliatan orangnya.

jalan dan wisata · Tips

Susur Goa Kampret di Bukit Lawang

Ini pengalaman pertama saya caving alias susur goa. Tadinya saya pikir ini sekedar goa kecil pendek yang di dalamnya terdapat beberapa benda-benda peninggalan. Karena dulu sebelum banjir bandang menerjang Bukit Lawang, saya pernah masuk goa yang di dalamnya ada sebuah benda berupa alat musik yang mirip biola berukuran besar. Tapi keknya itu bukan goa tapi cerukan biasa kali, ya, haha. Jadi selain jungle trekking dan tubing, caving atau susur goa merupakan aktifitas utama yang bisa dilakukan bila berkunjung ke Bukit Lawang.

Baca juga : Bukit Lawang

Goa Kampret

Apa pasal dinamakan Goa Kampret? Sederhana saja, karna di dalam goa ini dihuni oleh ribuan kelelawar kecil. Di Sumut, Kelelawar punya nama lain yaitu Kalong dan juga Kampret. Jadi terserah saja mau sebut Goa ini sebagai Goa Kelelawar, Goa Kalong tapi lebih sering dan lebih mantap menyebutnya dengan Goa Kampret. Tapi nyebut kampretnya jangan pas lagi kesel, ya, hehe.

Ada yang bilang goa kampret ini milik pribadi, tapi ada juga yang bilang milik pemerintah karna letaknya di Taman Hutan Gunung Leuser. Kabarnya juga goa ini dijadikan sebagai tempat tinggal warga jama dahulu, hal ini bisa terlihat dari pemisahan ruang-ruang dalam goa.

Untuk yang pertama kali masuk goa, harus dengan bantuan seorang pemandu. Jangan asal masuk kalo belum tau persis kondisi medan. Kami aja pulangnya sempet nyasar, kok. Ngga nyasar sih, cuma abang pemandunya lupa belokannya kiri apa kanan. Tapi sempet masuk ke kanan, padahal harusnya ke kiri. Udah gitu kondisi di dalam itu gelap, jadi bener-bener ngga bole sembarangan masuk kalau belum pernah.

Menengok ke Dalam Goa Kampret

Pagi itu, setelah sarapan dan sesuai janji kami beranjak dari penginapan menuju lokasi Goa Kampret. Matahari belum begitu meninggi saat kami memulai menapaki kebun demi kebun milik warga. Dari Ecolodge, kami kemudian menyebrangi jembatan gantung yang hanya bisa dilewati maksimal 8 orang. Momen ini ngga bisa dihindari karna memang akses utama menuju goa. Bukan apa-apa, bahkan setelah berhasil melewati jembatan yang bergoyang-goyanG itu, keliyengannya ngga ilang-ilang sampe lama. Kan rasanya ngga enak.

Berjarak sekitar 2 KM dari Ecolodge, sepanjang jalan kami berkutat dengan hutan serta perkebunan karet dan sawit disisi kanan dan kiri jalan setapak sampe akhirnya memasuki kawasan hutan dimana Goa Kampret berdiam. Ini bukan pertama kalinya saya ikut kegiatan jelajah hutan. Sebelumnya beberapa tahun lalu kantor saya rajin ngadain hash atau jelajah hutan yang selalu dilakukan dikawasan hutan Sibolangit. Hash lazimnya dimulai dari jam 7 pagi dan selesai sekitar jam 9nan. Mau trek yang mudah hanya telusur pinggiran hutan sampe trek yang sulit. Mendaki, menurun sampe nyebrang-nyebrang sungai bisa aja tinggal request sama pemandunya. Dan trek di Sibolangit masih jauh lebih ekstrim dibanding trek menuju goa kampret.

Baca juga : Hash

jalan dan wisata · Tips

Imlek Ceria di Bukit Lawang

Setelah melewati berbagai pertarungan serta perdebatan tiada henti. Dari mulai nyari penginapan, transportasi dan lain-lainnya terlebih nyaris batal karna satu dan lain hal yang bikin mood jelek seharian, pada akhirnya H-1 rencana terlaksana juga meskipun personil harus berkurang banyak.

Pukul 8 malam kami mulai bergerak dari Medan menuju Bukit Lawang, dimana tempat akhir pekan akan kami habiskan. Segala macem perlengkapan juga tak luput dibawa serta. Ngalah-ngalahin orang kempinglah pokoknya. Panggangan, ikan, ayam, jagung, berbagai cemilan bahkan rujak serta bumbunya juga telah siap sedia. Tak lupa pula majigcom, pemanas air serta 2 galon air ikut diboyong.

3 Jam perjalanan terlewati tanpa ada halangan yang berarti. Ngga ada macet panjang khas weekend, ngga ada nyasar-nyasar serta ngga ada drama aneh-aneh, termasuk jalan juga mulus meski beberapa titik ada bolong-bolongnya. Ditempuh dengan perjalanan santai, akhirnya pukul 11 malam tiba di penginapan dengan selamat aman sentosa. Alhamdulillah liburan di depan mata…

Sampai di penginapan, letakkan barang-barang di kamar kemudian duduk-duduk sebentar di restoran sementara para lelaki mempersiapkan bara api untuk ikan-ikan dan ayam dipanggang segera.

Ngga ada kegiatan lain selain makan-makan,nyanyi dan bercanda karna memang hari udah kelewat malam dan lelah melanda. Sementara besok pagi mau menyusuri goa dan main air di Sungai Landak.

Serba Serbi · Tips

Perpanjangan SIM Dengan Syarat dan Prosedur yang Mudah

Keberadaan samsat-samsat kecil kaya di mol-mol atau mobil gitu sungguh sangat membantu sekali bagi karyawan seperti saya yang ijinnya terbatas. Meskipun harus bener-bener datang lebih awal demi dapat antrian di depan. Tapi ternyata ya ngga juga karna saya belum paham triknya. Nanti saya kasi tau di akhir kisah. Tsaaah!!

Jadi SIM itu kan memang harus diperpanjang per 5 tahun. Jadi diliat-liat SIM nya, ya. Jangan sampe kelewatan karna bakalan urus baru lagi yang prosesnya lebih panjang.

Syarat Perpanjangan SIM

  1. SIM
  2. Fotokopi KTP (2 lembar)
  3. Surat Keterangan Berbadan Sehat selanjutnya disebut (SKBS)
  4. Uang

Prosedur Perpanjangan SIM

Yang namanya urus-urus di sebuah instansi itu identik sama antrian yang panjang dan jelimet ya. Jadi kalo mau urus-urus berkas gitu usahakan datang sangat-sangat awal. Kebetulan kemaren saya urusnya di Samsat Corner Sun Plaza. Letaknya saya lupa ya itu lantai berapa, tapi yang pasti posisinya tepat di depan lift. Parking Ground, deh kayaknya Lt. G. Jadi ngga masuk ke dalam area molnya gitu. Saya datang jam 8 yang mana udah banyak orang-orang duduk ngantri.

Antrian dibuka setengah 9. Sebelum kita masuk, SIM asli kita bakalan dikumpulin dulu sama seorang petugas kepolisian. Bukan sekedar dikumpulin ya, tapi ada kuotanya. Nah, disini nih salah satu trik agar dapat antrian awal adalah, berdirilah tepat di depan pintu masuk supaya SIM yang kita sodorin bisa langsung ditangkap sama pak polisinya, haha.Maling kali, tangkap! Ya, sadar diri aja sih, badan kecil gini kali harus desak-desakan keknya lemes duluan. Engap!

Serba Serbi · Tips

6 Tips Ampuh Menghilangkan Rasa Ngantuk di Kantor

Orang kantoran mana suaranya? Yang suka ngantuk angkat tangannya!!!

Ngga sih, saya ngga cari kawan. Cuma pingin berbagi ide-ide brilian aja supaya hari-harimu ngga suka ngantuk saat di kantor. Iya bener ini ide brilian. coba aja. Jam rawan ngantuk itu biasanya kan abis makan siang dan setelah solat juhur. Bener, ngga? Nih tipsnya, cekidot:

1. Mandi sebelum subuh. Saya inget pesen mamak, “jangan males mandi pagi-pagi sekali pake aer dingin, selain sehat bisa bikin awet muda”. Kebiasaan ini saya lakukan 11/2 tahun terakhir. (ya ampun pake setengah setengah segala) haha. Padahal pesan mamak ini udah dari jaman sekolah esde. Awalnya karna kantor itu jauh dari rumah dan harus berangkat setidaknya jam 6 pagi. Keadaan ini memaksa saya harus mandi sebelum subuh. Ngga sempet rebus air juga buat mandi, lah bangun jam setengah 5 keluar dari selimut aja udah paten kali. Jadi bener-bener mandi sebelum subuh pake air dingin. Emang harus pake air hangat, gitu? Ya, karna rumah saya di daerah pegunungan beriklim sejuk. Tapi auto pilot aja sih begitu melek mata, bangun langsung mandi. Lama-lama jadi terbiasa sampe sekarang. Padahal sekarang kantor sama rumah udah ngga jauh lagi. Libur juga begitu. Efeknya memang berasa betul. Sampe kantor disambung ambil air wudhu buat solat duha. Sampe sore Insyaallah ngecass… Setidaknya lebih segar dan bikin ngga males beraktifitas.

Tapi terkadang ada masa-masa dimana mata sepeeet ngga bisa diajak kompromi. Kalo udah  begitu biasanya:

Lanjutkan membaca “6 Tips Ampuh Menghilangkan Rasa Ngantuk di Kantor”