about us · Puisi

If…

Open your eyes
Undo the seem

It’s not like before
Coz, I will always hear you

It’s not just a word
We’ll see
I promise u again ๐Ÿ˜Š

A hint of a smile, is a clue
As your hand touches mine
I feel no longer alone
Coz i feel them entwine

We’re holding each others
Then as usual
You say quietly

“Please don’t go, stay with me”

So this is it
To you i belong

Hope no more goodbyes
Coz we knew all along

Hope…
Eventually…

about us · Challenge · Puisi

Ruang Rahasia itu Ada di Hati

Dear You…

Kau pernah bertanya, sampai kapan aku bertahan?

Lalu kujawab, tak tau

Lalu kau balas dengan genggaman tangan dan kita melangkah bersama.

Kenyataannya, besarnya rasa cinta kian hari kian bertambah. Bukan sebaliknya.

Lanjutkan membaca “Ruang Rahasia itu Ada di Hati”

about us · jalan dan wisata · Kuliner

Bersantai Malam di Tugu Jogjakarta

Landmark kota Jojga ternyata bukan hanya Nol Kilometer atau plang jalan yang bertuliskan Jl. Malioboro saja. Ternyata ada satu hal lagi yang katanya belum sah kalo belum ada fotonya disana. Yup, Tugu Jogjakarta.

“Tugu Jogjakarta merupkan sebuah monumen yang dipakai sebagai simbol atau lambang dari kota Jogjakarta. Tugu ini dibangun oleh pemerintah Belanda setelah sebelumnya runtuh akibat gempa. Tugu sebelumnya yang bernama Tugu Golong-Gilig dibangun oleh Hamengkubuwono I, pendiri Kraton Jogja. Tugu yang terletak di perempatan Jalan ini mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, kraton Jogja dan Gunung Merapi. Pada saat melakukan meditasi, konon Sultan Yogyakarta pada waktu itu menggunakan tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi”. (wikipedia)

Lanjutkan membaca “Bersantai Malam di Tugu Jogjakarta”

about us · jalan dan wisata · Serba Serbi

Pengalaman Pahit Saat Travelling

Saya mau kasih judul pengalaman sial kok tapi ngga sial-sial amat sih…

Ini pengalaman yang saya inget bener-bener dari saya mulai jalan-jalan sekitar 15 tahun yang lalu jaman kuliahan. Sudah sudah ngga usah langsung ngitungin umur, iya saya udah tua, bye.

Jadi piknik itu ngga melulu dapet seneng-senengnya aja. Tapi ngga jarang juga ketimpa sial itu sih bahasa gampangnya. Biarpun begitu pengalaman pahit ini yang bikin kita senyum senyum saat mengingat walaupun misuh-misuh saat mengalaminya. Iya, ngga?

Lanjutkan membaca “Pengalaman Pahit Saat Travelling”

about us · Puisi

Disatu Senja

Mama… Kok awannya jalan?

Iya, mau berkumpul sama kawan kawannya!

Adek rasa, Alloh itu yang dorong dorong awan biar bisa jalan ya ma?

Iya dek…

Kok mama poto langitnya?

Karna mama menyukai senja…

Apa itu senja, ma?

Itu yang warnanya mirip kuning di langit. Liat adek?

Iya ya, cantik ya ma… Kayak mama..

๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

*Tak kan ada yg dengan tulus memujimu selain anak lelakimu sndri

Lanjutkan membaca “Disatu Senja”

about us · jalan dan wisata · Masjid Cantik

Al Musannif, Masjid Cantik di Ujung Kota Medan

Ada keistimewaan tersendiri saat masuk ke dalam komplek mesjid ini. Selain punya kenangan, berada dalam mesjid seperti merasa senyaman beribadah di rumah sendiri.

Namanya mesjid Al Musannif. Letaknya di ujung Komp Cemara Asri Krakatau Medan.
Pertama kali masuk ke Mesjid cantik ini ramadhan 2015. Ntah mau kemana gitu, pas masuk waktu juhur jadi singgah deh. Kan saat-saat ambil air wudhu itu saat paling menyegarkan di bulan puasa, haha.

Memasuki area halaman sekaligus parkiran saja, udah terasa sejuknya. Berbaris pohon rindang yang menaungi kendaraan di bawahnya. Belum lagi halaman yang luas semakin leluasa merasakan angin yang berhembus. Saking nyamannya saat saya kedua kalinya kesana sempet ngeliat beberapa keluarga menggelar tikan dan makan siang di bawah pohon rindang dan duduk dijok mobil belakang. Seru juga…

Lanjutkan membaca “Al Musannif, Masjid Cantik di Ujung Kota Medan”

about us · jalan dan wisata

Situlembang, Taman Hijau di Tengah Kota Jakarta

Jakarta punya beberapa ย taman kota. Dua diantaranya adalah Taman Suropati dan Taman Situ Lembang. Keduanya letaknya berdekatan sekitar 300 Meter. Taman Suropati letaknya di pinggir jalan raya tepatnya di Jl. Imam Bonjol Jakarta Pusat. Kalau ngga salah dilalui oleh bus Transjakarta juga. Berbeda dengan Taman Situ Lembang yang ada di tengah-tengah komplek perumahan elit tepatnya di Jl. Lembang, Menteng, sehingga keberadaannya lebih sulit dijangkau.

Keinginan saya mengunjungi Taman Suropati terpaksa batal karena disaat yang sama hujan deras turun secara tiba-tiba. Sementara hari sudah menjelang sore dan saat itu belum tau kalau Taman Situ Lembang berjarak sangat dekat. Lagipula karna sudah sore, saya berencana mengunjungi Taman Situ Lembang keesokan harinya.

IMG20170701110927

ย 

Lanjutkan membaca “Situlembang, Taman Hijau di Tengah Kota Jakarta”

about us · jalan dan wisata

Sejarah Batavia Ada di Kota Tua

Belum lagi siang hari kami sudah sampai di pelataran Kota Tua. Waktu menunjukkan pukul 9 pagi. Sudah ada pengunjung tapi masih bisa dihitung dengan jari jumlahnya. Senang sekali rasanya saya bisa menginjakkan kaki di tempat impian di Jakarta. Ya, sesederhana ini tempat impian saya ๏Š

Screenshot_2017-08-12-06-38-41-21

Sebelum banyak beraktifitas, Menyusuri pelataran dengan berjalan santai adalah sebuah pilihan tepat sebelum tempat itu menjadi lautan pengunjung. Beruntungnya lagi, matahari pagi itu sungguh-sungguh menyegarkan. Tak terlalu terik tidak juga dingin. Cukup syahdu.

Lanjutkan membaca “Sejarah Batavia Ada di Kota Tua”

about us · jalan dan wisata · Review

3 Alasan Harus Menginap di Toba Village Inn Tuk Tuk

Siapa yang tak kenal Danau Toba. Kaldera terbesar se asia ini menawarkan banyak sekali keindahan alam yang bisa dinikmati baik yang sudah terekspos maupun yang masih tersembunyi.

Saking banyaknya destinasi yang bisa dikunjungi, tak cukup rasanya bila harus dijelajahi dalam sehari. Seiring sejalan menjamur juga penginapan. Dari mulai kelas melati sampai bintang 5.ย 
Lanjutkan membaca “3 Alasan Harus Menginap di Toba Village Inn Tuk Tuk”

about us

Senja Antara Gambir dan Monas

Ingat kah kau sayang?? Bahkan sebulan sebelum berangkat kita sudah menghitung mundur waktu setiap harinya ๐Ÿ˜€
Setiap hari… sampai waktunya tiba tak pernah kita alpa seharipun.
Dua hari sebelum keberangkatan aku sudah sibuk menyusun barang-barang yang akan kita bawa di subuh-subuh hari. Kau tertawa melihat semangatku, kau pasti bahagia melihat aku tersenyum kan? ๐Ÿ™‚

Hari yang sangat kutunggu akhirnya tiba. Dengan gembira aku menyambut pagi, karena akan dimulainya perjalanan indah dengan seseorang yang kehadirannya menjadi semakin sangat istimewa dan berarti dalam hidupku dan sekarang sudah bisa kusebut suami, how beautifull life, isnt it? ๐Ÿ™‚

ingat ngga sayang? Sepanjang jalan tak pernah lepas kau genggam tanganku. “mau memastikan istriku masih disampingku” itulah jawabmu. Ahhh…. bagaimana aku bisa jauh darimu sayaaang?? kamu memperlakukan aku bak seorang putri, kenapa pula aku harus pergi? apa lagi yang kucari?? No… i want to stay with u in this world and jannah.

ternyata benar, nyaman sekali tidur dipundakmu setiap saat. Bersandar manja. Dibus, dipesawat, dimanapun setiap duduk berdua selalu kepalaku ini ingin berpangku dibahumu. Pantas saja dunia begitu indah untuk insan yang sedang jatuh cinta. Itulah yang terjadi padaku, juga padamu. Bagi orang lain, mungkin kalimat “i love u” akan menjadi untaian kata yang membosankan bila diucapkan setiap menit. Tapi bukan bagi kita, kau ucapkan kalimat itu tanpa lelah. Dan aku? Tentu saja tanpa kujawab pun kau udh tau isi hatiku. “U are my soulmate” pasti jawabmu begitu kan sayaang? ๐Ÿ™‚

Bagiku, yang paling indah di moment itu dimana saat-saat kita menghabiskan waktu bersama menyusuri jalanan antara Gambir dan Monas. Sore itu udara begitu sejuk. Beratnya ransel dipundak tak lagi dirasa. Kita duduk dikursi kayu pinggiran trotoar. Ingat ga? Kamu selalu antusias memberitahuku ketika barisan gerbong kereta lewat di atas kepala, dan kita tersenyum bersamaan. Tak sabar rasanya menghabiskan malam bersamamu di dalam kereta malam Argo lawu menuju Jogja.

sore itu tak ada kemacetan dan keramaian Jakarta yang seperti orang-orang bilang. yang kurasakan malah ketenangan. Kita tak banyak bicara. semilir angin menyapu wajah, Sejuk sekali…menyibakkan rambumu dan jilbabku.
dedaunan yang bergoyang, kicau burung, suara orang-orang yang tertawa bercengkrama sudah mewakili kata hati kita.

sayapku kini lengkap dengan hadirnya kamu sayaang. aku bisa terbang tinggi bersamamu. Belum pernah aku merasa dicintai seperti caramu mencintaiku. Sungguh ini pengalaman pertama untukku. Kau salah satu Anugerah Tuhan untukku. Bagaimana aku bisa mengabaikanmu sayang? sementara hanya kau yang menyita fikiran dan hari-hariku. Menjadikan hidupku lengkap dan sempurna.

Matahari perlahan mulai terbenam. Semakin dekat waktunya perjalanan panjang kita sayang… Memandang senja kala itu, semakin damai terasa dihati. kian indah dengan warna jingganya yang terang memenuhi wajah Ibukota, Melatar belakangi sang monas dengan tugunya yang menjulang dan puncaknya bagaikan bara api. Sungguh perpaduan warna yang sempurna dikala senja.
Makasi ya sayaang…
kamu penuhi janjimu dengan bulan madu yang indah ๐Ÿ™‚
Seindah senja kita sore itu. Senja antara Gambir dan Monas

Agustus 2009 – T&T