Semua tulisan dari Uchi

A simply mom.. About live, life, love and laugh...

Kolam Air Panas Pariban, Sidebuk-debuk

Piknik ke Berastagi Tanah Karo dan sekitarnya kalo udah ke kebun jeruk, kebun stroberi, ke Bukit Gundaling, ke Bukit Kubu, Makan pecel dan wajik di Peceren, ke pasar buah, naik kuda, ke Taman Lumbini, taman bermain miki holiday atau greenhill atau Taman Simalem, trus makan indomi di Penatapen. Kira-kira kunjungan kita udah lengkap belum??

Jawabnya, BELUM!

Berkunjung ke Berastagi Tanah Karo belum lengkap bila belum mencoba berendam di kolam air panas.


Sidebuk – debuk

Sidebuk-debuk atau Lau Sidebuk-debuk merupakan sumber air panas yang paling tersohor di Sumatera Utara. Sesuai namanya tempat wisata ini ada di Desa Sidebuk-debuk. Saking panasnya sampe dijadikan sumber pembangkit tenaga listrik oleh PT. Pertamina. Gimana ngga? posisinya tepat di bawah kaki Gunung Sibayak.

Perjalanan ini merupakan lanjutan dari piknik sebelumnya masih sekitaran Tanah Karo dihari yang sama.

baca: Rumah Bolon

Jam 2 sore perjalanan baru dimulai dari daerah Tiga Panah. Kami sengaja ngga ambil jalan via Berastagi untuk menghindari macet hari libur. Ambil jalan pintas dong dari Tiga Juhar tembusnya di Tugu Jeruk atau tepat depan Taman Hutan Raya (TAHURA). Nah karna belum makan siang, kami singgah dulu di Tahura sekalian ngadem. Bongkar bekal, tanpa tikar karna rumputnya bersih dan saat itu lagi ada kompetisi burung jadi rame.

Selesai makan dan istirahat, jam 3 kami berkemas dan siap siap menuju pemandian alam Sidebuk-debuk


Pemandian Air Panas Pariban

Disini terdapat banyak sekali kolam air panas yang dikelola oleh warga setempat. Masing-masing menawarkan keunggulan. Kami menuju salah satu kolam yang letaknya paling ujung dan paling menanjak bernama Pemandian Air Panas Pariban.

HTM disini 10ribu/orang. Sayang sekali saat itu sedang ramai-ramainya jadi kami ngga kebagian pondokan. Namanya juga hari libur. Ya masa karna ngga dapet pondokan jadi urung mandi? Ya ngga, dong! Kami menuju kolam air dingin dan duduk kursi bebatuan yang ada di sisi kolam. Anak anak langsung pada ganti baju dan nyemplung. Saya sih ngga mandi, jadi kebagian tugas jagain barang-barang. Nenek sama kakek berendem kaki doang.

Konon banyak sekali manfaat dari air belerang, diantaranya: menyembuhkan penyakit kulit. Berendam air hangat juga bisa melancarkan peredaran darah yang bisa membuat badan menjadi rileks dan tenang. Mengeringkan luka, contoh kecilnya jerawat. Itu sebabnya disini juga menjual belerang bungkusan. Bisa juga tuh untuk oleh-oleh hehe. Disamping manfaat, berendam terlalu lama dan sering ternyata juga bisa memperbesar pori pori dan iritasi seperti kulit kering. Jadi ya harus seimbang juga.

Ada beberapa kolam dengan tingkat panas air yang berbeda-beda. Jadi jangan memaksakan diri ya, harus disesuaikan dengan ketahanan tubuh. Ada baiknya cemplungkan kaki terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan suhu tubuh. Biar ngga kaget.

Selain kolam air panas, ada juga satu kolam air dingin yang ukurannya paling besar. Di kolam ini ada perosotannya. Anehnya, biarpun airnya dingin tapi justru banyak yang main disini. Namanya di daerah pegunungan, air dingin bukan sekedar dingin tapi sangat dingiiiin.

Sambil nunggu yang lain berendam, saya jalan sendiri keliling area pemandian. Ternyata fasilitasnya lengkap juga. Selain kolam tentunya, mereka sediakan fasilitas pendukung lainnya seperti: musolah, pondokan, toilet, restoran, penginapan, area bermain anak untuk naik ATV, kolam ikan, taman kelinci, dan taman bunga. Ada juga aula yang disewakan untuk acara tertentu dan toko sovenir. Area parkir disini juga sangat luas sekali.

Selebihnya biar foto yang bercerita, ya hehe…

Tips berkunjung ke kolam air panas

  1. Datanglah diweekday. Bukan berarti ngga boleh diweekend. Cuma kalo hari libur bisa dipastikan semua kolam padat pengunjung. Kurang nyaman untuk berendam. Atau pilihan lain datang pagi atau siang, karna sebagian besar pengunjung lebih suka datang disore hari. Pokoknya semakin malam pengunjung semakin rame. Selain memang baiknya berendam air hangat dimalam hari atau saat tubuh berhenti beraktifitas yang berat.
  2. Bawa sabun dan sampo karna airnya bercampur belerang jadi baunya lumayan segeeer hehe. Abis mandi baunya juga udah pasti nempel dibadan.
  3. Bawa bekal dan teh hangat. Ada sih restoran tapi demi menghemat disarankan bawa bekal sendiri plus air teh hangat. Disini diperbolehkan membawa bekal bahkan sambil makan dipinggir kolam juga gapapa. Yang penting jaga kebersihan dan hargai pengunjung yang lain
  4. Bawa jaket atau baju pengangat atau semacamnya. Bila perlu lengkapi dengan kaus kaki dan penutup kepala supaya ngga kedinginan
  5. Kalo mandi-mandinya disiang hari ada baiknya pake tabir surya biar ngga gosong kulitnya.

Iklan

Melihat Rumah Bolon, Istana Kerajaan Purba

Senang rasanya saat mengetahui bahwa piknik kali ini kami akan pergi ke kawasan dimana terdapat satu rumah peninggalan kerajaan Purba. 

Saya memang suka sekali wisata sejarah. Mengetahui kisah dan riwayat serta perjalanan dari sebuah peninggalan membuat saya semakin haus akan ilmu dan informasi. 

Seperti halnya minggu lalu. Ketika berkunjung ke Rumah Bolon, saya masih mampu menceritakan dan menjelaskan setiap pertanyaan yang muncul dari anak anak. Setidaknya 80% dari apa yang saya dengar bertahun lalu masi segar dalam ingatan. Malu rasanya bila tak mampu menjawab pertanyaan anak anak yang kritis ktritis itu. Terutama Caca. Cahyo apalagi, ngga berhenti bertanya kalo dirasa jawaban mamanya ngga nyambung dan ngga memuaskan hatinya. Lagipula ilmu Guiding masi sedikit nempel jadi bisalah menjelaskan tanpa menimbulkan pertanyaan baru. Hihi… 

Ya, jaman kuliah tahun 2004, kunjungan ke Rumah Bolon masuk dalam daftar itinerary kegiatan tour kami. Saya rasa setiap tour travel di Sumatera Utara merasa wajib memasukkan Rumah Bolon sebagai salah satu destinasi yang disinggahi sebelum menuju Tanah Karo ataupun Parapat. Biasanya wisatawan asing lebih menyukai wisata yang bernilai sejarah disamping wisata alam. 
Terbukti kunjungan kami minggu lalu malah jauh lebih banyak turis asing daripada lokal. 

Saya juga memilih menyeimbangkan kegiatan piknik anak anak. Ngga melulu harus bersenang senang di kawasan wisata alam tapi selalu ada saat saat berwisata sejarah dan lainnya. Seperti museum, perpustakaan dan Rumah Bolon ini salah satunya. Berharap anak anak bukan hanya hobi jalan jalan tapi juga haus ilmu tentang sejarah di daerahnya sendiri. Alhamdulillaah saat dibawa berwisata sejarah, mereka belum pernah bosan. Malah antusias bertanya dan berkeliling. Seantusias bermain air πŸ˜€

Semoga terus begitu ya, nak 😊


Kerajaan Purba 

Ntah kenapa pada ngasi puntung rokok…

Sedikit heran saat memasuki kawasan komplek Rumah Bolon. Karena kondisi, baik bangunan maupun pekarangan sangat jauh dari kunjungan saya pertama kali di tahun 2004. Saat itu komplek ini sepertinya jauh lebih terawat dan apik. 

Komplek Rumah Bolon terletak di Desa Pematang Purba, Kecamatan Purba, Kabupaten Sumalungun. Bangunan atau dikenal dengan Istana Raja yang dibangun tahun 1515 ini, kondisi sekarang seperti bukan kawasan wisata. Padahal sudah termasuk kawasan yang dilindungi, loh. 

Sedikit gambaran kondisi bangunan seperti kurang diperhatikan dari segi kebersihan. Walaupun kayu kayu penopang bangunan masih sangat kuat tapi terlihat usang. Masa sih ngga ada pemugaran lagi atau setidaknya ukiran ukiran itu diperjelas dengan warna cat yang baru. Pekarangan yang ditumbuhi rumput panjang. Kolong rumah yang banyak sampah dan auranya ngga muncul. Sangat jauh berbeda dari tahun 2004. 

Lalu untuk apa ada Entrance Fee atau retribusi? Kemarin kalo ngga salah tarifnya 3ribu/orang. Saya rasa ngga pantas disebut restribusi karna ngga ada loketnya, ngga ada karcisnya dan yang mintain uang ibu ibu pake sarung. Malah tadinya kirain tukang jualan aqua. Atau harus diminta dulu karcisnya? Tau deh, setau saya yang namanya retribusi itu ya resmi dan lengkap. Kalo ini sih kutipan liar namanya… 

Rumah Bolon ini sebenernya punya siapa, sih? *caricarikotaksaran 😬

Seluruh rumah adat di Samosir sana bisa terawat semua masa disini yang cuma satu aja ngga bisa? 

Sungguh terlalu! 
Bangunan utama dan bangunan kecil lainnya masi lengkap. Ada sih salah satu bangunan yang rusak karna terbakar. Konon katanya karna arus pendek 

Salah satu bangunan yang terbakar

Kerajaan Purba bukanlah satu satunya kerajaan yang ada di wilayah Simalungun. Ada lima kerjaan besar yang menguasai beberapa wilayah seperti Siantar dikuasai oleh Raja Damanik, Tanah Jawa oleh Raja Sinaga, Pematang Raya oleh Raja Saragih, dan Pamatang Purba oleh Raja Purba. Kerjaan Purba ini pula merupakan pusat pemerintahan kerajaan tertua di wilayah Simalungun.  

Sejarah mencatat ada 14 Raja yang berkuasa sejak tahun 1624 sampe 1648. Raja pertama bernama Tuan Pangultop Ultop dan diteruskan turun temurun sampe Raja yang terakhir bernama Tuan Mogang. Tahun 1947, Tuan Mogang ini tewas dibunuh oleh rakyatnya sendiri karna udah merasa ngga cocok lagi dengan sistem kekuasaan yang dipimpin Raja. Konon katanya jasadnya sampe sekarang belum ditemukan. 

Bangunan di Kompek Rumah Bolon Purba 

Rumah Bolon dibangun dengan menggunakan kayu hutan. Tak ada unsur batu sama sekali. Istimewanya setiap kayu direkatkan tanpa menggunakan paku. Namun kondisinya masi sangat kokoh sampe sekarang. 

Bangunan utama dari istana ini terletak di tengah. Di dalamnya terdapat bilik atau kamar untuk ke 12 istrinya. Tidak ada sekat sama sekali. Di masing masing ranjang, ada tungku memasak untuk masing masing orang. 
Kemudian ada satu bilik kecil yang letaknya di bagian ruang tengah. Bilik ini merupakan tempat beristirahat raja bersama istri pilihan yang mendapat giliran 😊

Bilik para istri

Ada beberapa tanduk kerbau yang tergantung pada tiang rumah. Jumlah tanduk tersebut menunjukkan jumlah Raja yang pernah memerintah. 

Selain Istana Raja tersebut, ada 9 bangunan lain yang tersebar di satu komplek. Masing masing dengan fungsinya sendiri, diantaranya: 

1. Lopou. Selain untuk kamar tidur Raja, bangunan ini juga berfungsi sebagai ruang menerima tamu penting serta tempat untuk sidang khusus.

2. Balai Bolon. Merupakan tempat untuk bermusyawarah juga tempat balai peradilan. 

3. Jabu Jungga. Merupakan rumah untuk Panglima Tentara Kerajaan yang disebut sebagai Raja Goraha. Bangunan ini sudsh terbakar yang diduga akibat arus pendek. 

4. Rumah Bayu. Yang fungsinya tempat menginap tamu kerajaan. 

5. Balai Buttu. Tempat pengawal kerajaan yang tugasnya mengawasi para tamu. Tenang… Sekarang tamu tamu ngga diawasi lagi, kokπŸ˜€

6. Pattangan Raja. Yang berfungsi untuk tempat bertenun para putri raja. 

7. Losung Bolon. Merupakan bangunan terbuka untuk tempat para istri raja menumbuk padi

8. Tuangan. Merupakan lumbung penyimpan padi

9. Jambur. Tempat para penjaga kuda sekaligus sebagai kandang kuda 

Setelah mengunjungi komplek rumah ini, betapa kita semakin ingin menjaga warisan sejarah. Sayang sekali kalau peninggalan berharga ini sampe punah. Bersama peninggalan sejarah ini kita bisa banyak belajar bagaimana pendahulu ini bisa memanfaatkan hasil bumi dengan bijaksana dan untuk sesuatu yang berguna. 

Oiya maapkan foto foto yang gelap 😬

Setengah Hatiku Kutitipkan di BogorΒ 

Selain Jakarta, Bogor adalah kota kedua yang menyimpan banyak cerita. 

Pertama kali ke Bogor itu tahun 2014. Malem malem jam 9 hanya untuk singgah sebelum ke Puncak. Ke Puncak malem malem sebenernya atas desakan saya juga karna udah jubeg 4 hari di Jakarta ngga kemana-mana dan melampiaskan kekesalan sama papa Caca karna janji siang ke Puncak tau tau pulang kerja udah malem. Sekalian aja siksa ngga boleh istirahat langsung cuss dan dia nyetir nonstop ke puncak. Sungguh terlalu! (siapa yang terlalu??) 

Pas mampir ke Bogor kami ditinggalin di Taman Topi dan papa Caca masuk stasiun karna ada urusan. Lagi lagi lamanya minta ampuuun sampe slesai jam 10an. Kami kelaperan trus makan mi ayam di depan stasiun sampe akhirnya gerbang taman ditutup dan kami ngga bisa masuk sementara mobil masih didalam. 

Yudah singkat cerita karna makin kesel malam itu juga saya paksa harus ke puncak. Titik! Beliau nurut karna memang dari awal udh merasa bersalah. Good!! 

Nyampe puncak ngga ada yang bisa diliat. Ya iya nyampe sonoh udah jam 1 dini hari. Bodo amat, siapa suruh janji janji πŸ˜…. Jam segitu yang ada orang orang pada awe awe nawarin penginapan murah. 

Untung masih ada beberapa warung yang buka. Klo di Medan mirip kayak Penatapan Berastagilah. Yang buka hampir 24jam. Saya lupa nama daerahnya. Klo di Penatapan menu andalannya indomi, nah disini menu andalannya sate kuda dan sate kelinci. Yang mau ya cuma beliau dan dilalah kok caca juga mau sate kelincinya. 

Abis itu nyoba nyoba ke arena Paralayang. Ini juga saya lupa nama tempatnya. Pas nanya ke penjaga pintu katanya “iya aa, di atas mah masi rame. Bawa motor saya aja biar mobilnya tinggal disini” gitu kira kira katanya. Jadilah kami bertiga naik motor RX-King. Ditengah perjalanan yang gelap dan sepi suara motor kami meraung raung. 

Di tengah jalan saya merinding dangdut. Sepi, gelap dan berkabut. Boro boro bergembira ria, mau liat kanan kiri aja takut apalagi liat belakang. Suerrr tengkuk saya merinding waktu itu. (ngetik ini aja merinding). Saya minta ke beliau balik aja ke pos awal. Tp dia ngeyakinin kalo nanti di puncak masi rame. Gantian apa ya dia ngerjain saya?? 😏

Nyampe puncak dengan selamat. Tapi apanya yang rame? Warung udah pada tutup. Suasana makin mistis. Bolak balik beliau nyebut “punten punteenn”. (Fyi: papa Caca mampu melihat mahluk halus 😊) sambil terus jalan ke puncaknya. Saya jalan sambil bayangin filem filem horor dengan bekson lagu sunda asli. Sampe puncak ya jelas lebih sepi lagi. Padahal tadinya udah bayangin bakalan ngerasain terbang terbang dengan Paralayang. Untung pemandangan di bawah cantik dengan lampu lampu kota. Sempet sempetnyaa foto foto. Untungnya lagi hasil jepretan ngga ada penampakan, hehe.  

Setelah dirasa cukup kami balik ke pos dengan perjalanan yang ngga kalah mistisnya dari keberangkatan. Mana beliau bolak balik ngingetin jangan liat kanan kiri ya, kalo bisa merem aja di belakang. Caca saya kekep ditengah tengah. Makin merem tengkuk saya makin anyes. Beneran merinding. Karna bawa motor serasa udara makin dingin menusuk nusuk. Padahal tadinya ya dingin biasa aja. Jilbab saya tebel tambah pake pashmina dan jaket tetep terasa anyes. Dalam hati nanti kalo udah nyampe awas aja itu abang penjaga ya beraninya bohong bohong. Kayak tau aja saya mau naik darah, beliau langsung ambil alih penjaga pos dengan nawarin rokok dan ngajak ngobrol ketawa ketiwi. Saya dan Caca menghangatkan diri dalam mobil sampe ketiduran. 

Jam 3 pagi balik ke Bogor. Perjalanan macam apa coba itu? Haha 

Lalu

Ke bogor lagi tahun 2015 dalam urusan yang menyayat hati. 

Terus ditahun 2016 ke Bogor 3 kali bertutut turut. Terakhir anterin keluarga liburan kesana. Banyak main ke Taman Topi dan keliling kota juga sih sekalian nemenin oma kontrol toko tokonya. Main ke Mol, Air Mancur yang niatnya biar anak2 main air eh waktu itu airnya ngga nyala haha. Trus ke istana ngasi makan rusa dan ke Kebun Raya Bogor, sekali ke Puncak dan juga Taman Safari.

Oiya ke Jakarta juga naik kereta malem trus ke monas. Malam tahun baru juga ke Monas.  

Baca: jakarta

Terakhir ke Bogor tahun 2017. Beberapa bulan tinggal disana dengan banyak cerita suka dan duka. Tapi banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari perjalanan saya terakhir ini. 

Dari Oma saya belajar jadi sosok yang mandiri, optimis, percaya diri, pantang menyerah dan ceria. 

Begitu banyak ilmu yang diturunkan beliau ke saya. Yang kalo diseminarkan bayarannya mahaaal. Ilmu seorang pengusaha. Yang ini kalo diceritain bisa panjang. Saya keep aja karna saya mau cerita soal Bogor nya aja dulu. Hehe

Rindu sama soto ceker di taman air mancur. Ini bulan Agustus dimana saat itu oma kasi pelukan dengan doa doa syahdu di hari ulang tahunku. Rindu perjalanan Bogor Jakarta naik kereta. Rindu belanja bahan baku di grosir daerah warung jambu. Rindu setiap subuh anter orderan ke Simpang Tiga Empang. Disini saya mulai berani nekat nyetir sendiri. Berawal dari kepepet. Ya itulah dia “The Power of Kepepet”. Yang setiap urusan saya selesaikan sendiri dan nyampe kerumah oma selalu kasi sambutan dengan dua jempolnya. Rindu naik damri dari bandara. Rindu duduk duduk malam di BTM Mol di rooftopnya dengan pemandangan Gunung Salak beserta kerlip lampu lampunya. Bahkan kemacetannya pun kurindukan. Rindu ketemu sesama orang Medan yang bikin pingin pulang kampung. 

Anter pesenan
BTM
KRL
Masjid Azkira Sentul
Bogor permai
Disela2 kegiatan berburu buku diskonan di Gramedia Botani Square
Ini rotinya enaaaak

Ya, kemana mana bisa bisanya ketemu orang Medan. Ada yang supir Grab, di Jakarta pimpinan bank tempat saya nabung ternyata orang Siantar, tukang kebun yang ngerapihin halaman rumah bisa bisanya juga orang Stabat. Pas ke BPJS karyawannya pindahan dari Medan. Pas solat dimesjid ketemu mahasiswa dari Medan. Bahkan karyawan yang ngelamar di tempat oma puuuun dari Medan. Baaaah… Orang Medan memang sperti batang ubi. Kemanapun dilempar bakalan tumbuh. Mantaaplah, hahaa. Seperti inilah yang bikin perantau itu ngga kebaperan. Karna dimana mana ngga merasa merantau sendiri 😊

Ya Allaah Oma… 

Segala doa terbaik kami panjatkan agar segalanya dimudahkan Allah. Hanya manusia terpilihlah yang mendapat ujian demi ujian dariNya. Maka sebenarnya beruntunglah bahwa terpilihnya kita dari milyaran manusia di bumi ini diberi kesempatan untuk mengikuti ujianNya. Semoga kita termasuk bagian dari yang lulus ya oma…

Aku yakin, suatu saat kita berkumpul kembali melanjutkan segala sesuatu yang pernah terencana. Smoga kali ini Allah meridhoi. 

Aamiin… 

Medan, Agustus 2018. 

Kenangan di Kota Jakarta dan Bogor

Barusan ngeliat video mapping Monas dan kota Jakarta yang smakin cantik dibenah, saya jadi mendadak rindu dengan kota ini. 

Biar dikata Jakarta sumpek, macet dan keras, saya punya begitu banyak kenangan diibu kota ini. 

Pertama kali menginjakkan kaki dikota Jakarta tahun 2005, sepulang dari study tour Jawa Bali. Perpanjang tiket kemudian tinggal untuk beberapa hari di Jakarta. Waktu itu numpang di rumah salah satu kerabat teman di daerah Kalimalang. Yang paling diinget selain Monas adalah Halte Gudangseng dan jalan jalan ke pusat grosir terbesar waktu itu. ITC apa WTC gitu ya? Haha lupa. Trus pengalaman mengejar ngejar bus. Kopaja kalo ngga salah. “Disini kite yang ngejar busnya, neng” begitu kata seorang ibu penjual aqua di bawah flyover. Di Medan, bus / angkot berhenti untuk menaikkan penumpang, di Jakarta penumpang yang ngejar bus. Tapi itu dulu… Sekarang kurang tau. Saking capeknya ngejar bus temen saya Cristin mpe pucet nyaris pingsan di bus. Maaak i missyu.. Skrg dia udh stay di Jakarta. 

Ke Jakarta untuk kedua kalinya tahun 2014. Jarak waktu yang cukup lama itu pasti udah banyak perubahan di Ibu Kota. Kali ini ngga ada acara naik bus karna ada mobil kantor papa Caca dan lebih banyak naik KRL. Tinggal beberapa hari di Jakarta dan main ke Monas. Sedikit yang dikunjungin karna kami datang bukan di hari libur. Jadi lebih banyak di rumah nungguin papa Caca pulang kerja. Paling malemnya jalan ke mol dan makan sate di kawasan stasiun Sawah Besar. Satenya enak! 😊

Selain main di Jakarta, 4 hari disana 2 kali berkunjung ke Bogor. Misi khususnya cuma sekedar bawa Caca naik kereta karna Caca suka sekali naik kereta api. Sekalian berupa kado untuk Caca karna saat itu dia lagi ulang tahun. Sampe di Bogor main ke taman topi, makan KiEfCi dan pulang ke Jakarta naik kereta terakhir. 

Kunjungan ketiga kalinya di Jakarta ditahun yang sama di momen ulang tahun Cahyo sekaligus ujian saya tes PNS disana, hehe. Nyampe Jakarta siang langsung menuju ke Cijantung berkunjung ke rumah adik laki lakinya mertua (sekarang sudah Alm. Semoga tenang disana, om). Malemnya ke Bandung (bermalam dijalanan). Lebih dari 6 jam perjalanan karena papa Caca supir tunggal jadi banyak berhenti di rest area tol. Nyampe Bandung jam 5.30 pagi dikomp. Grand Sharon rumah adik perempuan mertua. Jam 9 dibawa jalan jalan ke Tangkuban Perahu. Makasi Oma.. Opa… 😊

Tangkuban Perahu
Tangkuban Perahu

Malemnya kembali ke Jakarta karna jam 8 pagi jadwal saya ujian. Ngga dianterin papa Caca karna beliau kerja. Disitu pengalaman pertama saya naik angkot di Jakarta pulang pergi ujian. Berbekal contekan nama-nama angkot dan rute dari papa Caca. Maklum jaman itu belum ada ojek online. Alhamdulillaah selamat. Ujiannya lulus?? Alhamdulillaah, nyaris lulus πŸ˜†. Belum rejeki… 

Kali ke 4 ke Jakarta setahun kemudian untuk urusan yang paling menyayat hati. Dengan pakaian seragam kantor, pamitnya mau kerja tapi tujuan saya bukan kerja melainkan ke Bandara Kualanamu. Tak ada yang tau kecuali keluarga kandung yang itupun saya kabarin setelah selesai solat Dhuha di musolah ruang tunggu bandara. Saya putuskan untuk pamit dan minta restu terutama pada kedua orang tua. Anak anak saya serahkan sepenuhnya pada kakak saya. Saya fokus pada urusan saya dulu. Dijemput seorang kerabat di Bandara Halim. Atas izin Allah dan bantuan dari mereka akhirnya urusan selesai dengan lancar. 

2016 kembali ke Jakarta mengantarkan adik kecil pulang. Di Jakarta hanya untuk transit menuju Bogor. Maklum adik kecil belum berani Medan Bogor sendirian.  

Tahun yang sama kembali ke Jakarta mengantar keluarga untuk liburan ke Bogor. Sesekali ke Jakarta naik KRL untuk main ke Monas dan naik delman dan nyobain naik bajai. Biar pernah haha…

2017 kembali menginjakkan kaki di Jakarta pasca resign dari lembaga ribawi. Kali ini menetap agak lama karena ada satu kerjaan yang harus diselesaikan. Tinggal di Bogor tapi tiap hari bolak balik Bogor Jakarta. Dari yang awalnya ditemenin anter jemput supir sampe akhirnya harus jalan sendiri naik KRL dan belajar menyelesaikan pekerjaan itu sendiri. Kata oma biar mandiri dan makin berani. I did it very well! Setidaknya ngga nyasar, ngga bingung dan ngga takut adalah sebuah prestasi. Prestasi saya yang remeh temeh haha. 
Betul kata pepatah. “What doesn’t kill u, make u stronger!”

Lebaran mudik ke Medan, kemudian kembali ke Bogor tapi stay beberapa hari dulu di Jakarta dan merasakan indahnya Jakarta tanpa macet karna masih pada mudik. Kali ini puas puasin jelajah Jakarta. Berawal dari titik pertemuan di stasiun Gambir, Monas (lagi), Kota Tua, Situ Lembang, Istiqlal, Nonton, Makan di Mol dan berakhir di Bekasi. Kami menyebutnya “Lost In Bekasi”. Miss this moment very much… 😊

Kota Tua
Istiqlal
Plaza Indonesia
Situ Lembang
Gondang Dia
Monas

Tak pernah membayangkan saya bisa begitu banyak meninggalkan jejak di Ibu Kota. Padahal silsilah keluarga kami ngga ada yang tinggal di pulau Jawa. Allah yang mengatur langkah hingga bisa sampe ke Pulau Jawa. 
Biar begitu, saya punya banyak kenangan di Kota Jakarta. Terkadang terbersit rasa rindu untuk kembali mengunjunginya. Apalagi bila mengingat perjalanan yang indah. 

Jakarta… Aku pasti datang kembali 😊. Ntah dengan siapa dan urusan apa… 

Btw karna udah kepanjangan, soal Bogor ditulisan terpisah lah, hehe. 

We Have a Very Simple Way tobe Happy (part 7): Piknik Keluarga di Pantai Raya Tigaras

Danau Toba lagi..Danau Toba Lagi…Tigaras lagi Tigaras lagi…haha 

Ya memang Danau Toba ini ngga ada habisnya, kok. Ibaratnya nih, hari ini ke pantai A, besok udah ada pantai baru namanya B. Hari ini ke bukit C besok ada lagi bukit baru namanya D, Hari ini sungai E besok ada sungai baru lagi. Begitu seterusnya.

Kabupaten Simalungun punya banyak wisata alam. Mau danau, mau sungai, mau bukit, mau kebun, mau gunung semua ada. Jadi klo bosen ke sungai ya tinggal ganti tujuan main ke bukit. Apalagi si Danau Toba dengan wilayah sekitarnya yang sebegitu luasnya bakalan ngga habis habis mau dikunjungin. Ngga percaya? Coba aja sendiri…

Perbukitan sepanjang jalan Tanak Karo, menuju Merek (pulang dari Tigaras)

Kali ini kami mainnya ke salah satu pantai di perairan Danau Toba. Namanya Pantai Raya. Walaupun jelas jelas ada di perairan Danau Toba, tetep aja ya disebut pantai. Yang jelas kalo mainnya di air air dan ada ombak ombaknya sebut pantai sajalah ya, hehe.

Menuju kesini akses berupa jalan beraspal bisa dibilang sempit. Jadi hati hati ya klo bersinggungan dengan sesama mobil apalagi bus. Jangan salah, kendaraan yang datang ngga jarang berupa bus rombongan, loh. Jadi kudu hati hati soalnya kanan dan kiri kadang jurang, bahkan langsung danau. 

Sepanjang perairan Danau Toba memang banyak pantai yang ditata apiiik sehingga cocok untuk wisata kelurga. Awalnya ada Pantai Garoga dan Pantai Paris. 

Caca 5 tahun lalu ke Pantai Garoga 😍

Kemudian menyusul pantai pantai lainnya yang didesaign lebih kekininan. Ciri khas orang Batak itu biasanya suka bernyanyi. Jadi kalo dalam satu perkumpulan atau acara itu ngga lengkap kalo ngga ada hiburan berupa organ tunggal alias kibot πŸ˜„. Maklum, Simalungun didominasi orang Batak 😊
Nah, kibot ini salah satu fasilitas hiburan yang tersedia di setiap pantai di sepanjang perairan Danau Toba, termasuk Pantai Raya. Jadi kalo fasilitas yang satu ini ngga ada, biasanya pengunjungnya lebih sepi dari toko pantai sebelah. Dengan adanya hiburan begini, pengunjung bebas menyumbangkan suara secara gratis.

Bagi yang ngga hobi nyanyi, pengunjung bisa berenang bebas di danau. Ada juga Banana Boat yang bisa disewakan dengan tarif 200rb untuk beberapa putaran. Bermain wahana ini, kita akan diajak berputar sepanjang perairan Danau Toba dan melewati pantai lainnya. Bahkan kadang berlomba dengan Banana Boat pantai sebelah. Nah, supir boat nya terkadang suka iseng dengan sengaja menjatuhkan boat sehingga penumpangnya berguling dan nyemplung bebas ke danau. Seru…

Doakan kami ya!!


Untuk anak anak tersedia penyewaan ban dan ada pembatas tertentu yang masih aman untuk anak-anak. Tapi biar bagaimanapun yang namanya anak-anak harus selalu dalam pantauan, ya.

Kalo ngga bisa renang ato ngga suka nyanyi tapi hobi foto. Tenang… Danau Toba mau dari sudut manapun tetep aja dapet cantiknya. Ditambah banyaknya spot foto berbagai bentuk pastinya menambah hasil foto lebih ciamik.

Capek beraktifitas, boleh juga sekedar duduk-duduk dipondokan yang disewakan. Sangat nyaman kok. Tarifnya antara 50ribu-100rb sepuasnya. Udah gitu, karna ngga ada larangan bawa makanan dari luar, keluarga ini bawa bekal, dong. Sambel dan daun ubi tumbuk menu yang sempurna kala itu. Penjual makanan juga ada kok, jadi ngga hawatir kalo lapar atau kehabisan bekal. Namanya daerah dingin rawan lapar. Mau bawa ikan atau ayam mentah, bole juga dibakar ditempat. Bawa aja peralatan seperti arang dan bahan bakar, karna tungkunya udah disediain. Mantap, kan?

Kenikmatan yang hakiki

Belum puas seharian atau ,males pulang, dipantai ini ada penginapan yang bisa disewa. Disediakan juga musolah yang bersih. Komplit, deh…

Pemandangan dari musolah

Jadi, ngga usah takut bakalan jadi fakir piknik ya disini, πŸ™‚

 

 

Jadi Model MUA di Workshop Masterclass Anpa Suha

Buka buka galeri eh nemu foto full make up. Baru deh inget ternyata ini belum ditulis. Padahal ini kegiatan tahun lalu.  

Jadi model ini ditawarin sama temen katanya istri temennya butuh model untuk sebuah acara workshop. Waktu diminta jadi model sempet nolak. Lah karna dikira bakalan lenggak lenggok ala pragawati, gitu. Soalnya ngga gue banget. Plus belum pernah kenal sama yang make up in nanti. 

Jadi sehari sebelumnya secara mendadak ditelpon temen itu dan dia bilang “jadi ya dek besok siang fitting kebaya, WA mu udah dikasi sama kak Effi”. Ditelponnya malem dan saat itu masi di Siantar. Jeeng jeeeng… Mendadak dangdut besok ke Medan. 

Sore nyampe Medan, telpon telponan sama kak Effi sang MUA. Janjian dijemput di depan gang. Karna belum pernah ketemu, sementara kondisi jalan raya macet parah, saya nunggu di depan warung misop kampung. Sambil chattingan sama kak Effi sesekali ngeliatin mobilnya supaya ngga kelewatan. Maklum juga kak Effi dan suaminya bukan orang Medan, jadi harus sambil sedikit dipandu. 

Pas lagi nunggu sambil liatin mobil mobil yang lewat, supaya mobil mereka ngga kelewatan, hp saya pegang di tangan kanan dan dompet di tangan kiri. Kebetulan waktu itu ngga bawa tas. Tiba-tiba “hap” hape dijambret orang 😭😭😭

Ngga nyangka karna sempet keliatan dari ekor mata penjambret itu keluar dari warung misop kampung. Tapi ngga nyangka kalo dia udah ngincer dari belakang. Kirain pelanggan misop kampung. 

Waktu dijambret perut saya sempet kena tumbukan keras. Ntah itu disengaja atau ngga tapi yang pasti bikin saya sesak ngga bisa teriak sama sekali. Sekitar jarak 20 meteran baru deh bisa teriak copet itupun kayaknya suara saya ngga kedengeran dan penjambret udah makin menjauh. 

Sempet bingung dong, gimana ngubungin kak Effi. Ada sih hp satu lagi tapi jarang dipake dan nomor hp yang disimpen nomor keluarga semua. Saya telpon temen yang kebetulan saya hapal nomernya supaya dia infoin ke kak Effi soal kejadiannya. 

Ngga lama mobilnya dateng tapi udah menjelang magrib. Kak Effi dan suami ikut ngga enak hati dan bolak balik minta maaf karna karna nungguin mereka saya jadi korban kejambretan. Saya juga masih kaget dan mengkel sama si penjambret tapi apa mau dikata, mau ngga mau harus iklas 😊. Karna kebetulan saya puasa, singgah dulu ke Texas Chiken buat berbuka sekalian makan malam. 

Sambil makan sambil nyari penyewa kebaya di IG. Karna udah malem kita pun ragu apa masih ada galeri yang buka? Ngga nyerah semua kontak yang yang ada kita telponin sampe akhirnya dapet satu galeri di daerah Sei Serayu bernama TwentyTwo. Cicinya mau nerima tamu karna ternyata dia juga ikut dalam acara yang sama. Setelah fitting dengan beberapa kebaya yang kebesaran atau kekecilan, akhirnya dapet juga kebaya yang paaas bangey dibadan berwarna merah dengan harga sewa yang miring. Alhamdulillaah… 😊

Mengikuti kegiatan ini seperti tanpa persiapan. Kak Effi cuma bawa alat perang berupa seperangkat alat make up doang. Selebihnya ngga ada. Bahkan paginya saya masi harus nyari manset,daleman jilbab dan jilbab. Pagi pagi toko yang udah buka dimana lagi kalo bukan di Pajak USU. Itupun baru beberapa yang buka dan semua yang dicari warnanya ngga ada yang nyambung 😭. Telpon kak Effi dan beliau nyuruh saya beli aja warna yang mendekati. Sementara hari makin siang akhirnya saya beli beberapa warna. Baiklah akhirnya keperluan dinyatakan lengkap. 

Buru buru pake gojek ke lokasi acara di Hotel Grandhika Setia Budi. Nyampe sana ngeliat peserta pada cantik cantik udah duduk manis. Para MUA nya lagi dapet briefing oleh kak Anpa Suha.

Anpa Suha 😊

Selepas makan siang, saya bersama salah seorang peserta bernama Kak Nisa dari Langsa Aceh solat zuhur sekalian ganti baju. Kak Nisa pakai gaun biru sementara saya pake kebaya dibantu kak Nisa karna memang susaaaaaah pake kebaya yang banyak kancingnya πŸ˜‚πŸ˜‚.

Okeeeh kegiatan dimulai. Kami diajak masuk ruang  make up bersama masing masing MUA. Saya mulai didandanin pake macem macem bedak yang saya sendiri ngga tau jenisnya. 


Dikasi waktu 1 jam sama penyelenggara untuk menyelesaikan make up. Pada riasan wajah, kak Effi terlihat lancar jaya. Nah tiba di per alisan sepertinya kak Effi belum begitu mahir melukis dan membentuk alis. Bolak balik dihapus sementara waktu udah mulai habis. Peserta yang lain udah tinggal ngerapihin. Maklum kak Effi MUA yang baru belajar dan belum banyak pengalaman. Untung kak Anpa Suha nya ngeh trus dia datengin dan benerin bentuknya dan kak Effi tinggal nyempurnain. Abis itu pake jilbabnya ngga sempet yang macem-macem akhirnya pake jilbab yang paling simpel kemudian ditambah mahkota biar ngga terlalu polos. Selesai… 

Ngeliat peserta lain yang cantiik cantiik (karna memang model beneran) dan rata rata pake baju pengantin dan MUAnya udah profesional kak Effi sempet pasrah. 

Mata mulai memerah πŸ˜…


Pas waktu pengumuman 5 besar, eh kita di peringakat ke -3, euy… Alhamdulillaah. 

Gila yaa, model dan MUA amatiran ini bisa naik panggung bersama model dan MUA profesional. Kak Effi keren… 

Bersama 5 besar model dan MUA terbaik

Ini merupakan pengalaman pertama saya ikut kegiatan MUA. Kegiatannya seru dan banyak manfaat. Dapet ilmu dan dapet banyak temen baru. Sampe sampe saya lupa kalo baru kejambretan 😊
Oiya, karna saya ngga pernah sama sekali pake soflens, mata saya kena iritasi. Dari pertama make memang udah kerasa agak ngganjel dan saya ngga bisa melek lebar karna perih kena angin. Trus disitu mata udah merah. Sampe udah dibuka pun mata malah makin perih dan ngga sanggup melek sama sekali. Pas makan malam di restoran hijau daun, saya sampe ngrendem mata di kobokan dan memang banyak serbuk hitam mungkin maskara yang masuk ke mata. 

Terus sembuh? 

Ngga!

Sampe 4 hari mata saya iritasi. Dari mulai cuma kasi insto sampe ke obat tetes yang lebih keras “cendo” dapet dari googling. Niatnya setelah pake cendo ngga sembuh juga, ke dokter deh. Dapet anceman bakalan dibawa ke dokter, eh matanya sembuh, alhamdulillaah hehee. 

Beberapa faktor yang bikin mata iritasi setelah pake soflens. Bisa karna mata yang kelewat sensitif, tangan kotor yang masuk ke mata, kwalitas soflens dll. Sampe sekarang saya masi trauma, sih. 

Beberapa waktu lalu ada yang nawarin lagi jadi model. Temen sekolah saya, trus saya kasi syarat ngga pake soflens dan cukur alis bisa ngga? 

Kriiiik krrriiik… Belum ada kabar 😁

Sama Kak Nisha


Bersama salah satu peserta

We Have A Very Simple Way tobe Happy (part 6): Digendong Kingkong di PIS Sampai Kunjungan ke Pelabuhan Tigaras Pasca Musibah KM Sinarbangun.Β 

Judulnya panjang amat yak… Haha

Ada BIS (Bukit Indah Simarjarunjung) ada juga PIS (Panorama Indah Sipintuangin). Keduanya sama sama destinasi wisata kekinian yang ada di Kabupaten Simalungun. Kok kekinian? Ya kan sekarang lagi hits itu tuh rumah rumah pohon, ayunan diketinggian dll.  Keduanya sama sama punya beberapa wahana dari yang aman sampe yang ektrim. Yang aman ya sekedar foto di sangkar burung dan yang ektrim seperti ayunan diangkasa, sepeda diketinggian, flying fox serta rumah di puncak pohon tinggi. Gitu gitu lah. 

Antara BIS dan PIS ini pun sama sama ada di Desa Sipintuangin Kecamatan Pamatang Sidamanik. Letaknya bersebrangan. Ibaratnya yang satu masuk dari sisi timur yang satu lagi dari sisi barat. Tapi kalo sanggup mengelilingi ya bisa aja masuk dari PIS keluarnya di BIS begitu juga sebaliknya. Toh cuma dipisahkan perbukitan. Nah kalo BIS pintu masuknya itu mengarah ke Simarjarunjung dan PIS pintu masuknya arah ke Tigaras. 

Kali ini saya mau cerita tentang PIS. Karna tentang BIS udah pernah diSINI

Jadi berawal dari kawan bapak saya yang memang punya keahlian memahat patung dan meminta bapak untuk carikan pekerjanya berhubung bapak udah ngga sanggup lagi bekerja berat gitu. Fyi: Salah satu karya bapak saya dan temennya itu adalah Tugu / Patung Pahlawan yang ada di Bandar Betsi. Adalagi sebuah restoran berbentuk ikan mas yang ada di Sipolha, Kabupaten Simalungun juga. Sayang, restoran ini terbengkalai padahal bentuknya unik dan potensial jadi daya tarik wisata. 

sumber: google.com

Sumber: google.com

Nah karya terbarunya adalah Kingkong. Sebuah patung berbentuk Kingkong kini jadi wahana baru di PIS. Mengobati rasa penasaran kami berkunjung lah kesana.
Masuk ke PIS pake karcis ya sodara sodara. Seingat saya kalo ke BIS masuk ngga pake karcis tapi harus bayar parkiran. Nah ini sebaliknya. Tapi ngga tau juga sih ya karna kebetulan kami naik motor. Untuk karcis masuk dan parkiran bisa jadi beda manajemen beda juga peraturannya. Karcis masuk untuk motor 10rb, kurang tau kalo untuk mobil. 

PIS memang masih tergolong baru. Jadi akses masuknya juga masi berupa tanjakan bebatuan yang sisi kanan dan kiri berupa ladang ilalang. Belum ada petunjuk arah yang jelas dimana sosok Kingkong berada. Kami sempet terhenti sejenak karna bingung ngga ada tanda sama sekali. Orang yang mau ditanyain juga ngga ada. Kami putuskan lurus saja dan alhamdulillaah ada penampakan. Penampakan kingkong. 

Pariwisata Indonesia khususnya Sumatera Utara masih punya peer soal kutipan. Sudah lagu lama kalo kutipan masuk beda lagi sama kutipan parkir beda lagi sama kutipan ini itu. Sempet was was juga pas mau masuk ke area wahana kingkong. Kok sepi? Jangan jangan kutipannya gede, nih makanya ngga ada yang berminat. Saya tetep coba masuk. Nampak 3 orang lelaki yang tadinya saya pikir pengunjung juga. Rupanya penjaganya. Begitu masuk ngga ada diminta apa apa. Alhamdulillaah…

Namanya latah, saya langsung ambil hape dong buat foto. Padahal masi mau foto di taman kecil deket pintu masuk. Ujug ujug si abang langsung bilang “sekali foto 5ribu per orang ya kak”. Trus dia nunjuk ke papan kecil bertuliskan angka 5ribu. Saya “iya” in aja.

Cuek aja saya jalan ke spot foto berikutnya berupa patung hello kitty. Saya liat papan yang sama bertuliskan angka 5ribu/orang. Lanjuuut makin ke atas. Untung anak anak ngga banci foto, haha. Tapi saya candid juga, sih. 

Terus iseng saya pura pura nanya tarif foto di patung kingkong. Padahal saya udah liat duluan papan harganya. 10ribu/orang pake hp / kamera kita sendiri. Mereka cuma bantu motoin aja. Kampret ngga tuh?? 

Iseng lagi saya tawar dong. Dengan kekuatan bulan akhirnya deal, 20ribu bertiga untuk 5 kali foto pake kamera mereka. Kamera DLSR gitu lah dan pake memori kita sendiri. 

Hasilnya?? Nih… 

Ala kadarnya hahahaa…  Jadilaah ya! 
Puas digendong kingkong kami jalan jalan lagi tanjakan demi tanjakan untuk melihat wahana lainnya. Hari itu angin sangat kencang dan dingin. Caca aja hampir melayang layang. Ngeliat tarif foto yang murah tapi mahal itu saya urung mau eksis. Lagipula anginnya luar biasa kencang dan agak was was kalo ajak anak manjat manjat. 

Jadi, perlukah tarif nan mahal untuk sebuah destinasi wisata? Boleh asalkan sesuai dengan pelayanan yang diberikan dan kepuasan yang kita terima. 

Menurut saya nih, kenapa saya bilang murah tapi mahal? (ngga dapet istilah yang cocok). Terkesan murah karna cuma 5ribu perak. Tapi…. Hitung dong pengalinya. 

5 ribu itu per orang, loh. Perorang! 

Jadi kalo kita pake 1 wahana untuk sekali foto tapi yang difoto ada 3 orang. Berarti bayar 15ribu. Ada yang peraturannya sekali jepret ada juga yang pake waktu. Anggap saja wahananya ada 20 macem. Ini udah minimal kali krna kenyataannya banyak wahana. Kalikan saja sendiri…. 

Kalo wahana ektrim. Minimal 20ribu tarifnya. 

Beda lagi kalo sekedar duduk di pondokan. Pondokan yang kita ngga nyangkalah bakalan dikenakan tarif juga. Karna kita pikir ya memang fasilitas untuk pengunjung. Pas berdiri mau pindah atau apalah tiba tiba dimintai duit. Kan, zonk! 

Konon katanya kalo kita ada belanja di warung milik mereka ya gratis duduknya. Padahal warungnya dimana, pondokannya dimana dan yang punya yang mana kita ngga tau. Terlalu banyak pengelola kayaknya. 

Kok komersil amat ya?? 

Bukan apa apa… 

Banyak pengunjung yang rindu kembali ke sebuah destinasi wisata. Tapi mengingat tarifnya mahal dan ngga sesuai dengan pelayanan, pasti bakalan mikir mikir lagi, deh. Jangan sampe PIS dan BIS serta puncak puncak lainnya kehilangan pengunjung karna tarif yang sesuka hati. 

Danau Toba bisa dinikmati dari sisi manapun. Asal kreatif menata, pintar mengelola dan lihai bersaing dengan sehat maka dia lah yang akan memenangkan hati pengunjung. Semoga ini bisa jadi pertimbangan para pengusaha tempat wisata agar lebih bijaksana menetapkan tarif sewajarnya. 


Pelabuhan Tigaras

Puas berkeliling PIS, kami lanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Tigaras yang berjarak sekitar 2 KM dari PIS. 

Masih segar dalam ingatan peristiwa tenggelamnya KM Sinabung pasca lebaran lalu. Sejak saat itu Danau Toba menjadi pusat perhatian nusantara bahkan dunia. Danau Toba pun semakin dikenal. 
Pencarian korban dihentikan dihari ke 18. Sebab tak ada yang mampu menyelam ke dasar danau dengan kedalaman nyaris setengah kilometer dengan suhu minus serta tekanan berton ton air. 

Sebagai bentuk keprihatinan, dan mengenang para korban, sebuah momumen akan segera dibangun dikawasan Pelabuhan ini. 

Kawasan berpagar biru yang akan menjadi tempat dibangunnya monumen KM korban KM Sinarbangun

Hikmah dari musibah ini, seluruh kapal akhirnya diwajibkan punya manifes penumpang. Serta adanya pengawas pelabuhan yang berjaga sepanjang pelabuhan beroperasi. 

Sekitar 1 jam juga kami berada di pelabuhan. Beberapa mobil terlihat sudah antri menunggu feri. Beberapa wisatawan asing terlihat ikut menunggu bersama tour guide mereka. 

Saya mencoba menegur dan berbincang sedikit dengan salah seorang turis dari Denmark bernama Jeims. Ntah bagaimana penulisan namanya, haha. Syukurlah, mereka sekeluarga ngga takut nyebrang dengan kondisi angin kencang dan ombak yang besar pula. “We like Danau Toba”, katanya. Tengkyu Jeims. Tak lupa minta foto, kali ini sama Caca dan Cahyo aja. Mamaknya udah pernah πŸ˜…. 

Hingga akhirnya sebuah kapal tiba dari Simanindo dan mobil mobil perlahan masuk ke dalam fery sambil didata oleh pemilik kapal. 

Tak ada yang perlu ditakuti dengan Danau Toba, ombaknya serta misteri misteri lainnya. Sejauh kita bersikap sopan, menjaga alam dan menghormati adat istiadat setempat, Insyaallaah alam dan masyarakat juga akan menjaga kita. 

Dimanapun berada, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.  

“When In Rome, do as Romans do”  πŸ˜Š

 

BSA (Birmingham Small Arm) Ada di Siantar

Becak merupakan sebuah alat transportasi yang biasanya ciri cirinya adalah ber-roda tiga. Setiap kota pasti punya alat transportasi ini dan dengan keunikannya masing masing. Ada yang pakai sepeda dan ada yang pakai motor. Ada yang sepeda atau motornya di belakang becak, di depan atau disamping. Salah satu becak yang paling unik dan “mewah” adalah becak Siantar. Kenapa mewah? Motornya BSA, cuy! πŸ˜€

Dulu waktu masi usia 5 tahunan, orang tua selalu bawa kami ke Siantar untuk sekedar main ke taman bunga  (lapangan merdeka). Kenapa ada sebutan taman bungan dan lapangan merdeka ternyata ada kisahnya masing-masing. Tapi orang Siantar udah terlanjur familiar dengan sebutan Taman Bunga. Ah, apalah arti sebuah nama….

baca: cuma nama

LAP MERDEKA
Taman Bunga (Laangan merdeka) terbaru . sumber: google.com
LAP MERDEKA 1
sumber google.com

 

Trus selalu naik becak siantar. Yang paling susah lupa kalo naik becak siantar adalah sensasi goyang goyangnya. Mungkin karna pengaruh per pegasnya itu. Trus kenangan terindah adalah saya pernah ketabrak becak, haha. Dan itu menyisakan bekas luka di paha sampe sekarang :). Jadi ceritanya abis jalan jalan sama bapak mau makan mi ayam trus naik angkot kotak sabun (pintu belakang) dan berhenti di depan Lapangan Simarito. Waktu itu saya turun duluan trus ngga nunggu nunggu langsung jalan bukannya ngarah ke trotoar malah ke arah jalan raya. Braaak!!!! Kepental

Langsung pulang, gagal makan mi ayam dan ngga sekolah 2 minggu πŸ˜€

 

Mengenal Kota Pematang Siantar

Pematang Siantar adalah kota dengan suhu sejuk serta strategis yang letaknya bisa dibilang tepat di tengah tengah Kabupaten Simalungun. Sekitar 128km dari Medan dan 50km dari Parapat. Siantar merupakan kota transit bagi mereka yang datang dari Medan menuju Parapat, dan daerah yang ada di Tapanuli. Kota Siantar juga dikelilingi oleh berbagai daerah perkebunan, baik itu sawit, Karet, Coklat dan Perkebunan Teh.

Baca: Agrowisata Kebun Teh, Sidamanik

PETA
sumber google.com

 

Pematang Siantar salah satu kota yang majemuk dengan tingkat toleransi hidup yang tinggi. Berbagai suku dan agama berbaur dengan keharmonisan. Kota Peraih Adipura ini juga terkenal dengan julukan Kota Pelajar merupakan kampung halaman dari beberapa tokoh nasional. H. Adam Malik salah satunya. Namanya diabadikan menjadi nama lapangan yang biasa dipakai untuk acara besar seperti upacara 17 Agustus yaitu Lapangan H. Adam Malik atau Lapangan Simarito.

ADAM MALIK
sumber google.com

 

BSA (Birmingham Small Arms)

Becak Siantar berbeda dengan becak daerah lainnya. Walaupun sama sama menggunakan motor tapi becak siantar memiliki keunggulan tersendiri karna ditarik oleh motor gede tua bermesin 350 – 500 CC. Yang paling banyak digunakan adalah BSA (Birmingham Small Arms) buatan Inggris yang awalnya digunakan untuk perang.

Perawatan yang mahal serta suku cadang yang yang smakin langka membuat pemilik harus merelakan motornya beralih ke tangan kolektor motor gede. Ya, dengan menjual sebuah motor tua itung itung mereka bisa beli setidaknya 2 motor baru yang bisa digunakan untuk 2 becak sebagai mata pencarian. Lagi lagi ekonomi sebagai alasan utamanya.

Mungkin sebagai kenang kenangan akan keunikan Becak Siantar ini, Museum TB Silalahi yang ada di Balige berhasil menyimpan satu sebuah becak yang masih terawat. Ya memang becak siantar layak menjadi satu benda bersejarah atau situs purbakala yang dilestarikan mengingat usianya sudah puluhan tahun.

 

BECAK MUSEUM
sumber google.com

 

BSA sendiri masuk ke Indonesia setelah kemerdekaan hingga 1949. BSA menyebar ke setiap daerah bekas jajahan belanda, termasuk Siantar. Motor ini dibawa langsung oleh pemerintah Belanda untuk pasukannya. Jadi menurut ceritanya tahun 1950-an banyak rongsokan BSA yang tak terpakai di berbagai sudut kota. Saat tentara sekutu pulang karena perjanjian damai, mereka tak mengikut sertakan kendaraannya itu. Orang Siantar berpikir untuk memanfaatkannya sebagai alat untuk cari uang dengan memodifikasinya menjadi sebuah becak. Lama lama BSA diplesetkan menjadi “Becak Asli Siantar”. Cocok juga.

Versi lainnya menyebutkan BSA sendiri masuk ke Indonesia di bawa oleh tentara Belanda di masa peralihan kekuasaan antara Jepang ke tentara sekutu (Belanda-Inggris). BSA adalah sisa sisa perang dunia kedua yang di bawa oleh belanda namun itu hanya jumlah kecil. pada masa dimana penjajah meninggalkan Indonesia, maka banyak BSA yang tidak mempunyai tuannya. pada tahun 1958 beberapa masyarakat Siantar berburu BSA hingga ke pulau Jawa terutama ke Surabaya dan Jakarta, karena kedua provinsi ini merupakan basisnya BSA pada masa itu. Pada tahun 1960 BSA diangkut oleh Kapal Tampomas II dalam jumlah besar. Intinya BSA saat itu merupakan barang tak bertuan.

 

becak sinatar
sumber google.com

 

Pebecak siantar yang slalu mangkal di persimpangan wahidin. (trisuci.com)

 

BOMS dan Tugu Becak Siantar

BOMS (BSA Owners Motorcycle Siantar) merupakan sebuah komunitas pecinta motor tua antik yang terbentuk pada saat keluarnya Perda DPRD tentang penghapusan becak motor siantar dengan alasan modernisasi. Diketuai oleh Erizal Ginting.

BOMS bersama para tokoh masyarakat mengajukan 4 tuntutan yang disebut dengan “Empat Tuntutan Rakyat Bikers Becak Siantar”, diantaranya:

  1. Pencabutan Perda Penghapusan Becak Motor Siantar
  2. Pemutihan Surat Motor Tua
  3. Perda yang mengatur becak motor siantar menjadi satu-satunya kendaraan wisata di Siantar
  4. Meminta pemerintah men-take over pemeliharaan dan membuat aturan larangan menjual BSA keluar daerah Siantar.

Namun dari keempat tuntutan tersebut, baru poin satu dan dua yang sudah dipenuhi. Sampai saat ini BOMS masih tetap berupaya memperjuangkan keberadaan becak Siantar agar tetap lestari sekaligus salah satu upaya dalam pengembangan wisata. Siantar adalah satu-satunya kota yang berhasil merawat motor walaupun dijadikan becak pengangkut. Kini populasi BSA hanya tinggal 260an unti dari 3000 unit. Itu sebabnya sayang sekali kalau ikon ini sampai hilang karna ngga dijaga.

trisuci.com

Peresmian Tugu Becak Siantar15 Oktober 2016,  Tugu Becak Siantar diresmikan oleh Gubsu H.T. Erry Nuradi sekaligu HUT BOMS ke – 10. Peresmian ini dilakukan di Lapangan H. Adam Malik.

Turut hadir dalam acara tersebut Pj. Walikota Siantar Jumsadi Damanik, Perwakilan Biker Nasional Indro Warkop, Ketua BOMS Erizal Ginting, beserta ribuan bikers.

Keberadaan Tugu Becak ini sekaligus menjadi ikon kota Siantar. Mendengar Kota Siantar maka yang terlintas adalah BSA nya…

Pada acara peresmian tersebut Gubsu berkesempatan memberikan piagam rekor MURI pada pemerintah kota dan ketua BOMS atas pemecahan rekor konvoi becak motor antik satu merk terbanyak

Semoga pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat mendukung penuh pelestarian BSA sebagai peninggalan sejarah. Kita juga yang bangga..

Kalo singgah di Siantar, kalian harus nyobain naik BSA, ya… 😊

 

BOMS
sumber google.com
BOMS 1
sumber google.com

 

5 Kelakuan Menyebalkan di Angkot

Walaupun saat ini transportasi online kian menjamur, tapi angkot masih jadi salah satu transportasi yang paling dicari. Sebenernya supir ataupun pengusaha angkot ngga perlu hawatir apalagi pake demo demo karna merasa tersaingi. Toh angkot masih punya tempat tersendiri di hati para penumpangnya hehe

Terlebih di daerah yang jauh dari jangkauan ojek online, mau ngga mau angkot jadi satu satunya transportasi yang paling utama. Ada suka duka jadi angkoters. Kalo ujan ya luamayan ngga keujanan, kalo panas ya begitu juga jadi ngga kepanasan.

Sebagai salah satu angkoters sejati, saya udah makan garam sama kelakuan para supir apalagi penumpang. Yang paling dominan ya yang kelakuan menyebalkan.

Beberapa kelakuan menyebalkan seperti:

1. Ngerokok. Kalo udh diingetin dari mulai ngomong pelan pelan kadang ada mereka yang malu sendiri trus langsung matiin rokoknya dan lebih banyak yang cuek bebeeeh. Kalo udah diingetin pelan sampe intonasi meninggi tapi teteep juga ngga mereka ngga mau matiin rokoknya biasanya saya yang ngalah. Turun dan cari lelaki angkot lain. Sadar diri saya pernah jadi penderita TB. Paru paru saya lebih penting

baca: TB Paru

2. Duduk miring dan gendong ransel. Ini biasanya anak sekolahan. Kebanyakan pada males mangku ransel nah begitu naik angkot ranselnya masih digendong belakang trus balik badan mau duduk. Plaaaaak! ranselnya nendang muka saya. Sayanya udah kesakitan anaknya pura pura ngga tau. Kalo kondisi angkot lagi lapang ya ngga masalah dia mau dudukΒ  sambil ongkang ongkang kaki. Nah pas klo kondisi lagi banyak banyaknya sewa, biasanya pagi jam orang mau sekolah dan kerja. Kalo duduk miring plus ransel dibelakangnya kan makan tempat. Bisa untuk duduk 2 orang. Kebanyakan kalo ngga ditegur ngga ada empatinya. Udah ditegur biasanya duduknya diperbaikin tapi mukanya cembetut ke saya, haha. Gapapa yang penting temennya bisa naik dan ngga telat masuk skolah.

 

3. Supir terlalu Kencang atau terlalu Lambat. Kelewat kenceng dan ugal ugalan ya bikin deg degan. Udah gitu mau berdoa juga ngga khusyuk udah keringet dingin duluan. Untung ngga kebelet pipis. Nah kalo kelewat lambat yang ada ya TELAT dan ngantuk. Sukur sukur ngga kelewatan tau tau bangun udah nyampe terminal. zzzzzzzzzzzzzzzzzz……

4. Ngga sedia ongkos. Biasanya kita sebelum naik angkot, ongkosnya udah disediain dulu. Minimal dipisahin lah di kantong lain misalnya. Lah yang bikin sebel ini penumpang baru nyari ongkos setelah turun. Bolak balik dompet, bongkar bongkar tas.Β  Makan waktu lah. Sukur sukur dapet uang pas. Klo uangnya gede atau malah dompetnya kosong apa ngga bikin sanggul naik?

5. Banyak Ngetem. Banyak tipe supir yang begini nih. Ngetem di sembarang tempat. Selain bikin macet kan eneg juga kalo bolak balik brenti padahal ngga ada ciri ciri keberadaan sewa yang bakalan naik. Udh gitu orang berdiri di pinggir jalan pake sedikit dipaksa harus naik angkotnya. “ayo dek, dek ayo, dek… dekk…. dek…”. Sementara si adeknya ngelirik aja ngga.

 

Namanya juga angkutan massal kan ngga harus ada peraturan dulu misal “no smoking” baru dikatakan ngga bole merokok. Saling menghargai dan empati itu yang paling penting.

 

ASIAN GAMES 2018 : Dukung Bersama Para Garuda Indonesia, Calon Juara Dunia

Tentu kagum saat mengetahui Indonesia kembali menjadi tuan rumah atas perhelatan olahraga besar se Asia untuk ke dua kalinya. Walaupun ngga terjun secara langsung baik karna diadakan bukan di daerah saya, ngga bisa nonton langsung apalagi jadi atlit 😁, tapi rasa bangga itu pasti ada. Ya mengingat kondisi negara yang belum lama ini sering dengar isu terorisme, keamanan dsb, ternyata kita masih dipercaya menyambut ratusan pendatang dari berbagai negara se Asia bahkan dunia untuk tinggal dan bertanding secara sportif selama berhari-hari di Indonesia.

Ngeliat Zuhri berhasil jadi juara, serta beberapa berita di media yang ternyata banyak atlet yang secara “diam-diam” jadi juara dunia. Sungguh ternyata harapan bagi Indonesia menjadi bagian dari kejuaraan dunia itu masih sangat besar.

Momen menjadi tuan rumah dalam acara Asian Games ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Memberikan pelayanan dengan maksimal. Menjaga keamanan, kenyamanan dan kearifan serta berjuang maksimal bagi para petarung Indonesia.

 

Sejarah Singkat Asian Games

Asian Games pertama kalinya diadakan di New Delhi, India tahun 1951. Diikuti oleh 11 negara dengan total 491 atlet yang ikut bertanding. Sementara Indonesia menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya pada Asian Games ke-4 tahun 1962 yang dibuka secara resmi oleh Presiden saat itu Bapak Soekarno di Stadion Gelora Bung Karno.

 

Kirap Obor Asian Games 2018

Tanggal 15 Juli kemarin, dimulainya penyalaan api obor atau torch relay Asian Games 2018 dari pengambilan Api Abadi di Major Dhyan Chand National Stadium, India dan Api Abadi tersebut diserahkan kepada atlet legendaris Indonesia, Susi Susanti sebagai pembawa obor utama Asian Games 2018 untuk dibawa ke Yogyakarta. Momen dipertemukannya Api Abadi dari India dengan api abadi dari Mrapen Jateng, melalui satu seremoni yang diadakan di Candi Prambanan, Jawa Tengah sekaligus menjadi titik 0 kirab obor Asian Games 2018 menuju kota lainnya dan berakhir di Gelora Bung Karno tepat pada tanggal 18 Agustus 2018 sekaligus menjadi pembukaan diawalinya pesta Asian Games 2018.
Yogyakarta menjadi kota pertama sebagai titik awal dalam kirab obor yang rencananya akan melewati  18 Propinsi, 54 kota, dan 64 titik dalam 35 hari sejauh 18,000 KM se-Nusantara secara estafet selama sebulan penuh.

Kirab obor akan melintasi tempat-tempat yang menjadi daerah wisata di Indonesia. Kegiatan ini dapat menjadi ajang promosi pariwisata Indonesia sekaligus bisa mendatangkan wisatawan mancanegara maupun domestik. Sebagai upaya memeriahkan kirab obor, maka pada setiap kali obor sampai di kota tujuan, akan disambut atau diadakan perayaan yang telah dipersiapkan oleh daerah tersebut.

 


Logo dan Maskot Asian Games 2018

Logo merupakan hal penting dalam suatu perhelatan. Menandakan adanya suatu kegiatan besar dan menjadi simbol ciri khas suatu negara. Logo bukan sembarang logo. Sebuah logo harus mampu menyiratkan pesan ataupun cerita yang dibawanya. 

Logo Asian Games 2018 sendiri adalah pilihan presiden Jokowi dengan sketsa tampak atas Stadion Utama Gelora Bung Karno kemudian ada matahari di bagian tengahnya. Matahari melambangkan sumber energi utama yang kemudian menyebar ke seluruh Asia. Dan dunia melalui Asian Games 2018. 

Desain ini mengusung tema Energy of Asia. Dengan harapan agar Indonesia mampu menunjukkan kehebatannya lewat pesta Olah Raga Asian Games 2018. 

Ada logo adapula maskot. Selalu ada maskot dalam setiap perhelatan olahraga. Tentu saja setiap tuan rumah harus membuat maskot yang tidak hanya lucu, unik, menarik tapi juga mengandung makna tertentu.

Asian Games kali ini panitia sudah mempersiapkan maskot yang akan menjadi ciri khas Asian Games Indonesia. Tersedia 3 maskot berbeda pada Asian Games 2018 kali ini, tentu saja dengan panggilan dan maknanya masing-masing, diantaranya:

Bhin Bhin merupakan representasi dari seekor burung Cendrawasih (Paradisaea Apoda) yang dimaknai dengan keindahan dan strategi. Bhin Bhin memakai rompi dengan motif Asmat dari Papua.

Atung adalah seekor rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) yang merepresentasikan kecepatan tiada tanding. Atung memakai sarung dengan motif tumpal dari Jakarta.


Kaka adalah seekor badak bercula satu (Rhinoceros Sondaicus) yang merepresentasikan kekuatan. Kaka mengenakan pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang.

Bhin bhin, Atung dan Kaka akan ada disetiap sudut arena pertandingan memberi dukungan agar petarung selalu semangat. Sejatinya memang begitulah fungsi yang tersirat dari sebuah maskot.

Lucu lucu yah… Mana nih yang jadi pavoritmu? 😊

 

Olah Raga Kesukaan

Ada beberapa olah raga yang menjadi pavorit saya. Diantaranya Volly, Badminton, Senam lantai dan Loncat Indah.

 Jaman saya masih sekolah, pernah loh jadi salah satu atlit volly perempuan, tapi di kampung, hehe. Bersama mamak dan kakak perempuan saya dan sepupu. Jadilah itu tim volly keluarga, haha. Tapi jangan salah, tanpa pelatih khusus kami bisa menjuarai beberapa pertandingan antar klub dan cukup punya “nama” diantara banyak klub volly se-Kabupaten. Sedikit bercerita, kalau kami dulu dilatih langsung oleh para pemain volly pria. Jadi, latihannya ngga diawali dengan latihan fisik tapi langsung bertanding di lapangan dengan para pemain pria. Jadi kami terbiasa dengan smash keras, passing keras, service keras dan berlari menguasai lapangan. Begitulah atlit kampung yang berlatih apa adanya.

Salah 2 dari beberapa piala 😊

Kembali ke olahraga pavorit. Badminton salah satunya. Bagi saya dengan mengetahui aturain main dari salah satu olahraga bikin saya mau serius nonton. Lain halnya dengan sepak bola. Karna saya ngga paham aturan mainnya, saya jadi ngga terlalu hobi nonton bola. Tapi bukan berarti jadi antipati. Loncat Indah dan senam lantai salah satu yang paling saya suka. Bukan karena saya bisa melakukannya tapi karna suka dengan gerakan-gerakan indah yang diciptakan dan lenturnya badan para atlit.


Dukungan Masyarakat pada Asian Games 2018 

Menyemarakkan perhelatan ini, bukan hanya tugas menpora, para atlet, official, petugas lapangan, pihak terkait dan wartawan semata. Kita, sebagai masyarakat umum pun bisa memberikan sumbangsih berupa banyak dukungan positif untuk menyemarakkan pesta olah raga besar ini. Beberapa hal yang bisa kita lakukan diantaranya:

  1. Mempromosikan atau mengumumkan adanya Asian Games di media sosial. Bukan hanya sekedar pemberitaan semata, tetapi juga komentar tentang adanya acara ini secara positif. Tanpa menghujat ataupun berdebat.
  2. Bagi masyarakat dihimbau untuk bersama – sama menjaga keamanan di daerah masing-masing khususnya yang tinggal didaerah Palembang dan Jakarta. Cepatnya berita negatif yang tersebar sedikit banyaknya akan berpengaruh pada kelancaran perhelatan.
  3. Menjaga ketertiban, contohnya teratur berlalu -lintas. Dengan arus lalu lintas yang lancar akan memberikan kenyamanan tersendiri. Dengan merasa nyaman, para pendatang pasti akan betah. Lebih lama masa tinggal mereka, maka akan berpengaruh positif pada pendapatan masyarakat dan negara tentunya
  4. Bangun citra positif dengan bersikap sopan dan ramah tamah. Tertib antre saat masuk arena olahraga. Melayani dengan ikhlas dan totalitas. Jauh dari sikap menjadi tuan rumah yang arogan.
  5. Ikut menyemarakkan pertandingan dengan menjadi suporter. Lebih bagus lagi kalau bisa menyaksikan secara langsung ataupun bisa melalui media lainnya. Dukungan dan doa dari sesama anak bangsa akan memberikan semangat tersendiri bagi para atlit.
  6. Bangga memakai produk lokal. Misalnya batik, pakaian adat atau juga rajin memperkenalkan masakan dan makanan khas. Mempromosikan daerah tujuan wisata juga bagian dari dukungan positif.
  7. Dalam setiap pertandingan pasti ada kalah dan menang. Berbangga dan tetap rendah hati dengan kemenangan, sebaliknya berbesar hati dengan kekalahan. Hindari kericuhan di lapangan. Jadilan petarung sekaligus pendukung yang sportif.

Melalui kegiatan olah raga akbar ini, diharapkan bukan hanya menuai prestasi dan menelurkan banyak juara dunia. Tapi efek berkelanjutan lainnya dengan membuat para pendatang itu rindu berkunjung lagi ke Indonesia. Dengan demikian kunjungan wisatawan akan semakin meningkat dan pengaruh besar pada pendapatan daerah dan negara tentunya. Semoga Indonesia menjadi tuan rumah yang sukses dalam segala aspeknya, aamiin 😊

Untuk informasi lengkap mengenai Asian Games 2018 bisa mengunjungi website resmi : https://asiangames2018.id/

Selamat bertanding Garuda Indonesia πŸ’ͺ

#dukungbersama #asiangames2018 #kolaborasia