jalan dan wisata

Arung Jeram Seru di Sungai Bah Bolon, Ada Green Canyon!

Arung Jeram Seru di Sungai Bah Bolon, Ada Green Canyon! – Melakukan kegiatan arung jeram ini sudah lama saya inginkan. Terakhir ber-arung jeram sewaktu masih jadi mahasiswa. Wah sudah puluhan tahun lalu, sih. Pantesan sudah rindu untuk kembali melibas jeram-jeram cantik.

Arung Jeram

Arung jeram atau biasa disebut dengan istilah Rafting termasuk dalam salah satu wisata minat khusus (special interest). Sebuah bentuk kegiatan wisata yang disesuaikan dengan kepentingan khusus individu atau kelompok wisatawan. Dalam hal ini, wisatawan punya tujuan atau ketertarikan sendiri pada jenis atau destinasi wisatanya.

Dilansir dari Web Citra Alam, adalah Mayor John Wesley Posell, seorang tentara Amerika memperkenalkan arung jeram pertama kali dengan menyusuri sungai Colorado sejauh 250 mil melintasi gugusan tebing raksasa yang kemudian diberi nama Grand Canyon. Saat itu, ia menggunakan perahu kecil yang tersusun dari papan kayu. Ekspedisi tersebut bahkan diabadikan dalam sebuah perangko yang diterbitkan tahun 1869.

citraalam.id

Di Indonesia, sejarah petualangan sungai dimulai sekitar awal tahun 1970-an dengan istilah Olahraga Arus Deras (ORAD). Kelompok pecinta alam dari Bandung dan Jakarta menjadi pelopor berkembangnya olahraga ini sehingga kemudian menjadi salah satu olahraga petualangan yang paling diminati para pecinta alam. Tahun 1975, kelompok pecinta alam menggelar Citarum Rally, sementara kelompok yang lain mengadakan ekspedisi melintas sungai Mahakam dan sungai Barito.

Seiring dengan mulai banyaknya kegiatan arung jeram yang diselenggarakan berbagai kelompok pecinta alam, perahu dan peralatan yang dipakai juga mulai meningkat kualitasnya. Dimulai dari ban dalam (rafting donat), perahu LCR tentara, hingga perahu karet khusus sungai (River Raft) yang sekarang sering digunakan dan perahu kayak.

Saya sejak kapan kenal Arung Jeram?

Meski ngga ada yang nanya, baiklah akan tetap saya ceritakan, hahaa. Jadi dulu (dulu….) jaman saya jadi mahasiswa, ada mata kuliah namanya Ekowisata. Bapak dosen kami suka sekali dengan kegiatan outdor. Beliau lebih suka praktek daripada ngeliat mahasiswanya ngantuk-ngantuk di ruangan denger teori. Kegemarannya ini diturunkan pada seluruh mahasiswanya. Saya banyak kenal kegiatan begini ya dari beliau (Terima kasih, Pak). Mulai dari kegiatan camping, birdwatcing, hash, hiking, treking di alam sampai arung jeram, dll. Bukan main-main, sekalinya ikut arung jeram, kami langsung dibawa ke Sungai Wampu di daerah Langkat. Salah satu sungai di Sumatera Utara dengan peringkat / grade 3 (arus deras dan jeram yang ekstrim), satu tingkat di bawah Sungai Asahan dengan grade 4 (taraf internasional) yang biasa digunakan untuk lokasi lomba taraf internasional.

Pada masa itu di Sungai Wampu

Relate post: Birdwatching, Aktifitas Menyenangkan Mengenal Jenis Burung

Oiya FYI, saya ini sama sekali ngga bisa renang. Tapi kala itu saat tahu mau arung jeram, saya sangat antusias dan sama sekali ngga ada keraguan. Selain sebelumnya dosen udah meyakinkan dengan kasih edukasi keselamatan ber-arung jeram. Pokoknya selama pelampung berfungsi dengan baik dan ikuti arahan serta adanya kerjasama satu tim sebagai support system yang baik, saya jadi lebih tenang.

Relate post: Menjelajah Hutan Alam Dengan Kegiatan Hash

Hampir 20 tahun berlalu. Treking di alam Sibolangit, camping, hash, hiking sudah saya lakukan kembali. Tinggal arung jeram yang masih belum terlaksana. Rada susah memang, sebab wisata minat khusus ini butuh tim dan waktu yang khusus pula. Dan satu lagi, biayanya juga ngga murah. Alhamdulillah, minggu lalu keinginan saya ber-arung jeram kembali terwujud bersama adek-adek saya.

Related Post: Kalau Beruntung, Bisa Melihat Rangkong Julang Emas di TWA Sibolangit

Menuju Basecamp Arung Jeram

“Selain pakaian ganti, alat solat dan peralatan mandi, yang harus kakak bawa adalah snack untuk pengganjal perut selama 4 jam di sungai. Sampai jumpa besok jam 9 pagi, kak”

Begitu isi pesan salah seorang pemandu dalam sebuah pesan whatsup yang saya terima sore hari sebelumnya. Bersama adek saya, sore itu juga kami berburu snack di salah satu swalayan. Kami putuskan untuk beli nuget, roti dan sebungkus kerupuk ikan. Keesokan harinya pukul 4 pagi adek saya sudah bangun buat goreng nuget, hahaa, rajin benerr.

Lepas subuh, kami berangkat menuju basecamp yang diperkirakan akan memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan. Iyes, jauh, say! Pake motor menerjang gerimis dan dinginnya subuh. Tiba di basecamp Medan Rafting, semua kelaparan. Abang-abang pemandu siap menunggu para princes ini sarapan dulu, padahal udah jam 9 lewat, hihi. Tentang perempuan ini memang harus dimaklumi, ya, hihii.

Princess sarapan dulu

Lepas sarapan, kami langsung memakai perlengkapan perang yaitu pelampung, helm dan tentu saja membawa serta dayung masing-masing. Tak lupa cekrek dulu sebelum naik ke truk yang akan mengantarkan kami ke starting point arung jeram.

Related Post: Berkemah di Paropo, Tepian Danau Toba

Perlengkapan arung jeram
Tim kuning dengan barang bawaannya πŸ˜€
Di dalam bak truk
Pemandangan dari atas bak truk

Kurang lebih 10KM atau sekitar 20 menit di dalam truk yang bikin nyaris mabuk itu, akhirnya kami tiba di titik pemberangkatan. Disana sudah menunggu abang-abang skipper (sebutan untuk pemandu rafting) sedang sibuk mempersiapkan perahu. Tak butuh waktu lama, kami kembali berjalan sekitar 5 menit menuju sungai.

Mempersiapkan perahu
Starting point
Menuju sungai
Briefing dan edukasi

Briefing dari salah seorang pemandu kami dengarkan baik-baik. Selesainya, sebuah doa dilantunkan dari salah seorang pria dari tim lain. Arung jeram pun dimulai, Bismillah…

Spot Menarik Sepanjang Sungai Bah Bolon

Air Terjun Bah Gula

Baru sekitar 10 meter, kami sudah disuguhkan dengan pemandangan air terjun dengan debit yang lumayan deras. Tak disangka, skipper sengaja mengarahkan perahu ke lokasi air terjun membuat kami langsung basah saat itu juga. Ga cukup sekali, skipper berulang-ulang membuat kami histeris karena diguyur derasnya air. Keseruan semakin bertambah sebab beberapa skipper sengaja iseng mendorong perahu lain membuat kami saling bertabrakan.

Oiya berdasarkan yang saya baca, air terjun ini bernama Bah Gula. Secara harfiah, Bah artinya air, Gula maknanya manis. Yang lalu, di satu titik skipper kami yang bernama Alwi berhenti pada sebuah batu yang mengeluarkan aliran air. Rupanya dese haus. Eh, pas dicicipi airnya kaya kata iklan, segar dan beneran ada manis-manisnya. Suer, ngga bohong. Ngga percaya, coba, deh. Jadi Bah Gula mungkin bermakna air yang mengalir disepanjang sungai ini berasa manis.

Air terjun Bah Gula

Green Canyon

Yup, salah satu keunggulan dari Sungai ini dalah keberadaan tebing yang tinggi berlapis lumut di hampir sepanjang aliran sungai. Inilah dia Green Canyon yang dimiliki Sungai Bah Bolon. Berada di jalur ini, serasa ada dalam film-film fantasi. Teduh dan dingin yang terasa saat berada di sepanjang jalur ini. Disini, di salah satu titik, kita diperbolehkan nyemplung dan berenang dengan damai mengikuti arus air. Tenang, selama masih dalam pengawasan skipper dan ikuti arahan, Insyaallah aman.

Green Canyon (by: MedanRafting)
Tim kuning di Green Canyon
Nyemplung di sungai

Magic Wall

Sayang sekali ngga setiap momen bisa diabadikan lewat kamera. Tentu saja alasan keselamatan manusia dan kamera / ponselnya sendiri. Dan lebih seringnya sih lupa, saking terkagum-kagum sendiri. Susunan batu yang seperti sengaja dipahat rapih ini memang menarik perhatian. Secara logika memang sulit diterima kalau bentuk bebatuan ini terproses secara alami. Lagian siapa sih manusia yang mau repot memahat batu-batu ini, ya? Mungkin itu sebabnya bebatuan ini diberi nama Magic Wall.

Magic Wall By: Medan Rafting

Kalau kata MedanRafting, Majic Wall ini mirip Coliseum Rome di Italia. Coba kita buktikan

Mirip lah dikit ya…. (By: kissfromitaly.com)

Batu Kodok dan Bebatuan Eksotik

Selain Green Canyon dan Magic Wall, sepanjang aliran sungai banyak pemandangan bebatuan eksotik yang tak kalah membuat decak kagum. Warna putih berpadu coklat muda dan aksen goretan-goretan halus pada permukaannya yang bersih (mirip seperti adonan kue yang disisir pakai garpu) bikin seretan batu-batu ini cantik sekali. Ada kalanya diantara celahnya timbul aliran air dan bermuara di sungai. Ingin rasanya berhenti kemudian duduk santai disitu. Tapi lagi-lagi ngga semua titik aliran sungai bisa berhenti sesuka hati.

Salah satunya adalah Batu Kodok, yang sekilas memang bentuknya mirip seekor kodok.

Batu kodok diantara bebatuan eksotis

Related Post: River Tubing, Bermain Dengan Gajah dan Syuting Ala Adu Rayu di Tangkahan

Aktivitas Seru dan Menantang

Duduk di perahu dan memandang keindahan alam, rasanya kurang seru ya kalau ngga ada aktivitas menantang yang bikin jantung kita deg-degan dan adrenalin tertantang. Bukan arung jeram dong namanya kalau ngga melewati jeram-jeram yang mendebarkan dan bikin kita teriak histeris bahkan kadang bisa bikin kita terjungkal atau perahu kita terbalik. Tapi, selain itu ada beberapa aktivitas menantang lainnya yang bisa kita coba.

Berenang Sepanjang Arus

Bagi saya yang ngga bisa renang ini, nyemplung di sungai adalah salah satu fase menakutkan. Meski dilengkapi dengan pelampung, tapi rasa parno itu biasanya selalu mendominasi. Sudah Overthingking duluan. Bayangin yang aneh-aneh misal hanyutlah, atau pelampung ngga berfungsi atau di bawah ada mahluk iseng yang narik kaki, hehee.

Tapi, ada ego yang mempengaruhi untuk mau dan berani melakukannya. Apalagi lihat temen yang lain santai nganyut di aliran sungai, ada rasa ngga mau kalah. Yang lalu di aktivitas nganyut yang kedua kali, saya sempet ngga ada niat ikutan. Selain dingin, ya itu tadi rasa parno datang lagi. Siapa sangka, saat saya duduk santai di pinggir perahu dengan kaki menjuntai ke air, si skipper kumat isengnya memijak sisi perahu tempat saya duduk. Otomatis saya kehilangan keseimbangan dan nyebur ke sungai. Akhirnya nganyut, deh.

Nganyut

Lompat dari Tebing

Dulu di Sungai Wampu, saya berani lompat dari jembatan penyeberangan yang tingginya kurleb 10 Meter. Langsung hanyut terbawa arus deras dan skipper melempar tali untuk saya tangkap. Berhasil!

Kali ini, ada tebing yang bisa digunakan untuk loncat bebas. Meski lebih pendek, tapi nyali saya sedikit ciut. Memang, faktor usia ngga akan bisa bohong, deh. Meski pada akhirnya tantangan ini berhasil saya lakukan.

Loncat bebas

Perahu Terbalik

Perahu terbalik ini sifatnya opsional dan request. Kalau perahu terbalik di saat yang tidak disengaja (accident) ya sudah pasti lokasinya juga ngga kita yang nentuin, ya. Tapi kalau adanya permintaan, tentu saja banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk membalikkan perahu agar tetap safety, seperti kesiapan mental peserta, kondisi arus/jeram yang tidak terlalu berbahaya dan terakhir adanya barang-barang di atas perahu yang mungkin beresiko bila terkena air, misal hp atau kamera.

Kalaupun request peserta, biasanya skipper membalikkan perahu itu di momen-momen yang tak terduga supaya ada efek kagetnya. Namanya juga kegiatan memacu adrenalin, ya.

By: Medan Rafting

Tips Arung Jeram

Suatu kegiatan yang menantang, tentunya harus dengan persiapan yang matang. Selain memastikan mental kita siap, persiapan pendukung lainnya juga kudu diperhatikan supaya kegiatannya berjalan lancar.

Berikut tips melakukan kegiatan arung jeram:

  • Pastikan kita ikut pada penyelenggara event yang terpercaya. Mereka harus menyediakan skipper bersertifikasi / berpengalaman. Paling penting, adanya asuransi, minimal asuransi lokal
  • Jangan ragu untuk meminta ganti peralatan seperti pelampung atau helm yang sekiranya tak nyaman dipakai atau sudah tak berfungsi dengan baik.
  • Selalu ikuti / patuh pada aturan dan panduan skipper
  • Pakai alas kaki yang nyaman: tidak licin di bebatuan, sendal yang mengikat sampai kaki belakang (tidak sendal jepit biasa) atau pakai sepatu air.
  • Pakai pakaian yang nyaman: Tidak pakai jeans (bahan yang berat) atau tidak menyerap air
  • Ingatkan skipper untuk mengikat tas barang bawaan atau sendal yang tidak dipakai pada seutas tali. Tujuannya apabila perahu terbalik, barang-barang itu tetap terikat di perahu (tidak hanyut)
  • Jangan lupa sarapan dulu
  • Pastikan dalam kondisi sehat lahir dan batin
  • Berdoa supaya diberi kelancaran dan keselamatan
  • Berkegiatanlah dengan hati riang gembira supaya ringan mengucap syukur dengan keindahan yang tertangkap netra
  • Bicara dan berkelakuan yang sopan
  • Terakhir jangan lupa pakai sunscreen dan sunblok kalau ngga ingin belang seperti ini

Related Post: Gunung Sibayak, Tektok Perdana

Begitulah keseruan arung jeram kemarin, salam basah… πŸ™‚

Galeri Foto

Tim kuning + skipper
Titik akhir (basecamp)
Menuju Air Terjun Bah Gula
Penonton loncat indah πŸ˜€
Princess di tim kuning πŸ˜€
Ketua (ketuaan maksudnya)
Tim kuning lagi
Rest Area (time to snack)
Peta jalur sungai Bah Bolon

33 tanggapan untuk “Arung Jeram Seru di Sungai Bah Bolon, Ada Green Canyon!

  1. Salam basah …hehehe
    Ternyata kawasan Medan sekeren ini, mungkin juga seluruh Indonesia punya titik2 seperti ini
    Termasuk Bandung, banyak titik yang digunakan untuk arung jeram

  2. Wow… Seru banget ya pengalaman arung jeramnya. Ceritanya runtut dan detail lagi, berasa ikutan deh…
    Kapan ya terakhir aku ber Arum jeram? 10 tahun yang lalu mungkin. Emang seru sih… Menguras adrenalin banget.

  3. waah arung jeram begini asli seru banget ya kak. kebersamaan dengan teman-teman yang satu team terasa solid banget ya, dan pastinya bahagiaa banget pastinya

  4. Sungai Colorado mah ekstrem banget yaa mba. Hihihi. Mungkin tantangannya lebih besar dahulu ketimbang sekarang.

    Saya pernah arung jeram di Citarik, Sukabumi sekali dan di Bali sekali. Seruuuu, meski saya sendiri gak bisa berenang. Lihat-lihat sungainya juga. Dan saya beraninya hanya 16 km paling jauh. Rute pendek aja.

    Ini dekat Medan ya sungainya. Keren. Masih alami. Ada lewat rute air terjun. Wihiiii, ngebayanginnya seru.

    1. 3 jam dari Medan, mbak. Sudah beda kota sebenernya.
      Saya ga bisa renang tapi selama pelampungnya berfungsi dengan baik ya Insyaallah tenang, ya.
      Seru bener,,,,

  5. Saya baca artikel ini pelan-pelan sembari menghayati. Rinci sekali Kak Suci. Senang saya bacanya. Apalagi buat mereka yang penasaran ingin tahu seperti apa rafting dan masih ragu untuk mengalami sendiri. Rafting nyatanya tak cuma melatih refleks tapi juga keberanian dan kerjasama. Plusnya dapat pemandangan yang berbeda.

    Jaman masih bujangan, saya sudah rafting sekitar 9 kali hahaha. Di Sukabumi dan Bali. Sensasi melewati titik-titik seru itu yang tak terlupakan. Badan terguncang dan kadang harus jatuh. Pernah di satu saat, karena saya sudah ada sertifikat rafter, saya diajak oleh salah satu operator untuk rafting di saat hujan deras. Alamak ituuuuuu. Benar-benar mencabar diri. Jarak pandang pendek, goncangan tinggi dan tentu saja bikin berdebar-debar. Kami seperahu sempat hanyut 10 meter tapi berkat pengalaman yang sudah lewat, kami bisa selamat.

    Yang pasti rafting itu seru tiada obat.

    1. Waaah Bu Annie keren sekali, sampe punya sertifikat. Pantensan sampe sekarang masih aktif ngebolang ya, bu. Masyaallaah …
      Masi bujangan udah rafting 9 kali itu berarti udah hobi dong, ya? Abis emang seru, sih. Saya kalau ada yang ngajak terus juga mau terus, hehee.
      Sehat selalu, bu…

  6. Seruuu banget kegiatan arung jeramnya. Saya udah lama mupeng pengen ikutan kayak gini, tapi sampai tuwah belom kesampaian hahaha.
    Meskipun juga mikir sih, kalau serem juga keantuk batu di sungai gitu, atau misal perahu kebalik, saya ga bisa renang hahaha

  7. Daku deh yang tanya, sejak kapan kak Suci kenal arung jeram? Alhamdulillah ya udah ada kunci jawabannya, wkwkwk.
    Ini sih selain menantang adrenalin, bikin bahagia jiwa banget dengan pemandangannya, apalagi si green canyon nya, relaksasi manis

  8. Klo menurut saya arung jeram ini olahraga menggunakan skill tinggi secara berusaha untuk tidak terbalik itu sesuatu banget ya mbak 🀩

  9. Aku lihatnya seru banget sih mbak kalau rafting gitu, udah pasti bakalan memacu adrenalin, seru, karena rame-rame gitu
    tapi sepertinya belum mau coba, huuu, pernah punya pengalaman tenggelam, jadi ga berani, heheee tim mantau aja hihii

  10. Pengalaman rafting emang seru banget ya mbakkk.. aku juga nggak terlalu bisa renang, tapi pas rafting di Songa Adventure dengan rute dan pemandangan alam yang kueren bangets, rasa was-was nya jadi auto ilang..

  11. Wah asik banget, Kak bisa seru-seruan bareng teman. Jadi makin rame dan makin menyenangkan. Apalagi ada bagian-bagian yang menantang. Btw tempatnya di dukung view-view yang eksotik. Asik lihatnya

  12. Sumpah seru banget..
    Tapi keren kak Suci.. Aku takjub waktu kak Suci bilang gak bisa berenang, tapi berani tetap mengikuti aktivitas arung jeram.

    Btw, kalau boleh tau… kuliahnya jurusan apakah?
    Soalnya sampai ada aktivitas outdoor bareng-bareng begini.. Rasanya challenging banget.

  13. Yang gabisa renang bisa ga sih kalo ikutan kaya gini… suka seru liatnya pengen nyoba tapi aku gabisa renang. Ngeri tenggelem aduhh

    1. Kalo mentalnya brani meski ga tau renang harusnya meskinya tetep bisa mbk. Selama pelampung berfungsi dengan baik dan ikuti arahan, insyaallaah aman. Seru loh, mbak hehee

Tinggalkan Balasan