jalan dan wisata · Kuliner · Review

Kopi Daong, Tempat Nongkrong Anak Bogor yang Bernuansa Alam

Kopidaong, Tempat Nongkrong Anak Bogor Bernuansa Alam – Akhir-akhir ini banyak sekali muncul kafe bernuansa alam yang berseliweran di beranda medsos. Pun saya, setiap kali ke luar kota selalu cari rekomendasi tempat nongkrong ya di medsos, terutama Instagram. Lebih gampang dicari hanya dengan menggunakan tagar.

Sepertinya kafe bernuansa alam memang sedang diminati saat ini. Mudah sekali mencari referensi bermacam-macam kafe melalui media sosial dan yang muncul kebanyakan kafe dengan nuansa alam seperti di hutan pinus, perbukitan, pinggir sungai, sawah ataupun di pegunungan.

Bermula saat tren WFH (Work From Home) yang saat ini masih berlangsung bagi beberapa jenis pekerjaan. Banyak dari pelakunya terutama pekerja digital mencari tempat kerja yang nyaman selain rumah. Terlebih saat ini sudah tak ada lagi yang namanya pembatasan sosial. Semua aktivitas sudah berjalan dengan normal seperti sedia kala. Maka muncul-lah kafe-kafe yang menyediakan working space supaya aktivitas ngafe tak lagi sekedar makan minum dan reuni. Tapi bisa jadi kantor yang nomaden.

Alamat dan Rute Menuju Kopi Daong

Beralamat di daerah Pancawati, Caringin, Bogor Jawa Barat. Dari jalan besar menuju Puncak, patokannya adalah Pasar Rakyat Ciawi di Jalan Raya Bogor-Sukabumi. Belok disitu kemudian lurus terus yang jauh sampe melewati Graha Hajah Siti Hindun terus dapet beberapa pabrik, lalu lurus lagi agak jauh dan belok ke kiri di pertigaan. Saya sempet kelewat di belokan ini, sebab ngga ada bangunan besar atau khas yang jadi patokannya. Saya cuma ingat namanya Cikereteg. Dari simpang ini ada kali sekitar 5KM jaraknya menuju Kopi Daong.

Kalau dari map, jarak keseluruhan dari Bogor ke Kopi Daong tuh sekitar 21KM. lumayan jauh ya…

Saya kesitu abis dari Puncak. Ke puncak yang macet gitu aja saya ngerasa malah lebih deket ke Puncak dari pada ke Kopi Daong ini, loh. Bawaan bosen di jalan juga kali, ya.

Konsep Kopi Daong ini mengingatkan saya pada sebuah kafe di Lembang Bandung yang ramai dikunjungi anak muda dari berbagai daerah karena kebetulan lokasinya tepat di pinggir jalan besar Lembang. Letaknya sama-sama di tengah hutan pinus.

Related Post: Santai di Warung Kopi Gunung Cikole

Kalau di Medan, mengingatkan saya pada sebuah kafe tapi di tengah-tengah kebun yang ada di daerah dataran tinggi Sumatera Utara tepatnya di daerah Tanah Karo.

Semuanya menawarkan suasana adem, tenang dan teduh.

Related Post: Dope Berastagi Restaurant yang Cozy dan Estetik

Bedanya, lokasi Kopi Daong ini bagi saya terasa lumayan jauh dari pusat kota Bogor. Entah karena baru pertama kali kesana dan ada drama kelewatan juga pada saat itu. Menuju kesini, sepertinya hanya ada satu-satunya akses berupa jalan pemukiman warga yang lumayan sempit.

Namun begitu, Ngga disangka sepanjang jalan pemukiman ini tuh banyak sekali resort, penginapan, kafe dan arena outbound. Bahkan saat menuju kesana, beberapa kali berpapasan dengan bus-bus rombongan baik itu wisatawan ataupun bus instansi. Karena penasaran, setibanya di lokasi, saya tanya ke petugas parkir, emang ada wisata apa di daerah ini sampe banyak sekali penginapan besar-besar? Tapi jawabannya ngga ada objek wisata apa-apa, tuh. Cuma mengandalkan kafe-kafe aja. Padahal kafe-kafe ini kan bisa dibilang baru berdiri. Malah Kopi Daong adalah kafe terakhir yang letaknya paling ujung dan diakhiri dengan jalan buntu (kata kang parkir). Bener juga, sepulang dari sana melewati jalan yang sama, saya sepanjang jalan saya merhatiin memang ngga menemukan objek wisata apapun disana. Kok bisa, ya?

Ayo warga Bogor, tolong bantu jawab rasa penasaran saya, nih, hehee

Kopi Daong Di Tengah Hutan Pinus

Daong diambil dari kata Daun (sesuai dengan gambarnya) merupakan bahasa Manado daerah asal pemilik Kopi Daong yang juga merupakan pemilik dari Santa Monica Grup. Salah satu usahanya adalah Santa Monica Resort yang ada di daerah Pancawati. Pantes saja ia melebarkankan sayap usaha nya dengan membuka Kopi Daong di wilayah yang sama pada 10 April 2019. Tamu di Santa Monica Resort pun mendapatkan previlage berupa akses langsung ke Daong Ecopark dan Kopi Daong.

Konsepnya outdor dan sepertinya jadi tempat nongkrong hits di Bogor. Indikatornya sih waktu saya nyari referensi yang muncul pertama kali ya Kopi Daong ini. Wisata Kopi Daong ini terletak di hutan pinus kaki Gunung Pangrango, jadi memang kita nongkrong makan dan minum ya di bawah deretan hutan pinus.

Kopi Daong ini bisa dibilang cukup luas, jadi mereka membagi menjadi tiga bagian outlet. Outlet utama khusus untuk teh dan kopi. Outlet expres dan outlet signature menyediakan cemilan dan makanan berat.

Saya datang menjelang makan siang. Jadi ngga heran jam segitu lagi rame-ramenya pengunjung. Mana cuaca lagi panas, dan duduk santai disana jadi berasa sejuk dari hembusan angin dedaunan pinus.

Selain Sebagai Tempat Makan dan Ngopi, Beberapa Faktor yang Bikin Kopi Daong Diminati dan Banyak Mendatangkan Pengunjung

Konsep yang unik dimana Kopi Daong menawarkan sensasi menikmati makanan dan ngopi dengan desain asli di tengah hutan pinus. Sama seperti saya yang kesana sengaja untuk cari tempat duduk yang tenang-tenang, yang sejuk dan teduh. Mungkin begitu juga tujuan pengunjung lainnya. Oiya alasan lain adalah mau bikin konten, hahaa. Maklum, selain karyawan korporet, saya juga seorang Mom Blogger.

Kalau kafe itu identik dengan anak muda milenial, maka ke Kopi Daong ini meski bawa anak kecil rasanya ngga akan bikin mereka jenuh. Sebab ada area playground yang letaknya tepat di tengah-tengah bangunan. Jadi aman karena masih dalam pengawasan orang tua. Hiburan untuk anak lainnya seperti berkuda dan melihat taman kelinci. Dengan begitu anak-anak bisa bermain di alam sekaligus belajar berani. Fun Learning seperti ini termasuk bagian dari Home Education yang bisa diterapkan para orang tua. Anak senang, orang tua tenang.

Selain playgorund untuk anak, ada beberapa wahana yang bisa dijadikan ajang uji nyali sekaligus spot foto instajenik. Seperti Gardu Pandang, Hutan Pinus, Skybike, Permadani Terbang dan Berkuda.

Related Post: Kebun Raya Bogor

Taman Kelinci

Tips Berkunjung Ke Kopi Daong

Dikarenakan konsepnya outdor dengan area yang luas, Kopi Daong menyediakan banyak kursi dengan berbagai model dan bermacam view. Meski begitu, kalau sedang ramai ya kita tetap akan kesulitan mencari tempat duduk yang pas. Yang lalu, saya harus mengitari hampir keseluruhan area untuk dapat tempat duduk yang sesuai. Karena pada saat itu tepat di siang hari, tentu saja cari spot yang teduh dan terhindar dari bias sinar matahari.

  • Datang di Weekday

Kalau tujuan ke Kopi Daong mau cari ketenangan, ya wajib datang di hari kerja untuk menghindari ramainya pengunjung dan tentu saja dapat tempat duduk yang paling nyaman. Kalau sedang sepi, bukan ngga mungkin kita bisa pindah-pindah tempat duduk.

  • Persiapkan Dana yang Cukup

Persoalan harga memang beda-beda ya, tergantung keadaan ekonomi seseorang. Tapi bagi saya yang bukan kalangan atas ini, harga makanan dan minuman disini terbilang agak tinggi untuk rasa yang biasa aja.

  • Hati-hati

Namanya juga konsep outdor ya memang kudu hati-hati. Berbeda dengan Warung Kopi Gunung yang menyediakan semacam jaring lebar di atas tempat duduk, gunanya untuk menampung ranting, daun, batang, buah bahkan ulat atau serangga yang berguguran supaya ngga langsung mengenai pengunjung atau jatuh di makanan. Di Kopi Daong, kita ngga menemukan itu sama sekali.

  • Perhatikan Cuaca

Secantik apapun, kalau udah hujan ya udah bubar semua, kan, hahaa. Apalagi Bogor dikenal sebagai kota hujan. Jadi supaya ngga terjadi hal yang demikian, kalau kira-kira hari mau hujan ya tunda dulu. Nunggu cuaca bersahabat baru deh, go!

  • Bawa Jaket

Terlebih anak-anak, rasanya harus deh dibawakan jaket atau minimal syal untuk menghindari dari angin secara langsung. Namanya pegunungan, udaranya pasti sejuk pisan.

Kesimpulan Pribadi untuk Kopi Daong

Lokasi yang bagi saya lumayan jauh bikin saya rada kapok datang kesana. Bagi saya cukup sekali merasakan ya sudah, untuk selanjutnya misal ke Bogor lagi, bisa cari warung kopi lainnya yang lebih dekat dan memiliki konsep yang kurang lebih sama.

Saya pesan sate ayam untuk makan siang. Potongan satenya besar-besar, gampang digigit dan dengan sambal yang lengkap plus nasi. Porsinya cukup untuk mengenyangkan perut. Tapiiiii, rasa satenya hambar di lidah saya. Harganya di atas 60K menurut saya pribadi masih bisa lebih murah dari itu.

Secangkir teh (saya lupa pesan apa, tapi sepertinya thai tea) yang hanya bisa diminum 4 tegukan seharga lebih dari 40K. Jadi kalau untuk sekedar ngopi atau ngeteh, secangkir itu sudah cukup. Tapi kalau dibarengin makanan berat, ngga cukup untuk mengalirkan makanan melewati leher, harus pesan minuman lagi.

Saya merasa bosan duduk berlama-lama disana, sebab ngga ada view lain kecuali hutan pinus. Malah cenderung ngantuk. Live music baru mulai di atas jam 1. Meski panggungnya ada di tepat di depan saya, tapi saya keburu pingin balik ke Bogor.

Fasilitas termasuk lengkap, meliputi area parkir yang luas, tempat duduk yang banyak, mushola dan toilet memadai dan pembayaran bisa cashless. Oiya sistem order kita datang ke kasir, pilih pesanan, bayar dan tinggalkan nama. Nanti nama kita akan dipanggil dan kita ambil sendiri makanannya. Jadi dengan begitu kita bebas pindah-pindah tempat duduk.

Keunggulannya, sekitar area Kopi Daong ini banyak kafe lain dan penginapan. Jadi pengunjung yang udah kadung mager mau balik Bogor (jalanan sempit, dan kurang mulus serta macet) bisa mencari penginapan disekitar Kopi Daong ini. Kalau nginep, kayanya lebih seru ke Kopi Daong di malam hari.

Sebagian penginapan dan outbound sekitar Kopi Daong
Jalan Menuju Kopi Daong
Menuju Kopi Daong

21 tanggapan untuk “Kopi Daong, Tempat Nongkrong Anak Bogor yang Bernuansa Alam

  1. Saya belum berkunjung ke kopi daong nih.
    Ngelihat jalan menuju ke sana, baiknya dijajal pakai motor saat cuaca cerah, pas nyampai sana bisa leyeh-leyeh memanjakan mata.
    Btw, boleh bawa camilan dari luar gak ya, buat tambahan ngeganjal perut, biar dompet gak jebol hehe.

  2. Ternyata bahasa Menado, semula bingung nama daong yang unik

    Hebat Mbak Suci berhasil ke kopi Daong yang jaraknya 21 km dari Bogor
    Saya mah kalo ke Bogor cuma muter2 aja sekitar kebun raya
    Keterlaluan ya?

  3. Aku sempet ke kopi daong mbak, buat kopinya dan nongki di sini enak. Tapi pas beli menu nasi plus soto Betawi, ya ampun masih beras mentah bgt 😅 hilang selera makan. Tapi untuk tempatnya kereen bgt.

  4. Duh sayang banget ya Kak Suci. Memang sih lokasi hutan pinus tuh lebih ke pelosok untuk mendapatkan view yang sempurna. Tapi jika akses/jalannya sempit begitu, kita jadi segan untuk kesana. Apalagi untuk daerah sering hujan seperti Bogor. Jalanan pastinya lebih licin dengan jarak pandang yang lebih minim.

    Sayang ya kalau makanannya kurang di kualitas rasa. Padahal kita sudah datang jauh-jauh. Meskipun banyak tempat yang istagenic, kualitas kulinernya seharusnya juga dipertimbangkan.

  5. Suasananya menyenangkan ya Mba, konsepnya juga ‘ngopi di hutan’ kayak kita beneran diajak menikmati back to nature ^^. Temaptnya pun terlihat bersih, satenya juga terlihat enak…

  6. Seruu banget tempat ngopinya mba. Bisa makan sambil ngopi juga di sana ya. Kalau di Batang juga ada kedai kopi yang masuk ke hutan pinus. Harus lewatin jalan berkelok2 buat sampe ke sana. Apalagi kalo udah sore, makin berkabut deh. Jadi nggak bisa sampe malem banget.

  7. hutan pinus identik dengan dataran tinggi yaa
    Sekilas tadi baca kopi doang, jadi saya pikir punya-nya Dik Doank, hehehe

    Buat yang butuh ketenangan kayaknya lumayan cocok yaa cuman yaa itu jaraknya yang lumayan jauh jadi butuh persiapan lebih untuk mau ke sana

  8. Ah ternyata pemikiranku tepat nih jadi tipsnya kak Suci buat datang ke sana pas weekday. Kebayang deh ramenya kalau weekend, soalnya memang asik banget ya lokasinya sambil menikmati kopi daong ini

  9. Iyaya, suasana Kopi Daong Bogor mirip banget sama cafe yang ada di daerah Cikole Lembang. Memang kalo sambatan masalah harga ini berasa banget sebagai Ibu yaa..
    Hehhe, tapi sekali-dua kali dalam sebulan, masih wajar ya..
    Apalagi dapet view yang gak pernah ditemui kalau back to real laif.
    Huhu..

  10. Wiih. Seneng pasti ya bisa kerja di Kopi Daong ini. Karena memang WFH saat pandemi tuh mempengaruhi ritme kerjaku deh.

    Aku juga mulai suka kerja di cafe gitu kalau lagi bosan di rumah.

  11. Asyik ya suasananya di Kopi Daong ini, nyeruput kopi di bawah pohon pinus. Bisa sambil menikmati camilan ataupun makan besar.

    Waduh nggak ada jaring di atasnya ya, jadi memang hati-hati nih, terutama kalau pas ada angin agak kenceng, takut ada yang jatuh di atas piring

    1. Wah asik banget yah nongkrong minum kopi di tengah hutan Pinus, pemandangan nya juga asri, sebagai pecinta kopi yang tiap hari wajib minum kopi, wajib coba nih kesana, saat weekdays yah kak? Sip deh ajak suami nanti. Thanks kak sharing nya

  12. Wah sayang ya dengan tempat sebagus ini, view cantik dan angin cepoi cepoi harusnya diimbangi dengan makanan yang enak, minuman yang enak, sehingga worth it dengan harganya

  13. Melihat foto2 di atas sangat senang dan jadi pengen mampir kesitu, sekedar hilangkan penat sambil nyeruput kopi bersama teman2 atau orang terkasih. Sejuk pastiny ada pohon pinus di situ..

Tinggalkan Balasan