jalan dan wisata · Masjid Cantik

Masjid Atta’awun Puncak Bogor, Sederhana Namun Bersahaja

Masjid Atta’awun Puncak Bogor – Selain dingin, penyewaan vila, kebun teh dan parahlayang, apa hal lain yang terlintas dalam benak kalau dengar kata Puncak Bogor? Yup, Masjid Atta’awun. Tempat ibadah umat muslim ini juga merupakan salah satu ikon terkenal dari daerah beriklim sejuk ini. Masjid dengan desain cantik tersebut dibangun tahun 1997 melalui swadaya masyarakat. Bernama Atta’awun yang berasal dari bahasa Arab artinya gotong royong.

Ini kunjungan saya yang kedua kalinya di Puncak Bogor, tapi kali pertama menginjakkan kaki di Masjid Atta’awun. Saya kesini memang sengaja memasukkan masjid ini ke dalam agenda supaya ngga jadi penyesalan lagi ketika sudah kembali ke Medan karena sudah jauh-jauh ke Puncak tapi ngga singgah, kan.

Kalau sedang berada di kota Hujan, rasanya belum lengkap kalau ngga sekalian berkunjung ke Puncaknya (tergantung waktu juga tentunya). Selain sebagai penyuplai udara segar dan bersih yang dibutuhkan bagi penduduk kota, pemandangan disini juga juara. Ada pegunungan juga hamparan kebun teh yang luas. Meski warga Jakarta terutama Jawa Barat udah bolak balik kesini bahkan udah hapal, jangan bosan baca review saya ya, hehee.

Kalau lewat jalan raya puncak, kalau saya ngga salah ingat, tepat di sebuah tanjakan (sepanjang jalan kayanya semua nanjak, ya, hahaa), Masjid ini sudah terlihat kubahnya dari kejauhan. Sebagai seorang muslim, Masjid memang sudah biasa dijadikan referensi untuk wisata reliji. Terlebih letaknya di kawasan wisata yang ramai pengunjung.

Setelah memarkirkan kendaraan, kemudian berusaha dengan sopan menolak tawaran dari penjual makanan yang mengerumuni, kemudian duduk pada salah satu anak tangga untuk melepas alas kaki, meletakkannya pada tempat penitipan dan mulai menaiki puluhan anak tangga menuju bangunan masjid. Sebelum berkeliling, sejenak berdiri menatap kejauhan dan memandang sekitar sepuasnya. Sesekali merekam aksi parahlayang yang terbang bergantian tampak indah di angkasa dengan parasutnya yang berwarna-warni. Malah saya sempetin blog walking ke website rekan blogger yang juga seorang praktisi read aloud sebagai bahan tulisan saya berikutnya.

Dari mulai anak tangga sampai keseluruhan bagian luar masjid, lantainya terbuat dari batu-batu alam kecil yang tidak dicor halus. Sebagian orang akan merasakan sakit kalau berada di atasnya, termasuk saya yang harus sedikit berjinjit selama berjalan 😀

Berdirinya Masjid Atta’awun

Membaca dari situs resmi kemenag.go.id, Masjid ini awalnya hanyalah sebuah masjid kecil sederhana bernama Masjid Al Muttaqin, yang pada saat itu diperuntukkan bagi karyawan perkebunan. Namun, masyarakat sekitar juga ikut memanfaatkannya sebagai tempat beribadah sehingga masjid ini sering tak mampu menampung seluruh jamaah. Melihat ini, PTPN berinisiatif menghibahkannya untuk kepentingan bersama.

Adalah Gubernur Jabar pada masa itu bernama HR Nuriana pernah suatu kali melaksanakan solat jumat di masjid ini namun tak mendapatkan tempat. Setelah itu Ia mencetuskan ide untuk membangun masjid ini menjadi lebih besar dan layak. Sumber dana dikumpulkan dari sumbangsih seluruh masyarakat se-Jawa Barat yang setiap kepala keluarga dikutip sebesar 100rupiah. Dengan dana 65 miliar yang terkumpul, maka berdirilah masjid lebih besar dan layak kemudian namanya diganti dari Al Muttataqin menjadi Atta’awun. Masyaallah, pemimpin dan seluruh masyarakat sudah beramal jariyah…

Kini, masjid ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat muslim. Tapi sudah menjadi destinasi wisata religi. Selain untuk solat fardu, pengunjung memanfaatkannya untuk solat sunnah atau sekedar beristirahat dan menikmati pemandangan alam dari bangunan yang memang ada di ketinggian ini. Bahkan seperti ada rasa wajib singgah setiap perjalanan melewati masjid ini. Saya merasa bukan karena kemegahan atau mewahnya, tapi justru karena sederhanaanya yang membuatnya terlihat bersahaja dan memberikan rasa tenang bagi siapapun yang berkunjung.

Daya Tarik Masjid Atta’awun

Sudah jadi rahasia umum, menuju kawasan puncak ini butuh perjuangan. Kami saat itu dari Bogor sekitar jam 7:30 pagi dan sudah merasa berangkat paling pagi, tapi ternyata tetep juga terjebak macet. Beberapa kali harus mengalah untuk mendahulukan iring-iringan kendaraan relawan gempa Cianjur yang lalu lalang tiada henti. Semoga Cianjur kuat dan segera pulih, Aamiin…

Masjid dengan latar belakang hamparan kebun teh ini, berada di ketinggian sekitar 2.000 Mdpl tentu saja punya keunggulan. Kita bisa leluasa memandang kejauhan secara utuh, menatap gunung dan perbukitan, menghirup udara bersih dan jauh dari hingar bingar kendaraan. Pantas saja, pengunjung tak melewatkan masjid ini sebagai tempat persinggahan. Sebab rasa lelah, pinggang pegel karena macet terbayarkan saat berada di kawasan Masjid Atta’awun. Sungguh ini fakta yang dirasakan sendiri dan tiada berlebihan. Setidaknya ada 5 hal yang menjadi daya tarik pada sebuah Masjid Atta’awun yang saya rasakan

Related Post: Megahnya Masjid Istiqlal Jakarta

Suasana Tenang

Apa sih yang dicari wisatawan saat berkunjung ke suatu tempat wisata yang jauh dari perkotaan, khususnya daerah dingin dan tinggi? Biasanya adalah mencari ketenangan dan udara bersih. Tapi harus pinter-pinter juga mencari spot yang tepat. Salah-salah malah terdampar di area padat dan riuh. Alih-alih menghilangkan penat, yang ada malah semaput.

Lain hal bila berada di kawasan Masjid Atta’awun. Selain lokasinya yang terisolir dari keramaian karena berada di ketinggian, memungkinkan pengunjung sejenak lepas dari hiruk pikuk keramaian jalan raya dan terhindar dari kemacetan akut. Beristirahat sejenak mampu memulihkan kembali fokus berkendara dan mengembalikan mood yang berantakan karena lelah. Beribadah pun tentu saja lebih khusyuk.

Sederhana dan Cantik

Bagi saya masjid ini masih jauh dari kata mewah apalagi megah. Pengalaman saya masuk masjid paling megah ya Istiqlal di Jakarta dan masjid megah lainnya seperti Baiturrahman Aceh, Masjid Raya Medan dan Masjid Az-zikra milik Alm Ust Arifin Ilham di Sentul.

Atta’awun menawarkan kesederhanaan yang hanya dapat dirasakan oleh batin. Berada disini merasa betah dan ingin berlama-lama. Desain interior yang cantik pada ruang 2 lantai dengan dinding bercat putih sampai pada langit-langit berbentuk kubah yang tinggi. Di tengahnya tergantung sebuah lampu hias yang kokoh dan cantik. Pada sisi kanan dan kiri sebagian besar berdinding kaca bening yang lebar berpadu dengan lantai kayu berwarna coklat tua dan mihrab kayu jati berhias kaligrafi dengan warna senada. Pintunya didesain bercorak warna-warni yang bikin penampilan menjadi semakin estetik. Hanya ada dua pilar penyangga yang bikin ruangan terlihat lega. Lantai kayu ini sangat membantu jamaah supaya ngga kedinginan saat beribadah.

Desain bagian luar pun tak kalah indah. Masjid ini dikepung taman bunga yang ditanam di semacam blok-blok kecil dimana dindingnya yang tidak begitu tinggi bisa untuk tempat duduk. Ada saluran air yang panjang namun dangkal yang mengelilingi sebagian bangunan masjid. Saya bilang mirip parit sebab bentuknya memang mirip sebuah parit yang sebagian berlantai keramik dan sebagian besar berlantai batu alam begitu juga dengan dindingnya. Airnya malah lebih jernih dari kolam sebab senantiasa dibersihkan.

Banyak yang suka dengan spot parit ini. Sebagian anak-anak malah asyik bermain air sampai bajunya basah. Kaya main di air hangat aja, padahal itu air dinginnya bukan main. Namanya anak-anak kalau ketemu kubangan air langsung bayangin kolam renang dan malah jadi ide bermain ya, hahaa. Tapi selama tetap jaga tertib dan bersih ya ngga masalah. Kasian sama petugas yang bolak balik ngepel lantai. Meski ngga marah tapi kita kudu pengertian.

Kalau mau menuju gedung masjid, memang harus melewati parit ini. Mau ngga mau kaki harus nyemplung karena terlalu lebar untuk dilompati. Mungkin tujuannya memang untuk pencuci kaki jamaah sebelum memasuki area suci. Pada bagian samping malah ada sebuah sungai kecil yang cantik beserta air terjun yang mengalir tenang. Disebelah kantin, terdapat juga sebuah kolam ikan. Kolam ikan lainnya juga ada diantara taman-taman bagian depan dan di bawah anak tangga menuju ruang solat perempuan. Fix masjid cantik ini selain untuk beribadah juga bisa untuk spot foto, hehee

Related Post: Wisata Reliji di Masjid Az-Zikra Sentul

Pemandangan yang Indah

Berada di ketinggian membuat jarak pandang dari sini serasa tiada batas. Salah satu keunggulan tempat ibadah yang berada jauh di pinggir kota adalah suasana tenang dan pemandangan yang luar biasa memanjakan mata. Sayang saya disana bukan pada saat waktunya sunset apalagi sunrise.

Bangunan masjid yang berada di tanah dengan kontur perbukitan ini, pada bagian depannya dibuat taman dengan lantai rumput yang mengikuti kontur tanahnya, berliuk-liuk. Pada bagian belakang mesjid masih ada bukit lain yang sebagian sisinya dibuat bebatuan alam layaknya tebing.

Dari masjid, saya puas memandang puncak yang terkenal ini sambil menonton aksi paralayang yang tiada hentinya beratraksi. Ada rasa ingin mencoba uji nyali dengan terbang berparasut itu. Sayang, waktu yang sempit terlebih kurangnya informasi mengurungkan niat. Sementara berpuas diri mengabadikannya dalam video ponsel.

Banyak Penjual Makanan

Berkunjung ke area sejuk itu bikin perut rawan lapar. Tapi di area masjid ini kita ngga perlu takut kelaparan sebab banyak penjual makanan. Dari area parkir, berjejer warung-warung makanan dari mulai makanan berat sampai ringan seperti jagung bakar. Selain di warung, penjaja makanan juga banyak berkumpul di area penitipan alas kaki. Sebagian besar mereka menjual aneka cemilan seperti mochi, cakwe, gemblong, gorengan, buah stroberi sampe minyak kusuk dll. Bahkan di area sepanjang anak tangga ada rumah makan khas sunda dengan bangunan paling besar diantara warung lainnya. Pada bagian belakang masjid dekat sungai juga terdapat sebuah kantin.

Masjid yang fungsinya sebagai tempat beribadah juga bisa mendukung usaha masyarakat dengan menyediakan lapak untuk berdagang dan mempersilahkan penjaja makanan untuk berdagang di area parkir.

Fasilitas Pendukung yang Lengkap

Selain tempat beribadah yang nyaman, masjid ini punya fasilitas pendukung namun penting keberadaannya. Masjid Atta’awun menyediakan fasilitas lainnya diantaranya:

  • Tempat solat terpisah, perempuan di lantai 2 dan laki-laki di lantai 1
  • Tempat wudhu yang luas dan terpisah antara laki-laki dan perempuan
  • Toilet yang bersih dan memadai
  • Kantor sekretariat dan perpustakaan
  • Toko Seovenir dan alat solat
  • Area parkir yang luas dan aman karena menggunakan parkir mesin
  • Tersedia penitipan alas kaki
  • Tersedia juga tempat penitipan barang

Keseluruhan fasilitas di area komplek mesjid ini gratis, kecuali parkir. Tapi ada beberapa box untuk kotak infak yang diletakkan di beberapa tempat seperti di tangga dan di depan penitipan alas kaki. Ngga ada salahnya menyisihkan rejeki untuk kemakmuran tempat ibadah. Masjid ini jadi salah satu yang akan kembali saya singgahi apabila sewaktu-waktu berkesempatan mengunjungi Puncak dan mencoba paralayang tentu saja. Insyaallah…

Related Post: Setengah Hatiku Kutitipkan di Bogor 

12 tanggapan untuk “Masjid Atta’awun Puncak Bogor, Sederhana Namun Bersahaja

  1. Bangunan masjid At Taawun ini sederhana, namun tetap nampak megah ya.
    Masuk masjid tuh di tempat biasa aja, kalau bagi saya rasanya udah adem dan bikin tenang, apalagi ini masjidnya di kawasan puncak. Bagusnya lagi sekitarnya juga asri banget lingkungannya kompleksnya, jadi ke sini memang nggak cuma untuk sholat ya, tapi menikmati suasana juga

  2. Mbaaaa, aku berasa adem.sangaattt lihat poto2 dan baca postingannyaa

    Duh kebayang itu segerrrrr panorama cem gt

    Plus denger gemericik air.
    Healing at its best 😁😂

  3. MashaAllah. Ternyata secantik ini ya Masjid Attaawun. Saya belum pernah masuk ke masjid ini Kak Suci. Padahal selalu dilewati setiap datang dan pergi dari/ke rumah saya di Cipanas. Seringkali alasannya adalah susah mencari parkir atau macet. Alhamdulillah jadi bisa lihat keindahan dalam dan luarnya dari artikel ini.

  4. Daku pas ke sana tengah malam sama kakak² sepupu 😄 ternyata kalau pas pagi suasananya segar juga ya. Bisa sekaligus menikmati pemandangan dan olahraga juga jadinya

  5. setuju, cantik bangettttt
    kok saya belum pernah ke sini ya?
    hahhaha komplen pertanda iri hati
    Iri karena Mbak Suci dari Medan udah ke sini, sedang saya udah bolak balik Bandung – Jakarta kok gak nyempetin ke sini

    Khasanah budaya dari bangunan masjid di Indonesia emang kaya banget ya?
    Mau mulai ah, hunting dan menulis tentang masjid di Indonesia

  6. Dingiiiiiiiiiiin, ya kan mba, kalau berada di masjid ini. Yes, butuh perjuangan banget kalau mau ke Puncak. Kalau udah sampai Atta’awun udah mulai sedikit lega karena destinasi tujuan sudah di depan mata. Hahaha. Mau ke Taman Safari? Mau lanjut ke Lembang atau Bandung? Lanjutttt.

    Suka banget view foto air terjun bertingkat di sungai kecil di sana. Sangat asri.

  7. Adem bener ya, kak..
    Suasana masjid itu memang selain menenangkan juga menjadi asy-syifa bagi yang hatinya tertaut dengan masjid ya…

    Semoga At-Ta’awun Puncak Bogor senantiasa menjadi Masjid yang merangkul masyarakatnya serta memberikan manfaat di tengah-tengah penduduk dan pendatang yang ingin beribadah.

  8. Pengen banget main jauh hingga ke puncak Bogor ini menikmati pemandangannya. Lalu istirahat dan sholat zuhur di Masjid Atta’awun. Masyallah. Ngebayanginnya aja aku udah seneng banget. Moga nanti diberi rezki lebih biar bisa main agak jauhan dikit. Hehe

  9. Sampai juga di Atta’awun😊. Alhamdulilah. Kalau lama2 duduk di dalam, biasanya saya ketiduran,teh…Wkwkwkw. pelor.
    Enak kalau habis dari Atta’awun cari mie rebus dan kopi hangat….hmmh

Tinggalkan Balasan