jalan dan wisata

Berkemah di Paropo, Tepian Danau Toba

Berkemah di Paropo – Ini pertama kali saya merasakan berkemah kembali sejak 20 tahun terakhir. Pernah dulu semasa SMA, tapi ya udah lupa bagaimana rasanya. Dan pada saat itu masa-masa orientasi siswa dan jadi suruhan senior-senior, ya apa serunya?

Ajakan berkemah ini langsung saya setujui karena memang saya suka berkegiatan di alam. Meski belum pernah kesana, tapi nama Paropo sudah sering saya dengar dan lihat di medsos. Sebuah desa di Kecamatan Silalahisabungan Kabupaten Dairi berbatasan dengan Kabupaten Karo. Desa ini lebih dikenal dengan sebutan 1000 tenda Paropo. Kalau kita cek tagar 1000 tenda, yang paling banyak muncul adalah Paropo. Malah banyak yang menyebut Paropo ini sebagai Ranu Kumbolo-nya Sumatera Utara.

Related Post: Gunung Sibayak

Area perkemahan ini berada di sisi perairan Danau Toba. FYI: Sebanyak 8 Kabupaten di Sumatera Utara yang mengelilingi Danau Toba. Jadi masing-masing kabupaten punya desa yang bersisian dengan perairan Danau Toba. Siapa sih yang ngga tahu Danau Toba? Atau ada yang belum pernah dengar Danau terbesar ke-2 di Asia ini? Sungguh terlalu…

Jarak Medan Paropo sekitar 120KM atau kurang lebih 4 jam berkendara. Dengan kontur jalan berliku-liku dan naik turun, dibutuhkan kendaraan yang prima dan tentu saja rider yang fit. Saya baru pertama kali motoran dengan jarak begitu jauh dengan medan yang menantang. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar sehat selamat sampai tujuan dan pulang kembali ke rumah dengan selamat meski dihadang hujan badai dan banjir sepanjang jalan.

Pemandangan sepanjang jalan menuju Paropo

1000 Tenda Paropo, Silalahi

Secara geografis, Paropo dan Silalahi berada di kaki perbukitan Tongging yang terkenal dengan air terjun Sipiso-piso. Awalnya wisatawan hanya berkunjung sampai batas Tongging. Sebab pada saat itu desa Paropo belum terdengar gaungnya. Padahal kedua tempat ini hanya berjarak kurang lebih 15 menit.

Air Terjun Sipiso-piso

Seiring berjalannya waktu, tahun 2017 Rumah Karya Indonesia (RKI) bekerjasama dengan PLN Peduli, Jendela Danau Toba dan Geopark Danau Toba mengadakan event wisata bertajuk Silalahi Arts Festival (SAFE) yang diadakan di Paropo, Silalahi. Selain pergelaran seni budaya, event ini juga dimeriahkan dengan aksi 1.000 tenda disepanjang garis pantai Paropo. Event kemah bareng ini berlanjut sampai saat ini dan diadakan rutin secara berkala. Sekarang Paropo sudah berhasil membranding dirinya sebagai lokasi berkemah.

Paropo Silalahi

Pemandangan Spektakuler

Tidak berlebihan rasanya kalau mengklaim bahwa panorama keindahan alam Danau Toba dan sekitarnya itu luar biasa indah dan membuat decak kagum bagi siapapun yang memandangnya. Saya, penduduk asli Sumatera Utara yang sudah berulang kali melewati Danau Toba masih menyimpan kekaguman sendiri saat memandang pada pesona Danau yang menyimpan banyak misteri ini.

Perjalanan menuju ke Desa Paropo dituntut harus fokus berkendara karena melewati jalanan berliku dengan banyak tanjakan dan turunan serta tikungan yang tajam. Tapi, memang begitulah kebanyakan akses untuk mendapatkan sebuah tempat yang indah-indah. Harus dilalui dulu dengan susah payah serta aral melintang.

Begitu juga dengan rombongan kami saat itu. Setelah melewati setengah perjalanan, kami masih harus menghadapi derasnya hujan dan jalanan yang licin. Kabut menyelimuti seluruh perbukitan dan permukaan danau sehingga menutupi keindahannya. Beruntung, hujan turun tak berlangsung lama. Kami tiba di Paropo pukul 5 sore setelah beberapa kali berhenti untuk sekedar beristirahat.

Sepanjang jalan, suguhan dari alam akan memanjakan mata. Hamparan perbukitan yang beberapa waktu lalu sempat habis terbakar kini mulai kembali tumbuh, kebun-kebun sayuran nan subur dan hijau, air-air terjun kecil dan luasnya danau menjadi satu kesatuan yang keindahannya tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Kami harus berhenti di satu titik untuk mengabadikannya dalam kamera. Adik saya yang berada diboncengan bahkan merekamnya hampir sepanjang perjalanan. Saking semuanya dibuang sayang.

Begitu juga di area perkemahan. Desa ini seolah berada di tengah pelukan bukit-bukit yang menjulang tinggi. Ada 3 bukit kecil yang berada tak jauh dari lokasi tenda. Ketiga bukit ini tempat pengunjung bersantai, melepas lelah, menyerap sejuknya udara desa dan memanjakan mata dengan pesona alam. Satu bukit menjorok ke dalam air sehingga terlihat seperti sebuah pulau kecil. Menuju kesini harus sedikit menyeberangi air setinggi lutut orang dewasa. Kalau sedang surut, pada area genangan air ini juga sebenarnya bisa dijadikan tempat berkemah.

Saya selalu membiasakan diri mengunjungi terlebih dahulu suatu tempat tanpa anak-anak. Saya hanya akan memastikan apakah lokasinya ramah anak, bikin anak gembira atau malah sebaliknya. Kalau kira-kira ngga cocok ya saya ngga akan bawa serta mereka. Sebaliknya kalau cocok suatu saat pasti saya rencanakan anak-anak berpetualang bareng saya. Oiya saya biasanya baca disini untuk mengetahui tips membawa anak liburan atau piknik bareng.

Paropo Silalahi
Paropo Silalahi
Paropo Silalahi

Pertunjukan Matahari Terbit

Meski tak bisa menyaksikan senja karena tertutup kabut, saya tak kehilangan asa untuk mengejar terbitnya matahari keesokan paginya. Berharap esok hari cuaca cerah.

Semesta mendukung, lepas subuh kami beranjak ke sebuah bukit kecil yang berada tak jauh dari tenda. Pagi yang dingin tentu saja membuat hampir seluruh penghuni masih terlelap dalam sleeping bag nya masing-masing.

Benar saja, saat itu kami berdua orang pertama yang tiba di bukit. Tak menunggu lama, adik saya mengambil lokasi terbaik untuk merekam prosesi naiknya matahari melalui hp yang terpasang pada sebuah tripod. Sambil menahan dinginnya hembusan angin, kami duduk menatap luasnya perairan Danau Toba yang tenang dan menonton sang surya yang perlahan-lahan naik menampakkan dirinya. Di sisi yang lain, mulai jelas penampakan ratusan tenda warna warni yang terpacang di bibir pantai. Kami seperti melihat lukisan paling indah diantara lukisan yang pernah ada.

Rasanya ini pertunjukan matahari terbit paling elok yang pernah saya saksikan setelah beberapa tahun lalu menyaksikan fenomena alam berupa senja di Pantai Kuta Bali.

Sunrise Paropo
Sunrise Paropo

Kegiatan Seru di Paropo

Selain berkemah dan menikmati keindahan alamnya, di Paropo kita bisa melakukan kegiatan menarik lainnya, seperti:

Paropo Silalahi
Memancing Ikan

Perairan Danau Toba terkenal dengan hasil kebun dan buahnya yang berkualitas baik. Selain hasil pertanian, tentu saja ikan-ikan yang berada di dalam danau bisa dimanfaatkan penduduk untuk kebutuhan makan sehari-hari. Dengan catatan tidak boleh memancing ikan dengan cara yang salah. Begitu juga dengan pengunjung yang bebas memancing disekitaran tepi danau. Tentu saja ini kegiatan seru bagi yang suka memancing. Ikan Pora-pora dan mujair paling banyak dihasilkan dari Danau Toba.

Berburu Foto

Penyuka fotografi pasti suka sekali berada disini. Banyak sekali spot foto alami yang bisa diabadikan. Apalagi kalau sudah waktunya senja dan fajar, sudah pasti rela bangun lebih awal supaya tidak melewatkan kesempatan menyaksikan peristiwa alam ini. Perbukitan, perairan, perkebunan menjadi latar belakang foto yang super cantik pastinya.

Naik Perahu

Suka tantangan? Boleh juga untuk menyewa perahu karet berkapasitas 5 orang dan berkeliling Danau Toba dengan santai. Tapi harus punya nyali yang kuat, karena Danau Toba kedalamannya tak bisa ditebak. Bahkan di bibir pantainya saja ada beberapa titik yang punya kedalaman lumayan tinggi dan sepanjang bibir pantai itu kedalamannya berbeda-beda. Tapi, semua penumpang dilengkapi life jacket, kok.

Berenang

Renang adalah kegiatan paling awam dilakukan disini. Tapi harus hati-hati sebab selain kedalamannya berbeda-beda, pijakan yang kebanyakan batu itu dasarnya licin sekali. Oiya airnya juga sejuk, sebab itu kondisi badan juga harus bisa menyesuaikan dengan dinginnya air. Untuk anak-anak disediakan kolam kecil jadi lebih aman.

Bakar Ikan

Selain hasil memancing, disepanjang perairan Paropo banyak penduduk yang membudidayakan ikan dan menjualnya. Kalau mau bawa dari rumah juga boleh banget. Disepanjang bibir pantai banyak dijadikan tempat untuk bakar ikan / ayam / jagung dll untuk disantap di malam hari sambil memandang kerlip bintang atau lampu-lampu rumah penduduk yang memantul di permukaan air jadi pemandangan indah di malam hari.

Api Unggun

Api unggun adalah satu kegiatan yang umum dilakukan peserta camping. Selain untuk menghangatkan badan, juga bisa sekaligus untuk media bakar makanan. Biasanya sambil berkumpul disekitar api unggun, mereka bernyanyi bersama diiringi gitar. Hanya saja sebagai sesama peserta, harus menghargai peserta lain yang butuh istirahat jadi jangan sampai membuat kebisingan sampai larut malam.

Paropo Silalahi
Senja Paropo

Fasilitas di Paropo

Semenjak jadi kawasan Camping Ground, Desa Paropo kini ramai dikunjungi pelancong. Sekarang bukan lagi tujuannya hanya berkemah, tapi sudah meluas jadi berwisata. Banyak dari mereka yang melakukan perjalanan lanjutan setelah dari kawasan Tongging. Sebab itu seiring bertambahnya jumlah pengunjung, warga setempat pun ikut merasakan dampaknya. Diantaranya menyediakan dan menyewakan fasilitas yang dibutuhkan pengunjung antara lain:

  • Sewa tenda dan sewa penginapan
  • Warung makanan dan kebutuhan dasar lainnya
  • Penyewaan lapak
  • Penyewaan perahu
  • Toilet
  • Lahan parkir
  • Musolah sederhana
  • Sewa tempat cas gadget

Tips Berkunjung ke Paropo

  • Bawa baju hangat atau apapun yang bisa menghindarkan dari udara dingin baik sewaktu tidur maupun bersantai
  • Bawa sandal untuk bersantai
  • Pakai sunscreen / sunblock
  • Gunakan kendaraan yang sehat sebab jalanannya penuh tantangan
  • Berkendara dengan fokus dan tetap berhati-hati
  • Jangan bakar api unggun terlalu dekat dengan tenda
  • Saling menghargai pengunjung lain, sebab saat itu sudah larut malam pun masih ada pengunjung yang main gitar atau tertawa-tawa dengan suara yang keras
  • Jangan buang sampah sembarangan apalagi disekitar danau dan hutan
  • Saat berada di alam bebas, berbicara yang sopan dan bertingkah laku sewajarnya

Related Post: TWA Sibolangit

Sedikit kesimpulan atau kesan pertama mengunjungi Paropo adalah kurangnya esensi atau sudah tidak terlihat natural seperti awal mula desa ini muncul ke permukaan. Sebab, selain tenda, sudah banyak pondok-pondok berdiri justru di tepi danau itu sendiri. Jadi sudah ngga spesifik lagi fungsinya sebagai kawasan berkemah. Kalau saya sih lebih baik dipisahkan saja antara kawasan kemah dengan kawasan wisata umum. Demikian…

Paropo Silalahi
Paropo Silalahi
Paropo Silalahi
Paropo Silalahi
Paropo Silalahi
Paropo Silalahi
Paropo Silalahi
Paropo Silalahi

39 tanggapan untuk “Berkemah di Paropo, Tepian Danau Toba

  1. Melihat jepretan air terjunnya dari angle seperti itu daku kepikirannya tadi malah Ngarai Sianok hehe, pas baca deskripsi di bawahnya eh salah hihi.
    Daku juga udah lama ini gak camping, malah terakhir waktu jaman SMP hix

  2. kerennnnn……duh kapan ya bisa kesini?
    beruntung banget berteman dengan Mbak Suci
    jadi serasa ikut jalan-jalan, dan menengok Silalahi Arts Festival ^^

  3. Masha Allah, cantik banget pemandangannya, bikin mupeng ihhh, wishlist saya banget nih bisa berkemah, apalagi bareng anak-anak, sekalian mengajarkan mereka tentang kehidupan di alam.
    Keren banget Paropo ini, apalagi memang di tepian danau Toba ya

  4. Indah banget ya kak alam di Toba. Aku pengen banget juga ke Danau Toba.
    Dulu pernah riset untuk Danau Toba, tapi belum sempat mengunjungi lokasinya. Semoga next bisa kesana ya kak, sambil keliling Indonesia…

      1. Aku belum pernah ke ranu kumbolo apalagi ke pulau komodo, 😭

        Tapi kalau kata orang ini mirip ranu kumbolo ya anggap aja lagi disana yaa, dan semoga beneran bisa kesana

  5. Sempat nonton video tempat yang lagi perjalanan ke Silalahi ini malam hari, pas anginnya gede banget. Pas lihat lagi suasana paginya, ternyata indah banget, viewnya keren. Apalagi lihat catatan perjalanan Mbak Suci ini, jadi pengen menikmati bertenda di sana bareng keluarga

  6. Dari dulu pengen ke Danau Toba ih belum kesampaian sampai sekarang. Semoga nanti bisa ke sana dan kemah di paropo silalahi dan liatin air terjun sipiso-piso yang indah banget

  7. Dari dulu pengen ke Danau Toba ih belum kesampaian sampai sekarang. Semoga nanti bisa ke sana dan kemah di paropo silalahi dan liatin air terjun sipiso-piso yang indah banget

  8. Seriuusss…
    Kok bayangan aku mengenai Danau Toba menjadi sangat jauh yaa..dari masa kecilku?
    **aku dulu pernah tinggal di Pangkalan Brandan dan berlibur ke Danau Toba.

    Kini lebih banyak hal yang bisa dilakukan bersama alam, salah satunya camping di Paropo. Kalau masalah kebersihan pasca berkemah, gimana kak Suci?

    1. Udah lama ngga ke Toba ya mbk,Lendy…
      Oiya soal kebersihan sekitar pekarangan sih bagis, krna yang punya kaan warga sekitar. Tapi kalo sekitar danau ya teteep aa keliatan bungkus popmi, atau air mineral yang ngapung 🙁

  9. Hmmm berkemah di Paropo bersama keluarga bisa juga nih dicoba, soalnya jauh dikit doang dari Medankan.Pasti disitu healing banget!

  10. Huhuhu .. camping. Mupeng bgt, udh LM gak camping,terakhir nyoba tahun kemaren lepas pandemi. Liat2 fotonya bikin halu deh. Suasananya enak bgt, berasa ikut jln2 k sana.

  11. Rekomended banget ya Mba kalau ke Danau Toba mending berkemah di Paropo Silalahi. Bisa menyaksikan view sekitar yang indah, Liat cantiknya sunrise. Naik perahu juga kayanya asyik ya.

  12. Kak, saya cuma sampai Sipiso-Piso saja..itupun ga turun ke bawah karena lagi hamil. Lain kesempatan juga keliling/roadtrip Danau Toba, jadi selama 4 hari muterin sekian kabupaten yang ada, singgah di beberapa tempat untuk menginap. Sayang tahun 2000-an belum canggih HPnya jadi kenangan banyak yang enggak tersimpan..
    Paropo cantik sekaliii semoga lain waktu ada kesempatan camping di sini

    1. Klo bole jujur sipiso2 dulu dan sekarang jauh lebih nyaman yang dulu, kak …
      Sekarang krodit ntah mana parkiran ntah mana titik kumpul haduuuh mana pungli menyebar.

      Rindu sipiso2 yang dulu…

      Smoga bisa kesini lagi, ya kak…

Tinggalkan Balasan