jalan dan wisata · Review

Bukit Vipassana, Hotel Nyaman Berfasilitas Lengkap Dengan Harga Terjangkau di Lembang

Ini adalah kali kedua saya menginap disini. Yang pertama datang saat jam 12 siang, ternyata waktu check-in itu jam 2 siang. 2 jam menunggu sukses bikin saya tertidur pulas di salah satu sofa di lobi. Kesempatan kedua, saya tiba dijam 4 sore, ngga pakai nunggu lagi sudah bisa langsung check in dan masuk kamar. Kenapa bisa sampe dua kali? Karena terjangkau, sudah pernah merasakan nyaman, lokasi strategis dan males untuk cari-cari hotel lain.

Lobi Luas dan Nyaman

Saya masuk melalui sebuah pintu kaca, satu-satunya akses pintas yang menghubungkan parkiran indor dan lobi. Luas, sejuk, dan nyaman adalah rasa yang langsung datang saat memasuki area ini. Area sebesar ini hanya diisi beberapa sofa dan meja disetiap sudutnya saja, sehingga menyisakan ruang kosong di tengahnya. Berlangit-langit tinggi, berlantai marmer mewah mengkilap berwarna cerah, dan seluruhnya berdinding kaca membuat ruang ini terasa sangat lega dan terang. Sebuah lampu hias sederhana tapi terlihat mewah tergantung anggun di tengah-tengah ruangan. Dari lobi kita bisa melihat langsung bagian teras lantai 2 yang kalau saya tebak dijadikan ruang makan atau restoran karna terdapat banyak meja dan kursi makan disana. Namun sayang sekali selama pandemi belum difungsikan sampe terakhir saya datang kesini.

Masih di area lobi, depan akses pintas parkiran tadi, di sisi kiri terdapat toilet yang letaknya persis di belakang ruang recepcionist. Di depannya ada semacam lounge yang kosong dan beberapa kelompok meja dan kursi di depan barnya. Sepertinya lounge ini juga pernah berfungsi pada masanya.

Pemandangan yang berbeda kalau kita masuk dari pintu utama. Bentuk kotak dari ruang ini membuat kita bisa lebih luas dan leluasa memandang keseluruhan area lobi. Ruang penerima tamu yang sedikit menyempil langsung bisa terlihat saat kita masuk dari pintu utama. Beda kalau masuk dari area parkir, kita harus sedikit mencari keberadaan ruangan itu.

Kalau dibandingkan dengan hotal lain, lobi milik Vipassana ini memang masih kalah mewah atau cantik. Tapi menangnya area luas dan lapang serta sofa empuk itu memberikan rasa nyaman yang terkadang sulit didapatkan. Sofa yang diberi jarak jauh dan ukurannya yang lumayan lebar memberikan area privasi meski dsitu sedang banyak-banyaknya tamu. Tidak banyak ornamen atau pernak pernik tersusun disini. Jadi yang bawa anak kecil, mereka bisa leluasa bermain bahkan lari-larian di tengah-tengah lobi tanpa takut merusak furniture hotel. Teriak pun, suara akan menggema karena tingginya langit-langit. Jadi ngga bikin bising, gitu.

Related Post: Gunung Tangkuban Perahu dari Moscato Hotel

Kamar Dengan Sebuah Balkon

Saya menempati kamar superior di lantai 5. Meski sudah memesan dari aplikasi, tapi kamar ini sengaja saya minta khusus melalui whatsup. Yang lalu kamar saya di lantai 3. Kali ini untuk pengalaman berbeda, minta dipaling ujung dan agak lebih tinggi 2 lantai. Alhamdulillah, selama di luar peak season, kamar yang kita minta selalu tersedia. Meski fasilitas kamar standar pada umumnya, masih ada balkon yang bikin kamar-kamar disini lebih istimewa. Sekilas kalau kita lihat gedungnya dari luar, hotel ini mirip rusun. Kalau lagi banyak tamu, itu balkon bakalan jadi tempat jemuran. Dan memang bener, saya sendiri jemur handuk disitu, hihi. Dan kalau berdiri di balkon, kita bisa saling tegur sapa ke sesama tamu karena jaraknya ngga begitu jauh. Seperti pertama kali nginep disitu, paginya rata-rata tamu sarapan bersama di balkon dan saling bertegur sapa. Jadi kaya bukan lagi di hotel, kan? Tapi dikesempatan kedua, setiap pagi selalu hujan, sih. Jadi ngga banyak menghabiskan waktu di balkon.

Hotel ini termasuk dalam jajaran hotel senior. Karena dari ciri-cirinya terdapat banyak tipe kamar dan jumlahnya juga tidak sedikit, area yang luas dan warna-warna pastel serta adanya wallpaper di setiap kamar. Meski beberapa titik sudah terlihat terkelupas tapi ngga ada pengaruh yang berarti. Beda dengan hotel-hotel baru yang setiap ruangan dan furniturenya lebih minimalis.

Related Post: View Jembatan Pasupati dari Lantai 5 Hotel California

Memasuki kamar, langsung bertemu dangan ruang kamar mandi sebelah kiri dan lemari berpintu kaca cermin di sebelah kanan. Ada jemuran handuk dari besi disediakan disetiap kamar.

Area shower dibatasi dengan ruang kaca berbentuk kotak, seperti aquarium. Minusnya kalau kita buka kran dengan volume yang besar, semprotannya justru ke arah dinding kaca. Tapi kalau kita kurangi, airnya terlalu kecil. Dan, dikesempatan ini air panasnya ngga berfungsi. Jadi bikin males mandi. Mana dingin, kan? Ngga kepikir komplen, sih hari itu. Eh dihari kedua ternyata bisa berfungsi setelah kita laporin. Oiya, kran airnya ngga ada yang kran biasa itu, jadi susah mau ambil air wudhu.

Area wastafel juga lega dengan tersedianya ruangan yang cukup untuk meletakkan barang-barang keperluan mandi. Selain itu di bawah juga ada lemari yang tentu sangat banyak fungsinya. Ada cermin besar memenuhi dinding di belakangnya. Hair dryer juga tersedia, meski angin dan panasnya kurang tapi cukup membantu untuk perempuan berhijab. Dua sikat gigi, odol kecil, shower cap dan juga wadah plastik disatukan dalam sebuah kotak kertas kecil. Tak lupa dilengkapi dengan dua buah handuk mandi berwarna coklat dan handuk keset dengan warna senada.

Beralih ke area kamar tidur, adansebuah lemari cukup besar yang mampu menampung seluruh barang-barang. Pintu sledingnya dilapisi cermin jadi bisa untuk ngaca seluruh badan. Ketel listrik, dua buah cangkir dan peralatan ngeteh dan ngopi diletakkan di samping lemari pada sebuah meja yang salah satu sudutnya berdinding cermin. Sayangnya mereka lupa naroh sendok. Ngaduk teh pake apa coba? Pake sikat gigi, hahaa. Pun keesokan harinya, saat membersihkan kamar mungkin masih luput dari perhatian. Sendok masih absen di minibar.

Dua air mineral berukuran kecil bagi saya masih sangat kurang. Jadi tetap bawa 2 botol lagi ukuran 600ml sebagai tambahan.

Sebuah TV flat tergantung di dinding. Dibawahnya ada meja kecil tanpa kaki namun panjangnya sampe terhubung ke meja rias / kerja di sudut depan. Sebuah fan diletakkan di atasnya. Yup, di kamar ini ngga disediakan AC. Tapi udara sudah cukup sejuk bahkan terasa sampe ke dalam ruangan kamar. Queen bed yang bersih dan kasur yang empuk jadi tempat istirahat yang nyaman di sini. Hanya terdapat sebuah nakas di salah satu sisi kasur. Sementara sisi yang lain dibiarkan kosong. Oiya dinding sisi luar seluruhnya dari kaca. Jadi bisa leluasa memandang area luar meski dari dalam kamar.

Beranjak ke area pavorit. Kamar ini menghadap ke area depan, pada pemandangan perbukitan, beberapa sudut gunung, taman bermain anak dan kolam ikan yang cukup luas di bagian bawah. Makanya saya suka berlama-lama di area balkon. Apalagi kalau pagi pas matahari sedang bersinar. Bisa sarapan di sini sekaligus berjemur. Atau sebaliknya pada saat senja, menikmati fase matahari bergulir berganti sinar rembulan dan lampu-lampu jalan.

Sarapan Diantar ke Kamar

Selama pandemi, pihak hotel menutup area restoran. Jadi untuk sarapan mereka antar satu persatu ke setiap kamar. Rasanya malah cukup merepotkan, sih. Sampai terakhir saya kesana pun sarapan masih tetap diantar ke kamar, padahal aturan masa pandemi sudah mulai longgar. Tapi yang pasti mereka punya alasan sendiri, ya. Lebih hemat barangkali.

Menu nasi goreng nampaknya jadi andalan meraka. Dengan tambahan lauk ayam goreng, tumisan dan kerupuk sebagai pelengkapnya. Teh hangat dan air jeruk sebagai minumannya serta semangka sebagai pencuci mulut. Karna dihidangkan dalam kondisi hangat, jadi enak aja ketika masuk dalam perut. Ngga ada kekurangan yang berarti. Begitu juga keesokan harinya masih dengan menu yang sama.

Untuk menjamin kebersihan dan keutuhan makanan dalam perjalanan dari dapur ke kamar, mereka membungkus semua makanan dan minuman dengan plastik krat.

Fasilitas Hotel

Selain menyediakan 7 tipe kamar, diantaranya Presidential Suite Room, Standard Room, Superior Room, Suite Room, Deluxe Room, Executive Deluxe Room, dan Executive Suite Room dengan masing-masing punya view yang berbeda-beda. Bukit Vipassana juga punya fasilitas pelengkap yang bisa membuat tamu semakin betah menginap disini.

Meeting and Convention Room

Ruangan ini ada dilantai 2 yang mampu menampung sebanyak 600 orang. Cukup luas , ya.

Wifi

Saya jarang pakai wifi umum. Selain memang jarang buka internet saat dalam perjalanan juga menghindari kejahatan cyber yang bisa diakses melalui wifi umum. Jadi ngga tau kecepatan wifi di fasilitas umum itu seperti apa. Tapi saya yakin wifi sangat membantu tamu dan ini merupakan fasilitas standar yang harus disediakan oleh sebuah hotel berbintang.

Kolam Renang

Letak kolam renangnya terpisah dengan bangunan utama. Berjarak sekitar 50 meter dari parkiran indor. Areanya tertutup dengan dikelilingi pagar yang cukup tinggi. Jadi sedikit saran, ada baiknya kalau mau renang, selain pakaian renang bawa sekalian pakaian ganti. Disini juga sudah disediakan ruang bilas kok. Tapi yang berani renang di sini yang punya nyali dengan dingin. Ngga ada kolam air hangatnya juga.

Taman Bermain Anak

Taman bermain ini letaknya agak ke atas, di tengah perbukitan. Aksesnya berupa jalanan setapak yang dibuat setengah melingkar dan sedikit meliuk dengan tujuan supaya ngga terlalu terjal mendakinya. Bole juga kita pakai sebagai joging track loh. Ada macem-macem bangunan kecil yang menyerupai berbagai jenis buah dan karakter seperti labu, stroberi dll. Untuk bisa masuk kesini, diberlakukan HTM sebesar 20K. Selain itu juga ada juga wisata petik stroberi dengan harga 45k/250gram.

Saya ngga kelilingin semua, tapi kalau lihat dari lantai 5 kamar, dekat dengan kolam ini ada beberapa bangunan terpisah mirip vila dan masih ada perkebunan yang panjang lagi ke belakang. Kalau saya baca websitenya, ada fasilitas outbound, berkuda dan berkebun juga disini.

Tapi kalau dirasa mager untuk keliling area hote yang sangat luas it, cukup duduk-duduk santai di gazebu kecil yang dibangun di depan parkiran indor dan menghadap ke danau ikan yang luas. Saking luasnya bisa berperahu juga loh disini.

Area Parkir

Selain indor, mereka punya pekarangan luas yang mampu menampung banyak kendaraan. Seperti akhir tahun 2021 lalu. Siang waktu saya chek in, saya pikir tamunya sedikit kerena parkir indor yang kecil aja hanya terisi beberapa kendaraan. Eh, malemnya tau-tau parkiran penuh sampe ke ujung gerbang utama. Malah ada bus juga.

Rooftop

Memang di sini ngga ada semacam taman atau tempat dudukan. Tapi kalau mau dapat pemandangan kota Lembang secara utuh atau view gunung atau mungkin nunggu matahari terbit, boleh juga mengunjungi rooftopnya yang berada dilantai paling atas. Oiya sebelah kamar saya di lantai 5 juga ada rooftop.

Ruang Karaoke dan Layanan Spa

Berhubung lokasi ini masih harus berkendara ke pusat kota Lembang. Kalau gabut tapi mager mau keluar boleh juga mencari hiburan dengan bernyanyi-nyanyi ria di sini. Dan ngga perlu keluar hotel juga untuk dapat layanan pijit-pijit. Seru, ya…

Mini Market dan ATM Center

Jangan khawatir kalau kehabisan cemilan atau minuman. Karena tepat di depan hotel persis di sebelah pintu masuk ada mini market yang cukup lengkap menyediakan kebutuhan sehari-hari. Harganya juga terbilang sedikit lebih murah dibandingkan dengan minimarket yang tersebar di sepanjang jalan. Tapi ATMnya ngga berfungsi lagi saat terakhir saya kesana.

Alamat Hotel

Kampung Legok atau sebutan yang paling awam adalah Bukit Vipassana ini beralamat di Jl. Kolonel Masturi no. 99 Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kesimpulan

Hotel ini letaknya cukup strategis. Ke Alun-alun atau pusat kota Lembang cuma 10 menit berkendara. Ke Lembang Park and Zoo hanya 5 menit. Deket banget, kan? Ke Floating Market hanya 15 menit. Ke Cikole 30 menit dan ke Tangkuban Perahu 40 menitan, tambah 5 menit lagi udah sampe ke Ciater. Jadi masih terbilang dekat dan berada di tengah-tengah lokasi wisata yang terkenal. Bisa semuanya didatengin, loh.

Selain itu dengan fasilitas yang udah cukup lengkap ngga bikin kita bingung mau ngapain. Banyak kegiatan yang bisa kita lakukan di sini. Jadi cocok untuk staycation bersama anak-anak.

Related Post: Pengalaman Menginap di Hotel Verse Jakarta

Meski bukan termasuk hotel baru, dengan bangunan lama tersebut, semuanya terlihat masih terawat dan dalam kondisi baik. Ngga nampak ada ruang yang terbengkalai. Yang paling penting, saya ngga merasakan kesan horor sama sekali baik siang apalagi malam. Biasanya di lorong menuju kamar ada aja rasa aneh, tapi di sini saya baik-baik saja. Pencahayaannya juga bagus.

Oiya, kamar superior yang saya inapi itu berada di rate >300K dan <400K. Rasanya ngga berlebihan kalau saya kasih review yang bagus untuk hotel ini. Meski ada beberapa kekurangan tapi ngga begitu berarti dan ngga sampe merusak penilaian buruk.

30 tanggapan untuk “Bukit Vipassana, Hotel Nyaman Berfasilitas Lengkap Dengan Harga Terjangkau di Lembang

  1. Kalau lihat hotel bagus begituan suka ngiler…..Aku takut nginep di hotel begituan, teh….Takut ga jadi jalan2, kasurnya terlalu empuk masalahnya….Hahaha. #mengelakpelit.

  2. Ya ampuunn, kok ya pas banget aku udah ada wacana trip ke Lembang, tapi masih blum tau mau nginep di lembang bagian mana

    wahh, aku simpen nih, siapa tau bisa jadi opsi nginep utk kluargaaa
    makasii yaaa

  3. Kalau sudah bicara Lembang, Duh… suasana sejuk dan asri nya dapet banget. Cocok untuk refreshing… Apalagi stay di hotel Vipassana yang nyaman dan bersih. Lengkap sudah kenyamanan liburan kita… Cuss ah, aku save nama hotelnya.

  4. Iya mba kalau hotel di lembang itu kebanyakan luas luas gitu. Cuma aku belum pernah nginep di hotel yang pernah mba coba ini. Aku seneng kalau jalan jalan harga hotelnya terjangkau apalagi kalau di sekitaran hotelnya banyak atau deket ama tempat wisata yang lain. Jadi lengkap

    1. Tapi kalau lagi musim hujan malah bosen kalau dipaksa di dalem kamar terus. Lagi2 faktor cuaca menentukan bisa atau nggaknya menikmati balkon hehee

  5. Terlihat sekali ya kak, hotel Bukit Vipassana Lembang ini bersih sekali ya, fasilitasnya oke dan pelayanannya juga oke, bahkan enaknya makan pagi diantar itu bukti service yang bagus. Mudah2n pas saya dan keluarga ke Lembang bisa menapaki kaki di hotel ini. aamiin. Makasih rekomendasinya.

  6. Mbak Suci keren banget kalo bikin tulisan review

    hotel bukit vipassana, jadi ‘sesuatu’

    saya jadi belajar untuk bisa ngikutin jejaknya

    di file saya numpuk kisah traveling yang belum saya tulis karena gak bisa selancar Mbak Suci

    1. Duuh, terimakasih ambu…ini aja ngerasa blm ada apa2nya loh. ngerasa blm enak dibaca hehee
      Ambu jg setiap tulisannya enak banget dibaca ❤️

      Makin insecure kalo baca tulisan mbk Annie Nugraha….
      suka terinspirasi klo habis baca review beliau. keren banget….

  7. Kalau ada balkonnya gitu, bikin seneng jadinya.
    Karena untuk melihat pemandangan luar jadi makin mudah.
    Dan memang bagus ya dapat view-nya. Pantesan kak Suci senang menginap di sana

  8. Kamar dengan teras tuh selalu jadi favorit suami. Apalagi kalau ada sofa dan meja kecil. Bakalan betah sarapan, ngopi, ngemil dan ngobrol. Apalagi kan udara Lembang cenderung sejuk ya.

Tinggalkan Balasan