Review · Sponsor Post

Stockbit, Investasi Aman dan Terpercaya

Dulu, kalau dengar kata investasi, yang terbayang oleh saya adalah kepemilikan rumah, tanah dan barang-barang berharga yang nilainya semakin lama semakin naik. Padahal rumah pun kalau peruntukannya sebagai tempat tinggal dan hanya satu-satunya, masih belum bisa dikategorikan sebagai investasi.

Kalau dengar kata saham? Ya, saya berpikir saham itu hanya untuk orang-orang yang berduit banyak. Pengusaha, pejabat atau konglomerat. Kegiatan yang ngga ada kejelasannya alias untung-untungan. Makanya terlihat bagi orang-orang kaya itu, meskipun kalah, mereka ngga akan rugi-rugi amat.

Dalam dua tahun terakhir, sudah ada lebih dari 5 kali ajakan bermain saham baik dari rekan ataupun kerabat. Semuanya saya tolak. Jawaban saya adalah “ngga punya duit”. Padahal, ya karena memang ngga punya duit, haha. Pengetahuan yang minim tentang saham dan tidak ada rasa ingin tau atau belajar saham bikin saya skeptis memandangnya. Terlebih lagi baru-baru ini berita perihal crazy rich yang akhirnya harus masuk bui gara-gara judi yang berkedok trading. Semakin tak ingin saya mengenal saham, investasi, trading dkk.

Tapi, ajakan untuk belajar saham dari kawan-kawan komunitas Bloger Medan, rasanya menggelitik hati untuk ikut berpartisipasi. Penasaran, kenapa sih pada rame-rame mau berinvestasi? Kenapa pada pingin beli saham? Semenarik apa sih saham itu? Karena banyak yang ikut serta, apa salahnya saya ambil bagian, kan? Setidaknya tau sedikit tentang apa itu investasi apa itu saham. Ternyata dengan modal 100ribuan kita udah bisa jadi investor, loh…

Belajar saham bersama Blogger Medan X Stockbit

Perbedaan Saham dan Trading

Saham

Saham bisa diartikan dengan bukti kepemilikan suatu perusahaan yang merupakan klaim atas penghasilan perusahaan. Sederhananya, ketika kita membeli satu saham pada satu perusahaan, maka secara otomatis kita jadi salah satu pemiliknya yang mendapatkan pembagian hasil sesuai dengan perhitungan banyaknya saham yang kita punya. Baik untung maupun rugi.

Lalu Investasi Saham maksudnya kepemilikan / tanam modal dengan membeli beberapa saham di perusahaan yang sudah terdaftar di BEI. Pemilik investasi lalu disebut sebagai Investor. Investor tidak melulu akan mendapatkan manfaat. Itu sebabnya sebelum memutuskan membeli saham, perlu untuk mengetahui informasi perusahaan incaran. Yang paling penting adalah track record laporan keuangan dari tahun ke tahun. Laba ruginya, asetnya, hutangnya dll.

Trading

Secara umum, trading adalah jualan / berdagang. Aktifitas pertukaran barang dengan uang. Pelakunya disebut Trader. Namun, trading dalam hal ini merujuk pada aktifitas keuangan yang maknanya pembelian dan penjualan sekuritas (transaksi melalui efek).

Trading Saham sendiri umumnya berlangsung dalam jangka waktu yang pendek. Karena trader berprinsip membeli dan menjual langsung ketika sahamnya ada pada angka yang sudah diinginkan. Makanya, seorang trader itu lebih aktif memantau perkembangan harga setiap saat dan rajin mencari rumusan tentang prediksi harga dimasa mendatang dibandingkan investor yang cenderung pasif dalam menunggu hasil.

NoPerbedaanInvestorTrader
1TujuanMendapatkan keuntungan dari Capital Gain dan Dividen sesuai dengan kinerja perusahaanMendapatkan keuntungan berupa Capital Gain dari gerakan naik dan turunnya saham yang berulang
2StrategiAnalisanya macro economy, industri, analisis, finansial dan laporanIndicator (MACD), Target price, Stop Loss/cut loss
3Jangka waktuJangka panjang (life time)Jangka pendek (harian-bulanan)

Keduanya berprinsip sama-sama bertujuan mendapatkan manfaat dari apa yang telah ditanamnya. Pilihan ada di tangan kita. Jadi Investor atau Trader?

Alasan Harus Investasi

1. Inflasi

Nilai mata uang yang cenderung turun, berbanding terbalik dengan nilai harga barang yang justru cenderung naik terus menerus. Hal ini mengakibatkan daya beli ikut menurun. Sederhananya, Uang sebesar 50ribu yang kita belanjakan untuk membeli sejumlah barang dimasa kini belum tentu bisa membeli barang dengan jumlah yang sama di masa depan.


2. Human life cycle

Atau gaya hidup yang berubah mengikuti perkembangan masa. Kalau dulu kehidupan dijalankan lebih sederhana. Belum ada ponsel pintar, belum ada tren ngopi-ngopi, belum ada staycation dan kehedonan lainnya. Biasanya, sifat dasar manusia akan mengikuti pendapatannya. Singkatnya, banyak uang, kebutuhan dan gaya hidup juga meningkat.


3. Financial freedom

Sebagian besar bermimpi untuk bisa pensiun dini. Menikmati pemasukan pasif tanpa harus bekerja menggunakan tenaga dan menghabiskan waktu 8-5 setiap harinya.

Bagaimana Cara Membeli Saham?

Semakin ke sini, ternyata tren investasi semakin ramai diminati. Tak disangka bahwasanya untuk bisa jadi investor saham bukanlah hanya bagi orang-orang berduit saja. Kamu, kalian, kita bahkan bisa jadi seorang pemilik saham.

Lalu kalau mau beli saham, bagaimana caranya?

Yang paling utama adalah siapkan dana untuk membeli saham sekaligus membayar fee untuk broker / sekuritasnya. Selanjutnya melakukan riset pada perusahaan mana dana itu akan kita tanamkan dengan tetap memperhatikan sepak terjang dan “kesehatan” perusahaan lalu sesuaikan dengan banyaknya dana yang kita punya. Hitung dengan cermat berapa harga saham yang kita inginkan, lalu berapa fee untuk broker sehingga dapatlah berapa saham yang mampu kita beli dengan dana yang sudah kita punya. Yang terakhir dan terpenting adalah mencari perusahaan efek /sekuritas yang terpercaya.

Berapa Harga Saham?

Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah menetapkan satuan resmi dalam transaksi jual beli saham dalam bentuk LOT. Merujuk pada aturan baru per Januari 2004, untuk 1 LOT setara dengan 100 lembar saham dan setiap investor diwajibkan membeli saham minimal 1 LOT. Harga saham setiap perusahaan itu berbeda-beda. Menggunakan acuan harga satuan resmi tersebut, kita hanya tinggal menghitungnya dengan cara mengalikan harga saham per lembar dengan slot tambah fee sekuritas dan PPH .

Satu kalimat sakti dalam dunia saham adalah “High Risk High Return”. Semakin berani dengan resikonya maka akan semakin tinggi pula manfaat yang akan kita dapatkan. Itu sebabnya, memilih sekuritas yang kredibilitasnya sudah diakui adalah hal sangat penting. Tujuannya agar kita bisa banyak dapat insight dalam mengelola saham dan memperkecil resiko.

Stockbit, Wadah Berinvestasi yang Aman

Aplikasi Stockbit

Stockbit adalah one-stop platform investasi saham. Berdiri tahun 2013 oleh Wellson Lo Dan Johny Susanto, merupakan platform yang bukan hanya mewadahi calon investor untuk melakukan transaksi jual beli saham, tetapi juga menyediakan sarana untuk review dan menganalisis saham. Sehingga calon investor dan investor dapat terbantu dalam mengambil keputusan.

Cara Mendaftar di Stockbit

  • Pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi Stockbit yang sudah terdownload di ponsel
  • Masuk ke menu portofolio lalu klik daftar
  • Masukkan no hp lalu email dengan benar kemudian tunggu email verifikasinya.
  • Masukkan data diri lengkap plus foto KTP
  • Isi data rekening untuk pencairan dana dst
  • Apabila sudah sampai pada tahap pernyataan persetujuan, centang kalau kita setuju lalu klik tahap selanjutnya
  • Tanda tangan di spesimen online
  • Terakhir adalah pembuatan PIN

Langkah pendaftaran telah selesai, kemudian aktivasi akun akan diprose dalam 24 jam.

Menu Pendukung Pada Aplikasi Stockbit

Stockbit bukan hanya berisi fitur canggih yang bisa dipergunakan untuk mereka yang sudah mahir, namun juga membantu untuk para pemula. Apalagi berkah dari kemajuan teknologi digital saat ini, proses jual beli saham sudah sangat gampang, cukup lewat ponsel dan tidak perlu pergi ke kantor broker sekuritas lagi

Berikut fitur yang ada pada aplikasi Stockbit

Stream – Fitur yang berperan sebagai media sosialnya Stockbit. Layaknya medsos, disini bisa posting, mengikuti dan meninggalkan komentar serta berinteraksi dengan pengguna lainnya. Tapi dihimbau untuk berhati-hati karena bisa terpengaruh dengan mindset dan analisa orang lain yang bisa membuyarkan keyakinan kita.

Report – Membantu memantau informasi penting atau fakta yang disajikan sesuai jenis dan kategorinya

Financial – Membantu mencari dan menganalisa data keuangan perusahaan berbentuk rasio, grafik, dalam beberapa periode dengan cepat dan akurat.

Chart – Fitur yang membantu memantau harga saham berbentuk grafik-grafik

Screener – Filter terbaik untuk memilih saham-saham yang sesuai dengan gaya dan kriteria kita.

Live Support – Satu kelebihan dari Stockbit adalah bisa melakukan chat langsung dengan team support melalui aplikasi chat dengan respon yang lumayan cepat.

Bandar Detector – Fitur yang bisa digunakan kalau mau cek big money in dan out dalam satu emiten. Sederhananya memantau arah uang.

Banyak ya, fiturnya. Sayangnya untuk bisa menggunakan itu semua, ngga gratis. hehe

Berikut daftar harganya:

Kenapa Aman investasi Bersama Stockbit?

  1. Stockbit sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK dengan nomor izin KEP-132/PM/1992 serta telah bergabung menjadi anggota BEI (Bursa Efek Indonesia dan KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia). Artinya aplikasi ini legal dan terpercaya
  2. Dana dan saham disimpan pada Rekening Dana Nasabah (RDN) dan KSEI. Dengan demikian kepemilikan harta pasa investor terdaf terjaga keamanannya. RDN terdaftar atas nama sendiri sehingga tidak bisa disalahgunakan oleh orang lain.
  3. Stockbit punya teknologi smart login yang dilengkapi dengan biometrik sidik jari danwajah. Dengan begitu, akses masuk ke akun akan jauh lebih aman. Setiap aktivitas jual beli saham serta akses data pribadi juga membutuhkan konfirmasi kode PIN
  4. Biaya transaksi yang rendah yaitu 0.1 – 0.2% fee jual dan beli.

Penutup

Ternyata belajar saham itu ngga sesulit yang saya bayangkan. Intinya, pemahaman dan cara pandangnya diperbaiki dulu. Investasi saham bukan hanya untuk orang kaya dan ngga sehoror berita-berita masa kini. Makanya perlu sedikit belajar setidaknya paham bedanya investasi saham atau investasi trading yang legal atau yang bodong. Yang benar -benar investasi atau malah judi. Bisa-bisa hilang rich-nya tinggal crazy-nya, kan….

Satu nasehat, nih dari Stockbit. Supaya investasi bisa berjalan dengan lancar, gunakan modal di luar dari kebutuhan sehari-hari. Jangan pakai uang “panas” baik itu dari hutang atau menggunakan dana penting lainnya. Karena untuk mengembalikan modal dan mendapatkan manfaat, membutuhkan waktu dan proses. Jadi berinvestasilah dengan bijak dan hati-hati. Tapi begitupun jangan tersendat oleh rasa takut, ya. Kalau paham ilmunya, mudah-mudahan investasinya akan selalu aman dan bermanfaat.

14 tanggapan untuk “Stockbit, Investasi Aman dan Terpercaya

  1. Ramai ya gara-gara kasus trading abal-abal itu. Kita harus belajar deh tentang investasi, harus tahu apa itu saham dan pernak-perniknya. Jujur, saya belum berani sih kalau saham. Masih cari aman aja…

  2. beberapa kali lihat iklan Stockbit di media sosial

    saya coba pelajari dan ternyata aman

    karena penting banget kita berinvestasi namun investasi yang aman

  3. Setuju dengan pesan dari Stockbit, tidak memakai uang untuk kebutuhan sehari-hari apalagi uang ‘panas’..bahaya nantinya
    Saya juga masih maju mundur mau investasi , meski pahami dulu, dan bijak serta berhati-hati pastinya dalam berinvestasi

  4. FINANCIAL FREEDOM. Yep. Satu alasan yang paling tepat untuk investasi. Mumpung masih di usia produktif, berinvestasi bijak, halal, nyaman dan aman, menurut saya penting banget untuk usia pensiun. Kita jadi tidak bergantung pada orang lain terutama anak-anak.

  5. Investasi itu lebih ke jangka panjang ya, ketimbang trading.
    Bener sih, balik lagi pada kebutuhan, untuk yang seperti apa, yang penting paham pengelolaannya

  6. aku baru 2 tahunan ini nih mulai berani investasi di pasar uang, sebelumnya mana berani. paling gak suka soalnya nyimpen uang eh rugi. hahaha. padahal kan yang namanya investasi itu jangka panjang ya..

  7. Jadi melek investasi nih, tau beda nya trading dan saham. Intinya yg penting aman sih ya, pinter2 milih aja..jd ada gambaran utk milih investasi jangka panjang ..

Tinggalkan Balasan