jalan dan wisata · Review

Gunung Tangkuban Perahu dari Moscato Hotel

Kunjungan ke-3 di Bandung kali ini, saya nyari lagi penginapan di daerah Lembang tapi yang belum terlalu jauh juga dari kota Bandung. Pertimbangannya ya biar deket aja kalo mau jalan sekitar Lembang sekaligus kalo pingin ke Bandung. Dan kalian tau? ternyata hotel tempat saya tidur kali ini hanya selemparan batu dari tempat wisata hits Bandung. Great Asia Afrika dan Farmhouse Lembang. Saya nyadarnya waktu makan disebuah warung bambu dan jembatan penyebrangan antara kedua objek wisata itu terlihat dari warung bambu. Ini beneran ngga sengaja dan bagi saya rejeki banget dapat hotel cantik dekat sama lokasi wisata.

Mengunjungi Bandung 2 kali dalam setahun bikin saya ngga kapok. Bagi saya, Bandung tuh menyenangkan. Bandung mampu bikin wisatawan jauh macam saya pingin balik dan balik terus kesana. Salim sama orang Bandung… πŸ™‚

Sore itu selepas kunjungan dari Paris Van Java Mall yang super luas dan susah cari makanan lokal itu, padahal tujuan utama kesana mau makan siang, saya bergegas menuju hotel di daerah Lembang. Sebentar kemudian sampe pada sebuah bangunan yang ngga terlalu megah berlantai 4 dengan sebagian besar balkon depan tertutup pohonan hias merambat.

Memasuki pelataran, saya disambut sekuriti yang ramah nian mengarahkan tempat parkiran. Pelataran hotel itu sekaligus juga difungsikan sebagai tempat parkiran. Hotel yang ngga terlalu luas ini terlihat sangat sepi karena hanya ada 2 mobil terparkir di depan. Karna sempet trauma atas hotel sebelumnya, saya sempet pesimis juga. Tapi, hotel ini reviewnya bagus, sih.

Melangkah menuju lobi, saya mulai dapat kesan pertama. Lobi yang ngga terlalu luas namun bersih dan rapih. Hawa sejuk menyeruak keseluruh area lobi. Ruang resepsionis sangat kecil menyempil di sudut kanan. Sebuah meja bundar diletakkan tepat di tengah-tengah lorong terbuka menuju lobi. Sebuah botol hand sanitizer ada disana. Seorang petugas resepsionis perempuan muda menyapa saya dengan senyum ramahnya. Sejenak seluruh ruangan jadi terasa sepi hanya dengan 2 orang petugas. Pandemi sangat memberi dampak menyedihkan pada berbagai sektor. Saya yakin hotel ini salah satunya.

Lima menit kemudian, saya sudah pegang kartu akses dan langsung menuju lantai 2. Lift, lorong, lantai dan dinding hotel nampak bersih secara keseluruhan. Begitu pintu terbuka, wangi ruangan deluxe ini memanjakan hidung menandakan kamar ini baru saja dibersihkan. Lagi-lagi hawa sejuk langsung merasuk, padahal belum juga AC dinyalakan. Saya letakkan ransel disebelah TV tanpa menyentuh dan menengok apapun yang lain untuk kemudian membuka pintu yang mengarahkan ke balkon dan membuka gorden lebar-lebar. Senengnyaaa dapat kamar berbalkon dengan view perkebunan dan Gunung Tangkuban Perahu (GTP) di kejauhan. Sayang sekali lagi-lagi saya lupa foto bagian dalam kamar. Kebiasaan yang menyebalkan, hahaha

Saya sudahi aktifitas menatap kebun, untuk kemudian melaksanakan solat ashar. Memasuki toilet yang tersedia lengkap toiletrisnya bikin lega, ya. Yang paling penting ada shower cap dan gulungan tisu yang masih tebal. Selesai dengan aktifitas ibadah sore, saya kemudian buru-buru mencari swalayan demi sebuah popmi sebab selama pandemi hotel ini meniadakan sarapan dan menutup restoran. Selain memang popmi adalah makanan wajib tersedia di kamar untuk jaga-jaga saat perut lapar tengah malam. Menjelang magrib saya urung berwudhu karna tamu bulanan akhirnya datang, sayapun istirahat dengan merebahkan diri di kasur yang bersih, menyalakan TV kemudian tertidur sampe pagi.

Kamar Sederhana

Meskipun sederhana dan ngga jauh beda dengan kamar hotel pada umumnya, Moscato menawarkan kenyamanan untuk tamunya. Kelengkapan amenities menjadi hal penting demi kepuasan tamu. Oiya satu lagi, keramahan dan aksi cepat tanggap petugas jadi poin paling penting meraup review positif yang banyak. Semuanya saya dapatkan disini.

Keberadaan kasur yang luas dengan sepasang nakas di kanan dan kiri. Tersedia ruang kosong diantara kasur dan pintu baklon sehingga sangat cukup leluasa untuk solat. Lemari dengan banyak ruang bikin kamar ngga sumpek dengan barang-barang diruang kamar meski minim meja.

AC yang berfungsi dengan baik, WIFI dengan jaringan cukup kencang, air hangat dari wastafel dan shower mengalir dengan lancar dari kran. Flush toilet juga deras dengan ketersediaan tisu yang mencukupi sehingga ngga harus bolak balik telpon petugas demi minta ini itu.

Duduk Santai di Kolam

Saat saya menuju parkiran hendak cari popmi, tatapan saya tertuju pada taman hotel karena ada penampakan kolam disana. Saya berniat nyari sunset disitu, tapi popmi harus diselamatkan terlebih dulu sebelum malam menjelang.

Meski bukan kolam renang, tapi keberadaannya cukup membantu bikin tamu semakin betah. Duduk santai pagi atau sore menyenangkan sekali. Menuju kolam, melewati lobi adalah jalan satu-satunya saat itu. Akses lain melalui kafe outfor sebelah luar terlihat ditutup. Sambil masih membawa plastik bertuliskan minimarket logo merah biru itu saya berbelok ke kiri melewati area ruang tunggu dengan deretan sofa coklat yang terlihat masih sangat baru dan restoran indor yang ada di sebelah kanan untuk kemudian melewati pintu kaca menuju taman dan kolam.

Di taman ini ada restoran outdor juga dengan beberapa meja dan kursi makan di bawah tenda payung bulat. Kolam panjang itu dihias dengan beberapa patung kodok tambah suguhan view kebun-kebun dan GTP semakin mempercantik panoramanya. Saya duduk di sebuah kursi ayun dibuat dari anyaman rotan yang ada di ruang duduk samping kolam. Disebuah ruang terbuka itu disediakan beberapa set kursi dan dua kursi ayun. Antara area santai itu dengan kolam renang dibatasi dengan sebuah partisi terbuka unik terbuat dari rangkaian kayu dan besi yang disusun asal tapi nampak teratur. Pilihan tempat yang pas untuk berburu sunrise dan sunset. Semilir angin sore seketika bikin ngantuk menyergap. Namun pemandangan sore itu sangat-sangat sayang untuk dilewatkan. Dan lebih sayang lagi sunset lupa diabadikan dan berburu sunrise pun kesiangan. tuman!

Kamu mau main ke Lembang tapi ngga bisa jauh dari Bandung, saya rekomendasiin hotel butik ini, deh. Alamat lengkapnya di Jl. Raya Lembang no 11, Bandung. Petugasnya ramah-ramah…

20 tanggapan untuk “Gunung Tangkuban Perahu dari Moscato Hotel

  1. Dapat rekomendasi hotel menarik lagi nih kalo aku ke Lembang hehe. Sukaa banget sama viewnya yang bikin hati nyaman dan merasa tenang. Makasih ya reviewnyaa..

  2. sebagai orang Bandung, mungkin gak setahun sekali saya ke Lembang

    kayanya terakhir tahun 2019 deh, itupun karena Nanaz, adiknya Raffi Ahmad menikah di Pinehill Lembang, trus blas gak pernah lewat lagi. Soalnya kawasan macet parah

    Sekarang jadi penasaran dengan Moscato Hotel, semoga bisa ke lembang lagi

    1. Lama banget y mbk 2019 😁
      Iya sih sblm ini kesana tuh pas libur panjang macetnya MasyaAllaah… pingin nangis hahaa

  3. Waaaah, restoran outdoor-nya cakep banget nih πŸ™‚ Kamar2nya juga kelihatan rapi dan bersih meskipun sederhana. Buat referensi aku dan keluarga kapan2 nginap di Lembang boleh nih Moscato Hotel jadi pilihan.

  4. Wah Lembang, salah satu kawasan di Bandung yg Aku suka. Asik banget ka’ dpt penginapan yg cukup strategis utk berbagai area wisata di Lembang jadi gampang untuk kemanapun, nuansanya juga terasa nyaman

  5. Asyik banget duduk di kursi ayun itu, sambil menikmati pemandangan hijau di kejauhan.

    Hihi PVJ emang luasnya kebangetan ya mbak. Saya pernah sekali ke sana pas jaman masih mahasiswa. Capek muter-muter plus lapar. tapi nggak berani beli makanan di sana, duitnya cekak hehehe

Tinggalkan Balasan