jalan dan wisata · Tips

Imlek Ceria di Bukit Lawang

Bukit Lawang

Bukit Lawang adalah nama tempat wisata di Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara yang terletak 68 km sebelah barat laut Kota Binjai dan sekitar 80 km di sebelah barat laut kota Medan. Bukit Lawang termasuk dalam lingkup Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan daerah konservasi terhadap mawas orang utan (wikipedia)

Masih keinget, tujuh belas tahun silam, tepatnya 2 November 2003 bertepatan dihari ke-8 bulan puasa ramadhan, sebuah banjir bandang menerjang kawasan Bukit Lawang, Langkat. Sungai Bahorok yang mengalir di tengah bukit itu mendadak mengamuk dan menerjang apa saja yang ada di sekitarnya. Penginapan dan seluruh bangunan yang ada di sini langsung lenyap luluh lantak karena ngga kuat nahan debit air yang datang seperti sebuah serangan dahsyat.

Saat itu diberitakan ada sekitar 129 orang tewas karena terseret banjir bandang. Jumlah korban kemungkinan lebih dari itu mengingat masih ada 100-an orang dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Hingga bulan Februari 2004 tercatat 80 orang dinyatakan hilang. Pasca banjir, kawasan wisata di Bukit Lawang langsung hancur. Sirna sudah segalanya hanya tersisa puing-puing.

Setahun setelahnya, objek wisata Bukit Lawang dibuka kembali. Ia bangkit dan berbenah. Kini pesonanya kembali bersinar. Sungai masih mengalir jernih diantara bebatuan yang tersisa. Segala jenis penginapan berjejer memenuhi sepanjang jalur kiri dan kanan sungai. Dengan pondokan-pondokan yang tersebar di berbagai sudutnya. Ada lebih dari 3 jembatan terbentang sebagai penyatu antara sisi kiri dan kanan menjadi salah satu ikonnya. Meskipun tak serindang dan seteduh sebelumnya, tapi nuansa indahnya masih tetap sama.

Kalo dari Medan menuju Bukit Lawang kita akan melewati kota Binjai, kemudian Kuala Langkat, Tanjung Langkat, berakhir di Bukit Lawang. Jalur juga mudah dihapal karena lurus aja sih, ikuti papan petunjuk jalan. Sementara untuk transportasi bisa dengan mobil pribadi, penyewaan mobil juga banyak. Perjalanan normal 2,5-3jam perjalanan. Naik motor juga bisa tapi inget pake jaket, sarung tangan, sepatu dan masker atau helm full face karna rawan debu. Ada juga angkutan umum dari terminal Pinang Baris. Cuma jarak tempuh sedikit lebih lama. Namanya juga angkutan umum ada pake brenti naik turunin penumpang pasti butuh waktu juga.

Selamat pagi Bahorok…

Kami menginap di Brown Bamboo guest house. Dengan menyewa 4 kamar keluarga (family room). Sang pemilik cukup koperatif dengan memberikan ijin bahkan menyediakan peralatan barbeque. Meskipun sempat ada komplen karna satu hal, langsung bisa dieselesaikan saat itu juga. Sayang karna udah malem saya lupa motoin bentuk rupa kamar dan fasilitas lainnya.

Bangun pagi diawali dengan menggedor-gedor pemilik penginapan karna air ngga nyala sementara pada mau solat subuh. Tapi itu ngga berlangsung lama karna pemiliknya langsung cepat tanggap memperbaiki. Sementara yang lain masih pada tidur dan mager, kami ngga menyia-nyiakan waktu yang ada dengan jalan santai dan menyusuri jalanan setapak dengan pemandangan pepohonan rindang serta aliran sungai yang sangat jernih. Cuitan burung-burung dan semilir sejuk angin pagi membuat badan dan pikiran semakin fresh meskipun kurang tidur.

Mumpung masi pagi dan sepi, kami manfaatkan dengan berfoto di jembatan besar dan bermain disepanjang aliran sungai. Berbagai toko sovenir juga masih tutup, maklum masih jam 6 lewat dikit. Beruntung cuaca juga bersahabat.

Layaknya tempat wisata, Bukit Lawang menyediakan fasilitas penginapan dengan berbagai model dan keunikan masing-masing. Mushola, restoran baik yang dikelola oleh pihak penginapan ada juga berdiri sendiri, serta berbagai toko sovenir memeriahkan lokasi.

Bagi penyuka wisata alam dan berpetualang, Bukit Lawang bisa menjadi satu pilihan tempat yang tepat. Pemandangan hutan hujan tropis, aneka tumbuhan salah satunya flora langka Raflesia Arnoldi serta keberadaan hewan liar menjadi suguhan utamanya. Orangutan yang merupakan jenis satwa langka bisa kita jumpai disini.

Dari yang saya baca, salah satu program dari Frankfurd Zoological Society dan WWF menjadikan Bukit Lawang sebagai Rehabilitation Center bagi Orangutan sejak tahun 1973. Sejak itu juga Bukit Lawang menjadi perhatian dunia karna masuk dalam Lonely Planet, salah satu buku panduan wisata dunia. Maka tak heran sampai sekarang wisatawan dari belahan dunia berkunjung kesini termasuk para NGO. Contoh sederhana saja, aplikasi booking Online menantumkan harga kamar dengan kurs Dolar ataupun Euro. Meskipun pasca banjir bandang itu menyebabkan beberapa fasilitas bahkan kegiatan yang dulu ada kini terbengkalai. Bukit Lawang merupakan pintu gerbang apabila ingin menjelajah kawasan Gunung Leuser. Disinilah kita bisa melihat langsung Orangutan pada habitat aslinya.

Masyarakat yang mendiami kawasan ini termasuk heterogen karna berbagai macam suku mendiaminya. Diantaranya Melayu, Jawa dan Karo yang paling banyak kita temui. Bahkan sepanjang hari dan sepanjang jalan saya justru lebih banyak berinteraksi dengan orang Karo, tepatnya Karo Langkat. Mata pencarian mereka rata-rata bertani dan berkebun. Tak sedikit juga yang memanfaatkan perkembangan wisata sebagai alternatif mata pencarian. Seperti membuka warung makan, toko sovenir dan juga menyewakan rumah mereka sebagai tempat penginapan.

Kegiatan Menarik di Bukit Lawang

  1. Jungle Trakking yakni menjelajah hutan alam dengan tujuan utama menyaksikan Orangutan di habitat aslinya dan hewan liar lainnya. Biasanya paket Jungle Trekking ini mencakup beberapa kegiatan alam. Jadi selain jelajah hutan, ada juga kegiatan mengunjungi air terjun, makan buah dan river tubing (arung jeram menggunakan ban). Rute penjelajahan ini bisa singkat bisa juga menyeluruh. Tergantung permintaan pengunjung.
  2. Caving yakni kegiatan alam dengan menyusuri goa. Terdapat satu goa yang terkenal bernama goa kelelawar atau biasa disebut goa kampret atau goa kalong. Ribuan kelelawar kecil mendiami goa ini. Dengan medan yang lumayan terjal dan gelap akan menjadi pengalaman dan kepuasan tersendiri apabila mampu melewatinya.
  3. River Tubing merupakan kegiatan menyerupai arung jeram namun dengan menggunakan ban berukuran besar sebagai perahunya.
  4. Bermain air di Sungai Bahorok. Bila tak ingin berlelelah ria dengan kegiatan jelajah alam, pilihan lain yang tak kalah seru adalah mandi di sungai yang jernih dan berarus sedang. Sepanjang aliran sungai terdapat banyak pondokan yang bisa kita sewa sebagai tempat santai.
  5. Berjalan santai sambil menikmati pemandangan dengan deru air sungai. Mengamati setiap aktifitas disekitar serta berswa foto di spot-spot yang cantik dan menarik. Jembatan gantung merupakan ikon utama disini. Pihak pengelola penginapan selalu mengijinkan pengunjung untuk sekedar numpang foto di area mereka. Asalkan tetap bisa tertib.

Tips berwisata di Bukit Lawang

  1. Meskipun semua hotel bisa dipesan melalui aplikasi booking online, tapi ternyata ngga semua informasi yang tertera dijamin akurat. Pengalaman kami beberapa waktu lalu saat pesan dengan harga kamar termurah, ternyata pihak hotel telpon kalo harga kamar itu belum termasuk paket jungle trekking. Artinya dengan harga tersebut penyewa wajib ikut kegiatan dengan tambahan biaya. Tapi kalau ngga bersedia ikut jungle trekking, maka harga kamar akan dinaikkan. Jadi sebelum melakukan pemesanan ada baiknya konfirmasi dulu ke pihak hotel untuk memastikan kembali segala sesuatunya. Beruntung saat itu pihak hotel yang langsung telpon, toh kami juga ngga kepikiran nanya. Kalo ngga kan, zonk. Oiya sebagian penginapan disana bisa ditawar, loh. Keluarkan bakatmu, haha.
  2. Apabila ingin melakukan kegiatan barbeque, tanyakan pihak hotel apakah membolehkan. Kalo boleh, sekalian tanya mereka nyediain peralatannya seperti pemanggang dll. Kalo ngga nyediain, ada baiknya cari hotel lain yang lengkap. Kalo hotel udah nyediain lengkap kan kita ngga perlu repot bawa-bawa dari rumah.
  3. Melakukan segala kegiatan yang memerlukan jasa guide, ada baiknya untuk rajin nawar harga. Selain itu, meskipun warga setempat sebagian besar menguasai medan dan mampu menjadi guide, ada baiknya pilih guide yang profesional dan berlisensi. Hutan disana kan masi alami tuh, banyak medan yang licin, landai dan informasi yang banyak dsb. Jadi memilih guide yang profesional dan menguasai banyak hal merupakan nilai plus. Selain itu kita ngga sayang meski harus bayar mahal selagi banyak terbantu dan informasi yang kita dapatkan juga sebanding bayar jasanya.
  4. Berkunjung di hari kerja. Ngga lain ngga bukan ya untuk menghindari keramaian. Selain lebih tenang, suasana sepi bikin hasil foto lebih cantik, haha.

Demikian sedikit informasi dan tips sederhana dari saya yang jarang ke Bukit Lawang ini, haha. Semoga membantu…

7 tanggapan untuk “Imlek Ceria di Bukit Lawang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.