lovely kids...and famz · Serba Serbi

Selamat Jalan, Bapak

Bapak Terbaik

Berpulangnya bapak memberikan banyak pelajaran, diantaranya menghargai apa yang sedang dimiliki, serta rasa sabar dan ikhlas. Meskipun praktek selalu ngga semudah teori.

Masi ingat trakhir kali jenguk Bapak di rumah sakit. Meskipun saya ngga setiap hari dan sepanjang waktu mengikuti perkembangan kesehatan Bapak, tapi hari itu saya liat dari jendela kaca kamar, Bapak udah bisa ketawa dan bercanda sama mamak. Bapak udah mau minta makanan yang dia pingin makan. Udah mau duduk menandakan badannya ga terlalu lemes seperti sebelumnya. Alhamdulillah, masi ada harapan Bapak akan sembuh.

Kami rasanya memang sudah siap dengan segala kondisi Bapak. Walaupun dalam doa-doa selalu berpasrah pada ketetapan terbaik Allah, yaitu kesembuhan seperti sedia kala.

Sungguh rindu dengan aktifitas piknik sederhana bersama Bapak ke Simarjarunjung bersantai duduk di puncak sambil makan kacang kulit kesukaannya dan memandang indahnya Danau Toba ataupun berkunjung  ke Tigaras tempat pavoritnya hanya untuk melihat kapal-kapal berlayar dan berlabuh. Naik motor bersama cucu-cucunya. Rasanya tak seorangpun dari cucu-cucunya yang tak pernah dibawa piknik sederhana seperti itu… Ya, Allah rindunya…

Kepergian Bapak

Sepertiga malam saya terjaga karna panggilan masuk di hp dari uwak. Perasaan udah ngga enak karna panggilan dijam-jam segitu pasti panggilan yang teramat penting dan mendesak. Meskipun secara halus uwak menyampaikan dengan memulainya dengan pertanyaan-pertanyaan standar “anak-anak udah tidur?”, “Jam berapa nyampe rumah?” karna memang sabtu siang ada pesta kawinan keluarga. Setelah memastikan nyawa saya penuh akhirnya uwak menyampaikan keadaan Bapak yang sebenarnya.

Saya berusaha untuk ngga panik padahal kenyataanya bingung mau ngapain dan apa dulu yang harus dikerjain. Pingin solat tapi lagi libur, pingin nangis tapi ditahan sekuat tenaga karna selain udah sepi juga ada anak-anak yang masih tertidur. Sambil nunggu jemputan keluarga, saya beberes pakaian anak-anak dan beberes rumah. Kemudian membangunkan anak-anak dan ngasi tau kalo kakeknya udah ngga ada. Kak Caca jawabnya “iya mah?” sambil ngucek-ngucek mata, sementara Cahyo menjawab “kasian kakek”.

Memang malam itu Cahyo sempat nanya kakeknya sambil ngomong “Cahyo kangen sama kakek”. Sementara sehari sebelumnya kata mamak kakek juga sempet nanyain 2 cucu yang sehari-hari dirawatnya dengan penuh kasih sayang. Buktinya sampe terjalin ikatan batin yang sangat kuat.

Jam 4 pagi yang dingin pulang menuju rumah. Keluarga dalam mobil sama sekali ngga ada menyinggung soal Bapak, sebaliknya malah menghibur dengan bercerita kejadian lucu yang random sementara anak-anak kembali tertidur.

Bapak bukan sosok laki-laki yang manja. Tak pernah saya melihat Bapak memerintahakan istrinya untuk sekedar minta disediakan makan, minum apalagi air hangat untuk mandi. Bapak sosok yang mandiri. Ditinggal istri semisal mamak berkunjung dan menginap di luar rumah, ngga bikin Bapak jadi kebingungan mau makan apa, pake baju apa dan letak kaus kakinya dimana


Bapak tak pernah membentak mamak baik secara diam-diam apalagi depan kami anak-anaknya. Bahkan mendengar bapak memanggil istrinya dengan nama pun tak pernah. Sungguh sepanjang hidup, tak pernah kami menyaksikan keduanya adu pendapat apalagi bertengkar hebat.
Secara tak langsung bapak mencontohkan kami untuk bertutur kata baik, menjaga lisan dengan siapapun itu.

Tak perlu jauh-jauh mencari panutan akan cinta sejati seperti Aninun Habibi atau Sby Ani, karena orang tua kami sendiri adalah cinta sejati itu 🙂

Dulu semasa kami kecil-kecil, kalau mamak pergi jualan ke pasar dan bapak lagi ngga ada proyek bangunan, bapak suka masak ikan teri campur jengkol yang dipotong kecil-kecil disambel pake cabe iris. Enak.. sungguh enak. Tanda bahwa bapak bisa diajak kerja sama dalam mengurus rumah dan anak-anak 😊

Kalau kami ketiduran di depan tv, bapaklah yang bertugas menggotong kami ke dalam kamar. Ya… Itu benar-benar pernah kami rasakan.

Bapak bisa dibilang manusia serba bisa. Bangun rumah? Jangan ditanya lagi karna memang itulah profesinya. Selain itu bapak jago bertanam. Lahan kosong di samping dan belakang rumah, beliau tanami dengan berbagai macam tanaman. Kayak mentimun, kacang panjang, sawi, kangkung, bahkan stroberi.


Masih bisa kuingat kenangan kecil bersama Bapak. Main ayunan ke taman bunga. Sampe-sampe saya pernah ketabrak becak siantar yang fenomenal itu, mengakibatkan luka lebar di paha kanan dan absen sekolah selama sebulan. Gara-garanya saya keburu nyebrang saat bapak masi ngasi ongkos angkot.

Bapak kalau punya barang pasti akan sangat disayanginya. Contohnya sepeda ontel. Sepeda untuk mengantarkan kami anak-anaknya pergi sekolah setiap pagi. Kemudian ada rezeki akhirnya punya motor. Bapak ngga pernah berhutang untuk beli-beli barang.
Kedua kendaraan itu sekarang usianya udah sangat tua tapi pesan bapak jangan ada yang dijual. Kenangannya sangat banyak…

Dengan kendaraan saja bapak sangat sayang. Apalagi dengan keluarganya.

Takkan pernah cukup dituliskan segala kenangan bersama Bapak. Setiap sudut rumah mengingatkan akan sosok Bapak.

“Goodbye papa please pray for me. I was the black sheep of the family. You tried to teach me right from wrong. To much wine and to much song. Wonder how i got along.
Goodbye papa its hard to die. When all the birds are singing in the sky. Now that the springs is in the air. Little children everywhere. When you see them i’ll be there.
We had joy we had fun we had seasons in the sun….”
Selamat jalan Bapak, Selamat jalan kakek…

We love u you more than 3000 because we love u Lillahi Ta’ala…

31 Des 1960 – 7 Juli 2019

15 tanggapan untuk “Selamat Jalan, Bapak

  1. Innalillahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka atas kepergian Bapak ya, Chi. Aku baru tau kabarnya pas baca ini. Kenangan bersama orang tua kita ngga akan pernah pudar sampai kapanpun. Tetap kuat dan jangan sampai hilang semangat ya, Chi. Peluuuuk😘.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.