lovely kids...and famz · Review · Serba Serbi

Nonton Spiderman di Deretan Paling Depan

Gara-gara supir gra* yang ngetem tapi nerima orderan trus udah ditunggu lama tau-tau minta kensel bikin jadwal nonton berantakan. Akhirnya pilih bioskop yang paling deket rumah yang pilihan film nya cuma 1 untuk SU dan jadwalnya keburu. Padahal tadinya mau nonton Toy Story dapetnya Spiderman. Ngejar yang jam 19 dapetnya 19:30 itupun dapet kursi di deretan paling depan, jadilaaah. Daripada gatot. Maklum bawa 3 anak yang ngga bisa denger janji. Bakalan ditagih 30 purnama kalo tak kunjung ditepatin.

Selesai urusan tiket, beliin popkorn, akua dan nyari tempat dudukan saya tinggalin solat magrib. Dilalah ada kakak-kakak cantik yang mau berbagi meja dan bersedia ngawasin anak-anak. haha

Spiderman – Far From Home

Diawalin dengan lagu Whitney Houston – I Will Always Love You mendadak suasana berasa seperti sedang berada di pesta kawainan yang mana tamu undangan (penonton) baru memasuki gedung. Ternyata itu lagu persembahan untuk Tony Stark yang gugur. Kenapa ngga lagu Kerispatih – Mengenangmu aja, gitu ?

Spiderman kali ini terasa lebih fresh. Dengan setting anak remaja dan lokasi mereka itu pindah-pindah jadi berasa diajak tamasya, haha. Serta adegan dan kalimat lucu-lucu itu yang paling saya suka dari sebuah film. Ngga ada adegan macem-macem kok jadi aman untuk anak-anak ๐Ÿ˜‰

Cuma karna nontonnya deretan depan, agak gelisah-gelisah gimanaa gitu. Disamping leher pegel ya sodara-sodara dan cahyo komplen karna ngga keburu mbaca teksnya haha. Ya iya saking deketnya sama layar jadi kayak mata cuma fokus ke satu objek. Klo teks ya teks aja kalo gambar ya gambar aja. Cahyo yang udah ngga betah karna posisi ngga sempurna, mulai jalan-jalan ke depan sambil nunduk-nunduk, ngusilin kakaknya, lempar-lempar jagung goreng, mainin lampu di bawah kursi dan berakhir dengan ketiduran… tapi dia bisa tau ini pas perang-perang ya bisa-bisanya bangun

Meskipun ceritanya soal anak remaja, tapi ada banyak pesan yang bisa diambil dari kisah Spiderman kali ini. Salah satunya adalah tanggung jawab. Disamping usianya yang masih labil Peter Parker harus mengalami kebimbangan antara menjadi remaja seutuhnya atau menjadi Spiderman yang punya tugas berat. Mana MJ sang wanita pujaan hati hampir ditikung sama temen sekolahnya makin bikin Peter galau.

Tapi karna kecurangan yang dilakukan Quentin Beck alias Mysterio, terpaksa membuat Peter melanjutkan peran hero nya demi menyelamatkan MJ dan teman karibnya dari serangan Mysterio. Tapi kayaknya bakalan ada next Spiderman nih, karna sebelum Mysterio gugur, dia ada meningglakan pesan semacam balas dendam gitu.

Siapa Mysterio dengan teori ilusinya dan seperti apa serangan-serangan dari The Elementals? Mendingan nonton langsung aja yaa…hehe. Jangan lupa bawa cemilan karna durasinya 2 jam lumayan bikin haus.

Sosok yang saya suka dari film Spiderman 1 adalah Paman Ben yang bijaksana, nah kali ini saya suka sama bibinya. Udah keliatan tua tapi masih cantiiik ๐Ÿ™‚

Akhirnya kalimat yang paling diinget anak-anak adalah “Peter Tenggo”… jadinya dirumah dikit-dikit “Caca Tenggo” atau “Cahyo tenggo” sambil memantikkan jari yang nyatanya ngga keluar apa-apa. Itu cuma pilem naak, cuma pileem… haha

15 tanggapan untuk “Nonton Spiderman di Deretan Paling Depan

  1. Saran aku sih, setiap kali mau publish sebuah post, baca dulu sekali sambil edit tulisan, jangan buru-buru dipublish. Kalau semua sudah oke baru deh posnya diterbitkan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.