jalan dan wisata · Kuliner · Serba Serbi

3 Makanan Khas Sumut yang Dimasak Menggunakan Bambu

Sumatera Utara (Sumatera Utara) dengan ibukota Medan sungguh surga dunia bagi traveller sejati. Karna selain alamnya yang indah dan memesona, Sumut punya warisan budaya yang sayang untuk dilewatkan.

Berwisata menikmati panorama alam sekaligus menggali ilmu dan pengetahuan baru tentang sejarah dan budaya suku setempat merupakan satu paket yang tak bisa dipisahkan. Tapi, ada satu hal yang semakin menyempurnakan perjalanan ke Sumut. Apalagi kalau bukan kulinernya. Jadi banyak hal yang bikin traveller rindu ingin kembali mengunjungi Sumatera Utara.

Medan sebagai gerbang masuk Sumut, merupakan kota transit apabila treveller ingin berkunjung ke daerah-daerah disepanjang Provinisi ini. Sebagai kota terbesar ke-3 di Indonesia, Medan merupakan titik kumpul berbagai suku yang ada di Sumatera Utara bahkan dari Provinsi dan negara lain. Maka tak heran, kuliner apapun yang mewakili berbagai suku bisa kita temukan disini termasuk para artis yang membuka usaha kulinernya di Kota Medan.


Dari ujung Barat perbatasan Aceh sampai ujung Selatan perbatasan Sumatera Barat merupakan harta karun milik Sumatera Utara. Ada banyak sekali kuliner yang menggugah selera dan memanjakan lidah. Sebut saja Daun ubi tumbok khas Tapanuli Selatan yang biasa disandingkan dengan sambal teri kacang. Ada lagi masakan ikan arsik dan naniura khas suku Toba memakai bumbu spesial bernama “Andaliman” yang benar-benar mampu menggetarkan lidah.

Atau roti jala khas melayu merupakan perpaduan unik bahan roti dengan kuah kari. Hmmm, membayangkannya saja sudah membuat air liur mengalir.

Beralih ke ragam cemilan, ada bika ambon oleh-oleh wajib dari Medan. Ombus-ombus dan lapet lagi-lagi dari Toba. Kacang Sihobuk dari Tapanuli Utara serta sirup markisa asli dari dataran tinggi Tanah Karo , Belum lagi buah duriannya yang harus dicicip sebelum pulang serta banyak lagi makanan unik dan enak lainnya yang tersebar sepanjang perjalanan.

Kali ini kita cari tau 3 makanan unik hasil olahan beberapa suku di Sumatera Utara. Salah satu keunikannya karna dimasak menggunakan media bambu. Berikut ulasannya:


Lemang
Lemang atau Lomang merupakan makanan yang terbuat dari beras atau ketan (pulut) yang sudah dicampur dengah bumbu dan santan. Kemudian beras atau ketan tersebut dimasukkan ke dalam bambu ukuran sekitar 1 meter yang di dalamnya sudah dilapisi daun pisang. Setelah itu dibakar dengan cara diletakkan setengah berdiri di atas tungku.

Bambunya juga bukan sembarang bambu, melainkan yang berukuran kecil, ruasnya lurus dan kulit tidak terlalu tebal. Namun bambu seperti itu sangat sulit ditemukan karna memang tidak dibudidayakan dengan alasan tidak punya nilai ekonomis.

Konon metode memasak lemang ini sudah ada sejak jaman dahulu ketika manusia masih nomaden. Disebabkan menyimpan makanan dalam bambu mampu bertahan lama dan bisa digunakan sebagai bekal selama perjalanan jauh. Lemang enak dimakan dengan menggunakan selai. Selain itu ada juga dengan cara disiram kuah kari atau gula merah. Enak juga bila dimakan tanpa campuran apapun karna sejatinya memang sudah terlebih dahulu dibumbui sebelum dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar.

Tebing Tinggi merupakan kota penghasil Lemang terbesar di Sumatera Utara. Mendengar nama kotanya tak terlepas dari bayangan lemang. Tapi tak perlu khawatir bila tak sempat menjejakkan kaki disana, karna di Medan juga bisa kita cari penjual lemang yang tak kalah enaknya.


Pakkat
Sebenarnya makanan ini terbuat dari rotan muda atau pucuk rotan. Pakkat merupakan makanan asli suku Mandailing Tapanuli Selatan.

Sama halnya seperti lalapan yang tak dibumbui apapun. Jadi benar-benar diambil dari daging rotan yang sudah dibakar. Bila sudah dikeluarkan dari cangkang bambu (kulitnya) maka bentuknya hampir mirip seperti sosis dengan warna agak putih. Makanan ini akan banyak muncul ketika bulan ramadan sebagai hidangan berbuka puasa.

Meskipun rasanya agak pahit tapi ternyata Pakkat memiliki banyak khasiat seperti meningkatkan nafsu makan, mengobati maag, rematik dan darah tinggi. Menghidangkan Pakkat ini juga dengan berbagai macam cara. Ada yang diberi bumbu cabe giling, atau sambal kecap. Ada juga yang berpendapat akan lebih mantap jika dicampur bumbu anyang namun tak sedikit yang suka dimakan begitu saja.



Putu Bambu
Makanan ini sangat khas wanginya bila sedang dimasak. Olahan berbahan dasar tepung beras ini sangat diminati karna rasanya yang memang enak. Campuran tepung beras tersebut dimasukkan ke dalam potongan bambu pendek yang berbentuk tabung kemudian diisi dengan irisan gula merah lalu dikukus.

Pada saat dikukus ini biasanya akan mengeluarkan bunyi khas “tuuut…” yang membuat orang langsung paham tukang putu bambu bakalan lewat. Penyajian kue Putu Bambu adalah dengan ditaburi kelapa parut dan gula pasir. Saat ini putu bambu sering dikreasikan dengan menambah pewarna hijau dari daun pandan agar lebih cerah dan aromanya semakin wangi.


Jadi, tak perlu khawatir bila berkunjung ke Sumatera Utara. Karna lidah kalian akan dimanjakan dengan kuliner yang serba lezat dan unik-unik tentunya.

9 tanggapan untuk “3 Makanan Khas Sumut yang Dimasak Menggunakan Bambu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.