(Bukan) Senja Antara Gambir dan Monas 

Lagi… kita sama sama menahan rindu yang teramat sangat. 

Siang itu…

Napak tilas dan bernostalgia di satu titik bernama Gambir 

Dan…

Tetap memandang dari kejauhan sang Monas. 

Sayang…. Saat itu tak sedang senja. 
Kita… Memutuskan kembali ke Monas. Tapi, Ah, mungkin terlalu lelah sehingga terlambat menikmati senja. 

Tak apa… 

Malam masih terlalu indah untuk dilewatkan. 

Monas masih begitu memesona,  sampai kita berbalik arah. 

Ya, menuju Monas. 
Berbaur dengan segala canda dan tawa sekeliling. 

Berjalan, duduk, berbaring di rerumputan. 
Saat kita saling diam. Larut dengan pikiran sendiri2. 

Hanya angin malam yang mampu menerjemahkan rasa yang kita punya. 

Dan genggaman tangan ungkapkan segala rasa. 
Kita, akan slalu pahami

Bahwa rindu slalu mampu mengalahkan prahara.
Rindu, mampu redamkan amarah

Rindu, mampu kikiskan egois 

Rindu, mampu dampingi asa 

Rindu, mampu lukiskan cinta
Dan

Semoga rindu slalu mampu sampaikan maaf 

Jakarta

29 Mei

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s