Ini Bukan Kalibiru…

Udah ngga asing lah ya dengan nama Kalibiru. Iya, kawasan yang terkenal dengan gardu pandang berupa rumah -rumah pohon yang diberi papan penjajak dan bisa dinaiki menggunakan tangga. Hasilnya, selain bisa berfoto dengan view Waduk Sermo, kita bisa menikmati pemandangan alam hutan menoreh yang mengelilingi waduk tersebut dengan bebas dari ketinggian.

Untuk bisa merasakan itu semua, kita ya kudu ke Jojga dulu, kemudian berkendara sekitar 2 jam menuju Kalibiru. Hmm, jauh ya…

wp-image-1516210238jpg.jpeg
Kalibiru

Tapi…

Sekarang ngga perlu lagi harus ke Jogja untuk itu semua. Warga Medan dan sekitarnya cukup datang ke Simalungun. You will get more than Kalibiru! ๐Ÿ™‚

unnamed.png
Bukit Indah Simarjarunjung (BIS) – google

Kawasan wisata baru, bernama Bukit Indah Simarjarunjung ini letaknya di Kabupaten Simalungun, di desa Penatapen Sipintu Angin. Sekitar 1 jam dari Perkebunan Teh Sidamanik.

Desember tahun lalu, saya kesini belum ada rumah pohon. Namanya masih Penatapan Pintu Angin. Masih polos, deh. Baru sekitar awal tahun dipugar sehingga menyerupai kawasan wisata Kalibiru dan kemudian diberi nama Bukit Indah Simarjarunjung atau biasa disingkat menjadi BIS. Hikmahnya, saya jadi tau before and after dari kawasan penatapan pintu angin ini. Perkembangan yang pesat, tentunya.

Ibarat pepatah, sekali mendayung 2 dan 3 pulau terlewati. Menuju BIS, kalau dari Pematang Siantar, sudah tentu kita akan melewati kawasan Agrowisata Perkebunan Teh Sidamanik. Selain produk andalan Kebun Teh, Sidamanik punya wisata alam lainnya. Seperti Pemandian Alam Aek Manik dan Simatahuting serta Air terjun Bah Biak yang sudah terlebih dahulu populer. Selepas itu semua, kita bisa langsung menuju kawasan Bukit Indah Simarjarunjung. Berangkatlah di pagi hari, kalian bisa singgahin itu semua ๐Ÿ™‚

BUKIT INDAH SIMARJARUNJUNG (BIS)

Awan mendung dan gelap mengiringi perjalanan kami siang itu. Namun tak mengurungkan niat untuk mendatangi kawasan wisata yang lagi heboh. Ya, mumpung saya lagi pulkam juga. Seperti biasa, bawa krucil piknik.

img-20170226-wa0003.jpg
BIS

Memasuki ujung desa, kita akan menjumpai pertigaan. Belok saja ke kanan dan lurus sampai mendapati simpang empat. Ke kiri menuju Tugu ย Tigaras, ke kanan menuju Pematang Siantar dan kita pilih di jalan lurus. Sekitar 3 km kita akan sampai di BIS. Sesuai perkiraan, karena saya kesana tepat di hari libur (minggu), sudah pasti sedang ramai-ramainya pengunjung. Benar saja, kami harus rela parkir di bawah. Kemudian sedikit treking mendaki sekitar 100meter.

20161120_113622
Papan selamat datang sekaligus penunjuk arah sangat serderhana menuju Penatapan Pintu Angin / BIS

Mendung semakin gelap, dan entah kenapa langkah kami semakin yakin menuju bukit yang dimaksud. Udara yang membawa angin dingin semakin menusuk-nusuk. Anak-anak pun tak kalah semangat. Berlari-lari tak kenal lelah.

Sampai di Bukit, kami berkeliling sebentar dengan maksud napak tilas kedatangan kami Desember tahun lalu saat bukit ini belum jadi apa-apa.

Ya, memang perubahan pesat yang sangat positif. Saat kunjungan Desember lalu, saya sempat membayangkan bukit ini dikelola seperti Kalibiru. Dan, Voila! tau-tau di medsos udah heboh wisata baru mirip Kalibiru dengan nama Bukit Indah Simarjarunjung. Itulah dia!

20170226_150342

Setengah jam menikmati panorama, hujan mengguyur BIS dengan tiba-tiba. Sontak pengunjung berlari menyelamatkan diri. Kami yang kebetulan berdiri di bawah rumah pohon dengan papan berukuran cukup besar disanggah oleh dua pohon pinus yang rindang sangat terbantu manjadi tempat meneduh. Caca dan Cahyo pun masih santai bermain ayunan. 10 menit kemudian hujan berhenti dan pengunjung kembali dengan aktifitas masing-masing. 2 kali diguyur hujan, BIS tetap ramai ๐Ÿ™‚

Hujan menyisakan kabut tebal menutupi panorama danau. Namun, justru semakin menambah eksotis penampaka ย lukisan alam yang tak tergantikan indahnya. Bak berada pada sebuah negeri di atas awan.

Saya ngga banyak foto-foto karna kondisi hujan dan jagain anak-anak

Karna tanpa pengaman, saya sedikit ragu untuk naik ke rumah pohon. Namun, saya pikir tak ada salahnya mencoba. Justru ini yang dicari, bukan? Yang lain bisa, kenapa saya tidak. Kami pun tergelitik untuk naik ke rumah pohon. Mencari spot yang antriannya sedikit. Tak apa, karena view Danau Toba selalu memesona dari sudut manapun. Cuma ada 1 spot yang menyediakan jasa potografer. Spot 1 yang papan penjajaknya berbentuk hati dan berada di pintu utama masuk. Tapi, antriannya luar biasa panjang. Spot yang lainnya tetap mengantri, hanya saja pakai kamera sendiri. Tarif per orang 5 ribu rupiah.

Selain rumah pohon, pengunjung juga bisa berayun-ayun ria pada ayunan yang sudah disediakan. Kalau pinter ambil fotonya, model yang sedang berayun akan terlihat seperti melayang di udara. Ada beberapa ayunan yang tersedia. Kemudian fasilitas flying fox, hammock dan camping ground juga ada.

Saya sih suka berlama-lama disini. Kalau tidak ingat waktu akan kembali ke Medan. Lain watu, saya pingin duduk disini dan menunggu sampai saat tenggelamnya matahari

Antara Kalibiru dan BIS

Kalibiru

1. Kalibiru sudah terlebih dahulu tersohor dan dikelola dengan lebih rapih dengan fasilitas yang sudah lengkap. Termasuk jasa potografer yang profesional di setiap rumah pohon serta peralatan keselamatan yang sesuai standar. Ini sangat penting mengingat medan yang tinggi dan berbahaya. Apalagi sehabis hujan pasti papan jajakan akan sedikit licin

2. Kalibiru mempunyai jarak tempuh lebih jauh, sepi dan medan yang terjal, menanjak dan berliku. kendaraan juga harus dipersiapkan se sehat mungkin

3. Waduk Sermo dan Hutan menoreh menjadi satu-satunya pemandangan alam.

4. Jalanan sudah beraspal dan relatif aman

 

Bukit Indah Simarjarunjung (BIS)

1. Fasilitas belum lengkap. Hanya soal waktu dan kemauan pengelola. Untuk hal ini, tak ada salahnya menggunakan teknik ATM dari kawasan yang sudah terlebih dahulu berjaya.

2. Kondisi jalan lebih ramai. Tikungan tidak terlalu tajam dan tidak terlalu menanjak.

3. Pemandangan lebih menakjubkan dengan suguhan panorama Maha Danau Toba dan keunggulan lainnya, Danau Toba bisa dinikmati dari sudut manapun. Jadi, tak ada salahnya BIS menambah spot rumah pohon lebih banyak lagi.

4. Sepanjang jalan menuju BIS, banyak jalan berlubang khususnya daerah Sidamanik. Ini menjadikan jarak tempuh semakin lama.

 

Tips Berkunjung ke BIS

1. Bawa jaket atau kain penghangat

3. Hindari pakaian minim, serta sandal atau sepatu hak tinggi apalagi tumit runcing.

2. Kalau bawa anak kecil, penting untuk bawa payung / topi

2. Bawa bekal makanan dan air minum

3. Kendaraan yang sehat dan full bahan bakar

4. Bawa kamera dan pastikan baterai penuh atau bawa power bank dan semacamnya serta tongsis dan teman-temannya (ini penting) ๐Ÿ˜€

5. Kalau parkir di bawah, pastikan tidak lupa untuk membawa barang-barang yang diperlukan. Kalau lupa, siap-siap rela turun naik

6. Kalau bawa banyak barang, disarankan pakai ransel. Supaya ngga banyak tentengan dan ngga repot

7. Datang selain hari libur karna akan lebih puas explore dalam kondisi sepi

*Masalah klasik tempat wisata, selalu aja sampah. Maunya eksis doang, ngga mau saling menjaga kebersihan ๐Ÿ˜ฆ

Jadi, sudah direncanakan akan kemana?

ke BIS aja! ๐Ÿ™‚

 

Iklan

10 pemikiran pada “Ini Bukan Kalibiru…

  1. Lebih bagusan iniiii!! Ihh aku kmrn mudik ke medan 2015, ini blm ada yaaa. Pdhl kita sempet ke daerah ini trakhir ksana.. Bener mba, danau toba mah dr sudut manapun diambil semuanya cakeeeep ๐Ÿ˜€

    Suka

  2. Ih bagus mbaaa…mudah2an cpt dipoles yaa mba.
    Itu ada ayunannya, cakepnya. Aku blm pernah ke sumut..dan klo ke sana memang pengin bgt ke daerah Toba โค๏ธโค๏ธ

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s