We Have A Very Simple Way To Be Happy (part 3) 

“Pulang ya Ci, minggu nanti anak-anak mau berenang lagi ke Tigaras, Oiya belikan kue tart karna sekalian ulang tahun Sofi. Ga usah yang cantik-cantik, yang penting kebagian semua!” 

“Oke, mak!” 

Ceritanya, memenuhi janji mamak ke anak muridnya mengaji. 

“Kalo dapat juara, nenek bawa jalan-jalan ke Tigaras!” 

Jadilah pada rajin latihan. Yang ayat pendek, Azan, Marhaban dan Nasyid. Alhamdulillah Azan dapat juara 2 dan nasyid dapat juara 3. Artinya janji nenek guru harus ditepati. 

Semangatnya yang mau berenang. Berangkat jam 10 tapi jam 9 udah pada dateng. Nenek guru masi masak bekal dan cucu-cucunya pada riweh masing-masing. Mandi? Ya ngga, lah. Kan mandinya disana. Lumayan, hemat air 😀 



PANTAI JESIKA, TIGARAS
Danau sih sebenernya, tapi mungkin kebiasaan masyarakat, pokoknya kalau ada airnya dan mirip sama laut, ya sebut pantai sajalah ya, hehe. 

Disepanjang pinggiran Danau Toba, banyak terdapat tempat yang disebut pantai yang dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat ataupun pengusaha. Seperti Pantai Paris, Pantai Garoga, Pantai Jesika dan masih banyak pantai lainnya. Bahkan sudah ada penginapan saking ramenya pengunjung dari luar daerah. Bukan semacamhotel mewah atau cottage. Cuma kamar sepetak. Kadang disewa pengunjung cuma untuk tiduran para balita, atau ibu menyusui, solat, atau sekedar merebahkan badan dikasur. Karna letaknya memang tepat di depan garis pantai. Ya, Danau Toba yang luas itu, memang bisa dinikmati dari segala arah. 


Kami pilih pantai langganan. Pantai Jesika namanya. Pantai baru yang letaknya tepat di sisi kanan pelabuhan. Alasannya karna sepi. Maklum bawa gerombolan anak muridnya nan lasak dan aktif, mamak harus ekstra waspada ngawasin satu persatu. Orang tuanya kan ngga pada ikut, sudah pasti jadi tanggung jawab guru dong kalau ada apa-apa sama anak murid. Lagian karena letaknya persis sebelah pelabuhan, anak-anak pada antusias kalau liat kapal lalu lalang, apalagi kapal yang gede buat angkut kendaraan roda 4. 


Pas banget mamak dapat lapak yang strategis. Di bawah pohon ceri yang tumbuh rendah tapi rindangnya bukan main. Adem jadinya. Gelar tikar yang disewa dari pengelola, mamak jadi leluasa ngawasin anak-anak. 

Berenang di danau sebenernya ngga lebih enak dari pantai. Selain kedalaman air yang ga bisa ditebak, banyak batu, licin, airnya juga amis. Ya liat dong sebelahnya ada apa? Ada keramba ikan! Haha. Tapi, bukan melulu soal berenang yang dicari anak-anak. Melainkan keseruan mereka bermain. Main bola yang sengaja di bawa dari rumah, menyusun batu-batu, pasir, rumput laut, lomba melempar batu yang paling jauh dan menangkap ikan-ikan kecil. Permainan kampung lah.


Capek, dingin dan lapar? Istirahat sebentar, berjemur sambil makan atau ngemil jajanan atau popmi sambil menggigil kedinginan. Lalu, lanjut lagi berenang-renang. Ya, begitu sih keseruan ala-ala kampung. Kalau udah ketemu alam, gedget mah lupa! Paling perlu untuk fotoan doang :D. Selebihnya game-game yang dari playstore? Sejenis apa, tuh? :p


Berhubung ini pantai baru, belum terkenal da fasilitas hiburan atau bermain juga masih minim. Belum ada penyewaan Banana Boat, Perahu bebek, Trus yang terbang-terbang itu apa sih namanya? Haha. Tapi kalau mau ya bisa juga kok, disewa dari pantai tetangga sebelah. Banana boat 350 ribu (kemaren sempet cek harga) 😀 


Itu sebab, saya sukanya ajak anak-anak main di alam. Mereka ngga jadi egois, ngga mikirin diri sendiri, lebih bersosialisasi, lebih terbuka pikiran, lebih kreatif, badan ngga manja dan  yang pasti lebih sehat. Memang sih, kulit jadi dekil, hitam, gosong dan penuh luka. Ngga usah jauh-jauhlah. Saya sendiri dulu juga begitu. Tapi, saya jadi punya banyak kisah yang bisa diceritakan pada kawan dan anak-anak kelak bagaimana serunya bermain di alam. Betapa bangganya tinggal di desa. Bermain di air, ladang, sawah, bukit dan hutan.



Acara Potong Kue
Seminggu sebelumnya, Sofi, salah satu ponakan saya berulang tahun. Itu sebab, saya bawain kue tart untuk dibagi-bagi ke temen-temennya. Ya itu-itu juga anak murid mengaji mamak. Maklum, anak murid mengaji mamak sih, kebanyakan ya cucu-cucunya juga. Hahaa… 

Setelah puas main air, dan sebelum pulang diadakan lah acara potong kue da tiup lilin serta pembagian sedikit jajan-jajanan murah meriah.
Selamat ulang tahun Sofi. Diiringi doa dan harapan semoga rezeki anak solehah semakin luas, pintar, cerdas dan sukses. Aamiin…

Udah, gitu aja anak-anak udah seneng kok. Ga perlu mahal dan jauh-jauh kalau mau piknik juga. Kebersamaan yang bikin kita bahagia. Yes? 

Halo kawan… dari kami anak kampung. We have a very simple way to be happy 🙂

Iklan

11 pemikiran pada “We Have A Very Simple Way To Be Happy (part 3) 

  1. Saya dulu waktu kecil juga main seperti itu. Mandi di sungai, main di kebun2, atau tambak2. Ya jaman dulu sih permainan seperti itu menyenangkan. Bahkan udah biasa main setiap hari setelah pulang sekolah. Klo zaman sekarang mainan anak2 ya medsos dan game online wkwkw….. Betapa terasanya perbedaan dengan kehidupan saya di masa kecil 15 tahunan yang lalu.

    Suka

  2. Iya, untuk bahagia memang tak usah pergi ke tempat jauh nan susah ya Mbak, hehe. Bahagia datangnya dari dalam diri. Duh tapi memang merasakan langsung nikmatnya alam itu tiada gantinya. Membaca cerita tentangnya pun tidak bisa cukup, haha. Saya jadi makin ingin segera jalan-jalan, ya tak usah yang jauh, yang penting bisa dekat dan merasakan alam bebas. Jakarta semakin melelahkan akhir-akhir ini dengan semua dinamika yang terjadi (huft, akhirnya curhat juga, haha).

    Suka

    1. Boro2 jkrta. Medan aja aku udh ngrasa sumpek. Mkanya klo libur dan pulkam ga disia2kan. Harus jalan cari yg sejuk2. Double untung krn deket rumah.. hihii.
      Ke Medan Gar 🙂

      Suka

      1. kalo saya liat sikon, kalo ketemuan sama orang apalagi orang baru sebisa mungkin gadget disimpan. dirumah, ngurusin kebutuhan anak2 dulu baru main gadget. kalo sama teman yang sering ketemu, sekali2 mainin gadget. bisa dapat bahan obrolan juga kan dari itu….hehehe

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s