Pondok Telaga Ikan, Restoran Berkonsep Alam di Pinggiran Kota Medan

Jadi ceritanya liburan kemarin mau pulang kampung ke Sidamanik, berangkatlah menuju bandara KNO. Paten kali kan? Ke Sidamanik naik pesawat. Haha

Bukan loh, karna kalau libur panjang gini kan bus dan segala macam armada angkutan darat pasti rame. Bisa-bisa saya dapet bus yang udah antrian ke berapa gitu. Bahkan bisa ngga dapet tiket. Makanya atas saran temen, saya naik Paradep yang dari bandara aja. Kalaupun rame, dipastikan ngga sampe lumutan nunggu antrian. Kemudian memang sebelumnya ada acara sih dekat situ. Jadi karna serba udah kesiangan pas dijalan perut pun kriuk-kriuk minta disubsidi. Inget-inget arah bandara ada restoran keren namanya Pondok Telaga Ikan, maka mampirlah kami.

img-20161213-wa0014
Halaman sekaligus parkiran

Tiba di TKP, wow, udah rame aja. Keliatan dari banyaknya mobil dan motor terparkir di halaman. Iyalah pas jamnya makan siang pula. Di pintu masuk, kita akan disambut oleh dua patung mirip patung budha dengan nuansa Bali. Ciri khasnya payung kuning dan sarung kotak-kotak hitam putih. Disapa oleh kakak-kakak berseragam batik merah yang ramah. Kita diikutin sampe ke tempat duduk.

Kami melewati area utama dengan maksud mencari tempat duduk di pondokan di atas danau. Tapi ternyata udah penuh dan sebagian udah direserve. Kepalang tanggung ya sekalian aja keliling dulu sambil foto-foto. Eh ngga keliling ding, karena kalau digambarin bentuk restoran ini mirip huruf T yang terbalik. Jadi, area utama melebar ke samping. Disini ada lesehan sebalah kiri juga ada pilihan duduk di kursi. Sebelah kanan ada VIP area berdinding kaca. Kayaknya sih keistimewaanya lebih privat dan berAC. Depannya ada kolam ikan. Ditengah-tengah area utama ada akuarium besar, tinggi dan memanjang berisi ikan hias. Nah dari tengah ditarik garis lurus, ya, klo disini semacam lorong terbuka atau gang yang memisahkan sisi kiri dan kanan. Sisi kiri ada pondokan dengan tempat duduk pakai kursi. Sementara sisi kanan duduknya lesehan. Dan dibawahnya ada kolam yang berisi ratusan ikan yang bisa dipancing. Kayaknya pemiliknya doyan mancing atau ikan-ikanan nih. Dimana-mana kolam mulu :D. (Foto2 cakep nya dalam 1 folder kehapus Cahyo, hiks).

Diliat dari konsepnya yang alami dan ala-ala pedesaan sih ya wajar aja banyak yang suka ke sini. Secara belakangan ini alam sedang digemari. Setiap pondokan dikasi gorden putih transparan yang panjang menjuntai menambah kesan manis pemandangan. Apalagi dihembus angin sepoi-sepoi, jadi pingin bawa bantal, tidur deh. Sementara di sisi kiri dan kanan lorong ada banyak sangkar yang berisi berbagai macam jenis burung dan ayam. Bisa dibilang kebun binatang mini lah.

 

Nah, di kolam tengah atau nomor dua paling belakang, disediakan kayak perahu motor (kapal) yang bisa disewa per jam. ngeliat luas kolam yang tak seberapa sih saya bayanginnya mual naik kapalnya. Karna pasti akan muter-muter disitu-situ aja saking sempitnya. Eh, ya tergantung orangnya juga sih ya. Klo saya memang tukang mabok, konon lagi klo diputer-puter, haha. Tapi kalau bawa anak-anak bisa lah untuk mengusir kebosanan. Apalagi bisa sewa alat pancing kok disitu.

Soal menu, berhubung saya ga pinter icip-icip dan ga terlalu hobi kulineran. Bagi saya setiap makanan hanya ada dua rasa. Enak dan enak banget, haha. Ngga pinter kalau harus komentar kurang ini dan itu. Macem-macem makanan disediakan. Olahan ikan, ayam, seafood. Cemilan, jus dan bir juga ada. Lalu saya pesan apa? Ayam bakar dong! Menu andalan kemanapun dimanapun :D. Porsinya agak gede. Tapi sayang kurang mateng dikit lagi aja karna masih ada merah-merah di dalam dagingnya. Kalau soal harga masih sangat standar. Ada porsi sendiri, juga disediakan porsi besarnya. Jadi ngga masalah bagi yang jomblo. Ngga usah bingung klo dateng sendirian *eh.

Sejauh ini saya suka sama konsepnya. Sepertinya sih masih ada yang belum selesai pengerjaannya. Sepertinya loh, ya. Karna ada beberapa item yang seperti sengaja dibiarin belum indah. Ah ini gimana lagi sih bahasanya ya? Haha.

Kayak mushola kurang rapih. Trus kolam yang paling belakang banyak eceng gondok. Kemudian masih dari kolam bagian belakang, di area penyewaan kapal, airnya kurang jernih. Hijau pekat karna lumut.  Ntah ini sengaja atau belum diperbaiki, ya tanyakan saja pada rumput yang bergoyang. Hehe

Akhirnya terpenuhi juga rasa penasaran akan restoran yang lagi hits seinstagram kota Medan. Bisa deh untuk rekomendasi reunian temen SMP ntar. Dan udah bisalah pulang kampung dengan tenang (udah kenyang sih) haha.

img-20161213-wa0011
Muka lapaar

Selamat libur panjang teman-teman 🙂
(Nasib karyawan jarang dapat libur)

Foto-foto pribadi alakadarnya. Yg lebih oke Intip aja IG nya @pondok telaga ikan

Jl Raya Batang Kuis (Menuju bandara KNO

Iklan

12 pemikiran pada “Pondok Telaga Ikan, Restoran Berkonsep Alam di Pinggiran Kota Medan

      1. Make apps wordpress ya waktu postibgan? Lebih baik nulis di notepad dulu. Ntar tinggal kopas pas posting. Oh ya jangan buka aplikasi lain pas ngepos, ntar ilang. Selesaikan sampai nekan tombol publish. Baru boleh buka aplikasi lain.

        Disukai oleh 1 orang

      1. Oh kurang tahu klo pake chrome. Soalnya udah pernah kayak gitu juga. Tapi make aplikasi wordpress. Langsung aja nulis di notepad, klo error tinggal kopas aja.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s