Ada Amazone di Bantul :)

Kebun Buah Mangunan letaknya di Jl. Mangunan, Kec Dlingo Kab Bantul. Butuh waktu satu jam lebih menuju Kebun buah Mangunan kalau dari Parangtritis. Untung saja sepanjang perjalanan kanan kiri nya dipenuhi pepohonan bikin suasana adem. Sedikit kerja keras lah untuk supir karena banyak tanjakan dan tikungan tajamnya. Harap berhati-hati ya..

Lagi-lagi setiba disana, masih suasana siang bolong. Hanya diminta lima ribu rupiah saja untuk bisa masuk ke ke kawasan Kebun Buah Mangunan. Kenapa disebut kebun buah, karena memang disana ditanami berbagai jenis buah-buahan. Saya sempet lupa ini tempat apaan ya? Padahal saya yang bertugas mencari objek wisata yang akan dikunjungi sebelum berangkat ke Jogja. Salah satunya yang saya dapat ya tempat ini. Dalam hati berkata cuma ngeliat pohon buah-buahan doang di kampungku juga banyak. Tapi kami terus menyusuri jalan setapak di tengah-tengah perkebunan buah yang memang dibuat oleh pengelola. Eits, dilarang keras memetik buahnya ya :D. Selain bermacam pohon buah, kita juga lewati arena outbond sederhana dan kolam pancing.

Sampai akhirnya di puncak dan sudah banyak motor terparkir. Baru mulai penasaran ada apa sih di puncaknya? Harus berjalan lagi kira-kira 50 meter menuju gardu pandang. Ah, saya baru ingat ternyata ini yang namanya Kebun Buah Mangunan yang lagi ngehits se instagram raya. Benar saja tak lama kemudian terlihatlah dari ketinggian sebaris pagar batu dan melirik ke bawah sepanjang sungai membelah perhutanan raya. Tapi kok, ga ada awan-awannya? Katanya negeri di atas awan? Ya iyalah… kita dateng di siang bolong eh panas terik pula, awan darimana neng? Yang ada keringetan. Haha. Belum rejeki nya orang Medan.

Tapi ga kalah indah kok walau tanpa awan mendung-mendung syahdu gitu. Angin sejuknya sepoi-sepoi tetap terasa, sejauh mata memandang masih hijau hamparan hutan pegununan Sewu tetap menyejukkan mata. Serta pemandangan Sungai Oyo yang mengular bak sungai Amazon. Makanya kalau yang lain bikin judul negeri di atas awan, berhubung pas kedatangan kami tak ada sang awan, jadi saya pakai judul Amazon aja. liat tuh penampakannya, persis kan kayak sungai Amazon. Ya walaupun saya juga ngeliat Amazon dari google. Smoga penilaian saya ga salah hehehe

Nah sejauh mata memandang akan terlihat samar segaris berwarna putih bergerak-gerak kecil. Sepintas mirip fatamorgana. Tapi konon itu katanya barisan pantai Parangtritis yang terlihat sampai ke Gardu Pandang Kebun Buah Mangunan. Ya, saya sempet lihat… tapi baru tau ceritanya setelah baca di google.

Sayangnya memang di hari pertama kami berpetualang ini, selain tak banyak persiapan (cemilan) juga dalam keadaan lelah. Untung saja ada bakso kuah. Kalau di Medan disebut bakso kojek :D. Sekalian kasi tips nih untuk temen-temen yang berniat kesini. Bawa minuman dan cemilan yang kalian suka, karena disini tak banyak penjual makanan. Tapi ingat buang sampah pada tempatnya. Dan yang paling penting datanglah pada waktu pagi atau sore hari. Selain bisa merasakan hangatnya matahari pagi, juga bisa manyaksikan senja dan kalau beruntung akan merasakan berada di negeri di atas awan. Sudah puas menikmati Amazone Bantul, kami lanjut lagi ke Hutan Pinus Mangunan.

Selamat berkunjung…:)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s