The Boy

Ini tulisan untuk kesekian kalinya saya ulang. Bukan karena ga bagus menurut saya, bukan karena diedit. Tapi diulang karena beberapa kali dipublish eh kontennya selalu ilang sisa judulnya doang. Kali ini saya garap pake laptop deh. Semoga kali ini ga ada masalah. Lanjuut ya….

Jadi sekali – kalinya saya midnight eh, filmnya horor pula. Padahal saya ga penyuka pilem horor. Bukan karena saya penakut, tapi yaaa males aja gitu :p. Dan ga nyangka sih XXI salah satu favorit dikota saya HTM di weekday murce rupanya ( ini penting untuk besok – besok kalo lagi gda yang traktir ) hahaha..

Kali ini pilihan film jatuh pada “The Boy”. Saya ga baca resensinya tapi ngeliat covernya ada gambar boneka pastilah ceritanya ga jauh – jauh kayak film boneka – bonekaan lainnya seperti Chucky dan Anabelle. Boneka yang ada “nyawanya” gitu

Ngeliat antuasias penonton yang sedikit itu sih pesimis ini film pasti banyak di horornya doang, dan jalan ceritanya biasanya standar – standar aja

Film ini bercerita tentang perempuan muda bernama Greta (Lauren Cohan), jauh – jauh dari Amerika datang ke pedalaman Inggris cuma mau kerja jadi pengasuh anak. Selain memang dia sengaja melarikan diri dari pacarnya Cole yang pemarah itu. Sesampainya di rumah keluarga Heelshire, dia ketemu sama Malcolm (Rupert Evans), Malcolm ini ganteng! Eh maksudnya dia kerjanya jadi pengantar segala keperluan untuk keluarga Heelshire ini. Tuan dan Ny Heelshire adalah ini pasangan tua yang kaya raya nan aneh jua. Mereka punya satu anak laki – laki bernama Brahms. Brahms yang dari cerita Malcolm sudah tewas pada sebuah kebakaran pada saat usia Brahms delapan tahun. Emak bapaknya sangat kehilangan dan saking sayangnya maka dibuatlah boneka mirip si anak. Inilah “The Boy” yang kalau masih hidup usianya udah 20 tahun.

Siapa sih yang bakalan nyangka dan bakalan mau juga kalau tau sedari awal bahwa anak asuhannya ternyata sebuah boneka. Bisa disangka gila sama kerabat dong pastinya. Dan inilah keanehan pasangan sepuh tersebut. Bukan keanehan itu saja yang terjadi, malah keluarga Heelshire ini memperlakukan Brahms seperti layaknya anak yang hidup. Mulai dari ditidurin, eh ini enaknya kalimat apa ya? 😀 pokoknya kalo mau tidur ya dianterin ke kamar, dan ada kecupan juga. Bangun ya dibangunin digantiin baju, diajak ke meja makan, diputerin lagu, diajak bercerita dan jangan dicuekin jangan dijahatin atau Brahms akan ikutan jahat. Itulah peraturan dan pesan dari Ny Heelshire sebelum pasangan ujur, kaya raya nan aneh ini pergi berlibur dan meninggalkan Greta berdua bersama anak asuhnya ini.

Hari pertama aja Greta udah merasa males – malesan ngerawat si Brahms kayak ngerasa “apaan sih konyol aja boneka dirawat segitunya, yang bener aja. Ogah ah!” jadinya si Brahms mulai dicuekin. Sampe malem dan hari berikutnya. Mulailah si Brahms ngambek dan neror sampe waktu Greta mengalami beberapa kejadian aneh. Adegan menegangkan pertama saat Greta pelan – pelan mendekat ke lukisan keluarga Heelshire yang tergantung di dinding, tiba – tiba tangan kecil Brahms keluar dari lukisan dan mencekik leher Greta. Adegan ini sukses bikin saya teriak paling keras, hahahaa. Kaget loh kakaaaaa…Ternyata eh ternyata Greta Cuma mimpii. Kena zonk pertama hihiiihi

Serangkaian teror dan gangguan serta kejadian aneh tak henti – hentinya dialami Greta pasca dia melanggar peraturan. Dari mulai Brahms tiba – tiba udah ngilang dan pindah tempat, terus Brahms yang bisa menyediakan sarapan kesukaan Greta dan meletakkannya di depan pintu kamar Greta, baju – baju Greta banyak yang hilang. Hingga saat Greta mendapati Brahms akhirnya ngeluarin air mata, sampe akhirnya dia dan kami juga (para penonton) mulai meyakini kalau anak asuhnya itu udah mulai bernyawa (termasuk penonton yang udah deg – degan), ternyata eeeeh ternyata lagi niiih ada atap yang bocorrrr yang airnya jatuh tepat di mata kiri si Brahm ini. zonk kedua :D. Banyaklah adegan spontan yang lucu dan romantis dan adegan yang sukses bikin saya terkaget – kaget dan nahan nafas termasuk pada saat Greta ngeri ngeliat tatapan Brahms yang penuh dendam dan bermaksud memalingkan dengan paksa leher Brahms tapi refleks leher Brahms noleh lagi menatap tajam Greta. Lagi – lagi ini hanya ada dalam mimpi si Greta. Tengsin ga siiih udah bolak – balik teriak akibat zonk melulu. Jadi bikin ketauan yang mana penonton satu ini aslinya si penakut hahahha.

Klimaks dari cerita ini adalah pada saat si Cole tiba – tiba datang ke rumah aneh ini untuk menjemput Greta kembali ke Amerika. Sementara si Greta udah kadung sayang sama Brahms (ceritanya udah ga cuek lagi sama Brahm karena udah sadar Brahms ga suka peraturannya dilanggar termasuk tidak boleh ada tamu asing yang datang). Si cole pun tak luput dari terornya Brahms dan menuduh teror itu ulahnya Greta ditambah dia ngeliat ada Malcolm, makin cemburu butalah si Cole ini. Dia ngamuk dan membanting si Brahms hingga hancur berkeping – keping. Naaah… mulailah ada gempa dan semua barang bergerak di ruangan itu. Sampe ada mahluk mirip zombi yang keluar dari dalam cermin dan marah membabi buta. Sang zombie ini berhasil membunuh Cole dan berniat menghabisi Malcolm dan Greta. Kejar – kejaran lah mereka ke seluruh penjuru rumah sampe ke ruangan rahasia dimana mereka dapati boneka anak perempuan memakai gaun merah Greta yang pernah hilang. Malcolm berhasil dibunuh Zombie. Tinggallah Greta. Dia punya akal untuk menenangkannya dengan memperlakukan zombi ini seperti memperlakukan Brahm bener aja si zombi luluh dan sempat lalai, disitulah Greta berhasil membunuh sang zombie. Dan horeenya lagi Malcolm ternyata Cuma pingsan, ga jadi mati deeh. Cihuuyyyy happy endiing doong….:D

Mahluk yang saya sebut mirip zombie ini yang saya belum menemukan jawaban siapa sebenernya dia. Apakah bener – bener zombie atau seperti temen saya bilang kalau Brahm ini sebenernya masih hidup dan dipasung oleh emak bapaknya yang stres punya anak psikopat begitu. Karena jalan ceritanya begitu cepat dan saya termasuk si kurang cerdas untuk mengikuti jalan cerita cepat seperti ini. Penasaran sama ceritanya, tonton sendiri deh… hehee

Film bergenre horor ini disutradarai oleh Wiiliam Brent Bell dan dirilis 22 Januari 2016 lalu. Banyak sekali kejutan pada setiap adegan, hal – hal yang tak terduga banyak kita saksikan pada setiap menitnya. Menurut saya sang sutradara sangatlah cerdas membawa penonton harus berfikir keras mengikuti jalan ceritanya. Ditambah pemain yang berakting dengan natural serta pemeran utamanya saya suka sebab ganteng hehehe. Dan cantik jugaa…
Overall saya suka untuk film The Boy ini. Pengalaman pertama nonton film horor awal tahun yang tidak mengecewakan tentunya. Menurut sayaa…..

Teman2 gimana pendapatnya???

Iklan

6 thoughts on “The Boy

  1. aku udaaah nonton!
    kesimpulan aku sih, kayaknya bukan roh jahat atau apa deh. tapi si Brahms ini psikopat yg diumpetin kedua orang tuanya. trus jatuh cinta sama Greta. aku sereeeem banget pas dia minta dicium sama Greta nya. serem2 geliii, hihihi 😀

    Suka

    1. Hihiihi… haus kecupan dia ya :D.
      Sama kayak kesimpulan temenku diumpetin sm ortunya yaa

      Suka

  2. Jadi pengen nonton tp kan takotttt

    Suka

    1. Samaaa kaak. Tapi….. Malcolm nya ganteng. Eeeehhh 😀

      Suka

  3. Jadi penasaran, tapi takut juga hehe

    Suka

    1. Ayoklaaah… tonton laaah… :p

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close