Cuma Nama, kan??

”Namamu siapa dek?”
“Uci bu…” 
“ooo Puji…”
“Bukan bu, uci…” 
“ooh iya Susi..”
“Uci bu…” 
“oo iya maaf dek Lusi, ibu agak kurang pendengarannya…”
@$%%#^%**&*))(*_????????
(kejadian pagi ini di sebuah angkot, bersama seorang ibu yang tiap hari ketemu tapi belum kenalan)

Waktu saya dan saudara-saudara saya masih kecil-kecil sampai si mbah kami sampe udah meninggal hampir tak ada yang sempurna beliau memanggil nama cucu-cucunya. Nama saya yang jauh beda dengan sama kakak saya. Uci dan Yuni. Mbah saya berhasil pukul rata menggil kami berdua dengan sebutan Uni. Hahahaha. Jadi kalau almh mbah saya manggil diantara kami, kalau naga-naganya mau kasi duit kami nyahut serentak dan segera menghadap. Tapi kalau naga-naganya mau kasi kerjaan, kami sama-sama pura-pura tidak dengar….huhuhuhu

Kalau beli sesuatu misalnya, mau minta kwitansi dan ditanya “ini atas nama siapa kak?” saya jawab dengan nama saya Uci, eh yang tertera dikwitansi jadi Uli. Beeuugggghhh

Ada lagi yang beda jauuuuuh banget dari lafalnya. Waktu saya ke laundry liat kwitansi ditulis atas nama “Kasih”. Laaaaah anak siapa itu?? Berhubung laundrynya di depan rumah, kwitansi selanjutnya saya biarin aja deh dia keterusan dengan pedenya nulis kwitansi jadi atas nama Kasih. Yowess laaah yang penting harganya ga jadi lebih mahal ya yaa yaaa hahaha

Kasus yang lain lagi, bulek saya malah manggil saya sampe sekarang dengan sebutan “Cici”. Yaa… yang ini ga terlalu jauh lah. Lebih gampang katanya daripada Uci. Padahal kalau manggil toh sama aja pake belakangnya doang kan “Ciii..” gitu…

Waktu saya SMP, salah seorang guru saya manggil saya dengan sebutan “Agus” saking nama saya katanya susah-susah lafalnya. Heelllloo…Bapaak nama saya Indonesia aseli. Tri Suci Agus Susanti. Susahnya dimana toh paeeee??? Bukan Three Holy August Susantie. Nah kalau kekgini ini iyaa rada susaah :D. Atau daripada nama saya “Angle” atau “Gabriella” atau apalah apalahh…

Waktu SD beda lagi ini ceritanya. Kepsek saya manggil saya Cuma mau bilang “ini namamu panjang kali jadi dikurangin ya, ga muat nanti ijazahmu”. Saya laporin dong ke Bapak, besok paginya Bapak saya datang ke sekolah (belum bawa golok tuh :P) dan nama saya gagal dimutilasi. Sejak kejadian itu kepsek berubah jadi lemah lembut sama saya. Ntah diancam apa dia sama Bapak hahahhaa

Kalau kejadian yang menimpa baru-baru ini antara anak laki-laki saya sama Bapak saya. Kakek dan cucu lah ceritanya… jadi waktu acara akikahan Cahyo kan ada kenduri nya tuh. Pada saat Bapak kasih semacam kata sambutan, eh nama cucunya dilebihin jadi “Cahyo+no”, harusnya kan Cahyo aja keeeek….:(, Cahyo Miftah Rizki ya kakeeeek…

Nama anak perempuan saya, kalau ini memang agak-agak susah siih. “Carissa Adrienne Vanuchi”. Papanya sendiri aja sampe dengan saat terakhir nulis nama anak gadisnya ini belum tamat tuh. Adaaaaa aja lafal yang salah atau letak huruf yang kebalik-balik. Makanya kalau untuk urusan administrasi selalu saya yang diandalkan untuk tulis-menulis nama anak-anak. Mana rela saya nama anak saya jadi salah tulis apalagi di akta lahir, bakalan seumur hidup doong salahnya.
Jadi, yaa memang agak kesel kalau kadang-kadang ada aja yang salah sebut nama kita ya. Kalau salah denger sesekali sih maklumlaah, tapi kalau kasusnya kayak kejadian di angkot hari ini, mau nangis sayaa, hiiiiksss …

Baru-baru ini malah ada kan petinggi negara yang minta dipanggil dengan sebutan “yang mulia”. Naaah loooooh??? Hasrat macam apa ituu???

Di kantor saya saat ini ada juga temen yang sukaa kali manggil dengan kalimat “ehh…sapa namamu??, tolong dong ini itu…”. iiiissshh kalau pas ini kejadian ke saya, saya bales aja gantian besok-besoknya. Kalau kekgini udah keterlaluan yaa. Ga sopan. Kayak orang pikun bin sombong bin angkuh.

Saya pribadi sangat-sangat menghargai sekaligus berbangga hati dengan nama pemberian orang tua saya. Kalau jadi artis pun saya ngga bakal ganti nama lah. Pake nama asli aja. (emang kapan ya bercita-cita jadi artis :P). Banyak yang nanya arti nama saya. Ya dijelasin aja sepengetahuan saya. Malah ada yang dia nanya dia jawab sendiri. Ada juga yang mengira “agus” itu nama Bapak saya. Ngga ya kakaaaa…

Saya cerita begitu karena ada kok beberapa temen dan kenalan yang malu dengan nama pemberian orang tuanya. Padahal namanya keren kok. Ga kuno apalagi menyinggung sesuatu. Apalagi ada marganya kadang mereka malu. Kebetulan aja saya orang Jawa. Jadi orang Jawa yang menetap di tanah mayoritas orang bermarga aja saya bangga. Kalaupun saya terlahir jadi seorang yang bermarga ya saya pasti lebih bangga lagi menyandang marga di belakang nama saya.

Semasa SMA saya indekos di rumah kerabat yang bersuamikan orang Batak bermarga Saragih. Didukung dengan karakter wajah saya banyak yang bilang wajah orang Batak, jadi setiap ada yang nanya “boru apa kau dek?” saya jawab dengan pedenya saya boru Saragih. “Saragih apa?” jawab saya lagi Saragih Simarmata. Abis itu saya pura-pura sibuk takut ditanya silsilah bisa-bisa ketauan bohong saya hahahaa

Tapi saya udah tobat kok :P. Sekarang kalau ditanya saya boru apa? Ya saya jawab aja dengan bangga saya orang Jawa. Tapi… jangan ditanya saya Jawa mana yaa, saya ga tau hehehee. Udah lama kehilangan asal usul 😀

But, whatever mau darimana asalnya, suku apa, namanya apa, moyangnya siapa kita tetaplah tinggal di tanah air yang sama. Simbol “Bhineka Tunggal Ika” itu indaaah sekali kawan… yang paling penting mari kita hidup dengan damai dan saling menghargai. Diawali dari diri sendiri termasuk jangan salah sebut nama ya… 

Iklan

17 pemikiran pada “Cuma Nama, kan??

  1. hihihi kalo di kantorku juga suka salah nyebutin nama antara Tasya dengan Syera, padahal orangnya beda cuma kami satu divisi.
    setiap orang kadang manggil aq dengan “syaa..syaaa” harusnya kan “syerr.. syerrr”
    lha tadi pagi baru aja kejadian, pesen sarapan sm OB kantor, dia kan catet pesanan aq terus aq perhatiin tulisan dicatatannya “Mba Tasya. 3 Bakwan 1 tahu” selesai OBnya nulis pesanan baru aq protes “Pak….saya kan syera pak bukan tasya.. Hahahaha”.

    Suka

    1. Hehehe… yang penting iiiii nya dapat ya mbk.
      Ini ecek2nya yang jawab anaknya langsung
      “makasi tante… kayak nama pemain bola yaa. Pdhl ga sengaja itu sebenerny gabungan antara nama mama sama papaku. Begitu… 😉 “

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s