Aku…rindu anakku

Aku rindu anakku…rindu bawelnya, cerewetnya, rindu aku merasakan cepek melayani pertanyaan2 yang tak ada habisnya. Rindu manjanya, rindu ngambeknya. Anakku sudah semakin mandiri. Tidur pun tak lagi harus dikelonin. Minum susu ga pake dodot lagi, cuma sesekali masi pake pampers hehehee kalo malem suka kelepasan :D. Bahkan sosok soulmatenya pun aku rindukan, iyaa… sesosok kuning yang letek dan bau apek. Selalu dibawa kemana2… ya boneka kucing berwarna kuning yang tak bisa lepas dari sisinya. Bisa nangis sesenggukan dipojok klo sadar meongnya hilang padahal lupa narok. Tak akan diijinkan untuk dicuci bukan karena sayang baunya hilang tp kalau dicuci pasti memakan waktu paling sebentar semalaman untuk dikeringkan. Mana bisa dia tidur tanpa soulmatenya. Bisa diem2 meneteskan air mata dalam hening malam… tak seorangpun tau :(. Pernah waktu habis dicuci dimusim hujan, tak kering2. Aku gantung dikawat jemuran dapur pake jepitan kain, dia memandang dengan iba mungkin dalam hatinya ya Allah soulmate ku pasti kesakitan dan kedinginan digantung begitu. Hampir tiap jam dia minta digendong hanya ingin pegang ekornya *udah kering apa belum? Klo belum alamat tidur sendirian lagi *padahal mamanya selalu ada (waktu itu)

Aku rindu anakku… belum pernah aku lihat dia pakai seragam sekolahnya sejak maulai masuk PAUD. Sekalipun!!Β Ibu macam apa aku ini yaa??? Yang aku tau aku harus bisa bayar uang masuk sekolahnya, bayar iuran bulanan dan tabungan hariannya serta biaya kegiatan ekstrakurikuler dan sebagainya dan sebagainya. Yang aku tau kalau dia dan adiknya dibawa nenek kakek jalan2 harus ada uang saku bikin beli jajanan atau tiket masuk atau beli balon. Jadi? Kapan aku bisa memandikannya, pakaikan seragamnya, anter dia sekolah kalau disaat yang sama aku berada jauh ber-ratus kilometer dan disaat yang sama jari2ku bermain di tuts dan menatap monitor seharian demi tanggal tertentu aku bisa tarik tunai di ATM. Untuk mereka…

Aku rindu anakku… rindu menghadiahkannya buku2 gambar warna warni, pensil lucu2 dan rautan karakter unik serta penghapusnya. Gambar kesukaannya adalah gambar legenda jaman mamanya dulu. Rumah lengkap dengan pekarangan dan tiga buah gunung di belakangnya. Ada banyak huruf Β “m” yang dimaksudkan adalah burung2 berterbangan diantara matahari. Lucu sekali… πŸ™‚

Aku rindu anakku… setiap pulang menjenguknya, aku rindu membawakan donat kesukaannya. J*o… baby donat yang kecil2. Dia suka sekali mungkin gemes ngeliatnya karena imut2. Sekali makan langsung masuk mulut semua, belepotan coklat dan toping2 lainnya nempel dibibir kecilnya disantap dengan riang gembira. Berbagi dengan adiknya serta kakak dan abang sepupunya. Sesekali berantem rebutan donat pilihan yang tinggal sebiji padahal dibawa sekaligus 3 kotak @24pcs habis dalam sekejap πŸ˜€

AkuΒ rindu anakku… rindu saat waktunya jadwal pulang menjenguknya, kami bercanda di depan tv, atau dikasur sebelum tidur. Posisiku ditengah sikakak dan siadek yang sama2 mau dikelonin. Jadilah aku harus telungkup demi keduanya dapet jatah tangan yang sama :D. Rindu membawa keduanya main dikolam pemandian alam ala2 kampung yang sangat sederhana atau ke air terjun atau sungai.Β 

Anakku… betapa berat mungkin beban pertanyaan2 yang ada dikepalamu. Yang bila dijelaskanpun belum sanggup kau pahami. Kenapa mama disana kenapa papa disini. Baru sebulan rasanya kamu disana, tapi berasa setahun sudah. Kita ada dikota yang sama hanya berjarak beberapa kilometer tp serasa jarak semakin jauh dibanding kamu dikampung sana. Aku tak sanggup memaksakan kehendak demi kamu tetap ada di dekatku. Kamu masi kecil terlalu kecil dan labil aku tak mau menghancurkan otak dan fikiranmu hanya karn ego orang tuamu ini. Aku hanya tak ingin kalian kehilangan sosok ayah ataupun ibu. Percayalah kalian masih punya keduanya. Percayalaah kami sayang kaliaan…

*lap air mata


 

 

Iklan

16 thoughts on “Aku…rindu anakku

    1. Makin mewek… makasi mbk ku πŸ™‚

      Suka

  1. Ah mbaaa..aku nangis sesenggukaaann. Hiks..hiks..hikss..sabar ya mbaa, be strong! πŸ˜‰

    Suka

    1. Insyaallaah… strong enough πŸ™‚

      Suka

  2. Rifqy Faiza Rahman 4 Desember 2015 — 11:24 pm

    Terharu saya, keep strong ya Mbak, sehat selalu πŸ™‚

    Suka

    1. Alhamdulillaah kuat… makasi mas empati dan semangatnya πŸ™‚

      Suka

  3. Semangat, mbak… πŸ™‚

    Suka

    1. Makasi maas… alhamdulillah masi semangat πŸ™‚

      Disukai oleh 1 orang

  4. Gegara baca tulisan ini aku jadi rindu keponakan di rumah, rindu celotehannya sekaligus bawelnya,, 😦

    Suka

    1. Masih ponakan udh segitu kangennya… ayooo segera punya anak.. lohh πŸ˜€

      Suka

  5. Suatu saat anak pasti akan sangat bangga dengan perjuangan Ayah-Ibu nya. Yakin aja kakek-nenek dan Allah SWT menjaga anak Mbak selalu πŸ™‚

    Suka

    1. Aamiin aamiin…makasi yo mbk πŸ™‚

      Disukai oleh 1 orang

  6. Sabarrrrr ya mbak… saya terharu Bacanya..
    Pagi2 sy memang lagi nyari tulisan tntg kerinduan dg Anak.. Hehehe
    Nemu Artikelnya mbak btul mnyahat hatiu

    Disukai oleh 1 orang

    1. Makasi ya sudah membaca. Tp ini sdh berlalu…. Anaknya udh kembali 😊

      Suka

  7. Sabarrrrr ya mbak… saya terharu Bacanya..
    Pagi2 sy memang lagi nyari tulisan tntg kerinduan dg Anak.. Hehehe
    Nemu Artikelnya mbak btul mnyahat hati….

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close